
"Halo kakak tampan! Namaku Atvaletta Amola Xaviela Galaxy. Panggil aku Mola" Sapa Mora dengan antusias nya dimana ia memperkenalkan dirinya pada sosok Kaylash dengan nada cadel nya itu.
"Namanya Athvaretta Amora Xaviera Galaxy. Mora belum bisa menyebut huruf R" Sambung Moana dengan membernarkan nama sang putri.
"H--halo Mora" Jawab Kaylash dengan malu karena melihat wajah imut Mora yang membuatnya menjadi salah tingkah.
"Sayang sekarang giliran mu" Ujar Moana pada sang putra.
"Atharrazka Elmano Afgara Galaxy. Panggil saja Mano" Kata Mano dengan nada sedikit datar.
"Nah sayang mereka berdua sudah memperkenalkan diri, sekarang giliran mu" Celetuk Kayla.
"Namaku Kaylash Zegara Isvara. Kalian bisa memanggilku Kaylash" Ucap Kaylash dengan tersenyum canggung.
"Kakak kau tampan" Puji Mora dengan tersenyum manis menampilkan deretan gigi putih yang rapi nya itu.
"Terimakasih Mora, kau juga cantik" Balas Kaylash dengan tersenyum manis juga menampilkan lesung pipinya itu yang dalam.
"Mommy lihat, kakak Kaylash mempunyai lesung pipi yang dalam. Mommy bukankah itu tellihat manis" Tunjuk Mora pada layar yang menampilkan wajah manis Kaylash.
"Iya sayang benar" Balas Moana.
"Moana karena aku sudah memperkenalkan putraku dan memberitahumu dimana keberadaan ku sekaligus keberadaan janin ku, maka kita akhiri ini karena aku tidak bisa terlalu lama membuat panggilan padamu" Tutur Kayla.
"Baiklah tidak apa, tapi Kayla kau harus terus menghubungi ku untuk memberitahu tentang kondisimu. Terlebih lagi kau sedang mengandung, dan aku mau penjelasan darimu nanti malam mengenai anak yang kau kandung" Jawab Moana.
"Iya Moana, aku akan menjelaskannya nanti. Kalau begitu sampai jumpa lagi" Balasannya lalu kemudian mulai mematikan panggilan vidio tersebut secara bersamaan.
*****
"Mommy sejak kapan aunty Kayla memiliki Kaylash?" Tanya Mano dengan wajah bingung nya.
"Emmmm, dengar sini. Mommy juga tidak tau sejak kapan aunty kalian memiliki Kaylash tapi yang jelas sekarang Kaylash adalah saudara kalian, jadi mommy harap Mano bisa berteman baik dengan Kaylash dan bisa bersahabat dengannya. Jangan membedakan persamaan kalian, mengerti sayang?" Jelas Moana pada kedua anaknya terutama untuk sang putra yang notabe nya itu sulit untuk berteman karena tingkat kewaspadaannya yang tinggi.
"Hmmm, bolehkah aku bertemu dengan Kaylash secara langsung? Aku rasa perkenalan ku padanya terlalu buruk tadi mommy. Jadi, kapan kita bisa pergi mengunjungi aunty Kayla?" Ujar Mano dengan merasa sedikit tidak baik perihal perkenalan yang ia lakukan bersama dengan saudara barunya itu.
__ADS_1
Mano memang tipikal anak yang memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap seseorang, maka tadi ketika baru pertama kali melihat Kaylash ia rasa sedikit waspada dan berakhir memperkenalkan dirinya dengan buruk. Maka ia harus mengulang nya dengan baik, apalagi ajaran mommy dan daddy yang padanya itu ia ingat jelas.
Terlebih lagi ia memiliki maksud tertentu untuk bertemu dengan Kaylash, entah mengapa Mano memiliki filing tersendiri untuk Kaylash. Makanya ia meminta sang mommy dengan bertanya kapan ia bisa bertemu dengan Kaylash secara langsung.
"Mommy hanya tau aunty kalian tinggal di negara B, tapi untuk tempat tinggal aunty kalian mommy belum tau. Jika mommy sudah tau dimana tempat tinggal aunty kalian maka mommy akan mengajak kalian untuk pergi mengunjungi aunty kalian" Ucap Moana dengan membalas pertanyaan dari sang putra tadi.
"Aunty berada di negara B dan ia tinggal di salah satu apartemen milik daddy yang ada disana, di lantai 9 unit apartemen kamar no 106. Tidak perlu mencari alamatnya karena aunty tinggal di apartemen yang terkenal di negara B milik daddy yang tengah berkembang disana" Tutur Mano pada sang mommy.
Moana yang mendengar itupun seketika membulat kan keduanya matanya karena tak percaya bahwa sang putra sangat detail mengetahui dimana keberadaan Kayla, terlebih lagi mengapa sang putra sejak awal sudah tau dimana Kayla tapi tidak memberitahu kan padanya. Lalu suaminya? iya yakin ini pasti ulah suaminya yang sengaja tidak meminta sang putra untuk segera memberitahu nya karena Moana yakin pasti Keandra berkata seperti ini pada sang putra.
"Biarkan daddy saja yang memberitahu mommy mu, jadi kau tak perlu mengangkat mulutmu untuk bersuara menyampaikan ini pada mommy mu"
Pasti seperti itu karena Moana tahu betul bagaimana suaminya itu yang sangat picik, bila bersangkutan dengan informasi yang ia inginkan. Karena sudah hal biasa juga Keandra seperti itu jadi tak heran lagi.
"Keandra ini benar-benar!" Gerutu Moana pelan.
"Besok kita pergi menemui aunty, tapi Mano kali ini kerja samanya dengan mommy. Jangan beritahu daddy mu dan pastikan para bawahan daddy mu tidak tau tentang kepergian kita, nanti pagi jam 5 kita akan segera lepas landas menuju negara B. Malam ini mommy akan menyiapkan paspor dan visa kalian, tidak perlu membawa apapun kesana kita hanya perlu membawa kartu saja. Nanti disana kita beli keperluan dengan mendadak saja" Ujar Moana dengan tersenyum sumringah pada kedua anaknya itu.
Mano tentu mengerti dan kali ini setuju dengan ajakan kerja sama sang mommy, karena bagaimanapun juga ini menguntungkannya. Terlebih lagi ia memang cepat-cepat bertemu dengan Kaylash, tapi untuk Mora ia tentu tidak mengerti apa maksud dari perkataan sang mommy.
"Begini sayang, kalian ingin bertemu dengan Kaylash kan? Mora mau bertemu kakak Kaylash tidak jika ia maka besok kita akan pergi mengunjungi aunty Kayla dan Kaylash. Tapi Mora tidak boleh bilang pada daddy jika besok pagi-pagi sekali kita akan pergi" Jelas Moana dengan pelan-pelan agar sang putri mengerti.
"Mengapa mommy tidak beli tahu daddy? Bagaimana jika daddy kebingungan mencali kita mommy. Kasihan daddy" Lirih Mora yang mengasihani sang daddy dan itu mendapatkan tatapan malas dari Mano.
"Kau mau bertemu aunty Kayla atau tidak?" Celetuk Mano datar.
"Mau"
"Maka jangan bilang pada daddy!"
"Tapi--"
"Mommy sebaiknya Mora kita tinggalkan saja, biar Mora bersama daddy saja. Kita pergi berdua mengunjungi aunty dan Kaylash, itung-itung kita berlibur mommy karena untuk 1 minggu kedepan kita libur sekolah. Bagaimana menurutmu mommy" Profokasi Mano pada sang mommy dengan saling bekerjasama agar Mora terhasut untuk bekerjasama dengan mereka.
"Tentu saja, biar Mora sama daddy. Lagi pula mommy dan kakak disana juga pasti akan lama sedikit karena mengisi hari libur kalian, ya kan sayang? Kita disana akan bermain dengan aunty dan Kaylash. Biarkan Mora tinggal dengan daddy disini agar Mora bisa terus ikut masuk ruang meeting dengan daddy yang membosankan itu" Sambung Moana juga dengan mengedipkan salah satu matanya pada sang putra.
__ADS_1
"HUWAAAAAAA!! Mommy jahat. Hikssss... Mommy ingin meninggalkan Mola disini dan pelgi dengan kakak saja. Mommy kau mempunyai dua anak, aku dan kakak Mano mengapa hanya kakak Mano yang kau ajak! hikssss..." Lirih Mora dengan mata berkaca-kaca, berteriak tak terima karena dirinya tak diajak.
"Mengapa kau sedih? Bukankah kau yang ingin terus bersama daddy" Sindir Mano.
"Tidak jadi! Hikssss... Mola akan ikut mommy dan kakak, tidak akan Mola katakan pada daddy jika kita akan pelgi" Jawab Mora dengan mengucek pelan kedua matanya yang habis mengeluarkan air matanya itu walau sedikit.
"Itu baru anak mommy yang pintar" Puji Moana dengan menggendong sang putri dan membantu mengusap sisa air mata Mora yang hendak akan keluar itu tadi.
"Mola mau mommy! Mola mau belsama mommy dan kakak. Bial daddy kita tinggal disini" Gumam Mora dengan menyandarkan kepalanya dipundak sang mommy.
"Mano mau mommy gendong tidak?" Tawar Moana.
"Tidak mommy, kau akan kesusahan bila kau ikut mengendongku. Biarkan Mora saja karena aku ingin pergi untuk mengambil kartu ku yang aku simpan entah dimana, agar berjaga-jaga saja bila aku membutuhkan nya nanti disana" Tolak halus Mano yang diangguki oleh Moana.
"Baiklah sayang"
"Aku pergi ke kamar ya mommy"
"Iya sayang"
"Mommy Mola juga mau mengambil kaltu Mola"
"Baiklah, kembalilah ke kamar mu dengan hati-hati. Mengerti?!"
"Mengelti nyonya muda mommy!"
"Dasar anak ini"
Kartu yang dimaksud Mora dan Mano tentu saja kartu debit tanpa batas miliknya, masing-masing dari mereka diberikan debit tak terbatas oleh Keandra. Sedangkan Moana mengajarkan untuk tidak terlalu terlihat terang, dan tentu saja Mano dan Mora anaknya penurut dengan tidak terlalu bersikap boros dan pamer akan yang ia miliki. Mano dan Mora memang bersekolah di sekolah yang terkenal elit, tapi mereka disederhanakan.
Maksudnya mereka tidak terlalu berpegang teguh akan kekayaan mereka, mereka sederhana. Bahkan mereka terkadang bersikap seperti warga biasa tak seperti pada umumnya anak orang kaya yang selalu pemilih tentang tempat atau makanan bahkan pertemanan, untuk jajan saja terkadang si kembar lebih memilih untuk jajan di pedagang kaki lima dari pada harus pergi ke mall atau ke tempat-tempat mewah. Itu ajaran Moana, tapi Keandra? Tau sendiri lah ia pasti akan sangat posesif pada keduanya dengan tidak mengizinkan ini itu pada anak-anaknya. Makanya si kembar jika ingin jajan mengajak sang mommy dari pada sang daddy.
"Daddy kau sombong, jajanan ini enak dan sehat. Kau tidak boleh belsikap selepti tidak menyukainya hanya kalena meleka beljualan di pinggil jalan"
Satu kata itu pernah dilontarkan oleh Mora pada sang daddy dan itu langsung membuat Keandra diam tak bersuara.
__ADS_1