One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Kedatangan Adam


__ADS_3

...Beberapa hari kemudian......


"Paman bantu aku sebentar, aku ingin memindahkan ini kedepan halaman" Pinta Moana kepada Andre.


"Moana berikan pada paman, itu sangat berat kau pasti tidak akan bisa menahan beratnya itu terlalu lama. Kau akan terluka nanti" Ucap Andre dengan terburu-buru menghampiri Moana dan membantu Moana untuk mengangkat meja yang mana akan Moana pindahkan ke depan halaman nantinya.


"Wah paman terimakasih" Jawab Moana yang berterimakasih karena Andre mau membantunya.


"Haishhh anak ini, Moana lain kali kau tak boleh mengangkat beda yang begitu berat ini. Bagaimana jika kau jatuh lalu terluka atau bagaimana jika kau tertimpa ini?" Marah sang paman kepada Moana.


"Oh baiklah paman, jangan marah. Aku tak akan mengulanginya kembali" Balas Moana dengan tersenyum manis.


"Ya itu lebih baik"


"Moanaaaaa" Teriak seseorang dengan berlarian mendekati kearahnya dengan sebuah piring putih di tangannya.


"Ada apa? kau berlarian dan berteriak aku berharap kau tak terjatuh, dan itupun sesuai harapanku" Kata Moana dengan menatap wajah Kayla dengan pandangan seperti ia tengah menatap anak kecil.


"Cicipilah, aku baru saja selesai memasaknya. Ini sedikit hangus tapi sepertinya bisa dimakan" Ujar Kayla dengan memberikan sesuatu yang baru saja ia buat.



"Bagaimana dengan rasanya? aku membuat adonan ini untuk menjadi roti itu memakan cukup waktu bagi aku yang tak pernah membuatnya. Apakah ia lembut teksturnya? Atau keras" Tanya Kayla dengan meminta jawaban dari Moana.


"Ini tak buruk, dan ini enak. Hanya saja sedikit hangus lain kali buatkan aku yang tak hangus. Sungguh aku tak berbohong mengenai tekstur yang kau minta aku rasa ini sangat lembut dan aku menyukainya" Jawab Moana dengan jujur.


"Benarkah?"


"Hm-hm... kau dapat mencobanya jika kau mau" Ujar Moana.


"Tidak, aku sudah cukup mendapat jawaban darimu. Memang sepertinya aku harus lebih teliti mengatur jadwal oven nya. Agar tak sedikit hangus seperti ini" Tutur Kayla kepada dirinya sendiri.


"Ini sudah menjadi hasil yang baik"


"Ya menurutmu"

__ADS_1


"Hahaha"


Andre yang tadi pergi keluar untuk membawa meja yang tadi Moana berikan padanya pun kini sudah kembali masuk dengan raut wajah yang tak dapat di artikan, Moana dan Kayla pun seketika saling pandang dan saling mengangkat sebelah alisnya ke atas.


"Paman ada apa dengan ekspresi wajah mu?" Tanya Kayla dengan mengerutkan keningnya.


"Paman katakanlah ada apa?" Tanya Moana juga kepada Andre.


"Ada yang datang dan ingin menemuimu, Moana" Jawab Andre dengan berkata bahwa ada seseorang yang datang dan ingin menemui Moana.


"Siapa?"


"Paman tidak tau, karena orang itu tidak ingin menyebut namanya" Balas Andre.


Mendengar hal tersebut, Moana pun berfikir siapa yang ingin menemuinya. Tapi tanpa membuang waktu Moana pun pergi berjalan keluar di ikuti oleh Kayla dan Andre secara bersamaan di belakang Moana.


Ketika Moana keluar dan melihat siapa yang datang menemuinya, seketika jantungnya pun berhenti berdetak. Dan Kayla yang melihat siapa orang yang ingin menemui Moana pun seketika mengepalkan kedua tangannya dan menatap marah wajah orang tersebut. Sedangkan Andre ia tak tau menahu siapa orang yang bertamu itu.


"Moana" Panggil orang tersebut dengan pelan.


"Apa yang ingin kau lakukan! Untuk apa kau mencari kami? Adam" Geram Kayla dengan menatap benci wajah Adam.


Adam? ya Adam Malik Bagaskara, penerus keluarga Bagaskara itu. Orang terpandang setelah Keandra sekaligus sahabat dari Keandra Narendra Galaxy sendiri. Yang datang dengan menemui Moana.


"Kayla"


"Apa? apa yang kau inginkan. Pergilahhh" Usir Kayla dengan marahnya meminta untuk Adam segera pergi dari rumahnya itu.


"Aku ingin berbicara sesuatu pada Moana sebentar, setelah itu aku akan pergi. Sendiri" Balas Adam pada Kayla.


"Tidak akan aku biarkan kau kembali membawa Moana. Katakan pada tuanmu itu bahwa aku tak akan membiarkan kau membawanya kembali" Tegas Kayla.


"Aku ingin berbicara sebentar dengan Moana, dan aku berjanji bahwa aku tak akan membawa Moana pergi darimu" Janji Adam dengan wajah yang meyakinkan.


"Tidak bisa"

__ADS_1


"Kayla biarkan Adam berbicara denganku, jika sudah ia akan pergi. Bukankah itu janjinya barusan" Ujar Moana pada Kayla.


"Tidak bisa, bagaimana jika ia mengingkarinya dan membawa paksa dirimu pergi" Tolak Kayla.


"Percayalah padanya walau hanya sekali" Kata Moana dengan meyakinkan Kayla.


"Tapi..."


"Ada paman"


"Baiklahh"


Dengan berat hati, Kayla pun memberikan Moana untuk ikut pergi bersama Adam sesaat. Karena Adam ingin menyampaikan sesuatu kepada Moana yang begitu penting, setelah itu ia Adam akan menepati janjinya untuk pergi dan tidak membawa Moana pergi secara paksa kembali.


"Ikutlah denganku sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi tidak di hadapan mereka, mobil ku tak jauh dari sini" Pinta Adam.


"Hmmmm"


Dengan patuh, Moana pun mengikuti langkah Adam dengan pelan untuk menuju mobil milik Adam yang tak jauh terparkir dari halaman rumah Kayla. Ketika mereka sampai, Adam pun meminta Moana untuk masuk kedalam terlebih dahulu.


Awalnya Moana ragu, tapi Adam berjanji dan meyakinkan kembali pada Moana bahwa ia tidak akan menyakiti nya. Dan kemudian pun Moana masuk kedalam.


Ketika melihat Moana masuk ke dalam mobil milik Adam, Kayla pun menjadi gelisah kembali dan mondar mandir tidak jelas di hadapan Andre yang sedari tadi diam dan tidak berbicara. Karena ia sebenarnya tengah di landa kebingungan, Andre bertanya-tanya dalam dirinya sendiri sebenarnya siapa pria tampan yang meminta Moana untuk berbicara itu.


Setelah Andre sadar dari lamunannya, iapun langsung saja bertanya pada Kayla siapa pria tampan tadi. Dan ketika Kayla menjawab dan menjelaskan kini Andre pun mengangguk sebagai tanda mengerti.


...15 menit telah berlalu......


Sudah lima belas menit Moana berada di dalam mobil Adam tapi Moana tak kunjung juga keluar untuk menampakkan dirinya walau hanya batang hidungnya saja. Dan itupun berhasil membuat Kayla semakin khawatir terhadap Moana, sebenarnya apa yang mereka berdua bicarakan hingga membuat Moana belum juga keluar dari dalam mobil Adam.


"Mengapa mereka masih belum keluar? apa yang sebenarnya mereka sedang bicarakan, mengapa sedari tadi belum selesai" Gumam Kayla dengan bertanya-tanya terus pada dirinya sendiri.


"Kau tenanglah nak, jangan khawatir Moana pasti baik-baik saja. Mungkin ia lama keluar karena pembahasan nya sangat penting, jika tak penting bagaimana mungkin mereka lama seperti ini" Jelas Andre dengan meyakinkan Kayla sang keponakan nya itu untuk tidak terlalu mengkhawatirkan Moana saat ini.


Bukan Andre tak perduli, tapi Andre yakin bahwa Moana memang baik-baik saja dan ia sampai saat ini masih membahas sesuatu yang begitu penting bersama dengan Adam.

__ADS_1


__ADS_2