One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Hukuman Keandra


__ADS_3

Sesampainya Keandra di depan pintu kamar baby twins, Keandra, Adam serta Nathaniel dapat mendengar jelas bahwa ketiga wanita tersebut sedang bercanda tawa dengan begitu hebohnya.


Keandra tidak langsung masuk ke dalam kamar baby twins, Keandra justru malah mempersilahkan Nathaniel dan Adam untuk masuk lebih dulu. Mungkin karena Keandra takut nanti ia akan di usir kembali oleh Moana jika dirinya yang pertama masuk kedalam, jadi untuk itu Keandra mempersilahkan kedua sahabatnya itu untuk masuk terlebih dahulu.


"Masuklah" Titah Keandra.


"Kau tidak masuk?" Tanya Nathaniel dengan tersenyum smrik karena merasa tau apa tujuan Keandra mempersilahkan dirinya dan Adam lebih dulu untuk masuk.


"Aku akan masuk setelah kalian masuk, kalian adalah tamu jadi aku akan bersikap melayani kalian" Jawab Keandra datar.


"Melayani? Wah wah, tumben sekali. Bilang saja kau takut akan di usir lagi oleh istrimu bukan? Maka dari itu kau menyuruh kami untuk masuk lebih dulu" Sindir Nathaniel dengan tersenyum mengejek.


"Mau masuk atau tidak? Jika tidak aku akan pergi" Kesal Keandra.


"Adam, ku rasa teman mu ini takut dengan istrinya. Bagaimana menurutmu? Benar bukan" Kata Nathaniel dengan bertanya pada Adam yang sedari tadi hanya melihat interaksi antara Nathaniel dan Keandra saja.


"Sepertinya"


"Aku tidak takut dengan istriku, mengapa aku harus takut?" Terang Keandra dengan menunjukan raut wajah meremehkan.


"Owh benarkah?" Ledek Nathaniel dan Adam dengan saling pandang, karena melihat Moana berdiri di depan pintu kamar baby twins sambil menggendong Mano.


Posisi Keandra saat ini membelakangi pintu kamar baby twins, jadi ia tidak sadar bahwa pintu yang tadi ia buka sedikit sudah terbuka dengan sangat lebar, bahkan kini terdapat Moana yang tengah berdiri di belakang Keandra sambil menggendong putranya itu.

__ADS_1


"Tentu saja, aku Keandra Narendra Galaxy. Orang yang di takuti oleh semua orang, mengapa harus takut pada seorang istri? Aku seorang pemimpin di dalam keluarga kecilku, untuk apa aku harus takut pada istriku? Seorang pemimpin tidak semestinya takut dengan seorang istri. Kita harus tegas sebagai laki-laki" Jelas Keandra dengan bangga tanpa mengetahui bahwa Moana sudah sejak tadi berada di belakangnya.


"Kau benar tuan Keandra Narendra Galaxy. Sebagai seorang pemimpin anda tidak boleh takut akan siapapun, termasuk istri anda. Bukan begitu Kayla, Elzeyna?" Tutur Moana dengan berkata secara formal sambil memanggil Keandra dengan panggilan tuan.


"Tentu saja" Balas Keandra dengan tersenyum manis karena masih belum menyadari bahwa siapa yang menjawab siapa.


"Ohh aku rasa akan ada yang tidur di ruang tamu, seperti kemarin malam. Mungkinkah orang yang sama?" Ucap Nathaniel dengan menyindir seseorang.


"Tuan Nathaniel Ailen Akaskara. Boleh saya mengetahui mengapa anda bisa tau bahwa seseorang kemarin tidur di ruang tamu? Apakah ada seseorang yang mengeluh dengan bercerita pada anda?" Tanya Moana dengan tersenyum manis.


"Tentu saja nyonya muda galaxy, kemarin seseorang bercerita pada kami berdua bahwa dirinya telah di usir dari kamar. Dan di perintah kan oleh anda untuk tidur di ruang tamu" Jawab Nathaniel dengan tersenyum puas ketika melihat raut wajah Keandra yang kini tidak bisa di artikan.


"Tuan Adam Malik Bagaskara. Boleh saya tau bagaimana seseorang bercerita tentang nya yang di usir oleh saya? Sepertinya anda lebih tau dari tuan Nathaniel, bukan begitu tuan Keandra?" Ujar Moana dengan menatap wajah Keandra sambil tersenyum manis.


"Kalian menargetkan ku" Gumam Keandra pelan.


"Jadi tuan, bukankah kemarin malam anda di usir oleh istri anda dari kamar anda sendiri karena perbuatan anda? Perbuatan dimana anda menangisi putri anda sendiri. Bukannya malah mendiamkan nya anda justru malah merekamnya, jadi... Itu dikatakan tidak membuat masalah? Seperti itu" Geram Moana sambil tersenyum ketir.


"Bukankah aku mengakui aku salah? Aku juga sudah menerima hukuman ku. Perkataan yang Adam dan Nathaniel lontarkan barusan itu semua bohong, aku tidak bercerita seperti itu pada mereka. Mereka melebihkan nya" Bela Keandra pada dirinya sendiri.


Kemarin malam Mora dibuat menangis oleh Keandra, dan bukannya membujuk Mora untuk berhenti menangis. Keandra justru malah mengambil ponselnya dan merekam putrinya menangis, karena katanya itu terlihat menggemaskan dan lucu.


Padahal ketika Moana meminta pada Keandra untuk menjaga putrinya lebih dulu, Moana sudah berpesan untuk tidak membuat Mora menangis ataupun jika Mora menangis Keandra harus sebisa mungkin untuk membujuknya. Tapi justru Keandra tidak melakukannya.

__ADS_1


Dan ketika Moana kembali bersama Mano dalam gendongannya, seketika Keandra pun langsung melempar ponselnya dan mulai menggendong tubuh Mora bertindak layaknya tengah membujuk Mora untuk berhenti menangis. Padahal nyatanya tidak, Moana pun geram dibuatnya jadi Moana mengusir Keandra keluar kamar dan pergi tidur di ruang tamu. Awalnya Keandra menolak keras tapi Moana menatapnya dengan tatapan intimidasi sekali, jadi membuat Keandra seketika menurut.


Entahlah setelah Keandra sudah resmi menikah dengan Moana, hari-hari Keandra telah berubah yang tadinya gelap menjadi terang. Bahkan yang tadinya acuh tak acuh kini menjadi berbeda setelah dirinya benar-benar bersumpah untuk merubah kepribadian nya. Yang mana tadinya ia tidak takut siapapun kini ada satu orang yang ia takuti yaitu istirnya Moana. Dan yang tadinya ia suka memerintah kini istrinya yang memerintah dirinya, kini ia mempunyai ketakutannya sendiri sebelum dirinya tidak takut apapun dan itu semua berkat adanya Moana dalam kehidupannya. Ditambah dengan adanya kehadiran putra dan putrinya.


"Benarkah?" Curiga Moana.


"Kami punya bukti curhatan tuan Keandra, apakah nyonya muda galaxy ingin melihatnya?" Tawar Nathaniel dan Adam secara bersamaan.


"Boleh di tunjukkan padaku?" Pinta Moana.


Dengan segera Nathaniel dan Adam pun mengeluarkan ponselnya tapi ketika mereka hendak memberikan nya pada Moana, dengan sangat cepat ponsel itu terlempar ke lantai bawah karena memang kamar baby twins berada di lantai atas. Dan itu semua ulah Keandra.


"Po-ponselku" Lirih Nathaniel dan Adam secara bersamaan, dengan meratapi nasib ponsel mereka berdua yang sudah hancur berkeping-keping.


"Tidak ada bukti, mereka hanya membual" Ujar Keandra dengan tersenyum manis tanpa rasa bersalah.


"Siapa yang menyuruhmu untuk melempar ponsel mereka?!" Marah Moana dengan menatap tajam wajah Keandra.


"Tanganku gatal sayang, jadi aku tidak sengaja melempar ponsel mereka berdua" Ucap Keandra dengan tersenyum manis sambil berniat untuk mengambil alih putranya tapi secara cepat di tepis oleh Moana.


"Malam ini tidur di ruang tamu lagi, dan ganti ponsel mereka berdua. Walaupun mereka dapat membelinya 10x lipat dari yang mereka miliki, tapi kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat. Sampai kau mendapatkan maaf dari Adam dan Nathaniel kau tidak diizinkan menyentuh kedua anakmu" Kesal Moana lalu pergi masuk ke dalam kamar baby twins kembali dengan di ikuti oleh semua orang tapi tidak dengan Keandra sendiri.


Karena saat Keandra ingin membuntuti Moana, pintu kamar baby twins sudah di tutup rapat oleh Moana. Bukannya tidak bisa menerobos masuk, tapi Keandra takut nanti istrinya itu tambah marah akan dirinya. Sebelum dirinya bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan tadi pada kedua ponsel milik Adam dan Nathaniel.

__ADS_1


"Argh, lagi?! Sial sekali diriku" Lirih Keandra lalu pergi dari kamar baby twins dengan wajah kesal karena kembali mendapatkan apa yang ia takutkan.


__ADS_2