One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Amanat Adam?


__ADS_3

"Keputusan apa yang harus aku ambil? di satu sisi aku tak percaya dan di sisi lain perkataan'nya juga ada benarnya" Gumam Moana.


"Huuuuffff"


...Bruuukkkk...


Merasa pusing harus mengambil tindakan apa, Moana pun membanting dirinya sendiri di atas tempat tidurnya. Lalu kemudian menatap langit-langit kamarnya sambil terus memikirkan perkataan yang telah di lontarkan oleh Adam padanya pada saat di mobil tadi.


"Apa yang harus aku ambil?" Lirih Moana pelan.


...Tokkkkk tokkkkk tokkkkk...


"Moana" Panggil Kayla yang berada di luar pintu kamar Moana.


Mendengar panggilan dari Kayla, Moana pun kembali bangkit dari tidurnya itu dan kemudian mulai berjalan menuju ke arah pintu kamarnya. Karena ingin membukakan pintu kamarnya untuk Kayla.


"Kayla?"


...Ceklekkkk...


"Kay--"


Baru saja Moana ingin memanggil Kayla tiba-tiba saja Kayla sudah lebih dulu berbicara tanpa henti kepadanya, mungkin jika dikatakan saat ini Kayla tengah mengeluarkan isi hatinya dan unek-uneknya terhadap Moana yang tadi pergi meninggalkan dirinya dengan Adam lalu di lanjut Adam yang meninggalkan dirinya sendiri.


"Heyyy berani nya kau meninggalkan ku bersama dengan pria gila itu, apa kau tau? setelah kau pergi iapun juga pergi meninggalkan aku sendiri. Mengapa bisa kalian berdua sama saja, membuatku kesal saja" Kesal Kayla dengan tanpa aba-aba langsung menerobos masuk ke dalam kamar Moana lalu setelah itu duduk di atas tempat tidur Moana.


"Maafkan aku Kayla, aku terlalu memikirkan perkataan Adam hingga pergi begitu saja dan melupakan mu" Jawab Moana dengan tersenyum kecut menatap wajah Kayla.


"Ck"


"Memangnya apa yang si pria gila itu katakan? jangan bilang kau ingin menyembunyikan nya dariku. Aku menolak! kau harus mengatakannya padaku" Pinta Kayla pada Moana.


"Baiklah, pertama-tama Adam memberikan amanat kepadaku untukmu. Maka aku akan menyampaikannya padamu terlebih dahulu" Tutur Moana.


"Apa?"


"Kata maaf, ia minta maaf padamu. Ia tidak bisa mengatakan nya secara langsung mungkin karena ia takut kau tidak akan mau mendengarkannya, jadi kata maafnya melalui perantara yaitu aku" Jelas Moana.


"Maaf? apa aku tak salah dengar..." Tanya Kayla dengan nada tak percaya menatap wajah Moana.

__ADS_1


"Jangan menunjukkan ekspresi ketidak percayaan mu padamu, aku berkata jujur. Ia memang mengatakan maaf untukmu dan aku di minta untuk mengatakannya padamu" Terang Moana pada Kayla dengan nada yang meyakinkan, karena memang ia tidak berbohong jika Adam memang benar-benar mengatakan maaf untuk Kayla.


"Lalu..."


"Tidak ada lagi"


"Bukan itu maksudku, lalu bagaimana kelanjutannya setelah pria gila itu memintamu mengatakan maaf kepadaku. Kau dan pria gila itu menghabiskan hampir setengah jam, pasti bukan hanya kata maaf saja bukan yang kalian bahas? ceritakan yang lainnya" Gerutu Kayla yang kesal akan Moana.


"Akhir-akhir ini emosi mu stabil tapi setelah kedatangan Adam emosi mu mulai lepas kendali lagi" Ledek Moana dengan tertawa kecil.


"Moana kau ingin menceritakannya atau tidak!!" Geram Kayla dengan menatap kesal wajah Moana hingga membuat kedua tangannya tanpa sadar menciut kedua pipi Moana, karena saking gemasnya ia terhadap Moana yang mulai suka memancing emosinya.


"Tidak, tapi karena kau meminta maka aku akan menceritakan setengahnya" Balas Moana dengan tersenyum manis.


"Aku mau seluruh ceritanya" Kata Kayla.


"Tapi aku maunya setengah, setengah cerita" Ucap Moana tersenyum jahil.


"Moana!!"


"Hahahaha, senangnya aku bisa melihat mu kesal seperti ini. Jika kau kesal seperi ini kau bertambah imut di mataku" Tawa Moana.


"Baiklahh"


"Dengarkan aku... Jadi... (Mulai bercerita dari awal sampai akhir) seperti itu, bagaimana pendapatmu? apakah aku harus menyetujuinya atau tidak" Cerita Moana yang menceritakan tentang kejadian tadi bersama dengan Adam pada Kayla, lalu setelah itu mulai meminta pendapat dari Kayla.


"Aku rasa kali ini pria gila itu bersungguh-sungguh membantumu, tapi... itu semua tergantung keputusan mu juga. Kau lebih berhak atas hidupmu, mana yang buruk dan yang baik bisa kau bedakan sendiri pastinya jadi apapun langkah selanjutnya yang kau ambil. Aku akan tetap mendukung mu" Balas Kayla dengan menepuk pelan pundak Moana.


"Bagaimana jika aku menolaknya?" Tanya Moana pelan.


"Maka jawabnya sudah pasti kau akan bersama Keandra, kaparat itu dan kau akan tersiksa dalam sangkar emasnya lalu kau tak dapat terbang sesuka hatimu kembali" Jawab Kayla dengan nada santainya.


"Jika aku menerimanya?" Tanya Moana kembali.


"Maka kau dapat terbang bebas sesuai keinginan mu, kau dapat bahagia dengan pilihanmu. Tapi sayangnya kebahagiaan itu ada di tempat lain" Balas Kayla kembali.


"Lalu bagaimana jik--"


"Sudah cukup, kau bertanya padaku padahal jelas-jelas kau sudah tau jawabannya sejak awal. Kau ini ingin berpura-pura bodoh atau memang ingin menjadi orang bodoh" Kesal Kayla.

__ADS_1


"Kau ini cepat sekali menarik turunkan emosimu, aku hanya bertanya saja..." Ujar Moana pelan dengan menatap malas wajah Kayla.


"Pertanyaan mu ini harus di update, jika sudah ada jawabannya tidak perlu lagi kau tanyakan. Tanyakan pertanyaan yang seharusnya belum ada jawabannya" Jelas Kayla.


"Hmmmm"


Setelah pertengkaran kecil yang tak ada habisnya itu, kini akhirnya habis dan sisa lah sebuah keheningan. Keheningan yang mana keduanya tiba-tiba hanyut dalam pemikirannya masing-masing.


Kayla pun terhanyut dalam pemikirannya sendiri, begitupun juga dengan Moana yang hanyut akan pemikirannya sendiri. Tapi itu tak bersulang lama, Kayla pun tak lama kemudian mulai sadar kembali dan mulai membantu Moana menyadarkan dirinya.


"Moana" Panggil Kayla dengan menatap intens wajah Moana.


"Ada apa?"


"Sepertinya kali ini, langkah yang tepat jatuh ke langkah.... (tiba-tiba berbisik) bagaimana?" Tanya Kayla yang tiba-tiba ditengah pembicaraan nya berhenti dan mulai berbisik ke telinga Moana.


"Apakah kali ini yakin?" Tanya Moana dengan sedikit ragu.


"Tentu saja"


"Sepertinya..."


"Baiklah, tapi sepertinya kita harus meminta persetujuan dari paman dan bibi terlebih dahulu. Lagi pula jika kita langsung pergi bukankah paman dan bibi akan khawatir" Tutur Moana.


"Ya, setelah makan malam nanti. Kita perlu membicarakannya, secepatnya agar kita dapat segera pergi" Balas Kayla.


"Menuju akhirat..." Lirih pelan Moana dengan bergurau.


...Paakkkk...


"Menuju kebahagiaan bodoh, kau ingin ke akhirat nanti setelah kau memberikan aku keponakan dan cucu keponakan dari keponakannya diriku. Lalu disusul keponakan mu dan cucu dari keponakannya keponakanmu" Ucap Kayla yang berbelit-belit.


"To the poins lebih bagus dan lebih pintar Kayla" Sindir Moana.


"Aku hanya ingin kau berfikir apa maksudnya, hahaha" Tawa renyah Kayla.


"Aku mengerti maksudnya, lain kali aku yang akan membuatmu berfikir" Tutur Moana.


"Ya aku menunggu"

__ADS_1


__ADS_2