
...Kamar Keandra...
Ketika Kayla sudah sampai tepat di depan pintu masuk kamar pribadi milik Keandra, Kayla pun tidak buru-buru masuk. Ia terlebih dahulu mengatur nafasnya dan mengambil kuat-kuat udara disekitarnya lalu kemudian mulai menghembuskan nya kembali.
...Ceklekkkk...
Kayla pun perlahan memegang gagang pintu kamar milik Keandra tersebut, lalu masuk secara perlahan. Dan ketika baru saja melangkahkan kakinya kedalam, Kayla pun bisa melihat jelas bagaimana kondisi Moana saat ini.
Yang mana Moana sama sekali tidak bergerak dan bergeming sedikitpun dari tempatnya, dengan posisi yang masih sama sebelumnya. Duduk di hadapan sebuah jendela yang besar, yang ditutupi sebuah kain besar dan panjang itu. Walau begitu tapi masih ada celah untuk Moana melihat ke arah luar karena memang sengaja Keandra membuka sedikit kain besar tersebut.
"Moana" Panggil Kayla dengan lirih.
Moana yang memang tadi sedang melamun pun seketika tersadar ketika mendengar suara seseorang yang ia rindukan saat ini, lalu kemudian iapun mulai memutar arah pandang nya ke belakang. Tepat dimana Kayla tengah berdiri di belakangnya itu.
...Grepppp...
"Kayla" Lirih Moana.
"Hikssss... hikssss... maaf aku tidak bisa menjagamu" Isak Moana pelan dengan memeluk erat tubuh Kayla, dan itupun dibalas dengan erat oleh Kayla.
"Tidak!"
"Seharusnya aku yang mengatakannya Moana, hikssss... maafkan aku karena tak dapat membantumu lagi dan lagi. Kakak macam apa aku ini Moana yang telah membiarkan mu terluka lagi dari seseorang" Ucap Kayla dengan menggelengkan kepalanya cepat sebagai tanda tak setuju akan permintaan maaf dari Moana.
"Hikssss... hikssss... Apa kau baik-baik saja? kau tidak terluka kan Kayla" Tanya Moana dengan melepaskan pelukannya lalu kemudian mulai mengecek setiap tubuh Kayla.
"Aku baik-baik saja"
"Kayla kakimu... Kau terluka? hikssss... ini pasti karena aku bukan? hikssss... jawablah dengan jujur" Pinta Moana yang tak sengaja arah pandangan nya jatuh kebawah tepat di perban kaki Kayla.
"Ini bukan karenamu, ini karena ulahku sendiri. Aku mencoba untuk melarikan diri tapi aku malah tak sengaja melupakan alas kaki ku hingga akhirnya aku tak sengaja menginjak sebuah ranting yang tajam, lalu kemudian aku tertangkap kembali" Jelas Kayla dengan menghapus pelan air mata Moana yang keluar.
__ADS_1
Sebenarnya Kayla ingin menangis melihat kondisi Moana saat ini, tapi ia memaksa kan dirinya untuk tetap terlihat biasa saja dan terlihat kuat. Agar Moana tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya terlalu dalam.
Ketika Kayla tadi masih terfokus pada wajah Moana, kini Kayla pun terfokus pada sebuah tanda-tanda merah kebiruan di setiap inci tubuh Moana. Leher jenjang yang putih dan mulus biasanya ia lihat bersih kini terdapat sebuah jejak noda merah kebiruan disana, dengan jumlah yang banyak dan dengan warna yang sangat terang.
"Kayla" Lirih Moana dengan memanggil Kayla karena kini ia sudah sadar dengan tatapan Kayla yang kian sedang tertuju pada tubuhnya.
"Kau mengenakan kemeja siapa?" Tanya Kayla dengan mata berkaca-kaca menatap wajah Moana.
"Tuan Keandra"
"Apa kau sudah kembali membersihkan tubuhmu?" Tanya Kayla dengan lirih kembali bertanya pada Moana. Dan dengan pandangan yang masih berkaca-kaca.
"Ia sudah membersihkan tubuhku, sekaligus memakaikan kemeja nya padaku" Jawab Moana dengan menundukkan wajahnya.
"Kau tidak memberontak?"
"Aku tidak mampu" Ucap pelan Moana.
"Kau sudah di nodai dengan sebuah najis, lalu najis tersebut membantumu menghilangkan noda yang ia berikan padaku. Sungguh, dia memang bejad!" Geram Kayla dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Kayla apakah aku di matamu sudah sangat ternodai?" Tanya Moana dengan lirih.
"....."
"Kayla jawab aku" Pinta Moana dengan suara yang menahan isak tangisnya lagi.
"....."
Lagi-lagi Kayla tak menjawab pertanyaan dari Moana, dan bahkan respon yang Kayla berikan padanya hanyalah kediaman Kayla dengan pandangan yang menatap kosong. Tapi air matanya tak dapat berhenti mengalir dari pipinya, lalu kedua tangannya yang masih setia mengepal dengan sangat erat.
Bahkan Moana yang melihat itu mencoba untuk membuka kedua tangan Kayla, agar Kayla tak mengepalkan kembali kedua tangannya. Atau jika seperti itu terus kuku panjang Kayla akan melukai telapak tangan Kayla.
__ADS_1
"Kayla hikssss..."
"Kayla aku mohon jawab aku hikssss... jika memang iya, maka kau dapat menjauhkan aku hikssss... hikssss... kau tak perlu menutupinya" Tangis Moana dengan menatap dalam wajah Kayla.
"Kayla"
"YA MOANA! KAU TELAH TERNODAI. HIKSSSS... KAU SUDAH KOTOR DAN ITU SEMUA KARENA TUAN KEANDRA!!" Teriak Kayla secara tiba-tiba dengan membalas tatapan intens dari Moana.
Dengan deraian air mata yang selalu mengalir ke pipinya, membuat Kayla lepas kendali akan dirinya. Ia bukan membenci Moana, hanya saja ia lebih membenci Keandra yang telah berbuat bejad kepada Moana.
"Hikssss... hikssss..."
"MAKA DARI ITU, AKU KAYLA ISVARA AKAN MEMBALASKAN SEMUA INI KEPADANYA. AKU AKAN BERBUAT PERHITUNGAN PADANYA" Teriak Kayla kembali dengan meluapkan kemarahannya tepat di hadapan wajah Moana.
Lalu setelah selesai, iapun langsung saja menghapus air matanya lalu kemudian menarik tangan Moana menuju keluar. Menuju ke lantai bawah dan keluar dari kamar pribadi milik Keandra.
"Kayla tunggu... pelan kan sedikit langkahmu, aku kesakitan" Pinta Moana yang merasakan kesakitan karena berjalan dengan langkah yang cepat, tepat di bawah **** * nya ia merasakan sebuah rasa sakit.
Mendengar hal tersebut pun Kayla berhenti seketika, lalu kemudian menatap wajah Moana yang terlihat kesakitan. Dengan arah pandangan yang mengarah pada tangan Moana karena sedang menahan titik rasa sakitnya, Kayla pun semakin marah kepada Moana.
"Arghhhhhh... aaaaaaaaaa... hikssss... hikssss... INI SEMUA SALAHKU! hikssss... huhhhh... huhhhh... BAJINGAN! hikssss" Teriak Kayla dengan frustrasi hingga menjatuhkan tubuhnya ke lantai karena merasa sangat lemas setelah mengetahui fakta yang lainnya dalam diri Moana.
"KAYLAAA!!" Teriak Moana dengan memeluk erat tubuh Kayla yang telah terjatuh dan kian tengah terduduk lemas tak berdaya di lantai.
"Kayla" Panggil Adam dengan terburu-buru mendekat kearah Kayla setelah melihat Kayla tengah terduduk lemas tak berdaya di lantai yang dingin itu, mendengar suara teriakan Kayla. Keandra, Adam dan Nathaniel yang berada di ruangan Keandra pun seketika berhamburan pergi keluar.
Masih di lantai atas, karena mansion Galaxy besar. Maka posisi Kayla saat ini seperti berada di ruang tamu khusus di lantai atas.
"Moana bangunlah" Pinta Keandra pelan dengan menarik lengan Moana untuk memintanya berdiri. Dan Moana pun menolak hal itu.
Sedangkan Kayla? Ketika ia di bantu oleh Adam untuk berdiri juga. Iapun sama menolaknya, tapi ketika mendengar suara Keandra dan melihat pergerakan tangan Keandra. Kayla pun seketika bangkit dari duduknya, di ikuti oleh Moana.
__ADS_1
"Kayla" Panggil Moana dengan menatap wajah Kayla dalam, karena Moana saat ini tau bahwa Kayla tengah menatap kearah wajah Keandra.
"Kay--"