
"Moana aku tak akan melepaskan mu kembali!!" Gumam Keandra dengan memandang sebuah bingkai yang berisi foto Moana.
Saat ketika tengah asik memandang bingkai foto Moana, tiba-tiba saja Adam dan Nathaniel datang secara bersamaan dengan raut wajah yang kebingungan.
"Keandra"
"Hmmmm" Dehem Keandra yang membalas panggilan dari Nathaniel.
"Apa maksud dari berita panas yang tengah trending topik ini?" Tanya Nathaniel yang berpura-pura tak tahu menahu tentang Moana.
Keandra memang tak menaruh curiga pada keduanya, karena saat ketika keduanya berhadapan dengannya. Mereka menunjukkan raut ketidak tahuan nya pada dirinya itu, jelas sudah Keandra menganggap bahwa keduanya berada di pihaknya. Padahal sama sekali tidak.
"Rangkum lah sendiri apa yang di maksud dari berita itu... kau bisa menyimpulkan nya sendiri" Jawab Keandra dengan datar.
"Bukankah dengan cara kau membuat topik panas ini keseluruhan dunia, maka Moana akan berhati-hati untuk tidak keluar bukan? kau salah dalam mengambil tindakan seharusnya kan... kau seharusnya memancingnya untuk keluar dari tempat persembunyian nya, bukan malah membuatnya waspada akan sekitar" Tutur Adam pada Keandra.
"Benar, bukankah jika seperti itu kau malah lebih menjauhkan nya? aku rasa Adam benar. Kali ini kau salah dalam mengambil langkah" Timpa Nathaniel pada Keandra.
Mendengar pengakuan dari kedua sahabatnya itu, seketika Keandra pun terdiam dan tak merespon kembali. Seakan telah memikirkan kembali rencananya, tiba-tiba saja Keandra mengambil hendphonenya dan mulai mengutak-atik sesuatu lalu setelah itu iapun menaruhnya kembali.
"Keandra kau seb--" Ucap Adam tapi terpotong ketika mendengar suara notifikasi dari hendpone nya.
"Keandra apa yang kau lakukan? postingan mu... kau!" Tanya Adam dengan nada sedikit kesal.
"Ada apa? mengapa kau terlihat sangat kesal, apa kau menyukai Kayla" Tanya balik Keandra dengan menatap dalam wajah Adam.
"Bukan seperti itu, jika kau seperti ini bukankah sama saja kau telah membuat Kayla menjadi tersangka atas kepergiannya Moana" Jawab Adam dengan menjelaskan kepada Keandra.
"Biarkan saja, jika seperti itu maka kedepan nya akan bagus" Balas Keandra dengan santainya.
"Untukmu dan bukan untuk nya, setidaknya kau pikirkan lah kehidupannya... jangan egois" Ujar Adam.
"Kenapa?"
"Sudahlah, apa gunanya berdebat denganmu" Tutur Adam lalu pergi begitu saja setelah melihat wajah Keandra yang lama-kelamaan membuatnya menjadi kesal.
...Bruuukkkk...
Kepergian Adam dengan kekesalan nya pun, mampu membuat Keandra kebingungan hingga berfikir apa yang membuat Adam terlihat kesal padanya. Lalu Nathaniel? ia justru malah diam sambil memandang pintu ruangan Keandra yang tertutup rapat.
'Adam bodoh, tanpa sengaja hampir membuat Keandra curiga padanya. Aku sudah menduga bahwa ia memang sudah menyukai Kayla' Batin Nathaniel.
"Mungkinkah ia kesal karena ke egois mu?" Gumam Nathaniel dengan melirik wajah Keandra.
"Apa untungnya dia kesal padaku??" Bingung Keandra dengan bertanya.
__ADS_1
"Entahlah"
...*****...
...Sisi Moana......
"Apa-apaan ini!!" Kesal Elzeyna dengan menunjukan layar hendphonenya kepada Moana dan Kayla.
"Bajingan itu!! sialan, beraninya ia menaruh foto ku kedalam akun media sosial nya" Marah Kayla.
"....." Moana.
"Sialan"
"Bukankah ini sudah kelewatan? ia berani memosting fotomu ke dalam sosial media nya tanpa persetujuan darimu. Bahkan hingga trending topik namamu saat ini, semua orang berfikir bahwa kaulah yang telah memprovokasi Moana untuk pergi dari Keandra" Ujar Elzeyna pada keduanya.
"Memang penerus galaxy itu sangat brengsek! seperti kotoran, bahkan ia tidak berniat melepaskan Moana dan bahkan kini diriku juga" Kesal Kayla.
"Kayla maafkan aku..."
"Karena aku kau terlibat akan ini, jika aku menyerah. Mungkinkah ini akan berakhir dan kau akan bebas?" Kata Moana dengan lirih.
"Tidak Moana. Jangan katakan seperti itu, ingatlah kita sudah bahagia, biarkan saja bajingan itu mencari kita ke seluruh pelosok negeri. Biarkan saja apa yang ia rencanakan, sebaiknya kau tak perlu memikirkan hal ini karena aku akan membantu kalian" Terang Elzeyna dengan menggenggam erat kedua tangan Moana dan Kayla.
"Bagaimana nantinya kita berhadapan dengan dunia? semua karyawan mu, pasti sudah mengetahui tentang berita ini. Mungkinkah mereka akan memberitahu kepada Keandra mengenai keberadaan kami??" Tanya Kayla pada Elzeyna.
"Bagaimana bisa fokus jika kehidupan ku menjadi seperti ini berkat bajingan Keandra itu, jika seperti ini aku sudah tidak bisa keluar dan pergi untuk bekerja" Marah Kayla.
"Kau bisa bekerja dari rumah Kayla, aku mengizinkan mu untuk bekerja dari rumah. Bersama Moana, jadi... Moana bisa terus kau pantau jika seperti itu" Tutur Elzeyna.
"Sebaiknya tidak, aku terlalu merepotkan dirimu" Kata Kayla yang menolak halus tuturan dari Elzeyna.
"Lalu...?"
"....." Bukannya menjawab, Kayla justru malah tersenyum miring sambil memandang satu persatu wajah keduanya yaitu Moana dan Elzeyna.
Moana dan Elzeyna yang melihat senyuman aneh dari Kayla pun seketika merasa aneh, aneh karena tiba-tiba saja Kayla tersenyum miring dan menatap wajah mereka secara bergantian.
'Rencana apa yang didapatkan oleh Kayla?' Batin Moana.
"Rencana apa yang ada di pikiranmu?" Tanya Moana pada Kayla.
"Kau akan tau besok" Balas Kayla.
"Kau tau?" Tanya Moana pada Elzeyna.
"Tidak" Jawab Elzeyna dengan menggelengkan kepalanya sambil membalas tatapan dari Moana.
...Dreetttt... dreetttt.......
__ADS_1
Ketika Moana dan Elzeyna tengah saling pandang satu sama lain karena merasa bingung akan perubahan Kayla untuk sesaat dan Kayla yang tengah memikirkan rencana nya untuk besok. Tiba-tiba saja mereka di kagetkan oleh deringan hendphone milik Moana.
Moana pun hendak ingin mengambil hendphonenya, tapi lebih dulu di rebut oleh Kayla dan kemudian Kayla lah yang menjawab panggilan masuk dari Adam. Ya Adam siapa lagi jika bukan dia yang bisa tau dengan nomor hendphone Moana yang baru itu.
^^^Moana (Kayla): Ada apa.^^^
Adam📞: Berikan pada Moana.
^^^Moana (Kayla): Katakan saja padaku, bukankah sama saja.^^^
Adam📞: Huuuffff... apa Moana sudah meli--.
^^^Moana (Kayla): Sudah, sahabat bajingan mu itu berani menaruh foto ku ke dalam akun media nya tanpa persetujuan dariku.^^^
^^^Moana (Kayla): Dengan postingan nya itu membuatku menjadi tidak bisa pergi dengan bebas, ck. Jika seperti ini terus bagaimana aku akan menafkahi Moana? sialan.^^^
Adam📞: Berikan nomor rekening mu, tiap bulannya aku akan mengirimkan uang padamu. Untuk kau dan Moana.
^^^Moana (Kayla): Kau yakin aku akan meneri--.^^^
Adam📞: Aku tidak menerima kata penolakan dari mulutmu, pikirkan tentang kehidupan mu dan Moana. Jangan pikirkan tentang hidup mu saja, bodoh.
^^^Moana (Kayla): Sungguh, jika aku berada di dekatmu sudah aku hancurkan masa depanmu. Beraninya kau mengataiku!.^^^
Adam📞: Kirimkan nomor rekening mu segera, dan ya... aku akan membantu menurunkan rangking trending topik fotomu itu.
^^^Moana (Kayla): Ya baiklahh. Kau tau aku tidak akan berterimakasih padamu bukan? jadi... jika sudah tidak ada berkepentingan lagi aku akan menutupnya.^^^
Adam📞: Kau tidak penting untukku, dan aku tidak perduli tentang ucapan balasan darimu.
^^^Moana (Kayla): Cihhh, yasudah.^^^
Tut.
"Nah, ambilah hendphone mu" Ucap Kayla dengan mengembalikan hendphone milik Moana pada Moana yang kini tengah melamun.
"Moana"
"Hey Moana, apa yang kau pikirkan?" Tanya Elzeyna dengan menyadarkan Moana dalam lamunannya itu.
"Aku hanya sedang berfikir, untuk apa Adam membantu kami sampai sejauh ini. Kesalahan saat itu bukan sepenuhnya salahnya, jadi ia seharusnya sudah selesai dalam membalas kesalahan waktu itu pada kami bukan" Kata Moana.
"Kau benar, tapi aku lihat-lihat tingkah ia ketika menelponmu bagaikan ia bukan sedang menembus kesalahannya" Ujar Elzeyna.
"Maksudmu?" Tanya Kayla dengan serius.
"Mungkinkah ia menaruh perasaan di antara kalian? karena tidak mungkin seorang pria sebegitu perduli nya pada wanita jika ia tidak menaruh perasaan di antara kalian berdua" Jelas Elzeyna.
Mendengar penjelasan dari Elzeyna, Kayla dan Moana pun seketika saling pandang satu sama lain. Lalu kemudian mulai tertawa secara bersamaan hingga membuat Elzeyna menatap malas wajah mereka.
__ADS_1