
"Hey mommy muda, bukankah kau bilang ingin mengambil cemilan? mengapa kau malah berdiam diri di sini" Celetuk seseorang yang tak lain adalah Kayla yang mana datang menghampiri Moana yang kini tengah menatap seluruh kota dari kaca apartemen miliknya itu.
"Ah Kayla, kau mengagetkan ku" Ucap Moana.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Elzeyna dengan menghampiri Moana lalu kemudian mulai mengelus-elus perut milik Moana.
"Bagaimana kabar kalian sayangnya aunty, maaf ya aunty baru bisa datang melihat kalian lagi. Ini semua karena pekerjaan aunty" Kata Elzeyna pelan dengan berbicara dengan perut bulatnya Moana itu tak lupa juga sambil mengelusnya.
"Tidak ada yang ku lakukan, aku hanya sedang menunjukkan dunia pada mereka" Jawab Moana tersenyum manis.
"Tunggulah beberapa waktu lagi, kita semua pasti dapat melihat mereka. Ohh ya mommy muda, apa kau tidak ingin keluar?" Tanya Kayla.
"Keluar?" Bingung Moana.
"Iya keluar, apa kau tidak ingin membeli kebutuhan si kecil? bukankah tidak akan lama lagi mereka akan melihat dunia... jadi seharusnya persiapan untuk perlengkapan mereka sudah ada bukan" Ujar Kayla dengan menjelaskan.
"Tapi apa aku boleh ikut?" Kata Moana dengan bertanya kembali.
"Tentu saja, bukankah itu yang Kayla maksud" Celetuk Elzeyna dengan antusias.
"Apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Moana kembali dengan raut bahagia karena ia akan keluar setelah sekian lama tidak pergi keluar akibat ulah Keandra beberapa bulan yang lalu.
"Tentu saja" Jawab Kayla dan Elzeyna secara bersamaan dengan kompak.
"Hahahaha, kalian sangat kompak" Tutur Moana dengan bahagia.
...*****...
"Tuan" Panggil seseorang yang tak lain adalah Bara yang kini tengah berhadapan dengan Keandra.
Keandra? yaa... Setelah tidak berhasil menemukan Moana, Keandra pun semakin hari semakin membabi buta untuk membantai para anak buahnya karena merasa tak becus dalam menjalankan tugasnya.
Adam dan Nathaniel bahkan lama kelamaan mulai berhati-hati dengan setiap langkah yang mereka berikan untuk Moana, bahkan kini sejak Keandra lebih memperketat kembali pencarian untuk Moana, Adam sudah jarang berkomunikasi pada Moana dan tidak lagi mempertahankannya mengenai kondisi Moana, tapi ia tetap memberikan uang bulanan pada Kayla setiap bulannya.
"Bawa masuk" Titah Keandra datar.
__ADS_1
"Baik tuan"
"Lepaskan!" Berontak seseorang yang kini dibawa paksa oleh Bara dan Amar.
Melihat orang yang ia tunggu-tunggu telah hadir dihadapan nya, Keandra pun kini hanya diam sambil menatap datar wajah pria yang dibawa paksa oleh anak buahnya itu. Wajah tanpa ekspresi itu kini tengah menatap seorang pria tampan yang wajahnya di penuhi oleh lebam akibat pertarungan yang di lakukan oleh pria tersebut dengan Bara dan Amar.
"Dimana Nathaniel?" Tanya Keandra pada Bara dan Amar, mempertanyakan keberadaan Nathaniel.
"Aku disini" Sahut seseorang dengan wajah yang tak kalah lebam dari Adam.
Ya Adam. Pria yang dibawa paksa oleh Bara dan Amar adalah Adam, pria yang wajahnya dipenuhi oleh begitu banyak lebam adalah Adam. Bahkan Nathaniel pun ikut serta mendapatkan luka-luka di sekujur tubuhnya.
"Dimana Moana?" Tanya Keandra kembali dengan wajah tanpa ekspresi.
"Mengapa kau mempertahankan nya pada kami, kami tidak ada hubungannya dengan kepergian Moana" Balas Nathaniel dengan membantu Adam untuk berdiri.
...Bruuukkkk...
Sebuah berkas pun dilembar oleh Keandra kehadapan kedua sahabatnya itu, dengan wajah yang dingin dan tatapan yang tajam. Keandra pun mulai bangkit dari duduknya dan kian menghampiri kedua sahabatnya itu.
Memang benar, Keandra sudah mengetahui tentang Adam dan Nathaniel yang membantu Moana untuk segera pergi dari negara ini. Dan bahkan keduanya telah membantu membuat data kepalsuan untuk Moana dan Kayla.
"Hehhhh..."
"Kenapa Keandra? kau akan marah pada kami... ohh, atau kau akan menghabiskan kami seperti musuh mu pada umumnya yang akan kau habisi" Sinis Adam dengan menatap balik tajam wajah Keandra.
"Aku akan--"
"Akan apa? akan memerintahkan para anak buah mu untuk membunuh kami atau membunuh kami dengan tangan mu sendiri! tapi kau harus ingat Keandra, hanya kami berdua yang tau dimana Moana berada" Kata Adam pada Keandra.
"Dimana Moana" Ucap Keandra dengan mempertahankannya dimana keberadaan Moana saat ini.
"Kalian mengkhianati ku!" Geram Keandra dengan menarik kerah kemeja Adam hingga membuat Adam yang tadi berada di papah han Nathaniel menjadi berada di hadapannya.
"Lepas Keandra! kau gila. Dia sahabat mu" Marah Nathaniel dengan membantu Adam.
"Sahabat?! sahabat yang telah mengkhianati ku... apakah itu dikatakan seorang sahabat!" Tegas Keandra dengan marah menatap tajam wajah Nathaniel.
__ADS_1
"Kami tidak mengkhianati mu, kami hanya membantu seseorang yang seharusnya kami bantu!" Ujar Nathaniel.
"Kalian berdua yang merencanakan kepergian untuk Moana bukan" Ucap Keandra.
"Benar!"
"Tapi kami punya alasan untuk itu" Jawab Nathaniel dan Adam secara bersamaan.
"Apa?"
"Kau tak perlu tau" Balas Adam.
"Adam!" Geram Keandra yang ingin melayangkan tangannya kehadapan wajah Adam tapi tertahan oleh tangan Nathaniel.
"Ini semua karena Moana, kami sangat tidak suka atas perlakuan mu padanya. Hanya karena Silviya wanita murahan itu kau menjadi lebih brengsek! kau membuat semua dunia wanita hancur dengan tanganmu, dan kami berdua muak akan hal itu. Maka dari itu kami berdua membantu Moana untuk pergi agar tidak menjadi mainan mu selanjutnya" Tutur Nathaniel dengan menjelaskan.
"Seharusnya pada hari itu aku tak mengajakmu untuk pergi minum denganku! aku akui itu adalah kesalahan ku, maka sebab itu jika bukan karena ku kau mungkin tak akan bertemu dengan wanita sepolos Moana. Dan karena hal itu juga aku merasa bersalah atas Moana hingga membuat aku dan Adam membantunya terlepas dari jeratan mu" Tutur Nathaniel kembali.
"Jika aku dan Nathaniel tidak membawa Moana pergi dari sini, mungkin saja ia sudah menjadi gila sama seperti wanita-wanita mu sebelumnya" Sahut Adam.
"Kini kami berhasil menyelamatkan Moana dari genggaman mu, kehidupannya berjalan dengan baik. Tapi sebelumnya tidak, karena ulah mu yang membuat mereka terputus akan sumber penghasilan. Karena postingan dan trending topik mu, setelah aku mencoba meredakan berita panas itu kini kehidupan mereka kembali berjalan dengan baik dan mungkin sekarang Moana sudah menjalani kehidupannya bersama orang lain" Tutur Adam dengan tersenyum sinis.
"Sialan!"
"Tidak mungkin! Moana milikku ia tidak akan pernah aku jadikan mainan seperti sebelumnya. Karena aku telah mencintainya, Moana milikku! ia tidak boleh bersama orang lain selain aku" Geram Keandra.
"Cintamu menyakiti dirinya Keandra! Sadarlah" Teriak Nathaniel yang sudah habis kesabarannya.
"Hanya itu yang bisa aku perbuat Nathaniel!! Hanya itu... hanya itu yang dapat membuat aku bisa bersamanya, jika tidak aku akan kehilangannya. Aku bersumpah atas nama kedua mending orang tuaku bahwa aku benar-benar mencintainya, aku tidak akan menjadikan ia sebagai mainan" Ucap Keandra dengan sedikit berteriak.
"Kau bodoh Keandra! seharusnya kau membuatnya mencintaimu bukan malah membencimu" Celetuk Adam.
"Aku tidak tau apa itu cinta, bagaimana cara cinta memperlakukan seseorang aku tidak tau... sebelumnya aku pernah mencintai tapi aku tidak segila ketika aku mencintai Moana" Jelas Keandra.
"Kalian memang benar, aku memang gila! dan itu semua karena Moana. Entah hanya dalam satu malam ia berhasil membuatku gila karenanya, bukan aku mencintai tubuhnya tapi aku benar-benar mencintainya. Ketika aku berada didekatnya perasaanku sangat tenang walaupun ia selalu memberontak setiap saatnya, penyakit yang biasanya kambuh setiap dua jam tidak pernah muncul kembali setelah aku selalu disisinya. Tapi saat aku tak disisinya dan saat dia tak disisiku aku kembali menjadi diriku yang sebelumnya, brengsek dan tak berperasaan! sama seperti aku belum bertemu Moana" Cerita Keandra.
Mendengar cerita Keandra, Adam dan Nathaniel pun diam tanpa berkata kembali. Entah apa yang selanjutnya akan terjadi pada Keandra dan pada Moana kedepan nya mereka tak tahu rencana takdir nanti kedepan nya
__ADS_1