
"Kau menyukainya, Moana?" Bisik Keandra dengan bertanya.
Mendengar pertanyaan dari bisikan yang Keandra berikan, seketika Moanapun tersadar dengan apa yang ia lakukan saat ini. Dengan cepat Moanapun memberontak kembali.
"Lepaskan"
Melihat perubahan Moana yang begitu cepat, Keandra pun hanya tersenyum smrik kepada Moana. Lalu kemudian mengunci setiap pergerakan yang Moana berikan saat tersadar kembali.
"Jangan harap bisa terbebas, Moana" Kata Keandra tersenyum kecil.
"TUAN LEPASKAN!!" Teriak Moana yang tengah memberontak karena tubuhnya di kunci tiap pergerakannya oleh Keandra.
'Tidak ada waktunya untuk menangis Moana, kau harus kuat! tahan dan berusahalah untuk terbebas. Atau nanti kau akan selamanya berada disini' Batin Moana.
"Menurutlah Moana" Ujar Keandra sambil terus menerus menyentuh tubuh Moana dengan tangannya.
Sentuhan-sentuhan yang Keandra berikan untuk Moanapun di tolak oleh Moana dengan sekeras mungkin, karena Moana tidak ingin dirinya masuk kembali kedalam belaian dari Keandra.
Moana tidak ingin bersama Keandra, ia ingin bebas seperti impiannya. Bebas bagaikan sebuah burung yang terbang di langit, ia tidak ingin di kurung di dalam sangkar. Sekalipun sangkar tersebut terbuat dari emas, ia hanya ingin terbebas. Terbebas dari semua hal termasuk salah satunya Keandra.
"Ahhh"
Lagi-lagi Moana mengeluarkan suara lembut miliknya hingga berhasil membuat Keandra semakin menyukainya. Perlahan-lahan, Keandra pun mulai melepaskan pakaian yang mengingat di tubuh Moana. Memberontak, tentu saja Moana memberontak. Bahkan tanpa sadar air matanya lolos begitu saja di pelupuk matanya ketika Keandra benar-benar telah berhasil membuat tubuhnya tidak mengenakan pakaian sehelai pun lagi.
...Srekkk...
"Cantik"
"Moana ketahuilah bahwa kau milikku, kau tidak akan pernah bisa kabur dari dalam cengkraman ku. Untuk selamanya" Ucap Keandra lalu setelah itu mulai menurunkan bibir manisnya kebawah.
...Cuuuppp...
Kecupan indah pun diberikan oleh Keandra untuk Moana. Dan setelah itu Keandra pun mulai memasukkan sesuatu miliknya kedalam sesuatu yang mana miliknya dan milik Moana kini menyatu.
Ketika Keandra mencoba melakukan penyatuan, Moanapun merintih kesakitan hingga mencengkram kuat punggung Keandra hingga membuat tubuh mulus Keandra kini terdapat bekas goresan indah dari kuku-kuku cantik milik Moana.
Jika saat itu Keandra melakukannya dengan tidak sadar maka kali ini ia benar-benar melakukannya secara sadar dengan Moana, bukan hanya ia tapi juga Moana.
"Argh"
"He-hentikan tuan! hikssss..." Pinta Moana dengan berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit serta rasa nikmat yang tengah di rasakan nya saat ini.
__ADS_1
"Ah, aku menyukaimu Moana" Kata Keandra dengan mengeluarkan suara lembutnya pula seperti Moana.
"Uhh! hen-hentikan tuan, hikssss... hentikan" Pinta Moana dengan menangis sejadi-jadinya didalam rasa nikmatnya.
"Ah Moana kau milikku, ha! ha"
"Tuan"
"Hikssss... cukup tu--tuan, hikssss..."
"Hahh Moana, bagaimana bisa aku hahh... Menghentikan ini" Balas Keandra dengan terus menghentakkan miliknya didalam milik Moana.
"Ahhhhh"
...*****...
"Dimana Moana!" Tanya Kayla yang mana dirinya kini tengah di kurung di dalam sebuah mansion besar yang terdapat di luar kota.
"Nona, masuklah ke dalam kamar anda" Ujar Amar pada Kayla.
"Amar kau mengatakan bahwa kau akan menjaga Moana, lalu bagaimana bisa kau malah disini. Dimana Moana? kalian bawa kemana Moana?!" Marah Kayla yang berusaha untuk keluar dari mansion tersebut.
"Nyonya muda baik-baik saja, ia berada di mansion utama. Saya sudah menjawab pertanyaan anda, maka anda menurutlah nona. Segera masuk ke dalam kamar anda" Pinta Amar pada Kayla kembali.
...Brraaakkkk...
Dengan kasar, Kayla pun menutup pintu kamarnya dengan cara membantingnya. Lalu beberapa menit kemudian pun seseorang datang dan meminta kepada Amar untuk membuka pintu kamar Kayla.
"Baik tuan"
...Ceklekkkk...
Seseorang yang datang untuk melihat Kayla pun di buat kebingungan, karena tidak menemukan Kayla di dalam kamarnya. Dan dengan cepat ia pun mengecek ke seluruh kamar tersebut.
Hasilnya nihil, Adam tidak dapat menemukan dimana Kayla. Ya, dia Adam Malik Bagaskara. Yang telah di berikan perintah oleh Keandra untuk menjaga Kayla, tapi justru Kayla malah pergi melarikan diri.
"Bodoh! apa yang kau jaga Amar, dimana sahabatnya Moana?" Maki Adam kepada Amar.
"Tuan, beberapa menit yang lalu nona Kayla baru saja membuat keributan. Saya tidak tau bahwa setelah nona Kayla menutup pintu kamarnya secara kasar ia pun pergi setelah itu, saya sendiri sedari tadi menjaga pintu kamarnya dan tidak mendengar suara apapun di dalam" Ucap Amar dengan menunduk hormat karena ia lalai dalam menjalankan tugasnya.
"Jendelanya kebuka, dan... sebuah kain yang di ikat? Jika kau mengatakan beberapa menit yang lalu, mungkin ia belum lama kabur. Cepat suruh semua orang untuk mencari keberadaan'nya sekarang!" Titah Adam dengan terburu-buru setelah melihat bahwa jendela kamar Kayla terbuka dengan lebar nya.
__ADS_1
Memang benar, ketika Kayla habis menutup pintu kamarnya secara kasar. Mata Kayla pun melihat kearah jendela lalu kemudian muncul lah sebuah ide dimana dirinya menyatukan beberapa kain dan mengikatnya secara erat hanya untuk membantu dirinya melarikan diri.
Padahal mansion milik Keandra yang berada di luar kota itupun sangat tinggi, bahkan kamar yang Kayla tempati berada di lantai dua. Jika Kayla benar-benar bisa melarikan diri seharusnya mustahil karena bagaimana'pun juga, mansion milik Keandra itu berada di luar kota dan berposisi di tengah-tengah hutan. Jadi sepertinya tidak akan mudah untuk Kayla keluar dari dalam hutan tersebut dalam waktu singkat.
"KALIAN SEMUA CEPAT BERPENCAR DAN CARI NONA KAYLA SEKARANG JUGA! TEMUKAN IA DALAM WAKTU 2 JAM. JIKA TIDAK KALIAN YANG AKAN TAU AKIBATNYA" Teriak Adam dengan memerintahkan kepada seluruh anak buah Keandra yang ada saat ini.
"Baik tuan"
Setelah membalas semua orang pun pergi mencari keberadaan Kayla yang melarikan diri, dengan perasaan yang kesal. Adam pun mau tidak mau harus turun tangan juga untuk mencari keberadaan Kayla.
"Kecil-kecil menyusahkan" Gerutu Adam.
...Disisi lain......
"Mampuslah kau Kayla, bagaimana bisa kau melarikan diri dengan cara seperti ini. Seperti orang gila, tidak menggunakan alas kaki untuk berlari" Gumam Kayla yang tengah berhenti sejenak sehabis larinya.
"Ini mungkin sudah cukup jauh" Kata Kayla dengan kelelahan, dan karena kelelahan pun Kayla beristirahat dan duduk di bawah pohon yang besar.
Dengan mengusap wajahnya secara pelan, Kayla pun seketika terdiam dan melamun. Karena terus memikirkan Moana, bagaimana dengan Moana? Apa yang sedang Moana lakukan? Dimana ia? itu semua terus memutar-mutar di dalam benak kepalanya.
"Moana maafkan aku karena tidak dapat membantumu lagi dan lagi" Lirih Kayla yang merasa bersalah.
...*****...
Satu jam pun telah berlalu, penyatuan yang Keandra dan Moana lakukan pun sampai saat ini belum selesai. Padahal Moana sudah lelah dan tak dapat memberontak lagi, sedangkan Keandra saat ini masih terus melakukan penyatuan nya.
Sudah beberapa kali Keandra mengeluarkan benih miliknya kedalam perut Moana, tapi ia masih belum saja mau melepaskan Moana.
"Sudah cukup tu-ahh" Lirih Moana.
"Ahhhhh, aku benar-benar menyukaimu Moana" Ujar Keandra yang perlahan mulai lelah.
"Huhhh"
"Huhhh"
...Bruuukkkk...
Akhirnya setelah beberapa jam, Keandra pun berhenti dan tumbang di samping Moana. Sedangkan Moana sudah tidak mampu lagi untuk melakukan apapun, kini Moana pun perlahan menutup kedua matanya karena merasa sangat lelah dengan aktivitas yang ia lakukan tadi.
Begitupun dengan Keandra, sebelum Keandra menutup kedua matanya. Keandra pun menatap dalam wajah lelah Moana dengan sebuah senyuman manis diberikannya, bukan hanya itu sebelum Keandra benar-benar memasuki alam mimpi. Keandra mengucapkan sesuatu di telinga Moana lalu setelah itupun ia mengecup kening Moana dengan lembut dan kemudian mulai menutup kedua matanya secara perlahan.
__ADS_1
'Kau milikku, Moana' Batin Keandra.