
...Malam harinya......
Ketika semua sudah berkumpul di dalam ruang tamu setelah bermakan malam, kini hanya tersisa Keandra saja yang belum datang setelah melakukan aktivitas makan malamnya itu. Batang hidungnya belum kembali terlihat sedikit pun, padahal aktifitas makan malamnya itu sudah berakhir sejak 30 menit yang lalu.
"Moana apa Keandra tidak akan turun juga? Ini sudah 30 menit ia membuat kita mengunggu, sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?" Tanya Adam dengan menatap datar wajah Kayla, padahal ia jelas tengah berbicara pada Moana.
Kayla sadar akan tatapan Adam yang datar itu, tapi ia bertingkah seolah tidak tau dan asik memainkan ponsel miliknya. Bahkan memang saat di dalam kamar baby twins serta di meja makan, Adam sudah memperhatikan terus raut wajah Kayla.
Sejujurnya Kayla risih akan tatapan Adam, tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja karena ia malas dalam menghadapi Adam saat ini, apalagi ditambah kini ia tengah membalas pesan dari Reyfano. Bukan ada apa-apa, hanya sekedar meminta sv back satu sama lain saja dan saling bertanya kabar sedang apa. Hanya itu.
"Aku akan menyusulnya, kalian tunggulah disini" Tutur Moana yang di angguki oleh semua orang.
Setelah mengatakannya, Moana langsung saja pergi menuju kamar miliknya yang mana kemungkinan Keandra berada disana, tapi ketika dirinya hendak ke kamar miliknya. Moana tidak sengaja melihat pintu kamar kedua anaknya terbuka, dan ia pun dengan cepat melihat keadaan kedua anaknya.
Betapa terharunya Moana ketika melihat bahwa suaminya itu tengah menenangkan kedua anaknya dalam sekali gendongan, kedua anaknya mungkin menangis dan Keandra dengan sigap menggendong kedua anaknya dengan tanpa bantuan dari Moana. Pemandangan itu kini sedang di saksikan oleh Moana tanpa mau mengganggu Keandra yang masih belajar untuk menidurkan kembali kedua anaknya itu.
"Mommy mu marah pada daddy karena membuat mu menangis, lalu daddy mendapatkan hukuman. Hahh... mommy melarang daddy untuk tidak menyentuh kalian, tapi kalian menangis dan tidak mau berhenti. Jadi daddy melanggarnya lagi, kemungkinan daddy akan mendapatkan hukuman daddy kembali dari mommy karena melanggar hukum nya ditambah daddy belum kembali ke bawah sampai saat ini" Lirih Keandra pelan.
"Sayang, tidur ya nak. Jangan takut daddy akan menjaga kalian. Kalian menangis mungkin karena takut bukan, karena daddy sudah disini jadi tidak ada yang perlu kembali di takutkan. Maka tidurlah sayang" Bisik Keandra pelan yang masih bisa di dengar oleh Moana yang masih setia berdiri di belakang Keandra.
"Ada apa dengan Mora dan Mano?" Tanya Moana pelan agar tidak mengagetkan Keandra dan kedua anaknya yang tertidur itu hanya saja belum lelap. Tapi tetap saja Keandra terkejut ketika mendengar suara pelan Moana itu.
"Sayang" Panggil Keandra dengan gelagapan karena Moana datang dan melihat dirinya menggendong kedua anaknya itu, padahal ia sudah di peringati untuk tidak mendekati putranya dan putrinya itu.
"Jawablah pertanyaan ku" Pinta Moana dengan mengambil salah satu anaknya yaitu Mano dalam gendongan Keandra.
Dengan sangat cekatan, Moana berhasil mengambil alih putranya dari Keandra yang terlihat kesusahan ketika menggendong si kembar. Setelahnya Moana kembali menatap wajah sang suami yaitu Keandra dengan intens.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaan?" Bingung Moana.
"Maaf"
"Untuk?" Tanya Moana dengan kebingungan sampai membuat dirinya mengerutkan keningnya itu.
"Aku melanggar hukum ku padamu untuk tidak mendekat ke arah si kembar, tapi itu karena aku tidak bisa melihat mereka menangis yang mana mereka berdua tidak nyaman akan posisi tidurnya tadi. Oleh sebab itu aku menggendongnya" Jelas Keandra lembut.
"....." Moana.
"Kau marah?" Tanya Keandra.
"Aku akan terima hukuman ku lagi, bahkan jika kau menghukum ku untuk tidur di ruang tamu selama 1 bulan pun aku akan menurutinya. Lagi pula aku bersalah telah melanggar perintah mu" Tutur Keandra dengan tersenyum manis.
Mendengar hal tersebut yang terlontar dari mulut Keandra. Moana justru tersenyum hal hasil malah membuat Keandra mengerut kan keningnya karena merasa bingung pada istrinya itu, bukankah seharusnya Moana akan marah padanya? Justru mengapa Moana malah tersenyum padanya.
"Tidak, tidak apa. Hanya saja aku tidak akan menghukum mu, lupakan saja bahwa aku memberikan hukuman padamu sebelumnya" Ucap Moana.
"Hah"
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa"
"Sebaiknya kau turunlah lebih dulu, aku akan menaruh mereka. Mereka sepertinya sudah tertidur dengan pulas" Tutur Moana.
"Biarkan aku membantumu" Pinta Keandra.
__ADS_1
"Baiklah"
...*****...
...Sisi lain......
Kayla dengan santainya masih memainkan ponselnya sampai nanti dimana Moana dan Keandra datang maka ia akan berhenti, sesekali ia tersenyum manis ketika membaca pesan-pesan dari Reyfano yang membuatnya tersenyum. Padahal ia sedari tadi hanya membalas pesan-pesan yang Reyfano kirimkan sangat singkat, tapi pesan yang Reyfano kirimkan itu sangat panjang dan beranak apalagi ditambah kini Reyfano tengah bercerita lucu di dalam isi pesannya itu.
Dan dapat dilihat dari wajah tersenyum nya Kayla bahwa ia menyukai cerita yang Reyfano ceritakan saat itu, dan kini juga dapat dilihat dari sudut pandang yang lain bahwa Adam seketika menjadi kesal dan jengkel ketika melihat raut wajah Kayla yang terus tersenyum tanpa melihat kondisi di hadapannya yang tengah kepanasan.
Adam📩: Apa yang membuatmu tersenyum seperti orang gila sedari tadi.
Pesan Adam untuk Kayla, sambil menatap wajah Kayla yang masih fokus pada suatu hal. Kayla yang tak kunjung membalas pesan Adam pun kembali membuat Adam bertambah kesal, padahal Adam sengaja menatapnya sedari tadi karena ingin melihat apakah Kayla peka akan tatapan yang ia berikan atau tidak, dan jawabannya tidak.
Adam📩: Sepertinya kau sangat bahagia mendapatkan pesan dari seseorang sampai tidak membalas pesanku.
Adam📩: Bukan begitu Kayla?.
Pesan kembali Adam untuk Kayla dan lagi-lagi Kayla tidak membalas pesan nya dan justru malah semakin asik dalam percakapan antara dirinya dan Reyfano. Hingga tidak sadar bahwa ia mendapatkan sebuah notifikasi pesan masuk dari Adam.
"Dimana Keandra?! Apakah ia masih lama untuk turun, apa yang ia lakukan sebenarnya" Kesal Adam dengan membuka pembicaraan yang kini tengah sunyi. Alhasil semua orang pun menatap kearahnya, baik Nathaniel, Elzeyna serta Kayla. Ya, Kayla.
"Kau kenapa Adam? Sepertinya suasana hatimu memburuk seketika, apa yang membuatmu kesal" Tanya Nathaniel yang tau bahwa sahabat nya itu kini tengah dalam kondisi yang buruk. Mood nya lebih tepatnya yang buruk.
"Tidak ada" Ketus Adam sambil menatap wajah Kayla tajam.
Kayla yang mendapatkan tatapan tajam dari Adam pun seketika terheran, terheran mengapa Adam menatapnya sangat tajam bagaikan tengah mengincar nya sebagai mangsanya itu. Tidak ingin ambil pusing, Kayla kembali memainkan ponselnya dan kali ini Kayla baru melihat pesan beberapa menit yang lalu dari Adam.
__ADS_1
'Pesan dari Adam? apa ini, mengapa ia mengirimkan pesan ini. Apakah ini ada kaitannya dengan ekspresi wajahnya saat ini?' Batin Kayla.