One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Permintaan Moana


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan disini, tuan Keandra Narendra Galaxy yang terhormat?!" Tanya Kayla dengan menekan setiap perkataannya pada Keandra.


Bukannya menjawab, Keandra justru malah terdiam sambil membuang pandangannya ke arah pintu ruangan Moana. Yang mana Moana terdapat di dalamnya.


Memang benar, Adam dan Nathaniel lah yang telah memberitahukan keberadaan Moana dan Kayla pada Keandra. Itu karena mereka terkejut setelah mengetahui bahwa Moana selama ini tengah mengandung bayi milik Keandra dan bahkan Moana sudah melahirkan tepat di hari mereka berdua mendapatkan informasi tersebut dari anak buahnya yang baru melapor setelah sekian lama tidak ada informasi mengenai Moana.


Adam dan Nathaniel tidak berani kembali untuk tidak memberitahukan kepada Keandra bahwa ia telah menjadi seorang daddy muda. Maka dari itu, saat tadi di negara filandia negara asalnya. Adam yang baru saja selesai di obati langsung berteriak-teriak mencari keberadaan Keandra untuk meminta Keandra segera mungkin pergi ke jerman.


Tapi saat itu Keandra sempat menolak dan Adam sempat hampir pergi karena mendapat penolakan yang ia terima dari Adam, tapi ketika Keandra bertanya kembali. Akhirnya Adam menjelaskan pada Keandra lalu setelah itu tanpa berkata kembali Keandra meminta anak buahnya untuk segera menyiapkan pesawat pribadi miliknya yang akan ia gunakan detik itu juga untuk berangkat ke jerman menemui Moana.


"Kayla" Panggil Elzeyna dengan lirih sambil memegang tangan Kayla dan mengisyaratkan pada Kayla lewat gelengan kepalanya untuk tidak mencari masalah saat ini.


...Ceklekkkk...


Ketika suasana hening memenuhi rumah sakit, kini suara pintu dari ruang rawat Moana pun terbuka dengan kerasnya dan kemudian keluarlah seorang dokter dan seorang suster di sampingnya.


"Katakan" Pinta Keandra.


"Nyonya muda sudah jauh lebih baik tuan, bahkan kondisi fisik nya semakin meningkat kuat. Hanya tinggal menunggu hasil efek bius nya hilang saja, maka nyonya muda akan segera sadarkan diri" Jelas dokter tersebut.


"Kau dokter dari mana?" Tanya Kayla dengan marah.


"Dia dokter profesional pribadi milik keluarga galaxy, Keandra yang membawanya ikut ke sini. Kau tak perlu khawatir Kayla" Tutur Adam pada Kayla.


"Apa yang ia lakukan barusan pada Moana?" Tanya Kayla kembali dengan menatap tajam wajah Adam.


"Hanya memeriksa kondisi Moana saja" Balas Adam.


"Jangan khawatir Kayla, ingatlah pesan Moana yang tadi disampaikan oleh dokter keluargaku" Bisik Elzeyna.


"Aku hanya takut ia melukai Moana saja" Lirih Kayla pelan.


"Pergilah" Titah Keandra.


"Baik tuan" Balas dokter dan suster tersebut dengan menunduk hormat, lalu kemudian pergi dengan di iringi oleh anak buah Keandra untuk diantarkan pulang ke negara asalnya.


Setelah kepergian dokter dan suster tersebut, Keandra pun langsung saja masuk ke dalam ruangan Moana dan kemudian menutup rapat pintu ruangan milik Moana. Kayla yang melihat itupun hendak berniat menghentikan Keandra, tapi terhalang oleh Adam serta Elzeyna.


Gelengan kepala keduanya lah yang berhasil menghentikan langkahnya, sebagai isyarat untuk tetap diam dan jangan melangkah kembali. Demi ketenangan Moana dan pasien lainnya.

__ADS_1


...Ruang rawat Moana......



"Maafkan aku" Lirih Keandra pelan.


"Kau... mengapa kau menanggung semua beban ini sendiri? mengapa kau lebih memilih membebankan dirimu untuk semua ini sendirian dari pada harus berbagi padaku" Ucap Keandra.


"Seharusnya tindakanku saat itu tak menyulitkan mu, kau pasti sangat kesulitan karena ku... Maafkan aku" Kata Keandra kembali.


"Cepatlah sadar"


Pandangan yang lirih kini Keandra tunjukkan dihadapan Moana yang masih berbaring lemah pasca operasi melahirkan kedua buah hatinya itu. Andai jika Moana melihat tatapan lirih Keandra saat ini, mungkin saja ia tidak akan percaya dengan apa yang ia lihat.


Rambut yang biasanya tersusun rapih kini tengah tidak berbentuk dan sangat acak-acakan, baju yang biasanya terlihat sangat rapih pun kini terlihat sangat berantakan seakan habis bertengkar oleh seseorang. Padahal jelas-jelas Keandra habis bertarung melawan dirinya sendiri.


Lebih tepatnya, pemikirannya sendiri. Keandra melawan ego nya untuk tidak membawa Moana kembali sebelum Moana sadarkan diri. Dan Keandra akan lebih berubah untuk menuruti permintaan Moana dan tidak kembali memaksa Moana.


Jemari tangan Moana yang tadinya lemah seakan tak ada aliran darah yang mengalir pun kini tiba-tiba bergerak setelah terkena tetesan air mata dari Keandra. Menangis? iya, seorang Keandra kini tengah benar-benar menunjukkan titik terlemahnya dihadapan Moana.


"Mengapa kau menangis?" Tanya Moana dengan lirih pada Moana.


"Apa benar kau?" Tanya Moana kembali yang masih setengah sadar.


"Ini benar-benar aku" Lirih Keandra dengan menajwab pertanyaan Moana kembali.


"Maafka aku, apa kau tidak menyukai keberadaan ku?" Ucap Keandra pelan sambil melepaskan tangannya secara perlahan dari Moana.


"Apa kau datang untuk membawaku secara paksa? lagi" Kata Moana dengan lagi-lagi melontarkan pertanyaan dari bibir mungilnya itu.


"Tidak"


"Lalu?"


"Aku akan memperbaiki semuanya Moana, maafkan aku! aku sadar dengan kesalahanku sebelumnya" Jelas Keandra.


"....."


"Moana" Panggil Keandra.

__ADS_1


"....."


Tidak ada reaksi dari Moana, tapi kedua mata Moana masih tertuju pada Keandra. Entah keberanian dari mana Moana mampu menatap wajah Keandra, padahal sebelum-sebelumnya Moana tidak berani untuk menatap wajah milik Keandra.


"Bisakah aku memperbaiki semuanya?" Tanya Keandra dengan menatap dalam wajah Moana.


"Bersungguh-sungguh?"


"Tentu saja, bersungguh-sungguh"


"Kau bisa memperbaiki semuanya dengan cara yang benar" Terang Moana.


"Terimakasih"



Ketika habis mengucapkan kata terimakasih, tiba-tiba saja Keandra memberikan sebuah ciuman hangat di kening milik Moana. Dan Moana yang menerima ciuman mendadak itu hanya bisa diam sambil menutup perlahan kedua matanya dan membukanya kembali ketika bibir milik Keandra sudah terlepas dari keningnya itu.


"Terimakasih telah melahirkan anakku" Ucap Keandra dengan tersenyum manis pada Moana.


"Mereka juga anakku, tidak perlu berterimakasih" Balas Moana membalas senyuman manis Keandra dengan senyuman kecil.


"Mintalah sesuatu padaku, aku akan mengabulkannya. Apapun! sebagai tanda hadiahku padamu yang telah melahirkan kedua anak-anak ku yang kuat" Terang Keandra pada Moana.


"Apapun?"


"Iya, apapun"


"Putuskan kontrak pernikahan kita" Pinta Moana.


"....."


Kontrak pernikahan? benar, jadi saat dimana Moana masih di dalam sangkar emas Keandra. Moana telah menandatangani pernikahan kontrak dengan Keandra, pernikahan yang hanya di dasari kertas bertanda tangan saja.


Maka dari itu ketika Moana masih berada di dalam meja operasi, ia mengatakan 'Suami' karena memang Keandra adalah suaminya. Walaupun pernikahan kontrak, pernikahan kontrak itu tidak ada yang tau baik Kayla, Elzeyna, Adam dan Nathaniel. Hanya Keandra dan Moana lah yang mengetahuinya selebihnya tidak ada.


"Baik, jika itu yang kau inginkan" Jawab Keandra dengan menyetujui permintaan dari Moana.


"Putuskan kontrak pernikahan kertas itu dan nikahilah aku kembali secara sakral" Ucap Moana kembali.

__ADS_1


"Maksudmu Moana?" Tanya Keandra yang kebingungan.


__ADS_2