
...*****...
..."Katakan pada semua orang bahwa semua akan baik-baik saja, katakan pada semua orang bahwa dunia tidak sejahat yang dilihat, di dengar, maupun di pikirkan. Tenanglah dan hadapi apa yang harus di hadapi dan hindari apa yang seharusnya dihindari, dunia kejam jika kau lemah tapi jika kau kuat dunia akan lemah. Berusahalah belajar menerima kenyataan dan fakta yang ada. Maka kau akan tau seberapa lemah nya dunia jika kau kuat. Dan seberapa bohongnya cerita yang kau dengar tentang kekejaman'an nya dunia"...
...Moana Xaviera Galaxy...
...*****...
"Semua sudah beres, urusan perpindahan tentang pengobatan mu sudah selesai. Dua hari lagi kau akan kembali menjalankan masa pengobatan mu" Ujar Keandra.
"Apa kau yakin aku akan sembuh?" Tanya Moana dengan pandangan yang tak bisa diartikan.
"Tentu! Tentu kau akan sembuh. Aku akan berusaha untuk dapat menyembuhkan mu, berapapun harga yang harus aku bayar untuk dapat menyembuhkan mu, maka aku akan membayarnya" Tegas Keandra sambil mengecup pelan kedua pipi putra dan putrinya.
"....." Moana terdiam, tapi sudut bibirnya terangkat tanpa sadar. Ia bahagia bisa memiliki suami yang begitu mencintai dirinya walau awalnya hanya sebuah kecelakaan one night stand dan ia begitu membenci takdir yang ia terima tapi lama kelamaan ia menerima dan sadar bahwa apa yang telah terjadi sudah terencana oleh tuhan.
Rasa benci yang ia berikan akhirnya menjadi rasa cinta, rasa sakit hati yang ia terima menjadi rasa cinta yang luar biasa adanya. Memang benar seharusnya tidak boleh terlalu membenci seseorang karena rasa benci bisa menjadi rasa cinta sedangkan rasa cinta terkadang bisa menjadi rasa benci yang luar biasa.
"Kau melakukannya dengan baik, terimakasih suamiku" Jawab Moana tersenyum bahagia.
"Sama-sama sayang"
"Kau tidak ke perusahaan?" Tanya Moana.
"Jika kau ingin ikut denganku maka aku akan bekerja" Terang Keandra dengan menggoda kecil pada Moana.
"Baiklah, kalau begitu cepatlah bersiap dan aku akan menyiapkan si kembar terlebih dahulu. Nanti aku akan menyusul mu di kamar, pergilah" Ucap Moana dengan mulai bersiap-siap mengganti pakaian Mora dan Mano yang mana nantinya akan ia ajak keluar untuk pertama kalinya ke perusahaan Galaxy's group.
"Siap mommy" Jawab Keandra sambil mencium kening Moana setelah itu pergi.
__ADS_1
"Daddy kalian itu sangat nakal, jika kalian sudah besar tidak boleh seperti itu ya. Jangan mengikuti tingkah daddy kalian, okeyyy" Bisik Moana pada kedua anaknya itu yang tengah menatap wajahnya seakan mengerti bahwa mereka tengah di ajak bicara serius oleh Moana.
*****
Galaxy's group
Tepat dihari ini Galaxy's group seakan tau bahwa tuan presdir mereka akan kembali bekerja setelah lama pergi meninggalkan tanggung jawabnya kepada sekretaris nya itu, mereka bersiap-siap untuk tidak melakukan kesalahan dan bersiap untuk menyambut kedatangan presdir mereka bersama keluarga kecilnya yang sudah di beritahu.
Semua orang tidak sabar ingin melihat istri dari presdir mereka, karena pada dasarnya selama ini keluarga kecil Keandra di hadapan dunia bersifat non public dengan artian private. Itu tentunya ulah Keandra dengan atas perintah Moana, lalu tentang kelahiran si kembar juga begitu. Saat itu mungkin pernah di bawa ke perusahaan Galaxy's group tapi bukan di pusat inti, melainkan di cabang. Jika di cabang perusahaan Galaxy's group saat itu mungkin sebagian tau Moana, tapi tidak di pusat inti. Dan beberapa rekan bisnis juga ada sebagian yang tau si kembar (Mano) karena pernah melihatnya saat di ruang rapat ketika belum lama lahir Keandra ikut sertakan di ruang rapat. Tapi Mora tidak.
Jadi kesimpulannya, hanya dari beberapa orang yang tau tentang Moana dan si kembar. Selebihnya belum, jadi hari ini Keandra ingin mengenalkan Moana dan kedua anaknya pada dunia.
"Tidak ada hak untuk kalian melarang ku masuk! Kalian tau aku siapa bukan?! Jadi cepat menyingkir dan jangan halangi aku" Teriak seorang wanita cantik yang kini tengah berteriak meminta masuk ke dalam ruangan pribadi Keandra. Silviya Nadira Putri.
"Nona Silviya" Panggil sekretaris pribadi milik Keandra yang baru saja datang setelah keributan telah menjadi panas.
Farel adalah sekertaris pribadi milik Keandra yang selama ini bertugas menjadi pengganti Keandra tapi itu hanya selama Keandra berada di negara C saja, untuk hari ini ia terlambat datang menyelesaikan keributan di depan pintu masuk ruangan pribadi Keandra karena ia baru saja kembali setelah mengerjakan beberapa urusan di luar. Makanya ia terlambat datang.
"Farel aku perintahkan padamu untuk memecat mereka berdua, mereka telah berani padaku. Kau tau siapa aku bukan?! Aku ini kekasihnya Keandra! Aku baru datang dari Australia bukannya ia menyambut kedatanganku ia justru malah mengusirku" Marah Silviya dengan menggebu-gebu.
Mendengar hal itu Farel pun menatap Amar dan Bara yang tengah memasang wajah dingin dari keduanya, hela an nafas pun terdengar dari Farel. Bukan tanpa sebab, karena ia lelah berurusan dengan mantan kekasih tuan nya itu yang merepotkan dan tidak tau diri setelah berani merendahkan tuan nya pada tahun lalu, ia pikir akan tenang setelah selesai mengerjakan tugasnya dan beristirahat dengan damai. Tapi justru malah tidak karena kehadiran Silviya yang mendadak ada kembali di dalam perusahaan setelah lama pergi ke negara lain untuk membuka cabang butik nya di luar negeri.
"Mantan kekasih, nona" Ralat Farel membenarkan.
"Farel kau!! Beraninya. Aku akan membuatmu kehilangan pekerjaan mu juga bersama dengan mereka" Tunjuk Silviya pada Amar dan Bara yang senantiasa menjaga ruangan pribadi Keandra.
"Nona lebih baik kau kembalilah pulang, jangan membuat lagi keributan disini. Sebaiknya jagalah citra dirimu, kau tidak ingin bukan citra mu di hadapan publik hancur?" Tutur Farel.
"Farel kau sudah berani padaku, tapi tidak apa mungkin itu tidak akan lama. Karena sebentar lagi kalian akan angkat kaki dari perusahaan ini, aku akan minta kekasihku untuk memecat kalian" Geram Silviya.
__ADS_1
"Siapa kekasihmu?" Sahut seseorang yang datang bersama kedua anaknya yang ia gendong dalam pangkuannya itu. Keandra? Iya, siapa lagi memang jika bukan ia Mano dan Mora. Moana? Di toilet.
"Tuan" Hormat Farel, Amar dan Bara.
"Sayang" Panggilnya dengan berlari kecil menghampiri Keandra dan berdiri dihadapan Keandra dengan tatapan sok manisnya.
"Sayang lihatlah mereka, beraninya mereka menindas ku! Kau harus memberikan keadilan untukku" Manja Silviya.
"Ehh... imutnya, siapa kedua anak ini? Mereka tampan dan cantik. Berikan padaku, aku ingin menggendong keduanya sayang. Mereka sangat lucu! Aku menyukai mereka, anak siapa yang kau bawa?" Kata Silviya yang pandangannya mulai teralihkan pada si kembar.
"Berani kau menyentuhnya, maka tanganmu akan aku patahkan saat itu juga" Ancam Keandra dengan wajah galaknya.
"Aku hanya ingin menyentuh nya saja bukan menyakitinya, memangnya bayi siapa mereka? Mengapa kau sangat protektif pada mereka" Cibir Silviya.
"Pergi dari perusahaan ku sekarang, kau mengganggu ketenangan para karyawan ku" Usir Keandra.
"Kau mengusirku juga?"
"Menurutmu?"
"Aku tidak mau!"
Keandra tidak memperdulikan lagi dan menanggapi lagi tingkah Silviya mantan kekasihnya itu yang tiba-tiba kembali setelah sekian lama, dengan tak perduli nya Keandra pergi dan berniat ingin masuk. Tapi dengan tiba-tiba Silviya menghalangi jalannya dan berani merebut Mora dalam pangkuannya.
"Kau tidak boleh pergi begitu saja, dan aku akan membantumu membawa si manis ini" Ujar Silviya dengan beraninya.
Farel, Amar dan Bara kini menjadi siap siaga jika nantinya tuan nya itu akan mengamuk karena ulah Silviya yang dengan lantang nya mengambil nona muda nya yaitu Mora dalam gendongan tuan nya itu.
Mora menangis ketika terkejut di ambil alih oleh seseorang yang ia tidak kenal, bahkan kini tangisan itu membuat kemarahan Keandra bertambah.
__ADS_1
"SILVIYA!" Bentak Keandra.