One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Kinan Bagaskara


__ADS_3

"Adam jika memang kita harus mengakhiri ini maka kita akhiri saja, aku sudah lelah dan letih bila kita haru--"


"Diamlah sayang, siapa yang meminta mu untuk bicara lagi. Lupakan semua itu, aku juga akan melupakannya. Anggap saja itu tidak pernah terjadi, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku mencintaimu" Tuturnya dengan menarik wajah Kayla kedalam dekapan tangannya.


"Kau tidak mencintaiku" Kata Kayla lirih.


"Siapa bilang? Aku mencintaimu itu benar adanya dari hatiku, aku menginginkanmu, aku tidak menyukai siapapun yang berniat mengambil kau dariku. Aku cemburu, aku tidak ingin kau--" Kata Adam tapi terjeda karena Kayla yang tiba-tiba melepaskan tangan Adam dan perlahan mulai menjauhi Adam.


"Kau hanya obsesi padaku, jika kau mencintaiku kau tidak akan pernah melarang apa yang aku suka. Selama ini kau hanya memikirkan dirimu sendiri, apa yang kau sebut dengan cinta itu bagiku hanya obsesi Adam" Ucap Kayla dengan memundurkan langkahnya secara perlahan dari Adam.


"Aku suka kau mengatur aku karena itu tandanya kau perduli padaku, tapi kau berlebihan. Aku suka ketika kau cemburu tapi cemburu mu buta dan tidak wajar, aku suka perhatian yang kau berikan tapi itu membuatku tertekan. Aku suka ketika kau mengatakan cinta padaku tapi sebenarnya itu obsesi semata mu padamu" Lanjutnya.


"Tidak! Aku seperti itu bukan karena obsesi padamu sayang. Tapi itu cinta dan bentuk perhatian ku padamu! Aku begitu karena aku ingin melindungi mu, sungguh. Aku benar-benar bukan obsesi padamu aku benar-benar mencintaimu" Tegas Adam dengan sungguh-sungguh.


"Mari akhiri hubungan ini" Lirih Kayla.


"Tidak! Aku tidak mau, jangan katakan itu padaku. Aku tidak ingin berpisah denganmu" Tolak Adam cepat.


"Terimalah perjodohan itu Adam, aku akan mengikhlaskan mu. Kembalilah dan katakan pada orang tuamu bahwa kau menyetujui perjodohan yang mereka berikan untukmu, katakan pada mereka bahwa aku dan kau telah berakhir" Ucap Kayla dengan menatap dalam wajah sang kekasih yang kini terdiam dalam pandangan yang berkaca-kaca. Tapi setelahnya tidak.


"Kau menyerah?"


"Maaf"


"Kau menyerah sayang? Benarkah kau menyerah dan mengikhlaskan ku untuk bersanding dengan wanita pilihan orang tuaku? Katakan dan tatap wajahku, katakan bahwa kau benar-benar mengikhlaskan aku untuk wanita lain. Katakan!" Desak Adam dengan rahang yang mengeras karena tengah menahan amarahnya.


Kayla tidak mau menatap wajah Adam sebelumnya tapi setelah mendengar permintaan Adam ia benar-benar menatap dalam wajah Adam dengan mata yang berkaca-kaca, dan tutur kata yang tegas pun ia lontarkan sebagai jawaban atas permintaan Adam sang kekasih.

__ADS_1


"Aku sudah tidak mencintaimu, aku benar-benar mengikhlaskan mu" Lontar Kayla membalas tegas permintaan Adam.


"BOHONG!"


"Mari kita akhiri ini" Pinta Kayla sekali lagi.


"JANGAN MIMPI! Dengar Kayla kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan dariku, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan mu. Aku hanya mengingatkan dirimu! HANYA DIRIMU KAYLA ISVARA" Bentak Adam.


"Kita berakhir, maaf dan terimakasih untuk waktu 5 tahunnya" Lirih Kayla lalu berlari pergi meninggalkan Adam sendiri.


"Tidak! Tidak akan, tidak boleh! KAYLAAA" Teriak Adam berlari juga menyusul Kayla yang telah berlari cepat menghindarinya.


Persetan dengan perjodohan! Adam benci itu, karena ia hanya mencintai wanita yang bernama Kayla Isvara! Bukan wanita yang di pilih oleh orang tuanya. Sampai kapanpun Adam hanya akan tetap mencintai Kayla, sekalipun ia harus mengorbankan segalanya termasuk harta dan nyawanya. Ia akan tetap memilih Kayla wanita yang sangat amat ia cintai itu.


Adam yakin perkataan Kayla sebelumnya itu pasti hanya untuk menjadi alasan permintaan pisah nya Kayla dengan dirinya, selama ini. Apapun yang ia lakukan selalu membuat Kayla bahagia, tidak ada perkataan atau penolakan seperti tadi. Benar-benar di luar dugaan ketika perkataan tadi di lontarkan oleh Kayla hanya untuk sebagai alasan, padahal kenyataannya selama ini sifatnya posesif dan cemburunya itu sangatlah disukai Kayla. Karena Kayla tipikal wanita yang mencintai laki-laki posesif dan pencemburu seperti Adam.


*****


"Benarkah? Wah, rupanya kau wanita penurut. Bagus! Karena kau sudah mengakhiri hubungan mu dengan putraku maka kedepannya kau tidak boleh menampakan wajahmu di hadapan putraku. Sesuai keinginan ku, maka kau harus pergi sejauh mungkin dari putraku" Balas wanita paruh baya di sebrang sana.


"Saya ingin meminta satu hal dengan anda, bolehkah? Hanya satu permintaan. Tidak lebih, dan itu anggaplah permintaan terakhir saya pada anda sebelum saya pergi dari negara ini" Pinta Kayla dengan nada lirih dan tangan yang mengepal.


"Katakan"


"Jika Adam menemukan saya dan membawa saya kembali untuk bersamanya, maka anda tidak boleh menghalangi jalannya untuk kami kembali bersama. Saya sudah menepati permintaan anda maka anda juga harus menepati permintaan saya" Jelas Kayla.


"Cih. Kalau begitu saya akan memastikan bahwa putra saya tidak akan pernah menemukan mu ataupun menemui mu lagi. Apa kau pikir setelah kau mengatakan kata-kata yang saya katakan padamu untuk menyampaikannya pada putra saya, maka putra saya akan memaafkan mu? Tidak nak. Saya yakin ia akan kecewa padamu, dan kecewanya itu tidak akan pernah menginginkan mu kembali" Tawa wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Tante Kinan Bagaskara. Ingatlah satu hal bahwa apa yang anda tutupi akan terbongkar, apa yang anda banggakan akan anda rasakan kehancurannya. Rasa menyerah saya bukan berarti mampu membuat anda menang sepenuhnya. Tentu tidak! Saya akan membuat sebuah kejutan untuk anda nanti, tunggulah hari itu tiba" Terang Kayla.


"Baik, saya akan tunggu kejutannya yang spesial dari mu nanti. Terlepas itu saya akan merayakan pesta lebih dulu, sampai jumpa anak manis" Balasnya lalu kemudian mematikan panggilan secara sepihak dengan Kayla.


"ARGHHHHHH!"


"Hikssss... Maafkan aku! hikssss... Adam maafkan aku, suatu saat nanti. Kau akan mengerti mengapa aku melakukan hal ini" Gumam Kayla.


"Kinan Bagaskara! Suatu saat nanti kau yang akan kalah. Kali ini aku menyerah karena keterpaksaan ku untuk menutupi suatu hal yang berharga bagiku dan Adam, tapi di lain waktu maka aku yang akan menang!" Geram Kayla.


*****


"PERSETAN DENGAN KALIAN SEMUA! BODOH. AKU HANYA MEMINTA KALIAN UNTUK MENEMUKAN KEKASIHKU SAJA KALIAN TIDAK MENEMUKAN NYA. PERGI SEKARANG!" Marah Adam dengan membabi buta menghancurkan seisi ruangan pribadinya dimana gejolak amarahnya benar-benar tidak bisa ia pendam kembali setelah beberapa jam yang lalu ia tahan.


"Tuan tap--"


"PERGI SEKARANG ATAU AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA" Marah Adam yang tak terkontrol itu.


Anak buah Adam pun tak dapat bertahan lama di dalam ruangan pribadi Adam yang sudah hancur dibuat Adam itu, mereka dengan cepat pergi keluar dan membiarkan Adma melampiaskan amarahnya sendiri di dalam ruangannya itu.


PRANGGG


PRAAAKKKK


Semua benda kaca pun pernah dan kacanya bertaburan keseluruh lantai, pecahan-pecahan kecil dari benda-benda berkaca itupun ada yang mengenai kulitnya. Dan mampu membuat goresan kecil pada kulit lengannya sampai darah segar pun mengalir disana.


"Kau tidak boleh pergi dariku!"

__ADS_1


"TIDAK BOLEH KAYLA!!"


__ADS_2