One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Bibit unggul


__ADS_3

Tak terasa malam yang begitu dingin itu sangat panjang, tapi pada akhirnya berganti menjadi pagi yang cerah. Semua orang sudah berada di ruang tamu setelah selesai sarapan pagi, tapi tidak untuk Kayla dan Adam yang sedari tadi belum juga menunjukkan batang hidungnya dihadapan semua orang.


Oh selepas mereka sama-sama bercerita Kayla dan Adam tertidur di kursi taman belakang mansion Galaxy. Tanpa sadar keduanya kini tengah bersandar satu sama lain, padahal cahaya matahari sudah terbit dan sudah memancarkan cahaya nya ke hadapan wajah keduanya. Tapi tetap keduanya masih belum bangun.


"Di taman belakang nyonya" Ucap Lala selaku kepala pelayan mansion Galaxy.


"Berdua? Apa hanya Kayla, atau Adam" Tanya Moana dengan menaikkan salah satu alisnya.


"Berdua nyonya, nona Kayla dan tuan Adam masih tertidur dengan posisi duduk bersandar" Jelas Lala selaku kepala pelayan mansion Galaxy yang baru itu. Walaupun baru, tapi umur Lala sudah berusia 55 dan Lala sendiri di ambil dari mansion Galaxy yang berada di lain (Di tukar dari mansion Galaxy yang lain ke mansion Galaxy utama oleh Keandra).


"Baiklah, terimakasih bi"


"Sama-sama nyonya"


*****


"Emmm"


Akhirnya sinar matahari berhasil menyapu wajah Kayla hingga membuat Kayla mulai terbangun karena merasa pegal atas posisi tidurnya yang duduk dengan bersandar di bahu milik Adam. Begitupun Adam, ia juga ikut terbangun setelah mendengar suara gumam an kecil yang terdengar dari Kayla.


Saat membuka mata yang pertama ia lihat adalah wajah cantik Kayla yang baru saja bangun tidur di sampingnya itu, sama seperti Adam. Kayla pun juga begitu, saat saling pandang satu sama lain keduanya di kaget kan oleh Moana, Keandra, Elzeyna serta Nathaniel yang baru saja sembuh (Belum sepenuhnya) tapi karena Nathaniel kerasa kepala dan berkata sudah benar-benar sembuh jadi ia tidak lagi disuruh beristirahat.


"Ekhem" Dehem Moana dengan tersenyum kecil.


"Kau nakal" Bisik Keandra pada Moana.


Blussshhh


Salting. Tentu saja, niat nya ingin membuat Kayla yang akan salah tingkah karena ingin di godain justru malah dirinya yang di godain oleh Keandra, padahal Keandra hanya mengatakan kata "Nakal" untuknya. Tapi ia sudah salah tingkah di buatnya, definisi sudah saling mencintai setelah perjuangan kisah di lalui.


"Diam! Jangan menggodaku disini" Gumam Moana dengan berbisik juga.


"Moana, Keandra, Elzeyna dan Nathaniel. Kal--kalian semua kenapa ada disini?" Panik Kayla ketika melihat semua orang berkumpul dengan saling menatap nya.


"Kau tidur diluar, berdua dengan Adam. Kayla?" Tanya Elzeyna dengan sedikit nada menggoda.


"Tii---dak"

__ADS_1


"Iya"


Apa-apaan Adam ini, bukannya menutupi justru malah terang-terangan berkata jujur. Jika seperti ini bukankah semua orang akan salah paham? Pikir nya Kayla, dengan wajah yang bangun tidur Kayla memberikan tatapan kesal pada Adam yang terlihat tidak perduli akan tatapan semua orang.


"Kau bisa tidak jujur? Tidak" Kesal Kayla dengan pelan sambil menyenggol Adam dengan siku nya.


"Tidak perlu di tutupi juga mereka sudah tau" Cuek Adam dengan tidak peduli nya.


"Hahhhh, terserah saja"


"Kayla" Panggil Moana.


"Iya Moana aku tidak sengaja tertidur berdua dengan Adam, tapi itu tidak sengaja. Tadi malam Adam meminta ku untuk menemani nya melihat malam yang indah, tapi tanpa sadar kami berdua ngantuk dan akhirnya tertidur disini. Maaf Moana" Jelas Kayla dengan terperinci.


"Hah?" Bingung Moana dengan Kayla mengapa Kayla tiba-tiba malah menjelaskan kejadian antara dirinya dan Adam, padahal tadi niatnya memanggil Kayla untuk menanyakan apakah Kayla merasa sakit karena tidur di luar iya atau tidaknya. Tapi Kayla sepertinya salah paham akan panggilan nya itu.


"Kau tidak perlu menjelaskannya juga tidak masalah Kayla, justru aku tidak keberatan jika memang hubungan mu akan semakin akrab dengan Adam. Bukankah itu akan jauh lebih baik dari pada harus bertengkar setiap kali bertemu" Ujar Moana dengan memijat pelipisnya sambil menatap wajah Kayla yang terdiam.


"Aku pikir kau akan--"


"Tidak apa, kalian bisa melanjutkan kedekatan kalian. Jika kalian sudah sadar. Segeralah mandi dan sarapan kami akan pergi" Sahut Keandra dengan menarik pinggang Moana kedalam pelukannya.


"Kenapa? Kau istriku, sudah seharusnya aku seperti ini padamu lagi pula kita sudah memiliki si kembar untuk apa lagi tutup-tutup an dihadapan semua orang" Jelas Keandra tak tau malu.


"Sejak awal aku kejebak lalu terpaksa menerima kenyataan" Gumam Moana yang masih samar di dengar oleh Keandra.


"Itukan masa lalu, kau sudah memaafkan aku dan kita sudah memulai lembaran baru. Kau dan aku sudah saling mencintai kan, lebih tepatnya kau sudah menerima ku dan mulai mencintai ku. Jadi tidak ada larangan untuk aku tidak--"


"Ya-ya cukup, kau ini semakin lama semakin cerewet. Dimana kau yang dulu bersifat kejam, dingin, datar dan tak tersentuh itu seperti rumor yang aku dengar?" Potong Moana.


"Kau juga semakin cerewet, tapi aku cinta dan menyukai nya teruslah seperti ini ya sayang" Kecup pelan Keandra untuk Moana setelah berucap pada Moana.


"Tidak"


"Kenapa??"


"Aku tidak mau saja, nanti kau akan semakin suka padaku. Jika seperti itu harapanku untuk menikah dengan pria tampan tidak akan terkabul" Bohong Moana.

__ADS_1


"Aku juga tampan, saking tampan nya aku gen ku menjadi bibit unggul. Mora dan Mano terlahir sempurna karena menurunkan gen ku" Narsis Keandra.


"Siapa bilang?" Remeh Moana.


"Kau meremehkan aku sayang? Benarkah" Selidik Keandra dengan menyipitkan matanya sambil memandang wajah Moana. Tentu saja perdebatan keduanya di lihat jelas oleh yang lainnya, niat nya ingin melihat Kayla dan Adam justru malah membuat drama kisah mereka.


"Iya"


"Mari ikut aku" Ajak Keandra.


"Kemana?"


"Aku akan membuat keturunan gen unggul lagi, sekalian memberikan adik untuk si kembar. Dengan begitu kau akan tau bahwa aku tampan"


"Apa-apaan kau ini, tidak ada hubungannya dengan anak dan wajah kau"


"Ada, jika anak ku terlahir dengan wajah sempurna itu berarti menunjukkan bahwa daddy nya yang membuat nya itu memiliki gen dengan bibit unggul" Terang Keandra.


"Hey, apa kalian akan terus berdebat?" Kesal Elzeyna dengan menepuk pelan keningnya karena merasa pusing melihat pertengkaran antara Moana dan Keandra yang tak ada ujungnya.


Mendengar suara Elzeyna seketika membuat keduanya tersadar bahwa mereka sedari tadi menjadi pusat perhatian semua orang. Karena merasa malu, akhirnya Moana langsung saja pergi dengan di ikuti oleh Keandra dari belakang sambil berteriak memanggil "Sayang" pada Moana yang tidak memperdulikan panggilan dari suaminya itu.


"Ah mereka ini" Gumam Elzeyna.


"Aku bahagia jika kau bahagia, teruslah seperti ini Moana" Lirih Kayla pelan.


"Lihatlah bahwa semua akan baik-baik saja jika kita belajar menerima kenyataan yang pahit dengan akhir yang akan manis, jangan berkecil hati dengan terus menyalahkan keadaan ataupun dirimu. Sejujurnya tidak ada yang perlu di sesali jika akhirnya akan bahagia" Kata Adam.


Perkataan yang di lontarkan oleh Adam jelas sudah mengundang pandangan Kayla terhadapnya, tidak ada balasan tapi dengan cara Kayla menatap nya dengan dalam itu sudah membuat Adam mengerti bahwa tatapan yang Kayla tunjukkan padanya itu tatapan balasan atas perkataan nya.


"Semua akan baik-baik saja" Ucap Adam dengan menggenggam tangan Kayla begitu erat.


...*****...


..."Lihatlah bahwa semua akan baik-baik saja jika kita belajar menerima kenyataan yang pahit dengan akhir yang akan manis, jangan berkecil hati dengan terus menyalahkan keadaan ataupun dirimu. Sejujurnya tidak ada yang perlu di sesali jika akhirnya akan bahagia"...


...Adam Malik Bagaskara...

__ADS_1


...*****...


__ADS_2