One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Tamparan Kayla


__ADS_3

...PLAKKKK...


Semua orang pun terkejut akan respon dan tindakan yang diberikan oleh Kayla pada Keandra, Moana tak percaya dengan apa yang ia lihat. Hingga Moana pun sampai menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.


Sedangkan reaksi Adam dan Nathaniel, mereka terkejut hingga mengerutkan keningnya dan menatap tak percaya bahwasanya Kayla baru saja menampar keras pipi mulus milik Keandra dengan tangannya sendiri.


"Ka-kayla..."


"Kayla!"


"Kayla!"


Keandra yang mendapatkan tamparan dari Kayla pun seketika menatap tajam wajah Kayla, tapi dirinya masih bersikap diam dan tenang. Karena bagaimana'pun juga Kayla adalah seorang wanita, jadi ia tidak akan membalas tamparan yang ia terima barusan pada Kayla.


"Kayla" Panggil Moana dengan memegang erat tangan Kayla dan menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap lirih wajah Kayla.


"Dia pantas mendapatkannya! ini tak sebanding dengan apa yang ia telah lakukan padamu Moana" Ucap Kayla dengan menahan gejolak besar amarahnya saat ini, dengan tatapan yang penuh kebencian Kayla pun membalas tatapan tajam milik Keandra.


"Jangan seperti itu, bagaimana nasibmu nanti. Jangan lakukan lagi" Lirih Moana pada Kayla dengan nada memohon.


"Aku tak perduli apakah ia nantinya akan memecat ku atau tidak, bahkan jika perlu masukan lah namaku ke dalam daftar buku catatan hitam. Aku tak akan memperdulikan itu" Jawab Kayla.


"Kayla, aku mohon padamu jangan seperti ini" Pinta Moana dengan nada pelan.


"ITU TAK SEBERAPA DENGAN AOA YANG IA TELAH LAKUKAN PADAMU MOANA. SADARLAHHH!! LAKI-LAKI BAJINGAN SEPERTI DIA SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA" Bentak Kayla pada Moana karena dirinya kini mulai lepas kendali.


"Kay--"


"Kau memiliki kekuasaan, sudah pasti kau akan terbebas dengan mudah oleh hukuman penjara jika aku melaporkannya. Dengan kekuasaan mu kau pasti bisa melakukan apapun, TAPI KETAHUILAH BAHWA KAU TAK BISA MEMILIKI SESEORANG DENGAN CARA MEMAKSAKANNYA APALAGI DENGAN HAL YANG TELAH KAU PERBUAT KEANDRA" Teriak Kayla dengan memanggil nama Keandra dan tak menambahkan kata 'tuan' seperti biasanya ia memanggil.


"....."

__ADS_1


"KAU BAJINGAN! KAU BIADAB. SEHARUSNYA KAU MATI SAJAAA" Berontak Kayla dengan berniat ingin mendekat kearah Keandra tapi lebih dulu dirinya si tahan oleh Adam.


"Jangan kau berani mendekat Kayla" Ujar Adam dengan sorotan mata tajam menatap wajah Kayla dan dengan nada dingin ia berkata.


"Lepas" Pinta Kayla dengan nada dingin pula.


"....."


"Adam ku bilang lepaskan tanganku atau aku akan--" Tutur Kayla tapi terpotong oleh perkataan Adam.


"Atau kau akan apa?" Kata Adam dengan bertanya.


"Kau dan dia adalah dua orang bajingan yang tak pernah tau bagaimana caranya menghargai seseorang, kalian berdua sama saja" Geram Kayla dengan melepaskan tangannya secara kasar dari genggaman Adam.


Ketika Kayla melepaskan genggaman tangan Adam secara kasar, Kayla pun setelah itu pergi mendekat ke arah Moana kembali dan menarik tangan Moana untuk membawanya pergi dari mansion Galaxy ini.


"Moana kita pulang" Ajak Kayla dengan menarik tangan Moana secara tiba-tiba dan pergi terburu-buru untuk pulang tapi langkah mereka tiba-tiba terhenti oleh Keandra.


"Kau mau bawa kemana Moana?" Tanya Keandra dengan datar.


"Ak--"


"Kau tidak berhak Keandra!" Tegas Kayla lalu setelah itu membawa Moana kembali dengan cara menarik tangannya. Bahkan ketika tangannya ditarik oleh Kayla, Moana hanya diam dan patuh saja lalu tak ada niatan untuk membalikkan badannya kebelakang.


"Moana" Panggil Keandra.


"....."


Moana tak menjawab, ia justru mempercepat langkahnya karena Kayla yang mempercepat langkahnya duluan. Padahal kakinya masih sakit tapi karena ia terlanjur di kendalikan amarahnya, jadi ia melupakan rasa sakit yang ia rasakan saat ini di telapak kakinya.


Ketika Keandra berniat untuk menyusul Kayla dan Moana, tiba-tiba Nathaniel pun membuka suaranya dan berkata sesuatu pada Keandra. Hingga membuat Keandra berhenti dan tak jadi pergi menyusul keduanya.

__ADS_1


"Biarkan saja Keandra" Ujar Nathaniel dengan membuka suaranya dan berhasil menghentikan langkah kaki Keandra.


"Kau memang sudah keterlaluan akan Moana, sudah sepantasnya kau memang membiarkannya pergi. Toh dia juga pasti akan kembali padamu jika ia mau" Ucap Nathaniel.


"Aku tak ingin melepaskannya" Kata Keandra dengan datar.


"Keandra ku rasa sudah cukup. Kayla memang benar, ia seperti itu karena ia tak terima akan perlakuan mu pada Moana sebelumnya. Kau seharusnya bisa membuat Moana luluh akan dirimu, bukan justru malah membuatnya semakin menjauh padamu. Kau sadar bukan? bahwa tadi ketika kau memanggil nama Moana ia tidak menolah ke belakang sedikitpun" Sahut Adam dengan membela Kayla secara tak sadar.


"Ya aku akui aku salah, tapi aku tetap tidak ingin ia pergi dariku. Aku tak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai kembali untuk kesekian kalinya" Lirih Keandra pelan dengan mengusap wajahnya secara kasar.


"Biarkan mereka pulang, jangan karena keegoisan mu mereka semakin membencimu. Biarkan situasinya tenang dan damai terlebih dahulu, lalu setelah itu terserah kau dengan cara apa kau ingin mendapatkan nya kembali. Asalkan kau tidak lagi membuat trauma terhadap Moana padamu" Jelas Nathaniel dengan memberikan sedikit saran pada Keandra.


"Hmmmm, baiklahh"


"Amar dan Bara. Katakan pada mereka untuk tetap selalu menjaga Moana, dari jarak jauh saja. Jangan sampai Moana mengetahuinya ataupun Kayla" Titah Keandra pada kedua sahabatnya itu lalu kemudian iapun pergi meninggalkan keduanya.


"Huuuuffff"


"Aku pusing, aku ingin minum. Kau ingin ikut denganku ke club?" Ajak Nathaniel pada Adam yang kini tengah terdiam dan melamun yang entah sedang memikirkan apa.


"Hmmmm" Dehem Adam dengan mengangguk kecil lalu kemudian ikut pergi dengan Nathaniel menuju salah satu club yang terkenal di negaranya itu.


...*****...


Moana pun yang sedari tadi terdiam pun akhirnya sadar ketika mobil taksi yang ia tumpangi itu menuju ke arah lain dan bukan pergi pulang menuju rumahnya. Lalu iapun bertanya pada Kayla kenapa jalan yang supir taksi ambil tersebut salah.


"Aku akan membawamu pulang ke kampung halaman ku saja. Jangan memikirkan apapun saat ini, kau fokuslah pada mental mu yang telah goyah itu" Ujar Kayla dengan menggenggam erat tangan Moana.


"Terimakasih" Lirih Moana.


"Aku kakak mu, jangan pernah ucapkan kata seperti itu. Sudah seharusnya aku melindungi mu, maaf karena aku telah membuatmu dalam masalah saat itu dan juga aku tak dapat melindungi mu dengan baik" Tutur Kayla dengan menatap dalam wajah Moana.

__ADS_1


"Aku senang bisa bertemu dan bisa mengenalmu, kakak" Jawab Moana dengan nada pelan.


"Pejamkan matamu, dan bersandarlah pada bahuku. Kita akan sangat lama di perjalanan jadi istirahat lah" Terang Kayla pada Moana dan Moana pun seketika langsung saja menyandarkan kepalanya di bahu milik Kayla.


__ADS_2