
Setelah drama kecil tadi berakhir, kini Keandra, Moana, dan si kembar Mano dan Mora akhirnya pergi untuk pulang ke mansion galaxy. Seperti yang dikatakan tadi oleh Keandra bahwa aja tidak betah lama-lama di dalam perusahaan jika mood nya tengah buruk, tapi ulah si kecil Mora kini mood nya kembali bagus. Memang hanya keluarga kecilnya saja yang dapat mengembalikan mood nya apalagi jika itu tentang Mora.
"Dibelakang taman mansion galaxy, lebih tepatnya taman bermain yang terdapat di belakang mansion kini tengah bersorak gembira, karena Mora yang tengah bermain kejar-kejaran dengan sang daddy. Dimana Keandra tengah menjadi seorang monster yang jahat berniat ingin memakai Mora yang berperan sebagai princess. Sedangkan untuk Mano ia tengah membaca sekaligus mempelajari sebuah buku ditemani oleh sang mommy yang mengajarkan beberapa ilmu untuknya.
"Hahahaha, daddy ampun! Hahah. Geli daddy!!" Tawa Mora dengan pecah karena tengah di kelitik oleh sang daddy.
"Ha! Ha! Ha! Monster sangat lapar, ingin makan princess cantik. Nyam, nyam, nyam" Ucap Keandra dengan belaga memerankan sebuah monster yang kelaparan.
"Hahahaha, geli sekali. Mommy!!! Hahah mommy tolong Molaaa dali monstel jahat" Teriak Mora dengan keras.
"Mommy, apa ini seperti ini. Bagiamana benar atau tidaknya?" Tanya Mano dengan memberikan buku latihan miliknya pada Moana.
"Ini sudah benar sayang, hanya saja ini masih bisa nilainya diperkecil lagi. Coba Mano perkecil lagi, biar mommy bantu" Jawab Moana dengan tersenyum kecil melihat putranya itu yang sangat menyukai pelajaran matematika diumur yang masih muda itu.
Mano ini benar-benar mengambil sifat Keandra, bahkan bukan hanya itu. Tapi apapun setiap yang Keandra suka Mano pun ikut menyukainya, mungkin diusia Mano saat ini tengah bermain seperti Mora dan tengah nakal-nakalnya, tapi karen Mano benar-benar mengambil gen Keandra jadi di usia muda nya ia malah sibuk menyukai semua ilmu dan buku-buku bahkan tak dapat di pungkiri ia suka bermain saham dengan sang daddy.
"Bagaimana jika kau mengganti soalnya dengan yang lebih sulit mommy, kemarin kau sudah mengajarkan ini padaku. Aku ingin yang baru" Pinta Mano pada sang mommy.
"Mommy bukan duta matematika sayang, jadi mommy tidak terlalu tau tentang matematika. Tapi jika Mano mau melatih kemampuan Mano dengan lebih dalam, biarkan mommy mengambil guru private untuk Mano. Bagaimana?" Tawar Moana pada sang putra.
Sungguh sebenarnya Moana ini tidak menyukai matematika, baginya menyukai matematika itu tidak wajar, toh matematika itu sangat sulit di cerna sesungguhnya. Tapi bagi putranya matematika itu adalah ilmu yang sangat disukainya, karena katanya menyukai matematika itu sama halnya menyukai uang. Entahlah Moana pun tak mengerti dengan putranya sendiri.
"Baiklah, tapi biarkan--"
"Tunggu sayang, jika mommy mengambil guru private untukmu lagi. Apakah kau bisa menghendel semuanya? Tidak! Sebaiknya itu diurungkan saja, lagi pula jika mengambil guru private lagi untukmu mommy takut kau akan kelelahan. Sebaiknya tidak saja" Tolak Moana tiba-tiba.
"Tidak apa mommy, aku menyukai kesibukan ku" Bela Mano.
__ADS_1
"Kau membutuhkan istirahat juga sayang, kau sudah mempunyai beberapa guru private. Seharusnya sudah cukup bukan? tidak perlu lagi menambahkan, mommy takut kau akan kelelahan" Jelas Moana dengan nada mengkhawatirkan.
Keandra memang memberikan guru private untuk Mano karena permintaan dari putranya itu sendiri, guru-guru private Mano tidak sedikit. Melainkan lumayan banyak, seperti adanya guru private bahasa asing, guru private ilmu bela diri dan taekwondo, guru umum (Guru yang mengajar mapel apapun), guru tata krama bangsawan (Khusus karena galaxy dari keluarga bangsawan! Mora juga ikut serta), guru sains dan masih banyak lainnya. Jadwalnya saja sangat padat, ditambah Mano juga belajar tentang perusahaan dari sang daddy. Lalu Mano masih berniat ingin bertambah guru private lagi? Guru matematika.
Oh tidak! Moana kali ini tidak mengizinkannya, bukan karena apa-apa. Tapi karena Moana mengkhawatirkan kondisi putranya itu, jika jadwalnya bertambah ia takut waktu untuk istirahat sang putra akan sedikit dan tidak cukup, takut nantinya akan berdampak pada kesehatannya.
Ngomong-ngomong tentang kesehatan, kini Moana sudah sembuh dari penyakitnya. Dan 1 tahun kemarin baru dinyatakan telah berhasil melawan penyakitnya, maka dari itu jika menyangkut kesehatan ia sangat was-was. Cukup ia yang pernah merasakan sakit parah, suami serta anak-anaknya tidak boleh.
"Baiklah mommy, aku ikut perintah mu saja. Itu yang terbaik untukku pasti" Kata Mano dengan patuh.
"Pangeran kecil nya mommy, kau yang terbaik. Tetaplah menurut seperti ini ya sayang, mommy menyukainya" Bangga Moana dengan memeluk tubuh sang putra sebentar lalu kemudian melepaskannya lagi, karena jika berlama-lama putranya akan protes.
"Mommy!!" Panggil Mora dengan nafas tersengal-sengal mendekati Moana.
"Oh princess mommy, ada apa sayang? Hmmm" Tanya Moana dengan mengalihkan pandangannya pada sang putri yang terlihat begitu berkeringat nya sampai-sampai Moana pun mengelap keringatnya dengan tisu yang ada di samping sang mommy.
"Tidak adil! Kau hanya memeluk kakak, lalu bagaimana denganku? Sedari tadi aku meminta pertolongan padamu kau justru mengabaikan aku. Mommy kau ini tidak boleh pilih kasih" Ambek Mora dengan melipat kedua tangannya ke depan sambil memasang wajah cemberutnya.
"Come here! Mommy hug you" Kata Moana dengan merentangkan kedua tangan nya itu.
"Mommy kau yang terbaik, aku mencintaimu mommy" Bahagia Mora dengan langsung menyambut pelukan sang mommy dan kemudian mengecup pipi sang mommy.
"Kau ini" Geleng kecil Moana.
"Son, apa yang kau pelajari barusan?' Tanya Keandra pada sang putra.
"Ilmu sains dan matematika"
__ADS_1
"Kau menyukai matematika?"
"Tentu, apa kau suka juga dad?"
"Tentu saja, mau daddy ajarkan beberapa matematika yang sulit? Tapi nanti" Tawar Keandra.
"Boleh, tolong ajarkan aku dad"
"Tentu saja"
"Sayang lebih baik sekarang kita masuk, sebentar lagi sepertinya akan turun hujan" Ajak Keandra pada istrinya itu.
"Ayo sayang" Ajak balik Moana pada anak-anaknya itu dan dengan cepat si kembar mengangguk kan pala nya.
*****
"PERGI!" Bentak seorang wanita yang tengah bersikeras menghindari seorang pria yang keras kepala tidak ingin mendengarkan permintaannya untuk menjauh darinya.
"Kau tidak boleh seperti ini, jika memang kau tidak bersalah maka katakan dan ceritakan padaku. Jika kau menutupinya maka sampai kapanpun masalahnya tidak akan pernah selesai!" Tegas pria tersebut.
"Kau mengatakan apa barusan? Ha?! Ceritakan padamu?? Kau sungguh berpura-pura lupa atau apa Adam!! Kau sendiri yang tidak ingin mendengarkan penjelasan ku, dan ketika aku sudah tidak ingin membahasnya kau malah ingin kembali membahasnya" Marah Kayla dengan menggebu-gebu.
"Kayla!"
"Cukup Adam, aku cape aku kelah. Kau benar, lebih baik kita akhiri saja hubungan toxic ini" Ujar Kayla.
"Tidak! Aku tidak ingin. Maafkan aku, kemarin aku terlalu gelap dan lepas kendali dengan mengatakan itu. Jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin. Maafkan aku Kayla" Mohon Adam dengan bersimpuh di kaki Kayla karena benar-benar tidak ingin kehilangan wanitanya itu.
__ADS_1
"Aku cape" Lirih Kayla.
"Maafkan aku, kita perbaiki lagi. Maafkan aku" Kata Adam dengan memeluk erat tubuh Kayla dan berulang kali mengatakan maaf untuk kesalahannya itu.