One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Kepanikan Elzeyna


__ADS_3

"Moana, ia seperti malam yang tenang dan hangat. Malam yang aku inginkan setiap saat, malam hang selamanya tak ingin aku akhiri. Perasaan ku padanya benar adanya, bukan gurau an atau candaan! aku sungguh-sungguh mencintai nya melebihi ketika aku mencintai Silviya" Ucap Keandra datar.


"Aku tidak tau bagaimana aku harus memperlakukan seseorang yang aku cintai, aku tidak pernah mencintai seseorang dengan segila ini. Ini adalah pertama kalinya aku mencintai seseorang yang hati kecilku sendiri bahkan telah mengakuinya" Tutur Keandra dengan menatap kosong sekitarnya.


"Lalu mengapa kau menyakiti Moana jika kau mencintainya, kau tau perbuatan mu sangatlah bejat! dengan cintai yang menyakitkan itu... apa kau yakin Moana akan menyukainya? hmmm" Tanya Adam datar.


"Aku sadar dengan apa yang aku lakukan padanya, aku sengaja melakukan hal itu padanya Adam. Aku pikir dengan aku melakukan hal itu... ia benar-benar tidak akan bisa pergi, tapi nyatanya salah. Kau membantunya untuk lari dariku, menjauhkan ku serta menutup semua informasi tentangnya secara diam-diam sampai delapan bulan terakhir ini" Jelas Keandra dengan menatap intens wajah Adam.


"Apa yang akan kau lakukan jika kau telah menemukannya?" Tanya Nathaniel datar.


"Aku akan memperbaiki segalanya" Jawab Keandra dengan tegas.


"Caranya? degan menyakiti nya lebih dalam atau--"


"Tidak!"


"Memperbaikinya dengan cara yang lembut, memberikan ia kebebasan. Kebahagiaan serta kenyamanan, aku benar-benar akan memperbaikinya" Terang Keandra.


"Buktikan" Pinta Adam dan Nathaniel secara bersamaan.


"Tantu saja"


...*****...


...Mall...


"Ini semua sudah cukup" Ucap Moana dengan tersenyum kecut.


"Bagaimana bisa sudah cukup? ini masih sedikit mommy muda. Coba lihat, hanya ada lima troli yang ada. Ini tidak cukup" Bantah Elzeyna dengan menggelengkan kepalanya sambil menatap malas wajah Moana.


"Memangnya mau seberapa banyak lagi El? ini bahkan sudah lebih dari cukup. Keponakan kita memang hanya dua tapi kebutuhan ini... sudah tercukupi semua bahkan lebih dari cukup" Celetuk Kayla pada Elzeyna.


"Tidak! ini tentu saja tidak cukup. Aku ingin keponakan-keponakan ku itu bisa terpenuhi segala fasilitasnya, jadi aku rasa ini semua belum cukup. Hmmmm... bagaimana jika kita membeli beberapa stoknya juga?" Jawab Elzeyna dengan antusiasnya.


'Hanya dua? memangnya Kayla menginginkan berapa keponakan dariku?' Batin Moana.


"El, jika kau menambahkannya lagi maka aku akan mengembalikan semua ini ke tempatnya" Ancam Moana pada Elzeyna.


"Hai, mana bisa seperti itu! tidak adil" Gerutu Elzeyna yang seketika menghentikan gerakannya.


"Hahahaha" Tawa Kayla.


"Sudah ya... mari kita bayar ini semua" Pinta Moana dengan lembut.


"Ah ya, baiklah" Balas Elzeyna dengan nada pasrah menuruti permintaan Moana sambil mulai mendorong troli belanjanya itu.


Kayla dan Elzeyna mendorong masing-masing satu troli, sisanya sudah berada di depan kasir. Karena sebelum itu memang sudah dilekatkan di depan kasir sejak awal.

__ADS_1


Moana pun yang merasa puas berbelanja kini mulai kelelahan, perutnya yang berat itu berhasil membuatnya cape. Hingga membuat Moana langsung saja pergi untuk mencari tempat duduk tapi sebelum itu ia izin terlebih dahulu dengan Kayla dan Elzeyna untuk pergi mencari tempat duduk di sekitar Mall yang besar itu.


Ketika Moana mulai duduk dan kelelahan, tak lama kemudian Kayla datang menghampirinya untuk menemaninya. Karena perintah dari Elzeyna yang tadi memerintahkan untuk Kayla pergi menemani Moana, dan membiarkan ia yang mengurus segala perlengkapan itu semua selama di kasir.


"Minumlah, kau pasti lelah" Tutur Kayla dengan memberikan satu botol air mineral pada Moana.


"Terimakasih Kayla"


"Sama-sama"


"Moana" Panggil Kayla.


"Iyaa?"


"Apa kau bahagia?" Tanya Kayla dengan lembut menatap wajah Moana yang sedikit berkeringat itu, walaupun di dalam Mall tersebut sangat dingin, tapi Moana yang memang seperti habis berbelanja seperti habis berolahraga itu menjadi berkeringat.


"Tentu saja, aku bahagia" Jawab Moana dengan tersenyum manis.


"Katakan jika kau tidak bahagia, tolong jujurlah dan jangan memendam nya" Ujar Kayla dengan menghapus keringat Moana dengan tisu yang ia bawa.


"Sungguh aku sangat bahagia tinggal di negara ini bersamamu dan Elzeyna, tidak akan kebohongan yang harus aku tutupi. Tapi Kayla... karena kebahagiaan ku kau melupakan kebahagiaan mu" Jelas Moana.


"Kebahagiaan ku ada padamu, jangan mengkhawatirkannya. Kebahagiaan ku adalah melihat kau bahagia dan tersenyum selebar mungkin Moana" Kata Kayla tersenyum kecil.


"Jangan menjadikan kebahagiaan ku adalah kebahagiaan mu" Pinta Moana lirih.


"Lagi-lagi kau mengakhirinya" Lirih pelan Moana.


"Mari"


"Ya"


'Kau adalah bagian duniaku Moana, jika kau bahagia maka aku akan jauh lebih bahagia tapi jika kau sedih dan terluka maka aku akan jauh lebih sedih dan terluka darimu. Kau adalah separuh duniaku!' Batin Kayla.


...Mobil Elzeyna.......


"Huuuuffff"


"KAYLAA" Teriak Elzeyna dengan menggedor-gedor kaca mobil miliknya itu dengan sedikit keras.


"Hey apa AC Mall ini sangat panas? kau sangat berkeringat... masuklah ke dalam mobil. Maka kau akan merasa sejuk dengan AC yang terdapat di dalamnya" Tutur Kayla dengan tersenyum lebar.


"Sialan kau! huhhhffff... Aku menyuruhmu untuk menemani Moana bukan untuk meninggalkan aku begitu saja tanpa membantuku untuk membawa belanjaan ini semua" Gerutu Elzeyna.


"Aku hanya mengabulkan keinginan mu yang menginginkan untuk SENDIRI menangani semua perlengkapan ini" Tekan Kayla pada bagian perkataan nya yang berkata 'Sendiri'.


"Argh! ku gigit kau, menyebalkan" Kesal Elzeyna pada Kayla.

__ADS_1


"Drakula" Lirih Kayla pelan.


"Kau mengatakan apa?" Tanya Elzeyna yang samar-samar mendengar lirihan dari Kayla.


"Musang"


"Apaa??!"


"Aku pikir ada baiknya aku memelihara seekor musang" Ujar Kayla dengan cepat.


"Tidak boleh! demi kesehatan Moana dan calon keponakan ku. Kau tidak boleh memelihara hewan musang yang galak itu" Tolak Elzeyna.


"Ya"


"Musang dan drakula... Hmmm tidak buruk, kepribadian keduanya memang mirip Elzeyna" Ucap pelan Kayla.


"Kayla bantu aku menaruhnya" Pinta Elzeyna.


"Ya baiklahh. Cerewet" Jawab Kayla.


"Ck"


Ketika Kayla dan Elzeyna tengah memasukkan barang belanjaan yang tadi mereka beli ke bagasi mobil, tiba-tiba saja Moana keluar dari dalam mobil untuk melihat keduanya dan bertanya apakah ia dapat membantu keduanya atau tidak.


"Tidak!" Jawab keduanya secara bersamaan.


"Baiklah"


"Moana" Panggil Kayla.


"Hmmmm?" Dehem Moana sambil menatap wajah Kayla dengan alis yang mengangkat satu.


"Itu... kaki mu, air apa itu?" Tanya Kayla dengan kebingungan.


Elzeyna yang tengah fokus mengatur barang-barang belanjaan nya, tiba-tiba menghentikan pergerakannya dan mulai menatap ke bawah kaki Moana karena mendengar perkataan Kayla tentang sebuah 'air'.


"Air?" Gumam Moana lalu menundukkan kepalanya untuk melihat air apa yang dimaksud Kayla.


"Tapi ini seperti...."


"MOANA AIR KETUBAN MU PECAH!!" Teriak Elzeyna dengan panik karena ternyata air yang dimaksud oleh Kayla adalah air ketuban milik Moana.


"A-apa"


"Cepat masuklah kedalam mobil! kita akan ke rumah sakit sekarang" Panik Elzeyna dengan menyuruh Moana untuk segera masuk kedalam mobil.


Sedangkan Kayla? ia justru malah terdiam di tempat dengan otak yang tak berjalan. Lalu sesaat kemudian iapun di sadarkan oleh Elzeyna dan langsung ditarik masuk kedalam mobil oleh Elzeyna.

__ADS_1


__ADS_2