One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Bagaskara Company


__ADS_3

Selepas mengantarkan kepergian Moana dan Keandra, kini semua orang kembali pulang dan mulai kembali beraktivitas. Lalu untuk Mora dan Mano mereka dibawa oleh Kayla dan Elzeyna lebih tepatnya mereka berdua membawa si kembar pulang ke apartemen milik Kayla.


Dengan izin Moana baby twins di tetapkan akan tinggal di apartemen Kayla bersama dengan Kayla dan Elzeyna dan tidak jadi untuk di kediaman galaxy. Karena permintaan Kayla yang mengatakan bahwa kantor Galaxy's Group sangat jauh jika ia harus bolak balik untuk pergi bekerja nantinya. Apalagi saat ini ia tidak memiliki kendaraan walau Keandra saat itu menawarkan sebuah mobil untuknya yang akan dibelikan untuk Kayla tapi Kayla menolaknya.


"Mengapa kau tidak mengambil mobil baru yang akan diberikan oleh Keandra? Bukankah kau hanya tinggal memilih saja mobil mana yang kau inginkan, itu akan bagus jika kau menerimanya apalagi itu gratis diberikan untukmu. Mengapa bisa kau menolak rezeki sebesar itu" Tanya Elzeyna dengan melirik Kayla sebentar yang berada disampingnya.


"Jangan melirikku, fokuslah menyetir saja. Dan cepatlah sampai karena tanganku telah mati rasa untuk menggendong keduanya" Ujar Kayla.


"Aku hanya ingin tau alasannya" Pinta Elzeyna.


"Huuuffff... Aku menolaknya jelas karena aku tidak mau mengambil hadiah yang mana aku tidak melakukan apapun, aku akan menerima hadiah sebesar itu jika dilandasi sesuatu yang telah aku lakukan saja" Jelas Kayla dengan jujur.


"Aku mengerti"


"Baby, semoga kalian tidak rewel ya jika tidak ada mommy dan daddy kalian. Kalian harus anteng dengan onty karena jika kalian tidak rewel maka mommy kalian akan segera sembuh dan cepat kembali tanpa harus memikirkan kalian. Mengerti ya sayang" Ucap Kayla pelan dengan mengajak bicara Mora dan Mano yang berada di dalam gendongannya itu.


Usia Mano dan Mora memang baru beberapa minggu, tapi tubuh mereka sudah seperti bayi berumur bulanan. Itu karena mereka tumbuh dengan sehat dan tubuh ditangan seorang mommy yang tepat serta sang daddy yang tepat.


"Mereka anak pintar, sudah pasti mereka tidak akan rewel begitu saja. Benar kan sayang nya onty" Sahut Elzeyna dengan tersenyum manis dan melirik kearah baby twins hingga lagi-lagi mendapatkan celetukan dari Kayla.


"Kau ini! Fokuslah pada pandangan mu ke arah jalan, jangan seperti tadi" Kesal Kayla.


"Ya, ya, baiklah"


...*****...


...Bagaskara Company...


"Tuan, proyek yang anda katakan kemarin telah kami tangani dan kemungkinan memang benar adanya terjadi penggelapan dana dari salah satu karyawan yang bertanggung jawab atas pemegang kendalinya dana untuk proyek anda tersebut. Sekitar tujuh ratus juta telah masuk kedalam rekening pria yang bernama Wahyu" Jelas sekretaris pribadi milik Adam.


Adam pun terdiam setelah mendengarkan penjelasan dari sekertaris pribadi miliknya itu, tapi bukan karena memikirkan tentang orang yang berani menggelapkan dana untuk proyek miliknya. Melainkan tengah melamun dan berfikir tentang Kayla dan hal tersebut pun tak luput di lihat oleh sekertaris miliknya yang tau bahwa tuan nya itu tengah melamun dan tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Tuan"


"TUAN! Maaf atas kelancangan saya" Teriak sekertaris Adam yang bernama Rivanto tersebut dengan berteriak memanggil Adam lalu kemudian segera meminta maaf atas tindakannya itu.


"Apa?!" Sinis Adam yang terkejut mendengar teriakan dari Rivanto sekertaris nya itu.


"Anda memikirkan apa tuan hingga tidak mendengar penjelasan saya" Tanya Rivanto.


"Tidak ada, ulangi perkataan mu aku akan mendengarkan kali ini" Jawab Adam dengan datar.


"Baiklah tuan, proyek anda kemarin yang baru selesai ternyata terjadi masalah dalam dana. Karena salah satu orang yang anda percayai telah menggelapkan dana proyek sejumlah tujuh ratus juta dan masuk ke dalam rekening atas nama Wahyu" Jelas kembali Rivanto pada Adam.


Jika tadi Adam tidak mendengarkan dengan jelas dan seksama maka kali ini beda, ia dengan jelas mendengarnya bahkan kini ia menunjukkan raut wajah marahnya. Bahkan genggaman tangan yang mengepal pun dapat dilihat dengan jelas oleh Rivanto.


"Lalu?"


"Saya sudah mengambil alih kembali uang milik perusahaan ke dalam rekening perusahaan, dan untuk pria yang bernama Wahyu tersebut sudah saya bawa ke dalam jalur hukum. Dan hukuman yang ia dapatkan adalah 10 tahun penjara" Terang Rivanto yang memang telah membereskan sampah kecil yang telah mengotori perusahaan Bagaskara Company itu.


"Baik tuan, terimakasih"


"Hmmmm"


"Bacakan agendaku hari ini"


"Agenda anda hari ini, tepat di jam 10 anda akan melakukan meeting bersama perusahaan Akaskara Grup dan di jam 1 setelah jam istirahat anda akan melakukan pemantauan di salah satu proyek yang berada di pinggir kota. Kemudian di jam 3 anda akan melakukan meeting kembali dengan perusahaan dari negara X setelah itu tidak ada" Kata Rivanto dengan membacakan agenda untuk Adam hari ini.


"Katakan meeting untuk kerjasama dengan perusahaan dari negara X aku undur. Ada yang perlu aku lakukan setelah memantau proyek, hubungi pihak dari perusahaan negara X menit ini juga" Titah Adam.


"Tapi tuan merek--"


"Tidak ada komentar dan alasan, katakan ada urusan lain yang perlu aku selesaikan. Jika mereka menolak keputusan lu maka batalkan saja kerja sama yang akan kita buat" Tutur Adam.

__ADS_1


"Baik, tuan"


"Berikan aku dokumen-dokumen yang memerlukan tanda tangaku. Aku akan menyelesaikan sekarang" Ucap Adam dengan menyandarkan tubuhnya dikursi kebesaran miliknya itu.


Untuk pertama kalinya Adam mengambil alih semua tugas yang berada di perusahaan nya itu, karena seperti yang diketahui? Adam sering kali berada di perusahaan Keandra dan jarang ada di dalam perusahaan nya sendiri. Bahkan tugas yang seharusnya ia selesaikan dengan dirinya sendiri ia selalu berikan untuk Rivanto yang mengambil alih, tapi kali ini ia benar-benar tidak membebankan kaki tangannya itu dan mulai kembali mengambil tanggung jawabnya sebagai presdir dari Bagaskara Company.


"Baik tuan saya akan segera membawa dokumen-dokumen yang anda inginkan itu, untuk itu saya izin pamit undur diri terlebih dahulu" Pamit Rivanto dengan bahagia.


Mengapa? Karena akhirnya tuan nya itu mau menangani masalah perusahaan miliknya sendiri dan tidak lagi membebankan dirinya. Ya walaupun dirinya sering kali diberikan bonus besar oleh Adam tapi tentu saja ia membutuhkan Adam dalam hal apapun.


...*****...


"Apakah aku akan benar-benar sembuh?" Tanya seseorang dengan nada lirih yang kini tubuhnya dipasangkan sebuah alat medis.


"Kau akan sembuh. Aku pastikan itu, jika mereka gagal maka aku akan menghancurkan rumah sakit ini. Aku akan meratakan nya, sia-sia saja mereka membangun rumah sakit sebesar ini jika mereka tidak dapat menyembuhkan mu'" Jawab Keandra dengan penuh keyakinan dan semangat untuk membuat Moana percaya diri.


"Aku akan marah dengan jika kau meratakan rumah sakit ini, aku akan pergi dengan membawa anak-anak. Untuk selamanya dan tidak akan kembali" Ancam Moana.


"Oh ya? Maka sebelum kau kabur aku pastikan kau tidak akan bisa. Tidak akan ada akses untuk mu pergi kembali dengan membawa anak-anak" Tekan Keandra dengan tajam.


"Lihat saja nanti" Lirih pelan Moana.


"Aku akan menjadikan Kayla dan Elzeyna sebagai tawananku jika kau berani pergi dari hidupku! Dan aku akan menghancurkan semua hal yang menghalangiku. Jika pun itu harus membunuh seseorang maka aku akan melakukannya" Ujar Keandra dengan serius.


"Jika aku melakukan itu maka aku akan membencimu dan akan semakin bertekad untuk pergi darimu. Dengan membawa anak-anak bersamaku" Jawab Moana dengan melirih tajam kearah Keandra.


"Aku akan menghamilimu lagi dan lagi agar kau tidak bisa lari dariku, sampai kau mengatakan bahwa kau akan terus bersamaku maka aku akan berhenti membuatmu melahirkan keturunan ku" Balas Keandra.


"Dasar pria cabul" Gumam Moana.


"Aku mendengar nya"

__ADS_1


__ADS_2