
"Menikahlah denganku dan jadilah nyonya muda Galaxy" Kata Keandra secara tiba-tiba.
"A-apaa?"
"Ya Moana, jadilah nyonya muda Galaxy agar kehormatan dirimu kembali. Mungkin ini terlalu terburu-buru untukmu, tapi aku harap kau menerimanya. Agar kedepannya tidak ada satupun orang yang bisa meremehkan dirimu" Terang Keandra dengan menatap dalam wajah cantik Moana.
"Tap-tapi tuan, saya tidak pantas dengan anda. Saya terlahir dari keluarga bia-"
"Aku tidak membutuhkan harta, yang aku butuhkan hanya seorang istri! Aku tidak peduli apa status latar belakang dirimu. Yang aku perduli kan hanya tanggung jawab diriku atas apa yang aku telah lakukan padamu Moana" Potong cepat Keandra kembali dengan mempertegas perkataannya.
"Tuan, pernikahan harus di dasari dengan cinta. Kita berdua tidak saling mencintai, kau menikahi ku hanya untuk bertanggung jawab. Bagaimana bisa saya menikah tanpa ada dasarnya sebuah cinta?" Terang Moana.
"Cinta akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu Moana" Balas Keandra.
"Tap--"
"Menikahlah denganku dan lahirkan lah penerus keluarga Galaxy untukku, bibit keluarga Galaxy sudah aku tanamkan pada rahim mu? Bagaimana jika ia tumbuh disana?" Tanya Keandra yang mampu membuat Moana tidak dapat berkata-kata lagi.
'Yang tuan Keandra katakan benar, bagaimana jika bibit keluarga Galaxy ini tumbuh didalam rahimku? Kami memang hanya melakukannya kemarin malam saja, tapi kemarin malam adalah masa suburku jika benar...' Batin Moana.
"Moana?"
"Moana katakan sesuatu?" Pinta Keandra.
"Tuan bagaimana jika kita tunggu saja?" Ujar Moana yang membuat Keandra kebingungan.
"Apa maksudmu?"
"Tuan bagaimana kita tunggu dalam sebulan? Jika saya hamil anda boleh bertanggung jawab dan menikahi saya, tapi jika saya tidak hamil maka anda tidak boleh memaksa saya untuk menikah? Bagaimana tuan? Apa anda setuju?" Jelas Moana pada Keandra.
"Baik, jika itu keinginan dirimu Moana, tapi saya yakin bahwa bibit keluarga Galaxy akan tumbuh di dalam rahim mu. Kita memang hanya melakukannya semalam, tapi saya yakin ia akan tumbuh" Setuju Keandra pada ide dari Moana.
"Baik tuan, terimakasih atas persetujuan anda kalau begitu boleh saya kembali bekerja?" Pamit Moana.
"Tentu saja"
Setelah mendapatkan persetujuan dari Keandra, Moana pun langsung saja pergi menuju ke ruangan kerjanya kembali. Karena memang jam kerjanya masih berlanjut dan tugas pekerjaannya masih ada sedikit lagi yang harus ia selesaikan.
...*****...
...Waktu istirahat......
Tak terasa 3 jam pun telah berlalu dan kini waktunya jam istirahat bagi Moana dan Kayla, bukan hanya mereka tapi seluruh karyawan perusahaan Galaxy Grup's pun kini sudah masuk waktunya jam istirahat.
"Moana" Panggil Kayla.
"Iyaaa?"
"Apa kau baik-baik saja? Mengapa saat kau keluar dari ruangan tuan presdir kau menjadi sedikit beda?" Tanya Kayla yang merasa sifat Moana kini berubah semenjak dirinya masuk kedalam ruangan Keandra.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, mungkin aku hanya lelah saja makanya kau merasa aku berbeda" Jawab Moana tersenyum kecil pada Kayla.
"Duduklah" Tutur Kayla pada Moana yang mana kini mereka tengah beristirahat di sebuah cafe dekat perusahaan tempatnya bekerja.
"Terimakasih"
"Moana apa kau benar baik-baik saja? Kau tidak berbohong atau sedang tidak menyembunyikan apapun dariku kan?" Tanya kembali Kayla dengan menatap intens wajah sahabatnya itu.
"Aku bener baik-baik saja Kayla" Balas Moana kembali dengan nada meyakinkan kali ini.
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"
"Iy- tidak"
"Jujurlah"
"Iya"
"Apa? Katakan?"
"Aku akan menceritakan nya nanti padamu Kayla, sebaiknya kau beritahu aku lebih dulu apa yang ingin kau bicarakan padaku? Bukankah kau sempat mengatakan padaku bahwa kau ingin mengatakan sesuatu?" Tutur Moana dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ohh yaaa, hampir saja aku melupakannya. Kau tau? Aku telah mengambil cuti untuk beberapa bulan kedepan, dan aku akan pergi ke negara prancis! Kau mau ikut?" Ajak Kayla.
"Berapa lama kau ambil cuti?"
"Sekitar 2 bulan, aku sudah mendapat persetujuan perusahaan lagi pula. Jika kau mau ikut maka aku akan membuat surat izin cuti untukmu juga" Terang Kayla dengan tersenyum manis pada Moana.
"Kota mana yang akan kau datangi?" Tanya Moana.
"Kota cahaya, kota impianmu" Jawab Kayla dengan antusiasnya.
"Benarkah?"
"Hm hm, aku tidak berbohong"
"Aku akan ikut denganmu, bolehkah?" Tanya Moana dengan antusias.
"Tentu saja, kalau begitu biarkan aku yang meminta izin cuti untukmu. Agar tidak memakan waktu terlalu lama untuk kita bisa pergi kesana" Ujar Kayla dengan bahagia.
"Baiklah, kau yang mengurus segalanya dan aku yang akan menikmatinya" Balas Moana sambil tersenyum lebar.
"Ya, ya terserah kau" Ucap Kayla dengan memutar kedua bola matanya malas.
...*****...
...Sore harinya......
"Moana" Panggil Kayla.
__ADS_1
"Sudah waktunya?"
"Maaf, aku tidak menyadarinya" Ucap Moana yang kian sangat amat terfokus dengan layar komputernya hingga membuat dirinya lupa bahwa waktu kerjanya sudah habis.
Melihat Kayla yang kembali mengingatkan dirinya tentang jam pulangnya, kini Moana'pun dengan cepat langsung membereskan meja kerjanya dan mulai memakai tas miliknya. Karena dirinya akan segera pulang.
"Lagi dan lagi, mengapa kau sangat betah berlama-lama di depan layar komputer. Secinta itukah dirimu dengan pekerjaanmu?" Kesal Kayla pada sahabatnya itu, Moana.
"Kau wanita gila kerja"
"Maafkan aku, bukan seperti itu. Hanya saja aku terlalu fokus ke layar dan tidak memperhatikan waktu, aku hanya sedang menyelesaikan beberapa sisa tugasku saja. Agar ketika nanti aku pergi berlibur, tugasku sudah selesai" Jelas Moana.
"Apa sekarang sudah?" Tanya Kayla.
"Sisa satu dokumen yang harus aku revisi, tapi aku akan melanjutkannya nanti dirumah. Bukankah waktu kerjaku sudah habis? Jadi... mari kita kembali ke rumah" Ajak Moana dengan tersenyum kecil.
"Ya baiklahh, malam ini aku akan menginap di rumahmu" Balas Kayla dengan menghembuskan pelan nafasnya secara berat.
"Baiklah, mari kita pulang" Antusias Moana.
"Baiklah"
Ketika Moana dan Kayla baru saja melangkahkan beberapa langkah kakinya untuk menuju life, karena memang tempat kerja Moana dan Kayla berada di lantai 21 jadi mereka turun untuk menuju ke dasar bawah perusahaan harus menggunakan life.
Kaki mereka berdua terhenti ketika ada seseorang yang tiba-tiba saja memanggil dan menghalangi jalan mereka, Kayla yang merasa binggung pun menatap satu persatu kedua pria tersebut yang telah menghentikan pergerakannya dan Moana.
"Nona"
"....."
"Kalian memanggil kami?" Tanya Kayla dengan memberanikan diri bertanya.
"Benar, kami memanggil kalian. Atau lebih tepatnya kami memanggil 'Calon nyonya muda' kami" Jawab salah satu dari dua pria tersebut.
"Calon nyonya muda?" Gumam Kayla pelan lalu dengan perlahan tatapan matanya mengikuti arah pandang dari kedua bodyguard yang ada didepannya saat ini.
"Moana?"
"Siapa yang kalian maksud?" Tanya Moana dengan mengerutkan keningnya.
"Tentu saja anda. Nyonya muda" Jawab keduanya dengan menunduk hormat.
"Moana, kau?"
"Ak-- aku tidak tau, aku benar-benar tidak tau" Kata Moana berbisik.
"Nyonya muda, mulai sekarang kami berdua akan menjaga anda dan kami berdua akan selalu berada di sisi anda, atas perintah dari tuan besar. Mohon nyonya muda tidak mempersulit kami" Terang keduanya secara kompak.
"Tuan besar? Siapa lagi yang mereka maksud?" Bingung Kayla.
__ADS_1
"Tuan besar siapa yang kalian maksud?" Tanya Moana kembali.