
"Tolong jangan lanjutkan ini hikssss... Aniel" Tangis Elzeyna dengan nada memohon karena Nathaniel terus saja memberikan sebuah tanda kepemilikan nya pada leher jenjangnya itu.
Tidak, Nathaniel belum menyentuh seluruh tubuh Elzeyna. Ia hanya baru memberikan tanda kepemilikan nya saja, dengan sangat gemas Nathaniel terus menggigit kecil setiap kulit bagian leher milik Elzeyna.
"Menikahlah denganku" Lirih Nathaniel.
"Tapi tolong hentikan ini! Hikssss... Aku tidak ingin seperti ini Aniel, aku akan menyetujui permintaan mu tapi tolong hentikan ini" Jawab Elzeyna lemas karena tidak bisa memberontak lagi setelah sebelumnya dirinya itu memberontak secara keras.
Tenaga nya sudah tidak ada, ia sudah tidak bisa memberontak. Ia hanya bisa meminta saat ini, Elzeyna akan menuruti permintaan Nathaniel selagi Nathaniel mau menghentikan tindakannya itu saat ini, bukan karena apapun. Tapi Elzeyna hanya menginginkan untuk di sentuh selagi mereka sudah sah untuk saling bersentuh satu sama lain. Tidak dengan saat ini.
"Berjanjilah bahwa kau setuju untuk menikah denganku terlebih dahulu" Kata Nathaniel.
"Aku berjanji tapi tolong hentikan ini semua, hikssss..."
Bruuukkk
Nathaniel langsung saja menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Elzeyna dan kemudian menarik tubuh Elzeyna kedalam dekapannya itu, terbebas dari hal tersebut tangis Elzeyna semakin kencang karena ketakutannya akhirnya terhenti. Ia tidak memperdulikan dirinya saat ini dimana ia harus berada di dalam pelukan Nathaniel, intinya ia sudah lega karena terbebas dari aksi gila yang diberikan oleh Nathaniel padanya.
"Hikssss... Hikssss"
"Berhentilah, maafkan aku" Ucap Nathaniel sambil mengecup pelan kening Elzeyna.
"Jangan lakukan hal itu, aku takut! Aku tidak ingin hidupku hancur begitu saja tanpa sebuah ikatan. Hikssss... Lebih baik kau memaksa ku untuk menikah dari pada harus memaksa ku untuk bersetubuh" Ujar Elzeyna dengan terisak.
"Maaf"
"Jangan menangis lagi, aku tidak akan kembali seperti tadi. Maafkan aku! Aku salah, aku egois telah melukai mu hanya untuk mendapatkan mu. Maafkan aku, maaf" Gumam Nathaniel pelan.
"Hikssss"
******
"Mengapa harus aku yang disalahkan?" Tanya Adam yang sudah sadarkan diri saat ini.
__ADS_1
"Karena memang salah kau! Jika bukan kau ceroboh kau tidak akan mungkin kecelakaan sampai seperti ini" Ketus Kayla.
"Siapa yang tadi memelukku duluan?" Tanya Adam.
"....."
"Ka--kau!"
"Aku mana tau kalau kau memelukku, aku bahkan masih terkena efek bius" Jawab Adam malas.
"Argh intinya kau yang salah! Aku bisa sampai memelukmu karena kau yang salah. Intinya kau yang salah dan aku tidak" Kesal Kayla.
Jadi ketika Kayla terbangun, ia melihat Adam sudah memandanginya dan ketika itu Kayla tersadar bahwa dirinya sudah lancang tidur sambil memeluk tubuh Adam dan kemudian ia pun segera bangkit dan memarahi Adam. Katanya karena salah Adam jadi ia lancang tertidur sambil memeluk tubuh Adam, dan karena itu juga iya dengan Adam sedari tadi beradu argumen terus.
"Dasar wanita, sudah salah tapi tidak mau disalahkan. Maunya selalu benar dan tidak pernah mau merasa disalahkan" Gerutu Adam.
"Memang, karena wanita pada dasarnya tidak pernah salah. Laki-laki yang selalu salah" Celetuk Kayla membernarkan.
"Iya, itu benar"
"Hahhhh"
Seketika ruangan Adam menjadi sunyi ketika keduanya terdiam dan tidak lagi beradu argumen, dan beberapa menit kemudian tiba-tiba suara pintu diketuk hingga membuat Kayla mau tak mau langsung membuka pintu ruangan Adam tersebut.
"Siapa?"
Melihat begitu banyak bodyguard di depan pintu ruang rawat Adam, Kayla pun seketika kebingungan karena merasa aneh dengan para bodyguard yang ada di depan matanya itu.
"Nona Kayla"
"Iya, itu saya. Kalian... Siapa? Dan ada perlu apa" Tanya Kayla.
"Nona, maaf karena telah mengganggu anda. Kami hanya ingin memanggil nona Elzeyna karena ia sedari tadi belum juga kembali ke ruangan nona muda dan tuan muda kecil. Nona, mereka menangis karena terbangun dari tidurnya. Kami udah berusaha untuk menenangkan kedua nya tapi mereka menolak untuk tenang. Nona, bisakah anda memanggil nona Elzeyna?" Jelas salah satu bodyguard milik Keandra yang ditugaskan untuk menjaga kedua putra dan putrinya itu.
__ADS_1
Mendengar mereka berdua meminta Elzeyna untuk keluar dari ruangan Adam, membuat Kayla dilanda kebingungan. Karena pada dasarnya sedari tadi Elzeyna tidak berada di dalam bersamanya, lalu jika Elzeyna seharusnya berada di dalam ruangan Adam. Lantas saat ini dimana Elzeyna berada? hal itu pun menjadi tanda tanya di diri Kayla saat ini.
"Dimana ruangan baby twins berada? Biarkan aku yang mendiamkan mereka" Tanya Kayla dengan cepat karena tidak ingin mengatakan bahwa Elzeyna tidak berada di dalam untuk saat ini.
"Disamping nona"
"Baiklah tunggu sebentar, aku ingin berpamitan lebih dulu dengan Adam" Ucap Kayla dengan langsung masuk ketika mendapatkan balasan dari para bodyguard Keandra dengan sebuah anggukan.
"Siapa yang datang?" Tanya Adam.
"Para anak buah Keandra, aku akan pulang membawa kedua baby twins kembali ke apartemen. Kalau begitu cepatlah sembuh, aku akan menjenguk mu lagi nanti" Kata Kayla dengan berpamitan.
"Baby twins? Mereka disini"
"Hmmm, Elzeyna yang membawanya hanya saja saat ini Elzeyna menghilang. Aku tidak tau dimana ia dengan meninggalkan baby twins dirumah sakit begitu saja, aku harap tidak terjadi apapun dengannya. Aku akan menghubunginya nanti. Kau, lekaslah membaik" Terang Kayla lalu kemudian pergi begitu saja dengan terburu-buru.
"Elzeyna menghilang? atau ia pergi" Gumam Kayla pelan.
*****
Gaun putih yang cantik dan elegan kini tengah menyapu sebuah lantai yang di lapisi marmer cantik, dengan menyeretnya sudah jelas bahwa wanita cantik yang menggunakan gaun itu tengah menjadi ratu dalam sehari. Di tambah sebuah mahkota putih cantik di atas kepalanya, wajah yang di make up cantik, gaun yang indah, dan rambut yang tertata rapih kini tengah menyandang beriringan dengan seorang pria tampan di sampingnya.
Sebuah pernikahan mendadak yang dihadiri oleh keluarga, tidak ada sahabat, tidak ada teman dan hanya keluarga saja. Kedua mempelai yang kini telah resmi menjadi pasangan suami istri, sah dimata agama dan negara. Pernikahan ini mendadak dan sangat cepat terjadi hanya dalam beberapa jam saja.
Pernikahan ini adalah pernikahan kilat antara Elzeyna Namira Danantya dengan pria yang bernama Nathaniel Alien Akaskara. Ya, keduanya menikah tepat dihari ini, menit ini, detik dan jam ini. Tanpa mengundang siapapun dan hanya keluarga. Dan pernikahan kilat ini mampu mengejutkan dua keluarga besar baik Akaskara maupun Danantya. Tapi walau begitu dua pihak keluarga itu merestui kedua mempelai wanita dan pria itu yang tak lain Elzeyna dan Nathaniel.
"Terimakasih sudah mau menjadi milikku" Bisik Nathaniel pelan.
Tidak ada feedback respon yang diberikan oleh Elzeyna, ia hanya diam dan tidak bisa berkata-kata untuk saat ini. Rasanya ini tidak benar, seharusnya ia tidak menerima ini. Ia memang mencintai pria yang dihadapan nya ini, tapi ia tidak pernah membayangkan untuk kembali dengan pria tersebut. Tanpa sadar air matanya mengalir deras di pipi cantiknya itu.
'Aku tidak menginginkan ini semua' Batin Elzeyna dengan menangis dalam diamnya.
__ADS_1