
3 jam menempuh perjalanan menuju desa kelahiran Kayla, kini keduanya pun sampai. Dan ketika sampai Moana pun juga sudah bangun dari tidurnya yang lumayan lelap.
Baru saja Kayla melangkahkan kakinya keluar dari mobil yang ia tumpangi bersama Moana, bibi dan paman nya pun sudah menunggu mereka untuk menyambut kedatangan mereka ke desa kelahiran milik Kayla tersebut. Moana tak asing lagi dengan paman dan bibinya Kayla, karena memang ia sudah akrab sedari dulu oleh keduanya itu.
"Kayla" Panggil keduanya.
"Bibi, paman"
"Paman, bibi"
"Nak bagaimana kabarmu? apa semuanya baik" Tanya bibi Kayla dengan menghampiri Moana dan Kayla sambil mengusap pelan kepala Moana dan Kayla secara bersamaan.
"Aku baik bibi" Jawab Kayla dengan tersenyum manis.
"Bagaimana denganmu?" Tanya kembali bibi Kayla kepada Moana kali ini.
"....."
"Sebaiknya masuklah terlebih dahulu, tidak enak bila berbicara di luar seperti ini" Celetuk paman Kayla kepada ketiga nya untuk masuk terlebih dahulu dan baru membicarakan apa yang mereka akan pertanyakan.
Kayla pun mengangguk sebagai tanda setuju, lalu kemudian menggenggam erat tangan Moana dan kemudian menatap wajah Moana dalam seperti memberikan isyarat lewat tatapannya itu. Moana bahkan membalas dengan anggukan kepala kecil sebagai tanda mengerti apa maksud dari tatapan Kayla untuknya tadi.
*****
"Bibi aku akan tinggal di rumah ibu dan ayah kembali, untuk waktu yang lama. Aku juga akan bekerja di sini kembali, karena pekerjaan lamaku sudah aku tinggalkan" Ujar Kayla dengan meminta izin terlebih dahulu kepada sang bibi.
"Nak kau tidak perlu meminta izin kepada bibi, ini adalah rumah peninggalan kedua orang tuamu. Ini adalah hak mu, bibi tidak ada hak jadi kau tak perlu meminta izin kepada bibi" Balas sang bibi dengan tersenyum manis menatap wajah keponakannya itu.
"Nak jika kau ingin bekerja, paman akan merekomendasikan mu beberapa tempat yang kini sedang membutuhkan beberapa karyawan. Gajinya memang tidak besar tapi kau dapat menghidupi dirimu dan beberapa orang lain" Sahut sang paman kepada Kayla.
"Terimakasih, paman dan bibi"
"Sama-sama nak"
__ADS_1
"Moana" Panggil bibi Kayla kembali yang merasa ada beberapa perubahan dari diri Moana.
"Iya bibi" Jawan Moana.
"Mengapa kau melamun? apa kau baik-baik saja" Tanya sang bibi kembali kepada Moana.
"Ak... aku baik-baik saja" Balas Moana dengan tersenyum kecut.
"Katakan dengan jujur kepada bibi, kau pasti tidak baik-baik saja" Ucap bibi Kayla dengan mendekatkan dirinya kepada sang bibi lalu kemudian mengelus pelan puncak kepala Moana.
Bibi Kayla yang bernama Rania dan sang suami yang bernama Andre pun menatap wajah Moana dengan pandangan yang tak dapat diartikan, kedua pasangan itu adalah orang baik. Mereka menyayangi Moana bagaikan putri mereka sendiri, terkadang Kayla bahkan cemburu kepada Moana karena sangat di sayang oleh paman dan bibinya.
Tapi Kayla cemburu hanya sebatas candaan, ia bahagia karena paman dan bibinya menyayangi Moana. Bahkan sampai paman dan bibinya itu mengakui Moana bahwa Moana adalah anak angkat mereka.
"Jika aku jujur, apakah bibi akan kecewa padaku? dan juga paman" Tanya balik Moana dengan menatap lirih keduanya secara bergantian.
"Moana jangan katakan kau akan..." Bisik Kayla dengan menatap netra milik Moana dalam.
Tapi Moana justru menolak isyarat yang diberikan Kayla untuknya, Moana punya keyakinannya sendiri jadi ia menolak keras isyarat yang Kayla lontarkan untuknya.
"Tidak Kayla, bibi dan paman adalah orang tua keduaku setelah orang tua kandung'ku. Tak perduli apapun yang akan mereka lakukan padaku, aku harus tetap berkata jujur. Aku tak ingin menutupi hal ini darinya" Lirih pelan Moana.
"Moana, katakan pada bibi? kau pasti sedang menutupi sesuatu pada kami. Berkatalah dengan jujur dan terus terang, kami akan menerimanya apapun itu. Jangan lihat wajah Kayla saat ini karena bibi yakin pasti ia tengah membuatmu berfikir" Ujar Rania kepada Moana.
"Bibi... sebenarnya beberapa hari sebelum aku kesini. Aku... (Mulai menceritakan sejak awal dirinya dan Keandra sampai selesai)" Cerita Moana.
Moana tak ingin berbohong, jadi ia lebih memilih untuk berkata jujur. Dan Kayla yang mendengar pengakuan Moana kepada paman dan bibinya pun hanya menghela nafasnya secara pasrah, karena memang itu hak Moana.
"Moana" Panggil Kayla dengan menggenggam erat tangan Moana yang kian tengah terisak setelah menceritakan tentang dirinya.
Rania dan Andre pun terkejut ketika mendengar cerita dari Moana mengenai dirinya, secara tak sadar keduanya menangis dan mulai menarik tubuh mungil Moana kedalam pelukan mereka berdua. Bagaimana pun Moana adalah putri angkat mereka yang sangat amat mereka sayangi, tak perduli apa yang telah terjadi. Rasa sayang dan cinta mereka tak akan pernah hilang.
Mereka dapat merasakan tubuh putri mereka yaitu Moana bergetar dengan hebat, mereka yakin putrinya itu pasti sangat amat tertekan saat ini. Hingga mereka berdua'pun semakin mengeratkan pelukan mereka secara bersamaan.
__ADS_1
"Huhhhh... huhhhh... hikssss... bibi maafkan aku hikssss... hikssss... maafkan aku telah membuat kalian kecewa padaku" Isak Moana dengan meminta maaf.
"Tidak nak, kau kuat kau tidak boleh menangis" Lirih Andre kepada Moana.
"Hikssss... hikssss... jangan seperti ini, bibi ikut merasa sedih. Bagaimana bisa kau seperti ini nak hikssss..." Tangis Rania dengan perlahan melepaskan pelukannya dan mulai menatap wajah sang putri begitu pun Andre.
"Aku tak tau... aku tak tau hikssss... hikssss..." Kata Moana dengan terus menggelengkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya.
"Hikssss... hikssss..."
"Nak baguslah kau pulang, paman sekarang akan menjagamu kembali. Jangan kembali ketempat dimana kah terluka, teruslah menetap disini bersama kami. Kami akan melindungi mu" Ucap Andre kepada Moana.
"Iya paman"
"Sudah bibi, Moana. Jangan menangis lagi jika kalian menangis maka aku pun akan ikut terbawa suasana ini" Relai Kayla kepada sang bibi dan Moana.
"Iyaa"
"Nak, sekarang kau beristirahat lah dan bersihkan tubuhmu terlebih dahulu. Bibi akan membuat kan mu makanan, kau pasti lapar bukan? Jadi pergilah ke dalam kamar mu yang lama terlebih dahulu" Pinta Rania.
"Baik bibi"
"Yasudah kalau begitu, bibi aku juga akan pergi. Setelah aku membersihkan tubuhku aku akan membuatmu untuk membuat makanan" Kata Kayla yang di angguki oleh sang bibi.
"Baiklah nak"
"Moana, mari" Ajak Kayla yang mendapat persetujuan hanya dengan anggukan dari Moana.
Moana serta Kayla pun langsung saja pergi menuju kamar mereka masing-masing, karena pada dasarnya dulu mereka memang sempat tinggal di sini juga. Ini rumah Kayla sedangkan rumah sang bibi yaitu Rania dan Andre ada di tempat lain, tapi tak jauh dari rumah Kayla.
Rumah Kayla ini memang sudah tak di tempati Kayla dalam waktu yang cukup lama, tapi tetap selalu dibersihkan setiap harinya oleh sang bibi maupun sang paman. Rumah Kayla ini adalah rumah peninggalan dari kedua mendiang orang tua Kayla sendiri jadi kapanpun Kayla ingin pulang, itu tergantung Kayla sendiri karena siapapun tak dapat melarangnya untuk kembali ke tempat dia lahir dan tumbuh besar.
__ADS_1