
"HAHAHAHA"
"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Elzeyna malas.
"Tidak ada, hanya merasa lucu saja" Jawab Moana tersenyum manis.
"Kau Kayla?"
"Aku? tentu saja aku tertawa karena mendengar mu berkata sedemikian yang mengatakan perasaan, apalagi menyangkut Adam. Pria gila yang sangat aku benci itu" Ujar Kayla dengan membalas pertanyaan dari Elzeyna.
"Jangan terlalu benci Kayla, atau nanti kau akan mencintainya" Celetuk Moana.
"Tidak akan! akan ku pastikan itu" Sombong Kayla.
"Biarkan saja Moana, kita lihat saja nanti kedepan'nya" Tutur Elzeyna pada Moana.
"Hmmmm, mari kita lihat kedepan nya" Balas Moana.
"Jangan bersama-sama menindas ku" Kesal Kayla.
"Hahahaha"
...*****...
...Keesokan harinya......
"Apa yang Kayla lakukan, mengapa ia sangat lama sekali untuk keluar? bukankah ia mengatakan bahwa ia akan menunjukkan sesuatu" Ucap Moana yang tengah kebingungan karena di buat menunggu oleh Kayla dan bahkan bukan hanya dirinya tapi juga Elzeyna.
Saat kemarin malam, Kayla mengatakan bahwa ia akan menunjukkan sesuatu bukan? nahhh... saat ini Kayla tengah bersiap hingga membuat Moana dan Elzeyna menunggu. Padahal sementara lagi jam kerjanya akan di mulai begitupun Elzeyna, sedangkan Moana?.
Sudah dikatakan sebelumnya bahwa ia akan bekerja dari rumah, jadi Moana hanya tinggal mengambil laptop kerjanya saja dan akan mulai bekerja tepat di jam kerja nya.
"Aku akan menyusu--"
Baru saja Elzeyna hendak masuk ke dalam kamar Kayla, tiba-tiba saja gagang pintu Kayla sudah bergerak bahwa sebentar lagi pintu itu akan terbuka. Dan ketika berhasil terbuka, Moana dan Elzeyna pun terdiam dan terpaku melihat penampilan serta wajah Kayla.
"....." Moana.
"....." Elzeyna.
"Ada apa? mengapa tatapan kalian seperti itu?" Tanya Kayla dengan santainya.
__ADS_1
"Kayla" Panggil Moana.
"Hmmmm?"
"Apa ini kau? Kayla" Tanya Elzeyna dengan menatap aneh penampilan Kayla yang terlihat sangat aneh.
Dengan kedua rambut yang dibagi dua menjadi dua kepangan, dan pakaian yang terlihat sangat culun serta make up yang menambahkan kesan ia memang seperti orang cupu dengan adanya sebuah tahi lalat di pipinya dan kaca mata bulat yang besar menempel pada wajahnya.
"Apa-apaan ini Kayla? mengapa kau terlihat seperti orang..." Bingung Moana.
"Ini penampilan baruku untuk keluar, dan ya... aku akan mengganti namaku di luar menjadi bela, kau El kau harus membantuku nanti untuk mengatakan pada mereka bahwa aku bela telah menggantikan posisi Kayla" Pinta Kayla dengan menjelaskan pada keduanya.
"Dari mana kau bisa mendapat ide seperti ini" Kata Elzeyna dengan bertanya sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Novel"
"Karena sudah aku jawab, lebih baik mari kita pergi sekarang. Atau nanti kita akan telat! Moana jaga dirimu baik-baik selama aku bekerja. Kau mengerti?" Ajak Kayla.
"Iya Kayla"
"Baiklah"
Walaupun Elzeyna dan Moana terasa sangat kebingungan dengan pertunjukan penampilan baru dari Kayla, tapi mereka berdua tidak dapat berkomentar lebih. Karena mereka hanya bisa mendukung keputusan yang di inginkan Kayla saja.
...*****...
Hari demi hari telah berganti, tanggal dan bulan sudah berubah. Bahkan waktu telah berlalu, setiap menit dan detiknya terus berjalan kini tak terasa sudah delapan bulan telah berlalu.
Perut yang tadinya sangat kecil kian telah membesar, penjagaan yang dulu sangat ketat kini lebih di perketat dan lebih di waspadai. Pencarian yang berbulan-bulan memakan begitu banyak waktu pun hingga detik ini masih belum berhasil membawa kembali calon nyonya muda keluarga galaxy.
Kini pada akhirnya, usia kandungan Moana sudah menduduki bulan ke delapan yang artinya untuk beberapa saat lagi ia dapat melihat kedua calon buah hatinya. Sudah dikatakan sejak awal bahwa ia mengandung bayi kembar! jadi untuk itu Kayla dan Elzeyna semakin hari semakin menjadi overprotektif akan Moana.
Dan sudah delapan bulan terakhir juga, Kayla masih menyamarkan dirinya dengan identitas sebagai wanita yang bernama 'bela'.
"Kayla tolong bantu aku untuk bangun, aku ingin pergi ke dapur untuk mengambil cemilan" Pinta Moana yang kesusahan karena ingin bangun dari duduknya saat ini.
Bagaimana bisa sudah bangun jelas saja, perutnya yang besar itu berhasil membuat Moana kesusahan dalam menjalankan aktifitasnya selama ini, apalagi bukan hanya satu di dalamnya melainkan dua.
"Mommy muda ini, sudah tau susah bangun tapi tetap saja ingin pergi mengambil cemilan. Bukankah nanti beratmu akan semakin bertambah jika kau terus-terusan memakan cemilan" Gerutu Kayla dengan membantu Moana untuk bangun.
"Tapi aku lapar begitupun dengan mereka, jadi aku ingin mengambil beberapa cemilan" Jawab Moana dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Lihatlah pipimu! semakin hari semakin berisi. Kau akan menjadi jelek apa kau tau" Gemas Kayla dengan mencubit pelan kedua pipi milik Moana.
"Awsh! sakit Kayla" Kesal Moana.
"Sudahlah aku ingin mengambil cemilan, kau menyingkir lah" Kata Moana dengan menyuruh Kayla untuk menyingkir dari jalannya.
"Sudah berjalan seperti pinguin pun kau masih berniat ingin makan, aku tak tau bagaimana caranya menghentikannya itu" Gumam Kayla dengan menatap heran tingkah Moana.
"Kayla" Panggil seseorang yang berhasil mengagetkan Kayla.
"Aaaaaa!!" Teriak Kayla yang refleks seketika berteriak keras karena merasa terkejut dengan kedatangan seseorang yang mengejutkannya ditambah seseorang itu memanggil namanya sambil memegang bahunya.
"Kau! ishhhhh... kau mengejutkan ku, mengapa kau berteriak" Kesal Elzeyna dengan langsung saja duduk di sofa sambil menatap kesal wajah Kayla karena berhasil membuatnya ikut terkejut, padahal yang mengejutkan Kayla awalnya adalah ia.
"Heyyy... bukankah seharusnya aku yang mengatakannya, kau yang datang dengan mengejutkan aku. Makanya aku refleks berteriak" Gerutu Kayla yang tak terima di salahkan.
"Yaya maafkan aku"
"Yaa"
"Dimana mommy muda?" Tanya Elzeyna.
"Seperti biasa" Jawab Kayla malas dengan ikut duduk di sebelah Elzeyna sambil menyandarkan tubuhnya.
"Aishhh... Mommy muda itu, apakah ia tak takut nantinya ia akan menjadi gendut?" Ucap Elzeyna dengan menggelengkan kepalanya.
"Bukan menjadi gendut memang sudah gendut, ditambah jalannya sudah seperti pinguin. Saking besar perutnya itu semakin besar nafsu makannya bertambah" Ujar Kayla dengan membenarkan ucapan dari Elzeyna.
"Dan semakin ia mirip seperti pinguin" Sahut Elzeyna.
"Hahahaha" Tawa keduanya tiba-tiba.
"Emmmm, Kayla"
"Hmmmm?"
"Dalam beberapa minggu lagi mommy muda kita akan memasuki bulan kesembilan, jadi... bukankah kita harus mulai menyiapkan segala kebutuhan calon keponakan kita ini? salah satunya kamar" Tutur Elzeyna.
"Itu ide yang bagus, tapi Moana mengatakan bahwa ia ingin anak-anaknya tinggal satu kamar dengannya saja. Karena ia berkata akan lebih aman jika anak-anak nya tidur bersamanya sampai diumur ke 3 sampai 5 tahun baru ia akan membuat kamar untuk anaknya sendiri" Jelas Kayla.
"Yasudah jika begitu, mari kita berbelanja kebutuhan calon keponakan kita saja. Seperti baju dan yang lainnya, bukankah kita sudah mengetahui jenis kelaminnya. Bagaimana?" Ajak Elzeyna dengan antusias.
__ADS_1
"Benar juga"
"Tunggu mommy muda kita kembali ke sini lebih dulu, setelah itu baru kita mengajaknya pergi" Terang Kayla yang di angguki oleh Elzeyna sebagai tanda setuju.