One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Perpisahan


__ADS_3

"Moana jika kau membaca surat ini maka tandanya aku sudah pergi jauh darimu, Ini surat perpisahan ku padamu. Maafkan aku karena aku tidak bisa berpamitan dengan mu secara langsung dan juga si kembar, maafkan aku karena aku memang harus melakukan ini tanpa persetujuan darimu! Moana aku menyayangimu, aku menyayangi si kembar dan aku juga menyayangi semua orang. Tapi terutama untukmu karena kau adalah adikku, maafkan aku bila aku masih belum bisa menjadi figur kakak yang baik untukmu. Selama ini aku sudah berusaha yang terbaik untuk menjadi figur kakak bagimu yang baik, tapi kenyataannya selalu tidak. Terlepas itu, maafkan aku karena pergi tanpa pamit padamu bahkan tanpa berkata apapun padamu. Aku tidak bisa membagi masalahku padamu karena aku hanya ingin kau fokus pada pertumbuhan si kembar, biarkan aku pergi dan tolong jangan mencari ku, jangan meminta pada suamimu untuk mengerahkan para anak buahnya. Aku mohon padamu, aku ingin sendiri untuk saat ini sampai suatu saat tiba aku akan kembali padamu dengan sendirinya dan semuanya, aku membutuhkan waktu untuk sendiri. Maafkan aku Moana"


...From me: Kayla Isvara....


Sebuah surat yang berisi permintaan maaf dari Kayla pada Moana, dimana kini Moana tengah membaca teliti surat yang ia dapatkan dari Kayla secara tidak langsung. Raut wajah yang tadinya tenang kini pun menjadi gelisah karena sehabis membaca surat perpisahan itu kini pikiran dan hatinya menjadi tidak tenang.


"Sayang" Panggil Keandra dari arah belakang sambil membawa Mora dalam gendongannya.


"Suamiku" Lirih Moana menjawab.


"Ada apa? Kau menangis, kenapa dan siapa yang membuatmu menangis" Tanya Keandra kalang kabut karena melihat istrinya menangis karena ia sangat tidak suka bila melihat Moana menangis.


"Kayla ia-- hikssss..." Tangis Moana dengan tidak terjatuh ke lantai karena secara tidak sadar tubuhnya lemas dan berakibat tidak bisa menyeimbangi berat tubuhnya lagi.


"Sayang!!" Terkejut Keandra.


"Mommy!!" Pekik Mora.


Keandra pun terkejut dan bergerak gesit untuk menangkap tubuh sang istri, lalu kemudian beranjak untuk membangunkan sang istri dari keterdudukan nya itu tapi Moana memilih untuk duduk. Keandra pun tidak memaksa, ia memilih untuk berjongkok menyeimbangi sang istri dengan di turunkan nya sang putri dari gendongannya itu.


"Mommy ada apa?" Tanya Mora dengan nada khawatir, tapi pertanyaannya tidak di balas oleh sang mommy.


"Hikssss... Suamiku Kayla pergi! Lihatlah hikssss..." Tangis Moana dengan memberikan sebuah kertas tertulis permintaan maaf sekaligus pamitan dari Kayla untuk Moana.


Tanpa berkata lagi Keandra pun mengambil kertas tersebut dari genggaman Moana, dan seketika membacanya. Ketika selesai membaca dapat dilihat jelas raut wajah Keandra yang merah padam karena menahan gejolak amarahnya dan seketika Keandra pun pergi keluar begitu saja meninggalkan sang putri dan Moana yang masih berada di ruang tamu itu.


Moana pun seketika panik karena melihat aura kemarahan Keandra yang secara tiba-tiba setelah habis selesai membaca surat yang di beri Kayla untuknya itu, sebelum Moana mengejar sang suami ia lebih dulu meminta sang putri untuk masuk ke dalam kamarnya. Dan itupun disetujui oleh sang putri, lalu ketika sang putri pergi Moana pun dengan cepat berlari menyusul sang suami yang sudah keluar dari mansion.


"Suamikuuu!!" Teriak Moana.


Ketika Keandra hendak masuk kedalam mobilnya tiba-tiba saja ia urungkan kembali setelah melihat sebuah mobil sport masuk ke dalam halamannya, dengan yang muncul disana adalah Adam. Tepat seseorang yang ingin ia temui dan dapat dilihat jelas oleh Keandra raut wajah frustasi dari Adam, bahkan penampilannya yang kini sungguh sangat berantakan.


Tidak membuang waktu lagi Keandra pun menghampiri Adam dan dengan secara tiba-tiba memberikan sebuah hadiah satu pukulan keras pada wajah Adam yang tampak frustasi itu, terkejut? Jelas. Adam terkejut atas perlakuan Keandra yang secara mendadak memberinya hadiah sebuah pukulan keras padanya.


"Apa-apaan kau! Mengapa kau tiba-tiba memukulku Keandra" Kesal Adam dengan menatap tajam wajah Keandra.


"Kau yang apa-apaan! Brengsek. Apa yang kau lakukan pada Kayla ha!!" Marah Keandra kembali memberikan sebuah pukulan keras pada wajah sebelahnya Adam.


BUGHH


"Sialan kau Keandra" Umpat Adam secara terang-terangan.


Tidak membalas ataupun memukul lagi, Keandra langsung saja melempar secarik kertas bertulis tangan langsung dari Kayla tersebut pada Adam tepat di wajah Adam ia lemparkan. Dan Adam pun langsung saja membaca isi dari surat tertulis dari Kayla yang diberikan untuk Moana itu, dan tampak tercekat jelas raut kemarahan Adam dengan diremasnya kertas tersebut dan ia lontarkan sebuah pukulan pada Keandra.


BUGHHH

__ADS_1


"Mengapa kau tidak menahannya untukku!! Kau memberikan nya pergi begitu saja Keandra haa" Marah Adam.


"BRENGSEK!!" Geram Keandra membalas pukulan dari Adam.


BUGHHH


"Itu kesalahan mu bangsat! Jangan melimpahnya padaku, jika Kayla berpamitan secar langsung pun aku akan tegas menahan dan melarangnya. Tapi ia berpamitan setelah ia sudah benar-benar pergi dan itu semua karena kau setan" Maki Keandra tanpa memakai filter pada perkataannya itu untuk Adam.


"Anjing kau Keandra!!" Seru Adam membalas pukulan lagi pada Keandra.


Dan terjadilah aksi saling pukul memukul hingga membuat keributan di halaman mansion galaxy, para anak buah Keandra pun berlarian memisahkan sang tuan dengan sahabat tuan nya itu. Dan begitupun Moana, ia dengan cepat berlari dan menghampiri sang suami dan kekasih sang kakak itu.


"KALIAN BERHENTI!!" Bentak Moana berteriak keras memisahkan keduanya. Dan akhirnya keduanya pun diam dan tidak kembali memukul satu sama lain, lalu Moana pun meminta para anak buah Keandra untuk kembali berjaga sesuai tugasnya.


"Sialan kau Keandra" Geram Adam.


"Bodoh" Ketua Keandra.


"DIAM KALIAN! APA-APAAN KALIAN HA?! APA YANG KALIAN LAKUKAN SAMPAI MEMBUAT KERIBUTAN SEPERTI INI? KATAKAN" Marah Moana dengan membentak lagi-lagi.


"Suami sialan mu itu yang memulainya duluan!" Ketus Adam.


"Diam kau bodoh. Ini juga karena kesalahan mu yang sangat bodoh itu, cih" Sinis Keandra.


"Masuk! Bicarakan ini didalam. Jangan sampai ada keributan lagi, jika tidak akan aku tendang kalian dari mansion ku" Ancam Moana yang tak main-main.


Jika dulu Moana takut pada Keandra maka sekarang tidak, bahkan tidak segan-segan juga Moana sering menghukum Keandra dan mengancam Keandra secara terang-terangan. Dan itu ditakuti oleh Keandra, bukan karena tidak berani melawan hanya saja Keandra takut ancaman Moana itu akan menyiksa dirinya. Dengan suruh tidur di luar sampai tidak diizinkan menyentuh tubuh Moana dan bahkan menyentuh putra dan putrinya sebelum ia mengakui kesalahannya yang ia buat. Maka dari itu Keandra sangat patuh dan memilih untuk tidak berkomentar lebih atau hukumannya akan lebih parah.


*****


Ruang tamu...


"Sialan mukamu sangat jelek untuk dipandang, jangan menatapku" Ketus Keandra pada Adam.


"Sialan kau!"


"Apa? Berani padaku" Tanya Keandra.


"Siapa takut? Kau pikir aku takut padaku, cih. Tidak akan kau salah besar" Tantang Adam pada Keandra.


"Kau--!"


"Bisa diam tidak kalian berdua!" Geram Moana pada keduanya.


"Jelaskan padaku mengapa kalian bertengkar?! Ayo jelaskan jangan jadi orang bisu mendadak dan orang bolot" Cecer Moana.

__ADS_1


"Suamimu si paling benar itu yang duluan memulainya, tiba-tiba memukul ku saat aku baru sampai. Otak dangkal nya itu mengacu keributan denganku" Kata Adam dengan menatap tajam wajah Keandra.


"Karena kau bodoh" Balas Keandra.


"Kau bodoh!"


"Kau yang bodoh! Sudah bodoh membuat kesalahan fatal, apa itu disebut bukan bodoh?!! menyesal sudah, sukurin" Ucap Keandra.


"Sialan kau! Itu bukan sepenuhnya kesalahan ku. Kau tidak tau apa-apa" Gemas Adam pada Keandra.


"Aku tau, tau kalau kau bodoh" Balas Keandra tidak mau kalah.


"Anj--"


"Sudah diam, kalian berdua bodoh. Satu sama lain biar impas dan saling samaan, biar adil. Kalian berdua yang bodoh" Relai Moana.


"Lalu yang pintar siapa?" Tanya Adam bisa-bisanya.


"Aku" Jawab Moana singkat dengan memutar bola matanya malas.


"Kau juga bodoh sayang" Celetuk Keandra.


"Diam kau. Kau lebih bodoh dari pada Adam" Ketus Moana dengan tajam.


"Mampus" Gumam Adam dengan meledek.


"Pergi kau dari mansionku" Usir Keandra.


"Hanya mematuhi seorang nyonya pemilik tidak dengan orang yang menumpang" Sindir Adam.


"Sialan"


"Adam" Panggil Moana.


"Maaf Moana aku tidak tau semua ini, aku akan menceritakannya semua padamu karena aku tau kau pasti tidak tau semua masalah yang telah kami hadapi dan ia tidak menceritakannya padaku. Setelah ini, aku mohon bantuanmu" Lirih Adam.


"Ceritakan lah agar aku bisa membantumu, jika kesalahan mu sangat fatal maka aku tidak akan pernah membantu mu. Tapi jika bukan kesalahan mu maka aku akan membantumu mengembalikan Kayla ke sisi mu" Balas Moana dengan serius.


"Si bangka tua bodoh itu pasti membuat kesalahan fatal, jangan harap dapat bantuan" Nyinyir Keandra pelan tapi masih bisa didengar oleh Moana dan juga Adam tentunya.


"Moana lihatlah si idiot itu!" Adu Adam.


"Anjing kau!" Umpat Keandra tak terima.


Moana pun frustasi akan keduanya, sampai-sampai ia harus memijat pelipisnya dengan kuat karena terus saja mendengar pertengkaran mulut dari keduanya. Dengan disisi lain adalah suaminya dan di sisi lain kekasih sang kakak yaitu Kayla.

__ADS_1


__ADS_2