One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Pregnant


__ADS_3

"Hamil?" Lirih Kayla.


"Moana is pregnant?" Gumam Elzeyna.


Mendapatkan pesan dari Moana secara bersamaan membuat Kayla dan Elzeyna menjadi terkejut hingga saling pandang dan berkata bahwa Moana hamil? mereka tak percaya dengan foto yang mereka dapat dari Moana. Hingga tanpa sadar membuat keduanya menjadi diam membisu, mereka fokus pada pemikiran mereka sendiri.


Kayla? secara tak sadar ia meneteskan air matanya karena masih tak percaya dengan apa yang ia lihat barusan, Moana hamil? begitupun juga dengan Elzeyna. Jika di tanya apakah Elzeyna tau mengenai Moana? jelas jawabnya iya, karena Moana dan Kayla sendiri telah bercerita kepadanya jadi tak heran bahwa Elzeyna juga ikut serta dalam keterkejutan mereka saat tau bahwa Moana tengah hamil.


"Kayla..." Panggil Elzeyna dengan lirih.


"Aku akan pulang, aku akan izin untuk cuti sementara waktu. Elzeyna aku pamit" Ucap Kayla dengan berpamitan karena ia akan segera pulang, Kayla Kayon bahwa ia saat ini tengah di butuhkan oleh Moana jadi ia pergi begitu cepat untuk pulang.


"Aku ikut" Kata Elzeyna dengan berlari pelan menyusul Kayla yang sudah sedikit menjauh darinya setelah keluar dari ruangannya.


Bukan hanya Kayla yang khawatir, tapi juga Elzeyna. Karena bagaimana'pun juga mereka sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara mereka sendiri. Tidak ada perbedaan antara mereka, mereka semua sama bagaikan seorang kakak beradik yang lahir dari satu rahim yang sama, tidak ada kata perbedaan dan kata tidak tulus. Mereka bertiga sangat tulus dalam menjalankan hubungan persaudaraan mereka bertiga.


...*****...


...Kamar Moana...



"Selamat nona, anda akan segera menjadi seorang ibu" Kata dokter tersebut.


"Bayi anda sehat, usianya baru beberapa minggu dan saya melihat bahwa anda tengah hamil anak kembar. Nona sekali lagi selamat untuk anda karena akan anda akan menjadi ibu dari dua bayi kembar" Ujar sang dokter.


"Cobaan apa ini..." Lirih Moana yang mengingat jelas perkataan dokter kandungan yang tadi ia kunjungi.


Memang, setelah Moana mengetahui bahwa alat tes kehamilan dirinya bergaris dua. Iapun langsung saja pergi menuju dokter kandungan dan mengecek apakah benar ada sebuah tanda-tanda kehidupan si dalam perutnya atau memang alat tes kehamilan tersebut salah dan tak akurat.

__ADS_1


Lalu ketika di cek dan di usg, dokter yang menanganinya pun berkata bahwa memang benar ia tengah hamil dan tengah ada tanda-tanda dunia kecil di dalam perutnya. Bahkan bukan hanya satu melainkan ada dua yang berarti dirinya tengah berbadan tiga saat ini.


"Maafkan aku... jika nanti kedepan'nya tidak bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kalian" Ucap Moana pelan sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.


"Apakah aku harus menggugurkannya?" Kata Moana.


"Apakah aku harus melakukannya? tapi... aku tidak bisa! aku tidak bisa melakukan ini" Gumam Moana pelan dengan terus memegang perutnya.


"Aku... Maafkan aku, seharusnya aku tak mengatakan bahwa aku akan menghilangkan kalian. Kalian anakku, aku tak akan menghilangkan kalian. Maafkan ibu kalian yang bodoh ini jika saat pulang dari rumah sakit sempat ingin menggugurkan kalian" Ujar Moana dengan berbicara kepada dirinya dan calon anaknya itu.


Benar, saat ketika Moana pulang dari rumah sakit. Moana tiba-tiba saja tidak bisa berfikir jernih. Ia sempat berfikir bahwa ia harus menghilangkan anaknya itu dengan cara mengaborsi nya, tapi ketika Moana sudah bertemu dengan dokter yang akan membantunya mengeluarkan calon anaknya itu. Ia justru malah kabur karena tak sanggup bila ia harus melakukan hal yang di luar akal nya itu.


Sampai dimana ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang anak kecil, iapun tak kuasa menahan air matanya dan menahan kemarahannya. Karena merasa bodoh telah berfikiran sempit, anak yang belum melihat dunia ini. Bagaimana bisa ia harus menghilangkan nya, jadi Moana pun setelah itu memutuskan untuk pulang dan kembali masuk ke dalam kamarnya untuk berfikir kembali dengan pikiran yang jernih tidak seperti beberapa menit sebelumnya.


"Apaa?" Terkejut seseorang yang tak sengaja mendengar perkataan Moana tentang 'menghilangkan' calon anaknya itu.


Moana yang tadi tengah bersandar dibawah kasurnya pun seketika bangkit dan menatap wajah seseorang yang baru saja datang dengan raut wajah keterkejutannya, dua orang yang datang tersebut yang tak lain adalah Kayla dan Elzeyna.


"Moana mengapa kau bisa berfikir sesempit itu? bagaimana mungkin kau berfikir ingin menghilangkan bayimu, apa kau bodoh?!" Marah Kayla kepada Moana.


"Jika kau merasa apa yang diberikan tuhan padamu tidak benar kau seharusnya tetap menjalankan tugasnya, tugas yang mana hanya sebagian orang yang mampu mendapatkan nya. Moana! banyak orang di luar sana yang menginginkan seorang bayi, tapi kau justru malah ingin menghilangkan nya. Dimana otakmu" Kata Kayla dengan marahnya menatap wajah Moana dengan tatapan tak percaya.


"Aku... aku tau"


"Kau tau tapi kau tak memakai otakmu!! kau boleh tidka menyukai ayah dari bayimu. Tapi tidak dengan bayimu, ia tidak salah apapun dan tidak tau menahu tentang apapun. Ia hadir karena sebuah kesalahan yang tak pernah kau duga, seharusnya kau menjaganya dan bukan ingin... melenyapkannya" Geram Kayla dengan melepaskan tangannya dari pundak Moana secara kasar.


"Aku tak habis pikir dengan kau Moana" Terang Kayla dengan menatap wajah Moana dengan tatapan tak menyangka akan Moana.


Tak menyangka dengan apa yang Moana lakukan, Kayla yang marah pada Moana pun langsung saja pergi keluar dari kamar Moana dengan emosi yang tak stabil. Marah? tentu saja, kecewa? bukan main lagi.

__ADS_1


"Kayla" Panggil Moana kepada Kayla yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya.


"Moana" Panggil Elzeyna.


"El, aku..."


"Duduklah" Ujar Elzeyna dengan meminta Moana untuk duduk terlebih dahulu diatas kasurnya itu dan duduk tepat bersebelahan dengan Elzeyna.


"Aku tau aku salah El, aku akui saat itu aku tak bisa berfikir dengan jernih. Tapi ketika aku sudah bisa berfikir dengan jernih aku mengakui tindakan bodoh itu" Kata Moana dengan menatap wajah Elzeyna.


"Aku tau Moana, aku mengerti. Tapi setidaknya kau tidak sampai berfikir terlalu sempit saat itu... aku yakin kau terkejut dan tak bisa menerima kehadiran calon anakmu saat itu, tapi... Moana kau tidak boleh melakukan hal senekat itu" Jelas Elzeyna dengan mengusap pelan rambut Moana.


"Iya El... aku maafkan aku" Lirih Moana.


"Minta maaflah pada bayimu, kau berniat ingin melenyapkan ia maka kau bersalah padanya. Aku? Kayla? kau tidak seharusnya meminta maaf pada kita berdua. Tapi mintalah maaf pada bayimu karena kau mempunyai salah padanya bukan padaku maupun Kayla" Tutur Elzeyna.


"Benar, kau benar El"


"Nakk, maafkan aku... karena kebodohan ku kalian hampir meninggalkan aku" Ucap Moana pelan dengan menatap perut ratanya itu.


"Benar, seharusnya itu yang kau lakukan" Kata Elzeyna dengan tersenyum kecil pada Moana.


"Aku... akan melindungi mereka" Terang Moana.


"Benar, memang sudah seharusnya begitu. Aku dan Kayla juga akan melindungimu, biarkan Kayla meredamkan amarahnya. Setelah itu kau bicaralah padanya dengan baik aku yakin Kayla pasti akan bisa kembali seperti sebelumnya" Tutur Elzeyna yang di angguki oleh Moana.


"Terimakasih"


"Sama-sama"

__ADS_1


...Flashback off...


__ADS_2