One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Mengutarakan (Elzeyna)


__ADS_3

Byuurrrr


"Suamiku!"


"Apa yang kau lakukan?! Ia sedang mabuk, bagaimana bisa kau memperlakukan nya seperti ini" Terkejut Moana dengan apa yang ia lihat.


Ketika Nathaniel sudah sampai dibawa para bodyguard miliknya, Keandra sudah menyambut kedatangan Nathaniel itu di depan pintu masuk mansion yang besar miliknya itu. Ketika Nathaniel hendak membuka suaranya untuk bertanya dalam keadaan mabuk, Keandra justru malah menarik tangan Nathaniel dan membawanya ke tengah-tengah halaman mansion nya itu. Lalu kemudian mengguyurkan tubuh Nathaniel dengan air yang ia ambil dari pelayan yang ia sudah perintahkan sebelumnya untuk mengisi sebuah ember dengan air dingin.


Tidak hanya itu, ia juga menyuruh pelayan untuk memberikannya selang air dan memerintahkan nya untuk menyalahkan keran air agar bisa menyiram Nathaniel kembali dengan selang air. Itulah mengapa Moana terkejut dengan apa yang ia lihat dan apa yang suaminya lakukan itu.


"Suamiku berhenti! Nathaniel kedinginan, ia akan sakit jika seperti itu" Pinta Moana dengan terus berusaha mencegah suaminya itu.


"KEANDRA APA YANG KAU LAKUKAN" Teriak Adam dari jauh yang berlari untuk mendekat kearah Keandra, Moana dan Nathaniel berada. Walaupun kepalanya berdenyut sakit ia tetap tidak menghiraukan nya.


"Hentikan itu! Kau bodoh, ia bisa sakit jika seperti itu" Marah Adam dengan berniat untuk merampas selang air yang berada di tangan Keandra, walau tidak bisa ia tetap berusaha.


"Biarkan saja! Ia pantas dengan ini semua, lihatlah wajahnya yang buruk itu. Bahkan setelah aku menyiramnya seperti ini ia terlihat masih belum sadar dari pengaruh alkohol" Geram Keandra.


"Tapi tidak dengan cara seperti ini suamiku, kau bisa menyadarkan nya dengan cara lain. Aku mohon berhentilah!" Terang Moana.


"Benar Keandra! Apa yang dikatakan istrimu itu benar, kau tidak bisa seperti ini. Hentikan ini!" Sahut Adam.


"....." Tidak memperdulikan permintaan dari istrinya dan Adam, ia terus menyirami Nathaniel dengan air dari selang itu.


Nathaniel menerima itu, ia tidak melawan dan memberontak. Karena ia tau maksud dari Keandra baik walau dengan cara yang salah, ia tetap bertahan dari berlututan nya itu. Sampai dimana Elzeyna berlari memeluknya dari jauh, dan meminta untuk Keandra berhenti dan dari situlah Keandra berhenti.


"Terimakasih" Ucap Elzeyna pada Keandra yang mau mendengar permintaannya itu.


"Kau bodoh atau apa?! mengapa kau tidak melawan" Kesal Elzeyna dengan menatap dalam wajah Nathaniel yang terlihat berantakan itu.


"Kau memperdulikan ku?"


"Tidak"


"Apa kau tidak ingin menjauhiku setelah apa yang aku lakukan padamu?"


"....."


"Mengapa kau menolong ku dari kemarahan Keandra? mengapa tidak membiarkan aku saja?"


"....."


"Mengapa kau tidak ikut mengeluarkan amarahmu untuk ku? Mengapa kau hanya diam? Kau terluka karena ku kan, mengapa kau tidak membalas ku?"


"....."

__ADS_1


"Mengapa kau masih perduli padaku? Bukankah aku telah menyakitimu?!"


"....."


"Mengapa kau hanya diam? Kau tidak menjawab ku"


"....."


"Kau masuklah, aku akan merawat mu" Ucap Elzeyna dengan mengalihkan topik ketika beberapa pertanyaan telah di lontarkan oleh Nathaniel untuknya itu.


"Apa kau tidak akan mengamuk denganku? Kau mengamuk lah dan marahi lah aku, keluarkan isi hatimu, kekecewaan mu padaku! Aku akan lapang dada menerimanya" Kata Nathaniel.


"....."


"Katakan sesuatu dan janganlah membisu seperti ini" Pinta Nathaniel.


"Apa benar aku boleh marah padamu? Boleh mengeluarkan semua isi hatiku padamu?!! Boleh membencimu? kecewa padamu?! Dan memukul mu dengan tanganku sendiri? Bolehkah itu" Tanya Elzeyna dengan berkaca-kaca menatap wajah Nathaniel.


"Iya"


Bughh


Bughh


"Kau jahat!"


"Kau brengsek!"


"Kau! Hikssss... Aku membencimu!"


"Aku membencimu Aniel!"


"Aku membencimu! Hikssss... hikssss..."


"Kau tega padaku Aniel! Kau tega terhadap ku. Kau membuatku hancur! Kau menghancurkan aku dan rasa cintaku padamu hikssss... Aku membencimu" Tangis Elzeyna dengan terus memukul-mukul dada bidang Nathaniel begitu keras.


Ketika jawaban "Iya" telah didapatkan oleh dirinya, ia tidak membalasnya kembali. Tapi ia langsung mengeluarkan seluruh isi hatinya itu pada Nathaniel suaminya, rasa kecewa yang ia terima dan rasa marah serta kesal yang ia pendam kini akhirnya tersalurkan juga. Rasanya Elzeyna saat ini tidak ingin menghentikan tingkahnya itu, ia tetap ingin terus seperti itu sampai kapanpun.


"Hikssss..."


"Maaf atas semuanya, maaf! Maaf! Maaf! Maafkan aku Zey. Aku salah dan sangat salah, aku akui itu" Lirih Nathaniel dengan menarik tangan Elzeyna untuk masuk ke dalam pelukannya.


"Huhhhh... Mengapa kau sangat jahat! Hikssss... Aku takut denganmu, lepaskan aku" Walau meminta untuk di lepaskan tapi Elzeyna sama sekali tidak ada niatan untuk terlepas, dalam tangisnya itu ia sangat nyaman bila berada di dalam pelukan Nathaniel bagaimanapun juga.


Moana, Keandra serta Adam yang melihat itu hanya diam dan menyaksikan saja, sampai dimana Keandra pergi dengan menggandeng tangan Moana untuk masuk meninggalkan yang lain. Dan tak lama di ikuti Adam juga, mereka membiarkan kedua pasangan itu menangis berdua di tengah-tengah mansion galaxy. Agar mereka dapat menyelesaikan permasalah yang ada, walau sepertinya tidak mungkin untuk hari ini juga akan benar-benar terselesaikan.

__ADS_1


*****


Kamar baby twins


"Aaa anak-anak mommy, mommy merindukan kalian. Akhirnya mommy bisa menggendong kalian lagi" Ucap Moana dengan senang hati menggendong kedua tubuh anaknya secara bersamaan.


"Sayang, lihatlah pipi Mora. Mengapa terlihat sangat lucu jika tembam seperti ini" Ujar Keandra yang gemas akan putrinya itu.


"Hmmmm, tunggu. Aku tidak ingat kalau aku pernah melihat ini" Tunjuk Moana pada bagian tubuh putranya yang terdapat sesuatu.


"Itu aku yang membuatnya, itu tanda dari keluarga galaxy secara turun temurun. Kau bahkan juga sudah lama ada sayang, hanya saja kau tidak tau" Ujar Keandra.


"Aku juga ada?"


"Tentu, kau ingin lihat? berbalik lah aku akan memfotonya agar kau bisa melihatnya juga"


"Baiklah"


Cekrek


Satu kali jepretan foto dari handphone Keandra pun terdengar, dimana Keandra telah memfoto bagian belakang leher Moana. Untuk menunjukkan sebuah tanda garis besar galaxy, seperti tato tapi sepertinya aga berbeda sedikit. Dan itu bergambar lambangnya garis besar galaxy, bagaimana pun juga keluarga galaxy adalah keluarga bangsawan. Dan jelas sudah bahwa mereka memiliki lambang tersendiri.


"Ini" dengan menunjukan gambar hasil jepretan nya tadi pada Moana, Keandra pun lantas mengambil alih tubuh putra putrinya dalam gendongan Moana dan meletakan keduanya diatas kasur.


"Ternyata aku mempunyai juga, aku pikir hanya keturunan dari galaxy saja. Seperti Mora dan Mano" Cecarnya Moana.


"Kau adalah nyonya besar dari galaxy, bagaimana bisa tidak akan mempunyai tanda garis keturunan itu? Jika tidak ada kau, maka penerus ku tidak ada dan mereka tidak akan pernah memiliki garis keturunan ini juga seperti kau" Kata Keandra.


"Sayang"


"Iya"


"Tidak jadi"


"Hmm, ada apa? Katakan saja"


"Tidak, aku lupa ingin mengatakan apa"


"Owh yasudah"


"I love you mommy"


*****


__ADS_1


..."Nak, jika kau sudah besar. Katakanlah pada ku bahwa kau mencintaiku dan menyayangiku. Berikanlah aku tawa candamu di masa tua ku nanti, kelak. Kau janganlah melupakan ku, dan jangan lah meninggalkan aku. Kau harus tau, bahwa aku mommy mu sangat mencintaimu lebih dari apapun itu. Jika kau tumbuh dewasa, jadilah pria yang baik! suatu saat nanti bila aku dan daddy mu tidak ada. Maka kau lah yang akan menggantikan daddy mu untuk memimpin, pesan ku padamu nak. Jangan sakiti siapapun itu, lindungilah adikmu, sayangilah ia, didik lah ia menjadi apa yang ia mau. Jagalah ia sampai dimana akan ada seseorang yang menjaganya, kelak nanti ia akan menjadi milik orang lain dan kau akan memiliki dunia lain, aku menyayangimu dan juga mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Atharrazka Elmano Afgara Galaxy. Untukmu putra ku tersayang dari mommy tercintamu. I love you" ...


...@Moana Xaviera Galaxy...


__ADS_2