One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Melarikan diri


__ADS_3

...Keesokan harinya......


"Jadi seperti itu tuan yang kami prediksi, karena gerak-gerik nyonya muda sudah mulai terlihat aneh ketika kemarin pulang" Jawab salah satu bodyguard Keandra yang di tempatkan disisi Moana yang bernama 'Bara'.


"Ingin lari dan pergi keluar negeri tanpa persetujuan dariku rupanya" Sinis Keandra dengan mengepalkan kedua tangannya.


'Kau mengatakan padaku bahwa aku harus menunggumu, tapi kau mengingkarinya. Maka jangan salahkan aku bila aku bertindak tegas akan dirimu, Moana' Batin Keandra.


"Kunci bandara untuk beberapa bulan kedepan, pastikan tidak ada satupun orang negeri ini keluar negara. Dan pastikan juga dermaga, stasiun, bahkan yang lainnya tutup juga. Karena kucing liarku pasti akan kabur" Titah Keandra dengan nada tegas.


'Kucing liar? Apa yang dimaksud kucing liar itu adalah calon nyonya muda?' Batin Bara.


"Baik tuan"


"Moana kau tidak akan pernah bisa lari dari genggamanku! Sekalipun tidak ada penerus yang akan tumbuh dalam dirimu, aku akan tetap mengikatmu ke dalam sisiku. Kau yang sudah berani datang kedalam kehidupanku maka sekali datang kau tak dapat kembali pergi" Gumam Keandra.


...*****...


"Apakah ini akan berhasil?"


"Sepertinya"


"Aku takut Kayla, bagaiman jika kita ketahuan?" Tanya Moana yang merasa takut ketika menjalankan ide dari Kayla.


Kayla memberikan ide kepada Moana yaitu dengan cara Moana pergi keluar negeri untuk selamanya jika Moana memang tidak menyukai kehadirannya Keandra yang secara mendadak dalam hidupnya itu.


Dengan ide Kayla yang menyuruh Moana untuk menyamar dan pergi secara diam-diam dari pantauan anak buah Keandra. Bahkan saat ini mereka berdua tengah berada didalam sebuah taxi yang mana akan membawa mereka menuju bandara.


"Dengarkan aku Moana"


"Kau tidak menyukai keberadaannya, dan kau tidak bisa melawannya. Apa kau yakin jika kau tidak pergi hidupmu akan bahagia didalam cengkraman tuan Keandra?" Tanya balik Kayla dengan menatap dalam wajah sahabatnya itu.


"Tidak"


"Tapi, tidak bisakah kita pergi dengan cara yang benar? Seperti meminta izin terlebih dahulu" Ujar Moana pada Kayla.


"Moana, apa kau yakin bahwa tuan Keandra akan mengizinkan'mu? Dengan karakter tuan Keandra yang seperti kemarin. Jika kau tidak ingin terbebas tidak apa, kita akan kembali" Balas Kayla.


"Aku hanya ingin kau bahagia, Moana" Lirih pelan Kayla.


"Aku... Aku akan pergi" Jawab Moana tersenyum kecil.


"Benarkah?"


"Iya tentu saja"


"Baiklah"


Ketika Moana dan Kayla tengah asik mengobrol dan membahas tentang kehidupan mereka, tiba-tiba saja mobil taxi yang mereka tumpangi berhenti mendadak. Hingga membuat keduanya yang berada di dalam terpental kedepan.


...Buughhh...


"Aws"

__ADS_1


"Aws"


"Pak ada apa? Mengapa kau berhenti secara mendadak?" Tanya Kayla kepada supir taxi tersebut sambil mengelus pelan keningnya yang tak sengaja terbentur.


"Maafkan saya nona, nona kita telah dikepung oleh orang-orang berpakaian hitam. Lihatlah nona" Panik supir taxi tersebut.


"Orang-orang berbaju hitam?" Gumam Moana yang seketika langsung saja melihat kearah luar.


"Mungkinkah..."


"Nona bagaimana ini" Takut sang supir yang mana untuk pertama kalinya menemukan hal yang seperti ini.


"Pak, kami bahkan menjadi ikut takut" Terang Kayla.


...Tokkkkk tokkkkk...


Ketika orang-orang berbaju hitam tersebut mendekat, sang supir pun memberanikan diri membuka kaca mobilnya karena memang tadi salah satu dari orang-orang berbaju hitam tersebut mengetuk kaca mobilnya.


"Ada apa ya tuan? Mengapa anda memberhentikan laju kendaraan saya" Tanya sopan sang supir.


Sedangkan Moana yang merasa asing dengan orang-orang berbaju hitam pun kini malah berjongkok dan menyembunyikan tubuhnya, dan Kayla yang melihat Moana seperti anak tikus pun malah kebingungan.


"Bisakah anda menurunkan nyonya muda kami, pak?" Tanya balik orang berbaju hitam tersebut.


"Nyonya muda? Apa yang tuan maksud penumpang saya yang berada di belakang?" Bingung sang supir.


"Ya benar"


"Baik tuan"


"Pak sebaiknya anda segera tancapkan gas nya saja, jangan biarkan mereka membawa kami. Saya akan membayar anda lebih" Pinta Kayla dengan memerintah kepada sang supir.


"Nona maafkan saya, saya tidak ingin mengambil resiko terlalu besar. Saya masih ingin menafkahi keluarga saya, mohon kerjasamanya nona" Ujar sang supir.


"Tapi..."


...Tokkkkk tokkkkk...


"Nyonya muda keluarlah, jika anda tidak keluar maka supir taxi yang anda tumpangi ini akan terkena masalah" Ancam Bara pada Moana.


"Bara dan Amar? Mungkinkah..."


"Kayla bagaimana ini" Panik Moana.


"Mo-moana aku juga tidak tau, ini tak sesuai rencana kita. Bagaimana mungkin mereka masih dapat mengenali kita, dan bahkan mengetahui mobil taxi yang kita tumpangi ini" Bingung Kayla.


"Nona saya harap anda berdua ikut dengan mereka, nona tolong pikirkan keluarga saya. Saya tidak ingin terkena masalah" Kata supir taxi tersebut.


"Pak, maaf telah membuat anda takut. Ini ambilah bayaran anda, terimakasih" Ucap Moana dengan tersenyum manis.


"Nona, terimakasih atas pengertiannya anda" Jawab supir taxi itu.


"Sama-sama"

__ADS_1


"Nyonya muda cepatlah keluar" Pinta Amar dengan sedikit dingin.


"Moana kau yakin akan keluar?" Tanya Kayla.


"Iya Kayla, kita tidak bisa bersembunyi dengan menggunakan orang lain. Lebih baik aku menyerah saja dan kembali dengan perjanjian yang ada" Jelas Moana lalu setelah itu iapun turun dengan di ikuti oleh Kayla.


"Nyonya muda, ikutlah kami" Kata Bara dan Amar dengan mengiring Moana menuju sebuah mobil mewah di tengah-tengah sebuah mobil yang menjaga.


"Baik"


"Moana tunggu" Ucap Kayla.


"Kay--"


"Tunggu, kalian mau bawa pergi kemana sahabatku? Tolong lepaskan Kayla. Dia sahabatku, jangan apa-apakan dia" Pinta Moana yang terkejut ketika membalikkan tubuhnya dan melihat Kayla yang dibawa pergi oleh anak buah Keandra yang lain.


"Nona ini perintah, sahabat anda akan baik-baik saja jika anda mau menurut" Tutur Bara.


"Tapi..."


"Nyonya masuklah" Kata Amar dengan membukakan pintu mobil untuk Moana.


"Tapi..."


"Nyonya muda" Panggil Bara.


Tidak ada pilihan lain selain masuk dan menurut untuk saat ini, atau jika tidak. Maka Kayla akan dalam bahaya, Moana tidak percaya bahwa Keandra ternyata adalah orang yang benar-benar kejam. Hanya karena dirinya akan melarikan diri, Keandra sudah menunjukkan sisi gelapnya.


'Aku tak percaya ini, pria yang aku anggap biasa ternyata sangatlah diluar pikiranku. Ini sangat kejam, ia telah mengancamku dengan Kayla' Batin Moana.


"Kita akan pergi kemana?" Tanya Moana kepada Bara dan Amar yang berada di depannya saat ini, tapi keduanya justru malah tidak menjawab pertanyaannya saat ini.


"Amar, Bara" Panggil Moana.


"Nyonya muda, jika kau banyak diam itu akan lebih baik untuk saat ini" Jawab Amar.


"Emmm, baiklah"


...*****...


...Mansion Galaxy...


"Bawa masuk" Titah seseorang dengan aura dingin nya memerintahkan kepada bawahannya untuk segera membawa masuk orang yang ia tunggu-tunggu sejak tadi. Siapa lagi jika bukan Keandra yang mana kini tengah menanti kedatangan Moana.


"Baik tuan" Balas anak buahnya Keandra dengan hormat.


"Nyonya muda, silahkan" Ucap Bara dan Amar dengan hormat mempersilahkan Moana masuk setelah mendengar perintah dari anak buah Keandra tadi bahwasanya Moana dipersilahkan masuk segera.


Hanya sendiri! Karena Amar dan Bara akan pergi menjalankan tugasnya kembali, dan tidak menunggu Moana.


"T-terimakasih"


Dengan langkah yang takut, Moana dengan sekuat tenaga pun memberanikan diri mendekat kearah Keandra yang tengah membelakanginya dengan duduk di sebuah kursi kebesarannya. Jika ditanya Moana berada dimana, jawabannya adalah.

__ADS_1


Moana berada didalam mansion besar keluarga Galaxy, dan kini ia tengah berada didalam ruang kerja milik Keandra.


"Tuan"


__ADS_2