
"Huuuuhhhhffff"
"Dimana wanita itu, cepat sekali ia pergi" Gumam Adam dengan terus berusaha mencari keberadaan Kayla yang sudah setengah jam menghilang. Karena melarikan diri.
"Tuan kami masih belum bisa menemukan nona Kayla, sudah setengah jam kita mencari keberadaan nya. Tuan, mungkinkah nona Kayla sudah berhasil keluar dari hutan ini?" Tanya anak buah Keandra kepada Adam yang kian tengah berputar-putar melihat ke arah sekelilingnya.
"Ck"
"Mengapa wanita itu sangat menyusahkan" Geram Adam dengan mengusap wajahnya secara kasar.
"Cari lagi, tidak mungkin ia bisa kabur dengan mudah dari hutan ini" Titah Adam dengan menyuruh para anak buah Keandra untuk terus mencari keberadaan Kayla di dalam hutan itu.
"Baik tuan"
...Disisi Kayla......
"Huhhhh... huhhhh... Aku lelah, kaki ku mulai sakit dan terluka. Moana maafkan aku! aku tidak dapat keluar dari hutan ini sedari tadi, jika seperti ini. Aku tak dapat menyelamatkan mu dari tuan Keandra" Gumam Kayla dengan menghapus pelan air matanya yang sempat keluar dari pelupuk matanya.
"Hikssss... Kakiku sakit" Isak kecil Kayla dengan perlahan duduk kembali di bawah pohon.
"Bagaimana bisa seperti ini tuhan hikssss... hikssss... bagaimana bisa kau memberikan ujian yang begitu besar dan berat ini padanya, ia hanya wanita lugu yang menginginkan kebahagiaan. Bagaimana bisa kau memberikan nya sebuah ujian yang tak ada habisnya" Lirih Kayla dengan langit yang setengah tertutup oleh dedaunan dan ranting-ranting pohon yang menjalar.
"Jika aku tidak bisa menyelamatkan nya dari cengkraman tuan Keandra, maka tolong kau lah yang menyelamatkan nya hikssss... dia sudah ku anggap bagaikan adikku, bantu ia hikssss... jangan biarkan apapun terjadi dan melukainya" Isak Kayla yang menangis memikirkan kondisi Moana saat ini.
Kayla sangat menyayangi Moana, ia bahkan sudah menganggap bahwa Moana adalah adiknya. Kayla tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Moana, karena ia tidak ingin kehilangan Moana.
Ketika Kayla tengah berisitirahat dengan cara bersandar di bawah pohon dengan mata yang tertutup karena tidak ingin menangis kembali, tiba-tiba saja Kayla mendengar sesuatu yang sepertinya tengah mendekat ke arahnya. Dengan cepat Kayla pun membuka kedua matanya dan berdiri dari duduknya tadi.
Benar saja, ketika Kayla sudah membuka kedua matanya. Kayla mendapatkan bahwa dirinya telah di temukan oleh Adam dan beberapa anak buah Keandra yang kini berada di samping Adam.
"Kau"
"Ikutlah denganku kembali" Ajak Adam dengan menatap datar wajah Kayla.
"Tidak akan, aku tidak akan pernah mau lagi mengikuti kalian. Kalian bajingan!" Geram Kayla dengan menatap benci wajah Adam saat ini.
"Lihatlah dirimu, semakin kau mencoba memberontak dan kabur maka semakin kau terluka. Patuhlah dan ikut aku kembali, jangan menyusahkan" Tutur Adam dengan mendekatkan dirinya kepada Kayla.
Melihat Adam mendekat kearah nya, dengan cepat Kayla pun mundur secara perlahan sambil menahan sakit di telapak kakinya yang terluka itu. Dan Adam yang melihat Kayla memundurkan langkahnya seketika langsung saja berhenti dan menatap kembali wajah cantik Kayla.
__ADS_1
"Kau menyusahkan" Kata Adam.
"Jika aku menyusahkan mu maka bawalah aku keluar dari hutan ini, biarkan aku pergi. Jangan halangi aku agar aku tidak menyusahkan mu" Ucap Kayla dengan meminta.
"Cihhh, jangan harap"
"Kau bajingan yang menurut kepada tuanmu, jika aku jadi mu sudah sejak lama aku meninggalkan tuanmu itu. Cihhh" Sinis Kayla.
"Sayangnya kau bukan aku, jadi tidak perlu menuruti ucapanmu barusan. Kemari Kayla!" Balas Adam dengan mendekatkan kembali dirinya kepada Kayla dan lagi-lagi Kayla pun melangkah mundur kakinya.
Melihat Kayla yang sangat keras kepala dan tidak mau menurut, Adam pun langsung saja berlari ke arah Kayla dan menangkap pergerakan Kayla yang akan pergi berlari karena melihatnya sudah siap menangkap dirinya.
Grepppp
"Lepas!!"
"....."
"LEPASKAN AKU SIALAN!!" Berontak Kayla dalam gendongan Adam yang mana Adam menggendongnya bagaikan membawa sebuah karung.
"Ck, kau cerewet" Kesal Adam.
"LEPASKAN AKU, SIALAN KAU. KAU BAJINGAN! LEPASKAN AKUUUU!!" Teriak Kayla dengan terus memberontak tapi tetap tidak di hiraukan oleh Adam.
"TURUNKAN DAN LEPASKAN AKU" Marah Kayla dengan terus memberontak.
Karena kesal melihat Kayla terus saja memberontak dan tidak mau diam, Adam pun kesal dan memegang telapak kaki Kayla yang terluka. Teriak histeris kesakitan pun Kayla keluarkan karena merasa perih lukanya di pegang oleh Adam secara terbuka.
"AARHHH" Jerit Kayla yang kesaktian karena telapak kakinya di pegang oleh Adam tanpa rasa bersalah.
"Diam atau aku akan kembali memegang lukamu" Ancam Adam pada Kayla.
"Hikssss... Kau menyakiti ku sialan" Lirih Kayla dengan memaki Adam.
"Maka diam"
"Hikssss... Kau bajingan, aku membencimu hikssss..." Isak Kayla kecil.
...*****...
"Moana"
__ADS_1
Keandra yang memanggil Moana pun tidak mendapatkan jawaban dari Moana, Moana hanya diam sambil terduduk di depan jendela kamar Keandra sambil memeluk kedua lututnya.
"Moana"
Panggil Keandra kembali, lalu mendekatkan dirinya ke arah Moana yang kini tengah terdiam sambil terduduk memeluk kedua lututnya dan pandangan ke arah luar.
Perlahan Keandra pun mulai berjongkok di samping Moana dan menatap wajah Moana, wajah cantik yang kini tengah menahan isakan tangisnya, wajah cantik yang kian bagaikan tidak terurus pun terlihat di pandangan Keandra pada wajah Moana.
"Maafkan aku" Lirih Keandra pelan dengan mengusap pelan kepala Moana tapi respon yang Moana berikan masih tetap sama, yaitu diam dan tidak bergerak sama sekali.
"Ikutlah aku, aku akan membersihkan tubuhmu. Moana" Ajak Keandra pelan.
"....."
"Moana jawab aku" Pinta Keandra.
Karena lagi-lagi Moana tidak mau menjawab panggilannya, Keandra pun langsung saja menggendong tubuh Moana dan mengajak Moana masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh Moana.
Ketika Keandra menggendong tubuhnya, Moana masih tetap tidak bergeming sedikitpun. Tidak mau membuka suaranya, tidak mau bergerak dan bahkan tidak mau menatap wajah Keandra. Ia hanya diam dan melamun.
Keandra pun dengan perlahan menurunkan tubuh Moana ke dalam bathtub yang berisi air hangat untuk Moana membersihkan tubuhnya, tapi karena Moana hanya diam dan tidak mau bergerak sedikitpun. Jadi Keandra kini mulai membantu Moana untuk memberisih kan tubuhnya dan membasuh tubuh Moana secara perlahan dengan air hangat dan menggosok pelan tubuh Moana dengan sabun mandi.
"Hikssss... hikssss..." Isak Moana kecil.
"Jangan menangis" Pinta Keandra kepada Moana.
"Maafkan aku, hanya itu yang bisa aku lakukan padamu agar kau tidak pergi dariku. Aku tidak ingin kehilangan seseorang lagi untuk kesekian kalinya, jadi aku melakukan itu semua kepadamu. Maafkan aku" Ucap Keandra dengan memeluk tubuh Moana dengan erat.
"Hikssss... hikssss..."
"Jangan menangis Moana"
"....."
"Apapun yang kau inginkan akan aku berikan, asalkan kau tidak meninggalkan aku. Moana, aku sudah menyukaimu sejak awal aku mengetahui dirimu. Jangan tinggalkan aku" Kata Keandra.
"Apapun?" Tanya Moana pelan yang kian perlahan mau membuka suaranya.
"Iya apapun, asalkan kau mau berjanji padaku untuk tidak meninggalkan aku" Balas Keandra.
__ADS_1
"Kayla" Kata Moana dengan menatap wajah tampan Keandra dengan tatapan mata berkaca-kaca.