One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Kembali ke filandia


__ADS_3

...Mansion Galaxy...



Setelah acara ucap janji sakral pada tuhan, Moana, Keandra, Kayla, Nathaniel pun kembali ke negara filandia. Dan bahkan bukan hanya mereka, tapi juga Elzeyna.


Elzeyna ikut pulang ke negara filandia bersama yang lainnya, karena Elzeyna sudah memindahkan kantor pusat keluarganya ke negara filandia. Atas izin dari keluarga besar Danantya, Elzeyna diizinkan untuk membangun masa depannya di negara filandia. Negara tempat dimana Moana dan Kayla berasal.


"Istirahat lah" Tutur Keandra.


"Terimakasih" Jawab Moana dengan tersenyum kecil, ketika Keandra sudah menuturkan untuk Moana beristirahat. Moana justru malah enggan untuk pergi hingga membuat Keandra kebingungan lalu kemudian bertanya padanya.


"Ada apa? mengapa kau tak masuk" Tanya Keandra.


"Tidak apa, hanya saja..." Jawab Moana tapi terhenti di akhir katanya.


"Kau tenanglah, aku sudah mengatur ulang tata letak kamar ku yang kini menjadi kamar kita berdua. Kenangan pahit itu, lupakan saja" Ujar Keandra dengan tersenyum manis sambil mengelus pelan puncak kepala Moana.


"Aku akan pergi menemui Kayla dan Elzeyna dulu, aku ingin melihat mereka sebelum aku pergi beristirahat" Ujar Moana.


"Aku akan menemanimu" Tutur Keandra.


"Tidak perlu, kau beristirahatlah. Aku akan pergi sendiri maksudku dengan Bara dan Amar" Tolak halus Moana pada Keandra karena melihat wajah lelah dari Keandra.


Bagaimana tidak lelah, selama masih berada di jerman dan berada di rumah sakit. Keandra selalu bergandang untuk selalu menjaga Moana dan kedua anaknya, ia rela tak tidur demi ketiga orang yang ia sayangi saat itu.


Karena pada saat Moana tertidur, di tengah malam kedua anaknya terkadang suka terbangun karena lapar. Karena Keandra tidak ingin membuat Moana kelelahan lagi, jadi ia memilih untuk mengurus kedua anaknya di waktu yang bersamaan dan menenangkan kedua anaknya dengan memberikan asi. Asi Moana yang sudah Moana taruh di dalam botol bayi sebelumnya untuk berjaga-jaga ketika anaknya lapar di waktu yang bersamaan.


Kayla dan Elzeyna sering melihat Keandra di tengah malam ketika tengah menidurkan kembali anak-anaknya itu, oleh sebab itu keduanya tidak lagi merasa takut ketika menyerahkan Moana pada Keandra nantinya.

__ADS_1


"Aku akan ikut" Kata Keandra dengan tegas karena dirinya tidak mau Moana pergi untuk kesekian kalinya walaupun pada dasarnya penjaga pribadi yang ia terapkan untuk istinya itu sudah ada di sisi Moana.


"Kau lelah, lihatlah wajahmu. Kau diam-diam tidak tidur karena menjaga Mora dan Mano, kau membutuhkan istirahat" Jelas Moana dengan lembut.


"Tapi aku tidak mau kau pergi sendir, Moana" Jawab Keandra.


"Ikutlah denganku" Ajak Moana dengan menarik pelan lengan Keandra untuk pergi bersamanya masuk ke dalam kamar mereka berdua.


...Kamar Keana (Keandra-Moana)...



"Berbaringlah" Titah Moana pada Keandra.


Dengan patuh, Keandra pun pergi membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya itu. Lalu kemudian Moana pun pergi duduk tepat di samping Keandra yang tengah berbaring, kemudian Moana pun mengelus rambut milik Keandra dan mengatakan sesuatu pada Keandra.


"Jika aku tertidur, kau tidak akan pergi bukan? sayang" Tanya Keandra pelan dengan nada yang sayup karena dirinya menahan kantuk yang menyerang dirinya itu.


"Tidak, selagi kau tidak kembali seperti dulu" Balas Moana dengan tersenyum kecil.


"Izinkan aku memelukmu" Pinta Keandra lirih.


"Hmmmm, kemarilah dan peluk aku" Balas Moana tersenyum manis sambil mengusap pelan puncak kepala milik Keandra.


Dibawah pangkuan Moana kepala Keandra yang berada diatas kedua paha Moana itu kini tengah berusaha sekeras mungkin untuk tidak menutup kedua matanya, ditambah belaian tangan yang membelai lembut rambutnya membuat Keandra semakin keras untuk tetap tidak tidur. Karena ia takut nanti Moana akan pergi darinya kembali dan ia tidak menginginkan itu.


Tapi ternyata secara perlahan kedua mata yang tadi dipaksa untuk tetap terbuka akhirnya tertutup setelah beberapa menit kemudian, dan Moana yang melihat bahwa suaminya itu sudah tertidur pun tetap berada di sisi Keandra dan tidak berniat untuk pergi sebelum Keandra benar-benar tertidur dengan pulas.


'Rasa takut yang dulu aku tunjukkan perlahan sudah tidak ada, rasa benci yang aku ingin terus tanamkan di dalam hatiku untukmu sudah lenyap seketika dan itu semua hanya karena perbuatanmu yang menunjukkan bahwa kau benar-benar sedang berjalan ke jalan perubahan. Dan itu juga berkat kehadiran putra dan putri kita' Batin Moana.

__ADS_1


'Sejujurnya, maaf untukmu belum terbuka sepenuhnya saat itu tapi ketika aku tersadar di sepermalam hari, aku melihat kau yang tengah menggendong kedua anak kita untuk kau tenangkan disaat mereka menangis di malam hari. Aku tidak tau mengapa kau tidak membangunkan aku dan kau malah lebih memilih untuk diam dan tidak berkata sesuatu padaku atau bahkan menceritakan sesuatu padaku. Tapi setelahnya aku sadar mengapa kau tidak membangunkan aku, itu semua karena kau tidak mau aku merasa lelah setelah melalui banyak hal tanpamu' Batin Moana.


"Kau mencintaiku tapi caramu salah, kau menyayangiku tapi kau tidak tau bagaimana memperlakukan ku, kau menginginkan aku tapi kau menaruhku ke dalam sangkar yang aku tidak suka. Sekalipun sangkar itu terbuat dari emas, kau memang salah dan kau telah membuat kesalahan. Tapi itu semua bukan berarti kau tidak bisa mengubah semuanya seperti semula, kini kau telah berubah dan belajar dari semua kesalahan mu saat itu dan aku bahagia karena kau bisa mengubah pendapatmu dan menurunkan keegoisan mu" Ucap pelan Moana sambil memandang wajah damai milik Keandra saat ini yang berada di atas pangkuannya.


"Jadilah seorang daddy yang terbaik untuk anak-anak kita, jika bukan untukmu maka tolong untuk anak kita. Berubahlah sebaik mungkin dan nanti kedepan'nya, apa yang kau inginkan akan terbalaskan jika kau benar-benar berubah" Bisik pelan Moana dengan mencium pelan kening Keandra lu setelah itu iapun perlahan menaruh kepala Keandra ke atas bantal yang ada sebagai pengganti paha nya itu.


"Aku sudah tidak takut denganmu" Kata Moana pelan dengan tersenyum kecil memandang Keandra lagi dan lagi lalu setelah itu pergi sambil berkata sesuatu.


"Semoga kau bermimpi indah, suamiku" Lirih Moana dan kemudian iapun pergi.


...Apartemen Kayla...


Jika ditanya apakah apartemen yang di maksud adalah apartemen Kayla sebelumnya? iya atau tidak, maka jawabannya adalah iya. Kayla kembali ke apartemen miliknya sesuai keinginannya sendiri tapi sebelumnya Moana mengajaknya untuk tinggal bersamanya saja, tapi ia menolak dengan alasan bahwa ia tidak bisa karena ia mencintai apartment nya dan tidak ada niatan untuk meninggalkan nya kembali.


Oleh sebab itu, Kayla kembali ke apartemen miliknya yang sudah lama ia tinggalkan ini. Jika dulu ia sendiri berada di apartemen kali ini ia berdua bersama Elzeyna, sebenarnya Elzeyna berniat ingin membeli satu kamar apartemen untuk dirinya sendiri tapi Kayla justru meminta untuk Elzeyna tinggal bersamanya saja. Dan itupun di setujui oleh Elzeyna dan Moana.


"Ah apartemen kesayangan ku, aku akhirnya kembali dan bisa merasakan udara di dalamnya lagi" Ujar Kayla dengan bahagia sambil bersandar di sofa ruang santai apartemen nya itu.


"Tidak buruk, kau punya selera apartemen yang bagus" Puji Elzeyna dengan ikut terduduk di sofa yang tak jauh dari Kayla.


"Kau meremehkan seleraku" Balas Kayla.


"Moana mengatakan bahwa ia akan datang untuk melihat kita" Jawab Elzeyna dengan santai.


"Moana ini, baru saja sampai ke mansionnya kini malah mau bertamu. Apa ia tidak lelah?" Gerutu Kayla dengan tak habis pikir akan Moana.


"Tidak tau, tapi ia berkata bahwa ia ingin benar-benar memastikan bahwa kita sudah berada di apartemen dengan keadaan yang baik. Jika ia sudah memastikan nya maka ia akan tenang nanti ketika akan beristirahat" Jelas Elzeyna.


"Ya Moana memang seperti itu, sudah tidak di hiraukan lagi bukan" Ucap Kayla yang di angguki oleh Elzeyna.

__ADS_1


__ADS_2