
"Ada apa? Mengapa Mora menangis" Tanya Keandra dengan langsung menghampiri Moana dan Mora.
"Aku tidak tau, aku mengira ia lapar tapi ternyata tidak. Kayla mengatakan bahwa Mora merindukan Mano, mungkinkah Mora tidak mau dipisahkan dengan Mano?" Ujar Moana dengan menjelaskan.
"Benarkah?" Kata Keandra dengan bertanya sambil mengangkat salah satu alisnya.
Mendengar penjelasan dari Moana, Keandra pun langsung saja menaruh Mano ke dalam ruangan pribadinya dengan disusul Moana menaruh Mora di sisi Mano, dan ketika keduanya sudah bersama seketika Mora berhenti menangis.
Dan hal itupun membuat semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, jadi yang di katakan Kayla menang benar bahwa Mora tidak menginginkan dirinya dipisahkan oleh Mano. Dan ketika Mora terdiam Mano pun membuka matanya sambil tersenyum.
"Kau betul Kayla, Mora menginginkan kakak nya" Ucap Moana dengan tersenyum kecil.
"Berikan mereka asi, pasti mereka lapar" Ujar Kayla pelan pada Moana dan Moana pun hanya mengangguk kecil sambil tersenyum pertanda bahwa ia menyetujui perkataan dari Kayla.
"Keandra" Panggil Moana dengan memberikan dua botol asi pada Keandra.
"Kayla terimakasih telah menemaniku, kembalilah bekerja. Kau pasti mempunyai banyak pekerjaan bukan" Ucap Moana pada Kayla.
"Iya baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" Balas Kayla.
"Hmmmm"
"Kita keluar saja" Ajak Adam pada Nathaniel dan itupun di setujui oleh Nathaniel.
Setelah semua orang pergi, Moana langsung saja mengambil alih salah satu botol asi milik anak nya itu yaitu Mano. Sedangkan Keandra memegangi botol asi Mora.
"Moana" Panggil Keandra.
"Hmmmm?"
"Panggil aku dengan panggilan suamiku" Pinta Keandra dengan menatap dalam wajah Moana.
"....." Moana.
__ADS_1
"Jika kau tidak mau tidak apa, aku tidak akan memaksa. Aku akan tetap menunggu panggilan itu darimu" Balas Keandra dengan tersenyum manis menatap wajah Moana.
"Terimakasih telah mengerti diriku" Lirih pelan Moana.
"Sama-sama"
"Jangan tinggalkan aku" Pinta Keandra kembali.
'Sebenarnya apa yang membuatmu sangat takut kehilangan, sampai seperti ini. Tidak mungkin tidak ada alasan mengapa kau bisa takut untuk kembali di tinggalkan bukan?' Batin Moana.
"Aku tidak akan meninggalkan mu jika kau tidak menyuruh ku untuk pergi" Kata Moana dengan membalas permintaan Keandra.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi ataupun menyuruh mu untuk pergi" Ucap Keandra.
"Terimakasih telah melahirkan dunia kecilku" Ujar Keandra dengan mengecup pelan kening Moana dan Moana yang mendapatkan sebuah kecupan itu pun sontak menutup matanya sebagai tanda ia menerimanya.
"Tidak ada alasan untuk aku tidak melahirkannya, tapi saat itu... aku pernah berfikir untuk melenyapkan mereka, aku. Seorang ibu yang jahat" Ucap Moana dengan nada bersalah.
"Tidak apa, kau tidak jahat. Kau adalah ibu yang baik dan terbaik dari yang lainnya, ketika mereka dewasa mereka akan mengerti" Terang Keandra dengan menarik Moana ke dalam pelukannya.
"Benarkah?"
"Kita berdua adalah orang tua yang mempunyai kesalahan tersendiri" Ujar Moana.
"Hmmmm, kau benar"
...*****...
"Dimana berkas itu, aku harus segera menandatangani nya dan harus segera menyelesaikan nya. Bagiamana bisa tiba-tiba berkas itu menghilang" Ucap Kayla dengan berbicara kepada dirinya sendiri sambil mencari-cari keberadaan berkas yang ia inginkan.
"Kau butuh bantuan?" Tanya seseorang dengan mengajukan dirinya untuk membantu Kayla mencari berkas yang tengah di carinya.
"Ya, tentu" Jawab Kayla dengan cepat tanpa melihat siapa orang yang menawarkan dirinya itu.
"Berkas apa yang kau cari?" Tanya kembali orang tersebut.
"Sebuah dokumen berwarna hitam yang bertuli--" Balas Kayla tapi terhenti ketika dirinya mulai sadar siapa yang tiba-tiba berniat ingin membantunya.
__ADS_1
"Kau siapa?" Tanya Kayla dengan mengerutkan keningnya karena merasa familiar dengan orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Ohh, maaf karena mengejutkan mu. Namaku Reyfano Algara Pramudya dan kau...?" Ucap pria tampan tersebut yang bernama Reyfano.
"Kayla Isvara" Kata Kayla singkat dengan tersenyum paksa.
"Senang bisa mengenal anda nona Kayla" Ujar Reyfano dengan tersenyum manis hingga membuat orang yang di sekitarnya menjadi kagum akan ketampanan nya itu.
"Senang bisa mengenal anda presdir pramudya, terimakasih telah berinisiatif untuk membantu saya. Jika anda mempunyai urusan dengan presdir kami maka anda silahkan pergi dan ikuti jalan itu kemudian anda bisa menaiki life, dilantai 21 adalah tempat ruangan presdir berada" Tutur Kayla dengan sopan tapi sebenarnya ia tengah mengusir Reyfano dengan halus.
"Berkas yang kau cari bukankah belum kau temui?" Tanya Reyfano dengan mengerutkan keningnya karena merasa kurang mengerti dengan tuturan dari Kayla tadi.
"Bia--"
"Sayang ini berkas mu, aku tadi meminjam nya. Maaf tidak memberitahu mu terlebih dahulu" Celetuk seseorang dengan memanggil Kayla dengan panggilan sayang.
Kayla yang mengenal suara seseorang memanggilnya sayang itu pun seketika langsung saja mencari asal suara tersebut, dan ketika ia tau bahwa Adam lah yang memanggilnya sayang iapun seketika merasa enek dan ingin muntah.
Tapi Adam justru malah memberikannya sedikit isyarat dengan cara mengedipkan satu matanya ke arah Kayla dengan cepat, tidak tau apakah Kayla mengerti maksud dari isyarat nya atau tidak tapi respon Kayla hanya diam seakan tidak mengerti.
"Berikan padaku" Pinta Kayla dengan tersenyum manis tapi sebenarnya terpaksa pada Adam.
"Baiklah-baiklah, ambil ini" Ucap Adam dengan berniat ingin memberikan berkas yang memang tengah di cari oleh Kayla itu.
Tapi ketika Kayla akan mengambilnya, justru Adam malah menariknya kembali dan kini terjadilah tarik ulur dari Adam. Sedangkan Kayla kini tengah berusaha untuk mengambil berkas yang ia butuhkan itu pada Adam yang kini tengah Adam ke atasi untuk meledek Kayla yang pendek karena tidak bisa mengambil berkas yang berada di tangannya walaupun ia sudah memakai hils tinggi dan berjinjit.
"Kau harus menambahkan nutrisi untuk tubuh tinggi mu sayang, kau terlalu pendek" Ledek Adam dengan tersenyum miring.
"Berikan padaku! aku membutuhkan nya segera agar tugasku bisa selesai" Pinta Kayla dengan menatap tajam wajah Adam.
"Ambilah jika kau bisa" Balas Adam dengan tersenyum meledek kembali.
Reyfano yang merasa bahwa mereka adalah dua pasangan kekasih pun seketika menatap malas, padahal tadi ia berfikir bahwa Kayla belum memiliki kekasih. Dan ketika ia tau bahwa Kayla adalah kekasih dari Presdir Bagaskara pun ia seketika pergi begitu saja.
Lalu kemudian ketika Reyfano telah pergi, Adam pun melihat nya lalu setelah itu mulai memberikan berkas yang Kayla minta tadi dengan secara sukarela dan kembali menunjukkan raut wajah datarnya itu, hingga membuat Kayla kesal setengah mati oleh Adam.
"Ambilah" Ujar Adam dengan memberikan berkas yang di inginkan oleh Kayla itu, lalu setelahnya iapun pergi begitu saja meninggalkan Kayla yang terlihat sudah mengeluarkan tanduknya.
__ADS_1
"Bajingan! presdir gila, kau gila!!" Kesal Kayla pada Adam.
"Apa-apaan dia ini, bisa-bisanya ia tadi menggila dengan cara halus lalu kemudian menggila dengan cara biasanya. Cihhh! membuatku kesal saja, mood ku hancur karena nya" Gerutu Kayla dengan terus menerus mengutuki Adam karena saking kesalnya ia terhadap Adam.