
"KAU!" Geram Kayla dengan terburu-buru langsung saja menutup pintu ruangan nya agar tidak ada yang melihat keberadaan Adam yang berada di dalam ruangan nya.
"Aku membutuhkan bio data karyawan baru disini" Ucap Adam dengan santainya.
"Tidak bisakah kau masuk dengan sopan sedikit? Aku tidak perduli siapa kau tapi jika kau membutuhkan sesuatu maka kau harus memintanya dengan sopan" Marah Kayla pada Adam.
"Berikan padaku daftar para karyawan yang baru kau terima di perusahaan ini" Pinta Adam dengan mengabaikan ke kesalan Kayla.
"Cari sendiri" Kesal Kayla dengan nada sinis menatap Adam lalu kemudian iapun terduduk di sofa yang berada di dalam ruangan nya itu dengan santai tanpa mau membantu Adam untuk mencari berkas dokumen yang Adam inginkan.
"Apa kau bekerja hanya untuk duduk? Kau seperti nya hanya ingin memakan gaji buta saja Kayla" Sindir Adam dengan membalas tatapan sinis dari Kayla.
"Ya tentu saja, aku bekerja hanya menginginkan gaji buta saja. Untuk apa bekerja jika ada seseorang yang ingin membantuku untuk bekerja" Jawab Kayla.
"Aku tidak membantumu, aku hanya menginginkan berkas dokumen pendaftar karyawan baru yang telah kau terima saja" Balas Kayla.
"Untuk apa presdir dari Bagaskara Company ini membutuhkan berkas milik Galaxy's group?" Tanya Kayla.
"Ini perintah dari presdir Galaxy's group langsung" Ucap Adam.
"Presdir dari Bagaskara Company membantu presdir Galaxy's group? Wah hebat, kau mau saja dibudaki oleh presdir dari Galaxy group" Ledek Kayla.
"Jaga ucapanmu" Tegas Adam dengan menatap tajam wajah Kayla.
"Cihhh"
"Dimana berkas yang ku butuhkan Kayla, beritahu aku cepat" Pinta Adam dengan memaksa.
"Ck. Jika kau sudah mendapatkan nya maka kau harus segera pergi dari sini! Aku tidak ingin kau berlama-lama di dalam ruangan ku" Geram Kayla lalu bangkit dari duduknya dan kemudian mulai memberikan berkas yang diinginkan oleh Adam.
"Ambillah dan segera pergi dari sini" Usir Kayla pada Adam.
"Terimakasih" Bisik Adam lalu setelah itu iapun pergi.
"KAU! BAJINGAN" Marah Kayla karena terkejut mendengar bisikan yang ia terima oleh Adam, tingkah jail Adam itu berhasil membuat Kayla geram akan dirinya.
Adam yang mendengar ucapan marah dari Kayla pun hanya bisa diam-diam tersenyum simpul, lalu kemudian mulai pergi begitu saja setelah berhasil mengerjai Kayla.
"Aku suka ketika ia memperlihatkan wajahnya yang jelek ketika sedang marah itu" Gumam Adam pelan.
"Argh! Rasanya aku ingin mencabik-cabik wajahnya itu, huuff... Jika bukan demi Moana aku tidak akan bekerja disini, dimana tempat banyaknya para iblis (Adam dan Keandra) berada" Kesal Kayla dengan keras pintu ruangannya itu hingga membuat para karyawan yang tengah fokus bekerja seketika terkejut setelah mendengar suara bantingan pintu dari ruangan Kayla.
...*****...
...Ruang rapat...
"Apa-apaan ini, Keandra belum juga datang padahal kita sudah menunggu dirinya dari satu jam yang lalu" Gerutu Nathaniel yang kesal akan Keandra yang belum datang untuk memulai rapat besar nya ini.
__ADS_1
"Tidak tau" Balas Adam singkat.
"Tuan Adam dan tuan Nathaniel, apakah tuan Keandra tidak akan datang? Rapat besar ini seharusnya sudah dimulai sedari tadi bukan, mengapa sampai sekarang tuan Keandra belum datang" Tanya salah satu presdir dari perusahaan lain.
"Kita tunggu beberapa menit lagi, jika tuan Keandra belum juga datang maka kita akan mengundurkan jadwal rapat ini" Jawab Adam dengan nada sedikit dingin.
"Baiklah"
...Beberapa menit kemudian......
...Ceklekkkk...
"Keandra dan... Mano?" Gumam Adam dan Nathaniel secara bersamaan.
Keandra sudah datang telat justru malah membawa putranya itu masuk ke dalam ruang rapat bersama dengan dirinya, sesuka hati Keandra membawa putranya itu untuk ikut dalam rapat. Membuat Adam dan Nathaniel geram saja.
"Kita mulai rapatnya" Ucap Keandra datar.
"Tapi tuan"
"Ada apa?" Tanya Keandra dingin dengan menatap wajah para dewan direksi yang berada di dalam ruang rapat tersebut.
"Bayi itu... Kita akan melakukan rapat besar ini dengan keberadaan bayi tampan itu?" Tanya salah satu dewan direksi tersebut.
"Dia putraku! Jika kau tidak menginginkan rapat ini maka silahkan pergi keluar" Ujar Keandra.
"Putra anda?"
"Tidak tuan, kalau begitu mari kita mulai rapatnya" Balas dewan direksi tersebut.
"Hmmmm"
'Sudah membuat kami menunggu begitu lama malah mau mengusir mereka, ck' Batin Adam.
'Sesuka hati Keandra' Batin Nathaniel.
Setelah perdebatan kecil usai, kini mereka semua pun memulai rapatnya secara serius begitu juga dengan Keandra. Walaupun ia menggendong putranya itu tapi ia masih bisa fokus dalam bekerja karena saat ini putranya itu adalah semangat nya.
Setelah rapat akan segera berakhir tiba-tiba saja Mano menangis hingga membuat rapat tersebut terjeda sesaat, karena melihat putra kecil Keandra itu menangis karena haus.
"Kau, ambilkan asi untuk putraku" Titah Keandra pada sekretaris nya itu.
"Baik, tuan"
"Ini yang sedari tadi aku takutkan" Gumam pelan Adam dengan menepuk pelan keningnya.
"Sudah ku duga akan terjadi" Lirih pelan Nathaniel.
__ADS_1
"Ini tuan"
"Hmmmm"
Setelah mendapatkan asi untuk putranya itu, Keandra pun langsung saja memberikan asi tersebut pada putranya itu dan seketika Mano pun terdiam dan tidak kembali menangis. Lalu kemudian rapat tersebut kembali di lanjut kan dengan posisi Keandra yang tengah memberikan asi untuk putranya itu.
...Ruangan Keandra...
Disisi ruangan milik Keandra, kini Moana tengah meniduri kembali Mora. Karena tadi Mora tidak henti-hentinya menangis padahal ia sudah di beri asi oleh Moana. Bahkan Kayla pun kini berada di dalam ruangan Keandra untuk membatu Moana.
Sebenarnya tadi Kayla ingin memberikan berkas yang Keandra pinta, maka sebab itu Kayla pun datang ke dalam ruangan Keandra tapi ia tidak menemukan Keandra dan malah menemukan Moana yang tengah mundar mandir tidak jelas sambil menggendong Mora yang menangis di dalam ruangan pribadi Keandra. Jadi Kayla pun langsung saja ikut membantu Moana menenangkan Mora.
"Mora sudah tenang sekarang, akhirnya" Ucap Kayla dengan lega.
"Kau benar, entahlah mengapa Mora tidak mau berhenti menangis. Aku bahkan tidak tau, sebelumnya ketika ia masih bersama Mano ia masih tertidur dengan lelap. Tapi ketika Mano dibawa oleh Keandra ia tiba-tiba saja mulai menangis, aku mengira ia haus tapi ternyata tidak" Jelas Moana pada Kayla.
"Mungkinkah Mora tidak mau di tinggal Mano?" Tanya Kayla.
"Tidak tau"
"Mereka itu kembar, mereka jelas terikat satu sama lain. Jika kau memisahkan nya maka salah satunya akan merasa kehilangan, haisss... Pantas saja" Ujar Kayla dengan menggelengkan kepalanya kecil.
"Tapi Mano dibawa oleh Keandra karena tadi ia menangis dan berhenti ketika Keandra menggendong nya, Mano ingin bersama daddy nya oleh sebab itu aku mengizinkan Keandra untuk membawa Mano ke dalam ruang rapat bersamanya" Tutur Moana.
"Haissssss"
"Sekarang Mora sudah te--"
"Owekkk"
"Owekkk"
"Bangun lagi?"
"Mora sayang, jangan nangis nak. Ada apa dengan mu" Ucap Moana dengan kembali menenangkan Mora yang terbangun lagi dan lagi.
"Mora anak pintar, apa kau haus? hmmmm" Tanya Moana.
"Moana ia bukan lapar" Ujar Kayla.
"Lalu?"
"Ia merindukan kakak nya" Jelas Kayla.
"Tapi Mano sed--"
...Ceklekkkk...
__ADS_1
Mendengar suara pintu terbuka, Moana dan Kayla pun langsung saja pergi melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan Keandra. Dan ketika mereka tau bahwa Keandra lah yang datang bersama Adam serta Nathaniel mereka pun akhirnya bernafas lega.
"Huuuffff... Syukurlah dia datang di waktu yang tepat" Lirih Kayla dengan bernafas lega.