One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Milik Adam


__ADS_3

Ketika Reyfano dan Kayla tengah asik bertukar cerita layak nya teman lama, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Kayla hingga membuat Kayla serta Reyfano menatap ke arah asal suara tersebut.


"El? Kau kembali, ada apa" Tanya Kayla dengan kebingungan ketika melihat Elzeyna kembali ke sini setelah beberapa saat ia sudah pergi.


"Huuuffff... Untunglah ini masih ada di sini, dan ya terimakasih kau belum pergi Kayla. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika flashdisk ini benar-benar hilang" Ujar Elzeyna dengan menarik nafasnya berat ketika ia telah menemukan apa yang ia cari.


Jadi ketika Elzeyna baru saja sampai di perusahaan miliknya, Elzeyna pun teringat bahwa flashdisk yang berisi dokumen untuk meeting nanti tertinggal di meja cafe yang tadi ia tempati. Untuk itu ia pun segera kembali menuju tempat dimana dirinya tadi berada.


Untung nya ketika ia sudah sampai di cafe yang tadi, Kayla masih ada bersama presdir dari pramudya itu. Dan rasa khawatirnya nya pun seketika hilang setelah tau bahwa flashdisk miliknya masih terdapat di atas meja tersebut tepat di samping vas bunga kecil flashdisk tersebut berada.


"Kau ceroboh lagi" Kata Kayla dengan menatap malas wajah Elzeyna yang tersenyum kearahnya dengan begitu manisnya.


"Hehehehe, seperti yang kau duga. Oh ya, mengapa kau masih berada disini? Tapi... Untunglah kau masih berada disini" Ujar Elzeyna.


"Presdir Danantya?" Gumam Reyfano.


Elzeyna yang samar-samar mendengar gumam an Reyfano seketika tersadar bahwa ada presdir dari pramudya disampingnya, dan setelah ia sadar Elzeyna pun memberikan sapaan akrabnya pada Reyfano.


"Senang bertemu anda kembali presdir pramudya" Sapa Elzeyna dengan formal.


"Senang bertemu dengan anda juga presdir Danantya" Balas Reyfano dengan tersenyum manis.


"Maaf atas ketidak nyamanan nya anda dengan kehadiran saya yang tiba-tiba mengganggu obrolan anda dengan saudari saya, sebelumnya maaf juga telah menabrak sampai menjatuhkan ponsel milik anda. Jika ada kesalahan yang fatal, anda bisa mengatakan nya pada sekretaris saya agar saya dapat mempertanggung jawab nya" Tutur Elzeyna dengan begitu sopan dan formal nya ia berkata pada Reyfano.


"Tidak masalah presdir danantya, itu hanya tidak sengaja saja. Dan tidak ada tanggungan yang anda harus tanggung" Jawab Reyfano dengan lebih sopan kembali.


"Terimakasih atas kemurahan hati anda presdir pramudya, untuk itu saya izin pamit kembali. Sekali lagi maaf telah mengganggu obrolan anda dengan saudari saya" Pamit Elzeyna.


"Ya silahkan, sama-sama"


"Kayla aku akan kembali, kau cepatlah juga kembali" Ucap Elzeyna dengan berpamitan juga.


"Ya baiklah, kau berhati-hati lah dan jangan sampai ceroboh lagi" Ingat Kayla untuk Elzeyna.

__ADS_1


"Ya baiklah"


"Kau bersaudara juga dengan presdir danantya?" Tanya Reyfano.


"Hmmmm, sama seperti Moana" Balas Kayla singkat.


"Ah ya karena sudah waktunya untuk aku kembali bekerja, untuk itu aku akan kembali. Dan kau? Apa kau akan tetap disini" Terang Kayla.


"Aku juga akan kembali, sebentar lagi aku akan menemui klien ku yang berasal dari negara R. Untuk itu, terimakasih Kayla karena sudah mau bertukar cerita denganku" Jawab Reyfano.


"Sama-sama"


"Boleh aku meminta nomor ponsel mu? Karena lain kali aku akan meminta mu untuk bertukar cerita lagi" Pinta Reyfano.


"Tentu, berikan ponselmu"


"Ini"


Setelah memasukkan nomor ponselnya kedalam kontak ponsel Reyfano, Kayla pun langsung saja berpamitan untuk kembali ke perusahaan. Dan dengan disetujui oleh Reyfano, kini Kayla telah pergi dari cafe tersebut.


"Cukup untuk hari ini, jadi kita kembali" Lirih Reyfano pelan lalu kemudian pergi dengan senyuman yang melekat jelas tertera di bibir manisnya itu.


...*****...


...Disisi lain......


...Ruangan Kayla...


Ketika Kayla baru saja ingin menarik ujung gagang pintu ruangannya, tiba-tiba pintunya sudah terbuka dengan lebar dan memperlihatkan seseorang yang tengah berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang sangat kesal.


Kesal karena sudah 2 jam dibuat menunggu oleh Kayla, dan Kayla yang melihat itu hanya tersenyum bahagia. Tanpa ragu-ragu bahkan ia menunjukkan nya pada Adam, yaps Adam.


"2 jam, kau pergi meninggalkan pekerjaan mu selama 2 jam penuh. Lalu kembali dengan wajah penuh kebanggaan ini, hehhhh... Apa kau sungguh-sungguh tidak berniat untuk bekerja dan hanya ingin bermain-main?" Kesal Adam pada Kayla.

__ADS_1


"Menyingkir lah dari jalanku, kau menghalangi jalan ku" Usir Kayla dengan tidak memperdulikan kehadiran Adam.


"Kau darimana saja?" Tanya Adam.


"Apa urusanmu? Tidak penting aku kemana dan dari mana, yang terpenting adalah kini aku sudah kembali untuk melanjutkan pekerjaan ku" Jawab Kayla dengan nada ketus, sambil bersantai membuka laptop kerjanya dan tanpa menghiraukan kehadiran Adam di depannya saat ini.


"Bau parfum pria" Kata Adam.


"Penciuman mu tajam juga, memang ada bau parfum pria yang menempel di tubuhku. Karena tadi aku habis berkencan, kenapa?" Ucap Kayla dengan berbohong sambil menunjuk senyuman bahagianya dihadapan Adam yang saat ini tengah diam-diam mengepalkan kedua tangannya.


"Dengan siapa kau berkencan?" Tanya Adam dengan marah sambil menahan diri nya untuk tidak berbuat sesuatu pada Kayla dalam kondisi nya yang sedang menetralkan amarahnya.


"Kau ini sangat kepo, ini urusan pribadiku. Untuk apa kau ingin tau siapa pria yang berkencan dengan ku" Ketus Kayla.


"Dia pria ku, apa hubungannya dengan mu" Gumam Kayla dengan sengaja mengencangkan gumam an nya itu.


...Braaakkkk...


Karena Kayla tidak menjawab pertanyaan nya dengan benar, tanpa disadari Adam menutup paksa laptop milik Kayla dengan begitu keras. Sambil memajukan wajahnya untuk menatap wajah Kayla yang kini hanya berjarak dua inci saja. Dan tindakan yang Adam berikan pada Kayla pun mampu membuat Kayla diam membisu seketika.


"Lain kali, jawablah pertanyaan ku dengan benar Kayla! Aku tidak suka kau sangat pembangkang seperti tadi. Ketahuilah, aku tidak menyukai kau berdekatan dengan pria lain selain aku" Bisik Adam dengan penuh penekanan di telinga Kayla dan berhasil membuat Kayla merinding seketika.


"Apa hak mu dalam mencampuri urusanku?! Kau tidak ada hak untuk--"


"Kau milikku!" Potong Adam dengan berucap penuh penekanan di hadapan Kayla.


"Aku menyukaimu, mulai sekarang kau adalah kekasihku. Jika kau membicarakan mengenai hak kembali, maka aku akan menjawab! Hak ku padamu adalah karena aku kekasihmu mulai detik ini, untuk itu kau tidak boleh melakukan hal yang tidak aku sukai" Tegas Adam.


"Apa kau mengerti Kayla?!"


"....." Kayla.


"Aku harap kau mengerti, patuh lah jika kau tidak ingin aku berbuat sesuatu padamu, ingatlah bahwa aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Dan ya, ingatlah bahwa sekarang kau adalah kekasihku yang berarti kau adalah milikku. Ingatlah dan jangan lupakan itu" Tutur Adam.

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal-hal yang tidak masuk akal bagi Kayla itu, Adam pun langsung saja pergi dengan gejolak amarah yang ia tahan. Bahkan sampai pintu ruangan milik Kayla ia banting ketika ia keluar dari ruangan Kayla, dan Kayla yang tadinya terus terdiam dari lamunannya seketika tersentak kaget saat mendengar suara bantingan pintu ruang kerjanya oleh Adam.


Kini ketika Kayla sudah tersadar dari lamunannya pun, ia masih berusaha untuk mencerna setiap perkataan yang di lontarkan oleh Adam untuknya. Bahkan sampai kembali mengabaikan pekerjaannya setelah tadi ia pergi untuk bercerita dan bertukar cerita yang menghabiskan begitu banyak waktu untuk pekerjaan nya itu bersama Elzeyna dan Reyfano.


__ADS_2