
"Nathaniel hikssss..."
"Ia membawaku ke hotel dekat rumah sakit tempat Adam dirawat hikssss... Ketika aku ingin menghampiri mu aku tidak jadi, setelah itu aku dibawa olehnya! karena terpaksa dan sekaligus aku takut dengan nya aku mengikutinya hikssss... Ia berjanji padaku untuk tidak menyakiti ku Kayla. Ak--ku aku pikir ia tidak akan menyentuh ku karena ia telah berjanji tapi-- ia hanya janji untuk tidak menyakiti ku bukan berjanji untuk tidak menyentuh ku hikssss... Hikssss...."
"Kayla dia menyentuh ku, memberikan ku tanda kepemilikan nya, memberikan aku sebuah noda tanpa adanya ikatan. Hikssss... hikssss... Ia mengatakan menginginkan aku, aku tidak bisa melawannya! Aku terlalu lemah untuk melawannya hikssss... Lalu, ia menikahiku. Memanggil kedua orang tuaku dan orang tuanya untuk menyaksikan pernikahan ku dengan dirinya, setelah itu memulangkan mereka kembali. Hikssss... Aku tidak menginginkan nya Kayla! Aku tidak menginginkan itu semua hikssss... hikssss... Aku takut dengannya" Tangis Elzeyna dengan histeris ketika menceritakan tentang kejadian yang ia alami hari ini.
"Ceritakan secara terinci El" Pinta Kayla dengan tatapan kosong serta air mata yang lolos dari kedua mata cantik nya itu.
Dengan bersusah payah menetralkan nafasnya, akhirnya Elzeyna menceritakan semuanya. Semua yang telah terjadi pada dirinya serinci mungkin pada Kayla, kedua tangan Kayla pun mengepal dengan sangat kuat sampai membuat tangan yang putih itu menjadi berwarna merah. Ditambah terdapat tetesan darah dari telapak tangannya karena kedua telapak tangannya itu terluka oleh kuku panjang cantiknya itu.
Air mata nya selalu lolos begitu saja dari kedua matanya, dadanya sesak ketika mendengar sahabatnya itu habis melewati masa yang sulit. Tanpa adanya bantuan dari dirinya dan tanpa adanya sebuah kekuatan darinya, ia kembali merasa gagal dalam hidupnya. Gagal karena lagi dan lagi tidak dapat membantu sahabatnya, kayla bertanya-tanya karma apa yang telah ia terima? kesalahan masalah lalu apa yang ia telah lakukan hingga membuat kedua sahabatnya harus menanggung karmanya?! Kegagalan lagi dan lagi ia terus terima. Mau sampai kapan ini akan berjalan?! dan siapa lagi target nya? Apakah setelah kedua sahabatnya maka dirinya yang akan ikut mencoba? Iyakah? Apa seperti itu.
Tidak bisa menahan lagi, tangisnya pun pecah dalam hitungan detik. Amukannya pun tidak bisa dicegah dan teriakan keputusasaan nya pun akhirnya lolos begitu saja dari mulutnya.
"ARGHHHHHH"
"GAGAL LAGI! HIKSSSS... KENAPA!! KENAPA SEMUANYA HARUS TERJADI PADA KALIAN HIKSSSS... KENAPA!! KENAPA AKU GAGAL LAGI DALAM MELINDUNGI KALIAN" Histeris Kayla.
"Kaylaaa"
"Hikssss... Aku gagal lagi El. Aku gagal lagi! Hikssss... Maaf! Maafkan aku hikssss... Aku gagal melindungi mu, setelah Moana mengapa harus kau yang menderita?!! Mengapa bukan aku hikssss... hikssss... Maafkan aku El! Maafkan aku"
"Aku tidak becus dalam menjaga kalian! Hikssss... Aku bodoh! Aku sangat bodoh karena tidak bisa melindungi kalian. ARGHHHHHH! AKU BENCI SEMUA INI hikssss... hikssss..."
"Hikssss... Hikssss..."
Tangisan demi tangisan dan teriakan histeris demi teriakan histeris di keluarkan oleh Kayla. Rasa bersalah yang ia rasakan membuat dirinya kehilangan kendali atas dirinya, bodoh! Ia berfikir ia terlalu bodoh karena tidak bisa menjaga kembali apa yang seharusnya ia jaga. Kedua sahabatnya hancur karena kesalahan bodohnya dalam menjaga keduanya, saat itu Moana dan sekarang terbitlah Elzeyna.
Kayla terus saja mengutuki dirinya sendiri karena lagi-lagi gagal dalam menjaga sahabatnya itu, ia bodoh dan ia mengakui itu. Ia kecewa dengan dirinya sendiri mengapa harus lalai dalam menjaga sahabatnya itu, ia sudah pernah menghancurkan hidup salah satu sahabatnya yang ia sudah anggap sebagai adik kecilnya. Lalu kemudian itu terjadi lagi, terjadi lagi pada sahabatnya yang ia sudah anggap sebagai saudara nya juga.
"Hikssss... Aku gagal lagi hikssss... Aku-- Moana aku gagal lagi! Hikssss... El aku gagal lagi El" Isak Kayla.
__ADS_1
"Huhhhh... Huhhhh... KENAPA HARUS KALIAN YANG MERASAKANNYA. KENAPA?! MENGAPA BUKAN AKU!! Hikssss... Huhhhh... Huhhhh..."
"Kayla hentikan!! Hikssss... Jangan seperti ini, aku takut. Jangan seperti ini hikssss..." Pinta Elzeyna dengan memberatkan pelukannya lagi agar ketika Kayla memberontak tidak bisa terlepas dari pelukannya.
"Huhhhh... Huhhhh.. Maafkan aku El! hikssss... Maafkan aku"
"Hikssss... Kau tidak salah! Tidak! Kau tidak salah hikssss... semua ini bukan kesalahan kau Kayla. huhhhh... Huhhhh... hikssss... Jangan seperti ini"
"Maafkan aku! Maafkan aku El hikssss..."
"Owekkk"
"Owekkk, owekkk"
*****
"Tuan ini sudah larut malam, anda baru saja terbangun setelah melewati masa kritis anda. Anda harus perbanyak istirahat! Anda tidak ***--"
Bagaiman tidak? Jelas saja Rivanto cerewet dan terus mengoceh menasehati Adam. Wong Adam baru bangun setelah melewati masa kritis nya ia pengen pergi dari rumah sakit, pergi kemana lagi jika bukan untuk menemui Kayla di tengah larut seperti ini.
Padahal jelas, ia harusnya beristirahat tapi karena keras kepalanya itu tidak bisa di cegah. Jadi ia tidak bisa di bantah! Note tanpa terkecuali mommy dan daddy nya. Jawabnya karena ia takut dengan orang tuanya dari pada yang lain.
"Cepat bereskan barangku dan bawa ke apartemen kekasihku. Aku akan tinggal disana untuk beberapa hari kedepan" Titah Adam.
"Tapi tuan-- bagaimana jika nyonya besar dan tuan besar mencari anda? Mereka akan lepas landasan kemungkinan besok. Apa yang harus saya katakan pada keduanya tuan?" Bingung Rivanto.
"Apa yang harus kau katakan tinggal kau katakan saja, sudah jangan banyak bicara lagi. Cepat bantu aku untuk pergi ke rumah kekasihku! Jika tidak gajimu aku potong beserta bonus-bonus mu aku hanguskan" Ancam Adam.
"Tapi tuan-- baiklah"
*****
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan jauh dengan memakan waktu cukup banyak sekitar 2 jam, akhirnya Moana dan Keandra sampai di negara nya kembali. Tepat dimana cuaca yang baru berakhir buruk setelah sebelumnya tidak memungkinkan untuk jet pribadi maupun pesawat lepas landas an kini akhirnya mereka memaksa untuk pulang. Hingga pada akhirnya keduanya kini sampai dengan selamat di bandara.
Seluruh anak buah Keandra pun menyambut dengan menunduk hormat atas kepulangannya Tuan besar dan nyonya besar Galaxy itu. Mengapa kembali? padahal beberapa jam yang lalu Moana terlihat tidak bertenaga setelah terapi nya di jalankan, lalu tiba-tiba mengapa ia kembali? Bahkan dengan Keandra yang setia di sisinya itu.
Flashback beberapa jam yang lalu....
"Kau sudah mencari tau dimana Elzeyna berada suamiku? Apa kata anak buah mu" Tanya Moana pada suaminya itu setelah sambungan telponnya berakhir.
"Sudah, begitu cepat aku mendapatkan nya. Aku pikir akan sedikit sulit" Jawab Keandra.
"Beritahu aku" Pinta Moana dengan tidak sabaran nya.
"Elzeyna... Ia telah menikah dengan Nathaniel" Kata Keandra dengan nada ragu.
"APA?!"
"Menikah? Apa maksudnya?! Apa yang terjadi sebenarnya" Terkejut Moana hingga refleks bangkit dari baringnya.
"Aku tenanglah, aku akan menjelaskan nya" Ujar Keandra dengan panik ketika melihat istri nya itu terkejut dalam berita yang baru saja ia dapatkan.
Bukan hanya Moana yang terkejut saja, tapi dirinya juga. Bagiamana fakta yang ia terima itu benar iapun terkejut ditambah bukti yang jelas ada membuat Keandra terkejut akan semua itu. Dengan perlahan Keandra pun menceritakan informasi yang ia dapat dari anak buahnya pada Moana. Apakah respon Moana diam? Jelas tidak, ia marah, kecewa, sakit hati dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Moana berharap apa yang disampaikan suaminya itu kebohongan tapi setelah menerima sebuah foto pernikahan yang sangat jelas terdapat Elzeyna dan Nathaniel bersanding berdua pun ia akhirnya mau tidak mau percaya. Dan kemudian meminta untuk pulang kenegaraannya karena ingin bersama dengan Elzeyna dan Kayla saat ini.
Moana yakin pasti keduanya tengah membutuhkan nya juga, maka dari itu ia memaksa Keandra suaminya untuk mau pulang ke negara asalnya. Awalnya Keandra menolak keras karena masa pengobatan Moana masih panjang tapi karena ancaman yang ia terima dari Moana pun akhirnya ia mau tidak mau mengabulkan nya dengan syarat Moana akan tetap menjalankan masa pengobatan nya di rumah sakit yang ada di negara nya itu. Dan Moana setuju selagi ia bisa kembali pulang untuk menemui Kayla dan Elzeyna saat ini.
'Aku akan membunuhmu Nathaniel! karena kau istriku mengancamku untuk mati muda dan meninggal aku dengan kedua anakku. Jika tidak dituruti permintaan nya' Batin Keandra dengan kesal.
Maksudnya Keandra adalah Moana mengancam akan membiarkan penyakitnya itu menggerogoti tubuhnya agar nantinya ia mati muda, dan pergi meninggalkan Keandra bersama kedua anaknya di dunia ini. Makanya Keandra setuju untuk kembali pulang walau cuaca sedang buruk, asalkan Moana tidak pergi darinya maka ia akan melakukan apapun itu untuk Moana bisa tetap bersamanya.
Flashback off
__ADS_1