One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Sebuah keinginan


__ADS_3

...Disisi lain.......


"Hikssss... Mengapa ini tidak bisa hilang hikssss... Aku benci diriku! Mengapa aku lemah hingga tidak mampu untuk memberontak" Tangis seorang wanita cantik yang tak lain adalah Moana.


Kini Moana tengah berdiam diri dibawah guruyan air shower di dalam kamar mandi miliknya, jelas... Karena Moana memang dari pagi-pagi buta sudah pergi lebih dahulu sebelum Keandra membuka kedua bola matanya itu, makanya tadi Keandra mencari keberadaan Moana setelah dirinya sudah sadar atau lebihnya tepatnya sudah terbangun.


"Hikssss"


"Maafkan aku... Maafkan aku... hikssss... Ibu, Ayah maafkan aku! Aku pasti telah membuat kalian kecewa dengan apa yang telah terjadi padaku" Isak Moana dengan terus berusaha menghilangkan jejak-jejak tanda merah kepemilikan yang ada di tubuhnya itu akibat ulah Keandra.


"Hikssss... hikssss"


"MENGAPA TIDAK BISA HILANG!!" Teriak Moana dengan terus menangis sejadi-jadinya karena merasa frustasi untuk sekarang ini.


...Tokkkk tokkkk tokkkk...


"Moana apa kau berada didalam?" Teriak seseorang dari luar pintu kamar mandi Moana yang merasa panik ketika tidak sengaja mendengar teriakan Moana dari dalam kamarnya.


"Hikssss..."


"Kayla?" Gumam pelan Moana.


"Moana jawab akuuu! Tolong katakan sesuatu, apa kau baik-baik saja berada didalam?" Tanya Kayla sekali lagi dengan sedikit berteriak.


"Hikssss... Ini tidak benar, Kayla tidak boleh tau tentang aku atau ia juga akan ikut kecewa terhadapku" Lirih Moana.


"Moana?"


"I--iyaaa Kayla aku sedang mandi, tunggu aku sebentar lagi aku akan keluar" Jawab Moana dengan sedikit berteriak pula.


"Ohhh baiklah"


"Syukurlah kau baik-baik saja, Moana cepatlah aku menunggumu" Balas Kayla dengan menghela nafasnya lega setelah mendapatkan jawaban dari Moana bahwa ia baik-baik saja.


"Kau baik-baik saja bukan?" Kata Kayla kembali bertanya.


Tapi ketika pertanyaan terakhir yang Kayla lontarkan untuk Moana, Moana justru tidak menjawabnya. Tapi Kayla tidak memperdulikan itu ia berfikir mungkin Moana baik-baik saja dan tadi tidak mendengar pertanyaan terakhir darinya.


"Ahhh sudahlah, mungkin shower air nya terlalu keras hingga Moana tidak mendengar pertanyaan terakhirku, sebaiknya aku membantunya untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan saja untuk bekerja hari ini" Ujar Kayla dengan tersenyum kecil.


...Beberapa menit kemudian.......


...Ceklekkkk...


"Kau sud--"


Baru saja Kayla ingin bertanya apakah Moana sudah selesai dan baik-baik saja, tapi ketika dirinya baru saja melihat Moana Kayla pun seketika terdiam dan menatap serta memandang wajah dan seluruh tubuh Moana dengan tatapan berkaca-kaca detik itu juga.

__ADS_1


"Aku sudah selesai, tunggulah aku sebentar lagi. Setelah itu kita baru akan berangkat bekerja" Jawab Moana dengan tersenyum kecil.


"Siapa yang melakukan semua ini padamu Moana?" Tanya Kayla dengan pandangan kosong bertanya kepada Moana.


"Ak--aku akan memakai pakaian ku sekarang, bisa kau tunggu aku di luar kamarku sebentar Kayla?" Tanya balik Moana dengan nada sedikit gugup.


"Katakan padaku Moana!?" Pinta Kayla lirih.


"Kayla aku ingin menggunakan pakaianku, kau sebaiknya tung--"


"Moanaaa!!" Teriak Kayla sambil menintikan air matanya setelah melihat seluruh tubuh Moana yang terdapat sebuah tanda kepemilikan di dalam sebuah handuk putih yang terlilit rapih didalamnya.


"Huwaaaaaaa... hikssss..."


"Hikssss... hikssss... Ini semua terjadi begitu saja, ak-aku hikssss... ak-aku" Tangis kembali Moana dengan terduduk lemas diatas kasurnya.


...Grepppp...


"Moana"


"Hikssss... Moana hikssss... hikssss... Mengapa kau bisa seperti ini" Tanya Kayla lagi dan lagi sambil menangis dan memeluk tubuh Moana dengan begitu eratnya.


"Tolong jangan memeluk ku terlalu lama, hikssss... Jika kau memelukku seperti ini kau pasti akan terkena noda jika kau memeluk tubuhku Kayla, hikssss..." Ujar Moana dengan mendorong pelan tubuh Kayla agar menjauh dari tubuhnya yang ia anggap telah bernoda dan menjijikkan.


"Tidak! Tidak! Hikssss... hikssss... Jangan berkata seperti itu, hikssss... Jangan berbicara lagi Moana" Isak Kayla dengan menggelengkan kepalanya karena merasa tidak setuju dengan apa yang dibicarakan oleh Moana barusan.


"Hikssss..."


"Hikssss..."


"Maafkan aku, sebagai sahabatmu aku tidak bisa menjagamu hikssss... Moana maafkan aku, maafkan aku" Kata Kayla dengan nada bersalah meminta maaf.


"Tidak!"


"Hikssss... Kau tidak salah Kayla hikssss... hikssss... Tapi aku lah yang tidak becus menjaga diriku sendiri, aku terlalu lemah untuk bertahan diri hikssss... Jangan meminta maaf" Elak Moana dengan menggelengkan kepalanya cepat.


"Bagaimana bisa seperti ini" Lirih Kayla.


"Ini berawal dari tadi malam, semalam...." Cerita Moana kepada Kayla perihal kejadian semalam yang telah terjadi padanya selepas mengantarkan Kayla pulang ke hotelnya.


...(Menceritakan)...


"Sudah jelas seharusnya aku melarangmu untuk mengantarkan diriku sampai kedepan pintu kamar hotelku, Moana ini semua salahku! Jika bukan karena kau mengant--"


"Cukup Kayla, jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi padaku! Biarlah berlalu, anggaplah aku tidak apa-apa" Lirih Moana pelan.


"Tapi seharusnya memang--"

__ADS_1


"Kayla"


"Maafkan aku Moana"


"Tidak apa, sudah sebaiknya kau keluarkan karena aku akan berganti pakaian! Tunggulah aku dalam waktu 10 menit" Ujar Moana.


"Baiklah"


...*****...


...Galaxy Grup's...


"Pergi, dan cari wanita ini" Titah Keandra kepada anak buahnya untuk pergi mencari keberadaan Moana.


"Kau ingin mencari wanita ini Keandra?" Tanya Nathaniel kepada Keandra.


"Jika kalian sudah menemukannya, bawa ia ketempat yang sudah aku persiapkan. Kalian mengerti!" Ujar Keandra kepada anak buahnya kembali.


Keandra tidak menjawab pertanyaan Nathaniel karena dirinya masih merasa kesal, karena sahabatnya itu ia harus merusak hidup wanita cantik yang bukan dari kalangan wanita malam. Jika pada saat tadi wanita yang menemaninya adalah wanita malam maka ia tidak akan pernah menyuruh para anak buahnya untuk mencari keberadaan Moana saat ini, karena dengan uang ia pasti akan langsung bisa menyelesaikan masalahnya.


Tapi kali ini berbeda, ia berfikir wanita yang semalam bersamanya pasti akan menolak pemberian uang darinya. Oleh sebab itu ia akan mencari keberadaan wanita yang bersamanya semalam dan akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.


"Jika bukan karena kau yang salah menaruh alkohol diatas meja semalam, mungkin aku tidak akan pernah merusak kehidupan seorang wanita cantik tadi malam" Sinis Keandra kepada sahabat nya itu.


"Mengapa kau ingin mencari'nya?" Tanya Adam penasaran.


"Wanita cantik ini berbeda dari wanita malam yang selalu aku jumpai, ketika setengah kesadaran ku tadi malam masih ada aku mengatakan bahwa aku akan membayar nya jika ia membantuku. Berapapun yang ia inginkan akan aku berikan, tapi ia justru malah menampar wajahku dengan begitu keras" Jelas Keandra dengan lagi-lagi mengingat kejadian semalam.


"Apaaa? Seorang Keandra pewaris tunggal dari Galaxy Grup's ditampar oleh seorang wanita? Heyyy, dimana Keandra kejam dan dingin yang ku kenal? Biasanya kau tidak akan pernah terima dengan apa yang orang lain lakukan padaku apa lagi itu seorang wanita" Terkejut Nathaniel.


"Diam kauuu, ku bunuh kau" Geram Keandra pada Nathaniel.


"Nathaniel, sebaiknya kau diam untuk saat ini! Jangan banyak bicara itu akan bagus untuk nyawamu" Ucap Adam dengan menasehati Nathaniel untuk tidak lagi bicara apa-apa.


"Padahal yang salah dirinya sendiri, siapa suruh otaknya semalam tak berfungsi dengan baik" Gerutu Nathaniel pelan.


...Buughhh...


Sebuah barang yang bernilai tinggi pun terlempar dari tempatnya dan tepat mengenai sebuah kening seseorang, yang melempar adalah Keandra dan yang ia lempar adalah sebuah hiasan meja kantornya. Dan untuk yang ia targetkan adalah Nathaniel.


"Arhhhhh"


"Aku tidak tuli, aku dapat mendengarkan gerutuan yang tidak bermutu itu dari mulutmu" Kata Keandra dengan nada dingin dan datar.


Karena kini susana di dalam ruangan milik Keandra pun seketika telah berubah menjadi sangat dingin dari biasanya, bahkan aura ruangan Keandra saat ini sangatlah mencekam bagaikan di dalam sebuah rumah hantu. Setelah Keandra memberikan satu sentuhan pelan di kening milik Nathaniel.


'Tidak perduli siapa dirimu, yang jelas kau adalah milikku. Baby' Batin Keandra.

__ADS_1


__ADS_2