One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Penjelasan Elzeyna


__ADS_3

"Kanker otak stadium 3. Moana, jelaskan padaku mengapa kau menyembunyikan nya" Ucap Keandra dengan sedikit keras.


"Kanker?"


"Masih tidak mau jujur" Ujar Keandra dengan menghampiri Moana.


"Aku tidak mengerti sedari tadi kau mengatakan apa padaku, bahkan saat ini juga. Apa yang aku sembunyikan? dan siapa yang terkena kanker?" Jelas Moana dengan menunjukan raut wajah bingung nya.


"Kau Moana, kau menyembunyikan penyakit mu selama ini. Apa kau tidak tau betapa kerasnya Kayla mencari dokter ahli kanker? bahkan saat ini Elzeyna juga ikut mencari dokter ahli kanker untukmu, baru saja Elzeyna mengatakan padaku bahwa kau besok akan segera berangkat ke negara C untuk melakukan perawatan" Tutur Keandra pada Moana.


"D-dari mana mereka tau?" Tanya Moana dengan menatap wajah Keandra dengan tatapan tak percaya.


Memang benar, Moana terkena penyakit kanker otak stadium 3 sudah lama sebelum ia bertemu dengan Keandra untuk pertama kalinya. Tapi saat itu ia masih berada di stadium 1 hingga lama kelamaan menjadi 2 dan kini menjadi stadium 3, diam-diam Moana selalu rutin untuk melakukan kemoterapi, tapi saat Moana pergi ke negara J untuk bersembunyi dari Keandra. Moana pun tidak lagi pergi melakukan pengobatan rutin nya itu, dan dari situ Moana hanya rutin untuk minum obat saja hingga tanpa sadar Kayla mengetahuinya.


Saat dimana Kayla mencari keberadaan Moana (saat masih di jerman) Kayla pun masuk ke dalam kamar Moana dan tak sengaja melihat bekas botol obat Moana, saat itu Kayla tidak mengetahui obat apa tapi Kayla pun bertanya pada dokter melalui online. Dan ketika mengetahui nya bahwa botol obat tersebut adalah botol obat untuk seseorang yang mengidap penyakit kanker. Betapa terkejutnya Kayla saat mengetahuinya saat itu.


"Kau ceroboh dalam menyembunyikan botol obat mu, hingga Kayla penasaran sampai ia memfoto nya dan bertanya pada seorang dokter. Botol obat apa yang kau minum selama ini" Kata Keandra dengan nada sedikit datar.


"Kalian sudah mengetahuinya, jadi tidak ada alasan lagi untuk aku menyembunyikan nya" Ucap Moana dengan tersenyum manis.


...Grepppp...


"Aku akan membuatmu sembuh" Lirih Keandra dengan menarik tubuh Moana kedalam pelukannya.


"Apakah aku bisa sembuh?" Tanya Moana dengan lirih pula.


"Tentu saja, aku pasti akan membuatmu sembuh! apapun itu, cara apapun itu aku akan melakukannya asalkan kau sembuh dan tetap berada di samping ku dan anak-anak" Jawab Keandra dengan perlahan melepaskan pelukannya karena ingin menatap wajah lirih Moana.


"Aku berjanji akan membuatmu sembuh, teruslah berusaha untuk hidupmu. Jangan pernah sesekali menyerah, ingatlah bahwa aku dan anak-anak membutuhkan mu" Tegas Keandra.


"Baik"


...*****...


"Benarkah El?" Tanya Kayla pada Elzeyna yang mana kini mereka tengah bertemu di suatu cafe yang tak jauh dari kantor Galaxy Grup's.


"Tentu saja, besok adalah waktu yang tepat untuk Moana berangkat menuju ke negara C. Karena semakin cepat ia melakukan perawatan maka semakin baik untuknya" Jelas Elzeyna yang habis menceritakan bahwa dirinya sudah menemukan dokter ahli kanker yang berasal dari keluarganya itu.


"Aku bahkan sudah mengatakan nya pada Keandra, dan ia bahkan berkata bahwa para dokter ahli kanker miliknya dari negara E dan S juga akan ia kirimkan ke negara C untuk membantu dokter Arthur merawat Moana" Ucap Elzeyna kembali.

__ADS_1


"Apa Moana sudah setuju?" Tanya Kayla dengan nada tak yakin.


"Moana sudah setuju, dan ia juga setuju bahwa selama ia menjalankan perawatan di negara C ia tidak akan mengkhawatirkan Mora dan Mano. Bagaimana pun juga si kembar tidak bisa ikut pergi ke sana, karena mereka masih terlalu kecil untuk berpergian jauh, untuk itu kita yang akan merawat si kembar selama masa perawatan Moana" Terang Elzeyna kembali.


"Hmmmm, benar"


"Dan Kayla, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Kata Elzeyna.


"Apa itu"


"Saat tadi ketika aku telah selesai melakukan meeting bersama presdir dari perusahaan Pramudya, aku tidak sengaja menabraknya karena terlalu asik memainkan ponselku. Dan apa kau tau? saat aku menabraknya aku tidak sengaja menjatuhkan ponselnya dan saat aku mengambilnya untuk diberikan kepada dirinya. Aku melihat fotomu yang ia jadikan wallpaper ponselnya, awal nya aku mengira mungkin penglihatan ku salah tapi sekretaris ku mengatakan bahwa memang orang yang berada di dalam foto tersebut adalah kau" Cerita Elzeyna dengan ekspresi yang serius.


"Aku? fotoku di jadikan tampilan layar ponsel?? ha untuk apa?!" Terkejut Kayla yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Kau mempunyai hubungan yang spesial dengan presdir pramudya?" Tanya Elzeyna.


"Bodoh, tentu saja tidak. Aku bahwa baru saja bertemu dengannya saat tadi ketika berada di kantor, saat dimana aku tengah mencari berkas dan saat dimana ketika aku hendak masuk ke dalam ruangan Keandra" Jawab Kayla ketus.


"Tidak mungkin bukan kau mempunyai hubungan istimewa dengan presdir pramudya diam-diam? apalagi sampai presdir pramudya melakukan hal aneh, tanpa adanya status tertentu. Mana mungkin ia menjadikan fotomu sebagai tampilan layar ponsel milik nya" Sindir Elzeyna dengan tersenyum mengejek.


"Sungguh aku tak memiliki hubungan apapun dengan nya, aku tak mengerti mengapa ia melakukan itu. Lagi pula aku memang baru bertemu dengannya saat tadi" Tegas Kayla dengan menunjukan raut wajah yang meyakinkan.


"Lalu mengapa presdir pramudya melakukan itu?" Tanya Elzeyna dengan kebingungan.


"Aku tidak tau"


...Dreetttt... dreetttt......


Saat keduanya tengah asik melamun untuk sesaat, tiba-tiba saja ponsel milik Kayla berdering dengan kencang hingga membuat Kayla dan Elzeyna tersadar dari lamunannya itu.


"Siapa?"


"Ck. Bajingan itu" Jawab Kayla dengan malas.


"Adam?"


"Tentu saja, siapa lagi jika bukan dirinya" Kesal Kayla yang enggan untuk menjawab ataupun mengangkat panggilan masuk dari Adam tersebut.


"Kau tidak mau mengangkat nya?" Tanya Elzeyna lagi dan lagi.

__ADS_1


"Tidak"


"Bagaimana jika ia membutuhkan sesuatu yang menyangkut pekerjaan" Ucap Elzeyna.


"Haisss... menyebalkan! andai aku tidak mengenalnya mungkin aku tidak akan merasakan hal yang merepotkan ini, dimana hari-hari dipenuhi oleh bajingan itu" Geram Kayla dengan mengangkat telpon dari Adam setelah beberapa saat ia diamankan.


^^^Kayla: Mengganggu saja, ada apa?.^^^


Adam📞: Kau dimana?.


^^^Kayla: Katakan saja apa urusan mu denganku, jika tidak penting aku akan menutup panggilan nya.^^^


Adam📞: Tutuplah kalau kau berani.


Tut.


"Cih"


"Kau sungguh menutupnya? HAHAH" Tawa Elzeyna yang melihat kelakuan Kayla pada Adam.


"Ia meremehkan ku, apa dia pikir aku tidak akan menutup panggilan nya" Ketus Kayla dengan menyandarkan tubuhnya sandaran kursi cafe tersebut.


...Dreetttt... dreetttt......


"Dia menelpon mu lagi" Kata Elzeyna.


"Ah sudahlah aku tak akan mengurusnya, biarkan saja" Gerutu Kayla yang kesal akan Adam yang sudah seharian ini telah mengganggu nya.


"Puuuttffff"


"Keluarkan suara tawamu jika kau ingin tertawa, jangan menahan nya" Kesal Kayla pada Elzeyna.


"Hahahaha, kalian ini sangat lucu" Tawa Elzeyna dengan menggelengkan kepalanya kecil.


"Tidak ada yang lucu dasar gila"


"Sungguh kau lucu jika kau sedang marah pada Adam" Ujar Elzeyna.


"Diamlah"

__ADS_1


__ADS_2