One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Cinta pertama Elmora


__ADS_3

BRAKKK


Pintu ruangan pribadi Keandra pun dibuka paksa oleh Keandra dengan cara membantingnya sekeras mungkin, amarahnya masih belum mereda. Ketika Keandra masuk ia belum melihat jelas istrinya dan putrinya berada dan kian tengah menatapnya.


Kedatangan Keandra mengejutkan Mora dan Moana karena tiba-tiba saja Keandra mendobraknya tanpa ba-bi-bu lagi, saking terkejutnya Mora bahkan memeluk sang mommy dengan erat.


"Brengsek! Memantau saja tidak becus bagaimana jika aku memberi mereka tugas untuk bekerja. Bisa hancur mungkin" Gerutu Keandra dengan masih belum menyadari kehadiran istrinya itu.


Moana diam dan meminta Mora pun untuk diam, ia ingin Keandra sendiri yang sadar dengan kehadiran nya dan ia ingin tau isi hati Keandra saat ini yang tengah buruk mood nya.


"ARGH!"


"Ini lagi! Anj*ing. Lagi-lagi tidak becus mengapa semua menjadi tidak berguna ha!!" Marah Keandra yang menatap layar laptopnya dengan perasaan kesal setengah mati karena lagi-lagi mendapatkan masalah dalam perusahaan nya itu.


"Mommy, daddy berkata kasal" Bisik Mora pada sang mommy.


"Mommy tau sayang, jangan diikuti ya... Sekarang Mora diam dulu dan lihat daddy saja, apa yang akan daddy lakukan nanti" Balas Moana dengan berbisik pula.


Jarak antara sofa dengan meja kebesaran Keandra memang sedikit jauh karena bisa di bayangkan dan dipastikan bukan kalau ruangan pribadi milik Keandra tidak mungkin tidak luas. Apalagi perusahaan Galaxy's group itu adalah perusahaan yang sangat besar.


"Ah sial"


"Hari ini benar-benar kacau, mood ku sangat buruk! Aku harus pulang saja. Berlama-lama di perusahaan membuatku menjadi gila, lebih baik aku bermain dengan anak-anak ku saja dari pada harus mengurusi pekerjaan gila ini" Kata Keandra dengan hendak berdiri dari kursi kebesarannya itu tapi tertahan ketika mendengar suara pintu terbuka.


Mano. Ya pintu ruangan milik Keandra terbuka dengan lebar yang mana menampilkan Mano dengan wajah datarnya, terkejut sudah. Bagaimana putranya bisa tiba-tiba ada di depan pintu ruangannya itu? Kapan datangnya dan mengapa putranya itu sendiri. Dimana istirnya dan adiknya mengapa hanya Mano saja? Begitu banyak pertanyaan dalam benaknya saat ini.


"Mano" Panggil Keandra.


"Hmm"

__ADS_1


"Kau sendiri sayang? Mommy dana adikmu dimana, mengapa kau hanya sendiri saja" Tanya Keandra dengan posisi yang masih setia berada ditempatnya.


"Masuk sayang" Dengan tanpa perintah dari sayang daddy pun Mano sudah masuk dan mulai mendekat kearah Keandra.


"Sejak kapan kau datang?" Tanya Keandra dengan menghampiri sang putra dan kini mulai menyeimbangi tubuh tingginya.


Moana masih tetap terdiam dengan Mora, sesaat hampir saja ia ingin tertawa karena mendengar pertanyaan Keandra yang menanyakan dirinya dan juga putrinya. Padahal jelas-jelas mereka berada tak jauh dari jarak dirinya berada saat ini.


Mano sendiri bahkan belum menjawab pertanyaan sang daddy tapi tanpa disadari Mano memberikan sebuah kode melalui lirikan matanya pada arah Moana dan Mora berada. Karena Keandra tidak peka jadi ia masih belum tau maksud dari arti kode an mata putranya itu.


"Hay son daddy bertanya padamu loh" Tutur Keandra.


"Aku sudah sejak lama berada disini daddy, kau saja yang tidak melihat ku. Aku menghampirimu ke dalam ruang rapat pun kau tidak melihatku dan langsung saja keluar tanpa melihat kearah samping mu yang terdapat diriku" Jelas Mano pada sang daddy.


"Benarkah? Lalu mengapa kau tidak mengikuti daddy, tunggu. Kau datang dengan siapa?" Terkejut Keandra yang merasa benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengar, benarkah tadi putranya itu berada di depan ruang meeting? Ah mengapa ia sangat ceroboh tidak melihat putra kecilnya itu berada di tepat sampingnya.


"Aku datang dengan mommy dan Mora, kau bahkan tidak melihat keberadaan mereka di sana. Padahal sedari tadi mommy dan Mora melihatmu" Tunjuk Mano kearah sang mommy dan sang adik.


"Sayang kau--"


"Diam disitu, lanjutkan saja amarahmu dan jangan mendekat bila kau belum berhasil menguasai amarahmu" Terang Moana dengan malas.


"T--tidak, kau bicara apa? Aku sedang baik-baik saja mood ku bahkan sedang baik" Bohong Keandra dengan wajah sok polos nya tersenyum tak tahu menahu mengenai apa yang dimaksud oleh Moana istrinya itu.


"Daddy tadi kau belkata kasal, mommy bilang mola tidak boleh mengikuti ucapan daddy tadi" Celetuk Mora dengan wajah imutnya itu.


Ah sial! Sepertinya memang ia lepas kendali tanpa melihat sekitar, buktinya putrinya itu mengatakan padanya bahwa ia mendengar umpatan dan kata-kata kasar yang tadi ia sempat lontarkan. Moana pasti benar-benar akan marah jika putrinya nanti mengikuti perkataannya itu, seharusnya tadi ia melihat sekitar dulu. Sungguh sial kali ini dirinya.


"E--ehh sayang, jika memang iya daddy berkata kasar maka Mora tidak boleh mengikutinya ya. Itu tidak baik, jangan mencontoh daddy yang tidak baik tadi" Pinta Keandra dengan cepat menggendong tubuh sang putri dan membisikkan sesuatu ditelinga sang putri.

__ADS_1


"Jangan mengikuti ucapan daddy tadi ya sayang, nanti mommy akan memarahi daddy dan akan menghukum daddy. Mora mau melihat daddy nanti menangis?" Bisik Keandra pada sang putri.


Mora yang mendengar itu pun dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menatap dalam wajah sang daddy, sungguh Keandra ini tengah mencari perlindungan agar terhindar dari amukan Moana jika sampai putrinya itu berkata yang tidak baik karena mengikuti dirinya.


"Tidak, mola tidak suka olang menangis. Apa lagi jika itu daddy, mola tidak akan mengikuti pelkataan daddy tadi. Itu tidak baik! Mola tidak akan mengikuti itu, mommy juga belbicala sepelti itu" Jawab Mora dengan polosnya.


"Princess daddy memang pintar" Bangga Keandra dengan menciumi wajah putrinya itu.


Syukurlah Keandra kali ini lolos dari amukan istrinya berkat putrinya yang pintar itu, tapi sepertinya Keandra lupa bahwa masih ada putranya yang belum ia ajak kerja sama. Putranya itu lebih susah diajak kerja sama, berbeda dengan putrinya. Jika putrinya memihaknya maka putranya memihak istirnya yaitu mommy nya sendiri, seperti saat ini. Mano tengah mengadu pada sang mommy tentang dirinya yang berkata kasar pada karyawannya dan memberikan sedikit pelajaran pada karyawan nya yang tidak resmi kesalahan mereka itu.


"Daddy menghukum mereka, memberikan mereka waktu 5 hari untuk mengembalikan uang perusahaan sebesar 15 miliyar. Bahkan daddy berkata kasar pada karyawannya, mommy beri daddy hukuman karena telah melimpahkan amarahnya pada karyawannya yang tak salah" Kata Mano dengan mengadu pada sang mommy.


"Kau putra mommy yang terbaik, terimakasih informasinya sayang" Ucap Moana dengan memeluk tubuh sang putra dengan pandangan yang tertuju pada Keandra saat ini.


Bukan karena apa-apa, tapi suaminya itu kebiasaan. Suka melimpahkan amarahnya pada orang yang tidak bersalah dan menyulitkan orang yang tidak bersalah, apalagi harus sampai berkata kasar pada karyawannya yang tak patut di dengar oleh putranya. Jika putranya tidak dengar mungkin ia tidak akan tau kesalahan suaminya itu, untungnya ia tadi mengizinkan putranya untuk keluar.


"Mora sayang ada apa dengan kulit mu? mengapa ditaburi obat seperti ini" Tanya Keandra dengan mengalihkan topik dan pandangan nya pada tubuh sang putri.


"Mola tadi beljemul di bawah matahali, jadi kulit mola telbakal. Tapi mommy sudah membelikan obat untuk Mola, daddy tidak pellu khawatil deh jadinya" Ucap si manis Mora.


"Mora sayang kulitmu sensitif, mengapa kau berjemur dibawah matahari? Lain kali daddy tidak ingin ini terjadi lagi. Tidak boleh! Mengerti sayang" Tutur Keandra pada sang putri.


"Siap laja" Canda Mora dengan tangan berhormat pada sang daddy.


"Cup" bangga Keandra pada sang putri, sampai-sampai terus memberikan kecupan singkat pada sang putri. Sungguh Keandra ini benar-benar mencintai putrinya ini, dan begitupun sebaliknya.


"Daddy sangat mencintaimu princess" Kata Keandra dengan memeluk erat sang putri.


"Mola juga sangat cinta pada daddy" Balas Mora dengan tersenyum bahagia bagaikan memilki semesta nya sendiri yaitu sang daddy yang sangat besar mencintainya.

__ADS_1


Seperti kata pepatah, cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya. Dan cinta tulus seorang ayah itu ada pada anak perempuan nya, lalu cinta pertama anak laki-laki itu pada ibunya dan cinta besar yang tulus milik seorang ibu itu untuk anak laki-lakinya.


Tapi itu hanya untuk orang-orang yang terpilih dan beruntung saja, seperti Mora dan Mano saat ini. Karena kebanyakan diluar sana cinta pertama anak perempuan itu bukan pada ayahnya melainkan orang lain, dan cinta tulus seorang ibu bukan pada putranya karena bisa jadi untuk anak yang lainnya. Contohnya anak pilihan nya atau anak kesayangannya. Bahkan cinta seorang ayah bisa jadi jdi bukan untuk anak perempuan nya, karena kebanyakan kini anak perempuan banyak yang tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah.


__ADS_2