One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Mama


__ADS_3

..."Aku mencintaimu, tapi ini menyakitkan. Cinta mu membuatku sakit! Aku ingin berhenti. Tapi tidak bisa, kau selalu berada di dalam angan-angan ku, di dalam mimpiku, di dalam pikiran ku dan di dalam hatiku. Aku ingin melepaskan mu tapi aku tidak mampu karena aku terlalu mencintaimu. Rasa sakit yang aku terima lebih kecil dari pada rasa sayangku padamu yang begitu besar, rasa sakit ku kalah dengan rasa cintaku padamu"...


...Kayla Isvara...


...*****...


Negara B...


"Huhhhh... huhhhh...." Tangis seorang anak kecil yng tengah mencengkram erat kedua lututnya saat ini.


Anak kecil itu menangis disebuah gang kecil, memeluk erat kedua lututnya. Sepertinya ia takut, tidak ada orang yang berniat ingin menghampirinya karena mungkin orang-orang melihat penampilan anak kecil tersebut yang begitu lusuh, baju yang penuh lubang dan kotor. Bau yang menyengat pun tercium jelas di indra penciuman dimana sudah dipastikan bahwa anak kecil tersebut pasti tidak pernah mandi dan mengganti pakaiannya.


"Hikssss... hikssss..."


"Hey nak" Panggil seseorang sambil berjongkok tepat dihadapan anak kecil tersebut.


Anak kecil yang menangis itupun melihat siapa yang sepertinya tengah memanggilnya itu, wajah kotornya itu menatap manik mata seorang perempuan cantik dihadapannya saat ini. Tangisnya seketika mereda karena melihat ada seseorang yang ingin bicara dengannya, mimik wajah bingung nya pun terbaca oleh Kayla saat ini dan dengan wajah tersenyum Kayla mengulurkan tangannya pada anak kecil tersebut.


"Jangan takut, namaku Kayla Isvara. Boleh aku tau siapa namamu?" Tanya Kayla dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada anak kecil yang tengah meringkuk sambil menangis itu.


"....."


Anak kecil itupun tidak berniat membalas uluran tangan Kayla, ia diam dan tetap menatap wajah cantik Kayla dalam. Tangan Kayla yang diulurkan untuk berjabat pun tidak ia balas dan pada akhirnya Kayla menarik uluran tangan nya lagi sambil tersenyum dan berkata tidak apa-apa.


"Baiklah tidak apa-apa jika kau tidak ingin mengulurkan tanganmu untuk berjabat denganku, tapi bolehkah aku tau mengapa kau menangis?" Kata Kayla kembali bertanya.


"Takut" Jawab anak kecil tersebut dengan lirih.


"Kau takut? Apa yang kau takutkan. Apa ada yang menyakitimu? Katakan saja padaku" Terang Kayla.


"Semua orang" Gumam pelan anak kecil tersebut.


"Kau takut dengan semua orang? apa semua orang pernah menyakitimu"


"Iya"


"Kau tinggal dimana? Biarkan aku mengantarmu pulang, kau pasti tersesat bukan" Ujar Kayla.


"Tidak ada rumah. Ini rumahku" Kata anak kecil tersebut.


Kayla pun terdiam setelah mendengar jawaban dari anak kecil yang berada di hadapannya saat ini, bagaimana mungkin sebuah gang kecil yang berbau busuk ini adalah tempat tinggal seorang anak kecil? Terlebih lagi anak kecil yang dihadapan nya ini yang berumur sekitar 3 tahunan.

__ADS_1


"Dimana orang tuamu?"


"Tidak tau"


"Siapa yang merawat mu selama ini?"


"Ibu panti, tapi sudah tidak lagi"


"Kenapa?"


"Sudah pulang ke surga"


Deggggg


Jantung Kayla pun terasa sakit ketika mendengar ucapan anak kecil itu, seorang anak kecil yang harusnya dirawat seseorang justru kini sedang terlantar. Tanpa pengawasan, tanpa rumah, tanpa makan dan minum, tanpa perlindungan dan tanpa segala hal. Hidup dengan apa yang ia lihat saja.


Air matanya pun seketika lolos tanpa sadar dan kemudian ia buru-buru menghapusnya. Perasaannya tersentuh oleh anak kecil yang ada dihadapannya saat ini, hati kecilnya tidak tega membiarkan seorang anak kecil berada di tempat yang tak layak seperti saat ini.


"Siapa namamu?"


"Tidak ada nama"


"Kau tidak takut denganku?" Tanya anak kecil itu dengan hati-hati.


"Mengapa aku harus takut? Kau hanya anak kecil dan aku orang dewasa, yang bisa menyakitiku hanya orang dewasa juga" Kekeh Kayla pada anak kecil tersebut karena merasa imut dengan mendengar pertanyaan yang dilontarkan tersebut.


"Aku bau"


"Aku bisa membuatmu wangi tapi sebelum itu maukah kau ikut denganku? Jadilah putraku" Tawar Kayla dengan tersenyum manis.


"Apa kau mau?"


"Iya"


"Baguslah, mari kita pulang. Mulai hari ini kau putraku okey? Panggil aku Mama"


"Mama"


"Anak pintar"


*****

__ADS_1


"Mommyyy!!"


"Amora jangan berteriak-teriak, telingaku akan pecah nanti" Ujar Mano dengan menutup telinga nya karena merasa terusik pendengarannya oleh Mora sang adik.


"Kakak! Aku halus beltemu mommy. Ini sangat penting" Kata Mora dengan mimik wajah yang serius.


"Sepenting apa?"


"Sepenting antala hidup dan mati! ini sangat penting pokonya" Jawab Mora.


"Apa itu karena perutmu yang lapar?" Tebak Mano dengan bertanya sambil memasang wajah datar nya itu.


"Iya tentu! Bagus kakak kau kakak ku yang telbaik karena bisa menebak apa yang aku maksud. Jadi kakak katakan padaku apa kau melihat mommy?" Tanya Mora dengan wajah imutnya.


"Dapur"


"Baiklah, telimakasih kakak. Aku sayang kakak" Ucap Mora dengan mengecup pelan pipi tembam sang kakak tanpa izin, lalu kemudian pergi berlari untuk menjauhi sang kakak karena Mora yakin pasti kakaknya tidak akan terima.


Dengan kepribadian kakak nya itu Mora jelas tau betul pasti jika ia berlama-lama dengan kakak nya saat ini yang ada ia akan terkena omelan tak karuan dari Mano. Lebih baik ia cepat-cepat pergi dan menjauh dari pada nantinya harus mendengar amukan sang kakak, terlebih lagi perut kecilnya itu lapar jadi ia ingin cepat-cepat menghampiri sang mommy.


Benar saja ketika Mora sampai di dapur ia langsung meminta pada Moana untuk memberikannya makan, dan Moana pun terkejut dengan kedatangan sang putri yang mengejutkan nya. Bagaimana tidak? Ketika Moana baru membalikkan badannya ia dikejutkan dengan sang putri yang baru datang menampilkan wajah polosnya itu.


"Astaga" Gumam Moana pelan.


"Mommy putlimu lapal! Apa kau tidak ingin membelikannya makan?" Tanya Mora dengan mengadu lesuh meminta makan.


"Ehh sayangnya mommy lapar? Bukankah beberapa jam yang lalu mommy sudah beri makan. Emmmm, jadi sekarang lapar lagi ya. Aduhhh kasihan nya" Gemas Moana dengan mencubit pelan putri gembul nya itu.


Mora memang suka makan, jika ditanya apakah Mora mempunyai hobi maka ia akan menjawab iya ada tapi hobi nya makan. Pernah sekali saat Mora sedang disekolah dan sedang ditanya oleh sang guru apa hobinya, Mora pun dengan senang hati menjawab makan. Hingga mendapat gelak tawa dari teman sekelasnya dan Mano ia hanya bisa menggelengkan kecil kepalanya karena merasa mempunyai kembaran yang sangat polos.


"Mommy! Mola lapal mommy" Cemberut Mora dengan tangan yang ia kedepankan.


"Tapi Mora belum lama makan, jika Mora makan lagi apa Mora tidak akan muntah karena kekenyangan?" Tanya Moana.


"Tidak akan mommy, mommy ayo beli makan Mola. Jika mommy tidak mau yasudah tidak apa, biar Mola minta sama daddy saja" Terang Mora.


"Baiklah, tunggu dimeja makan. Mommy akan memasakkan sesuatu untuk Mora" Pinta Moana yang dengan cepat disetujui oleh Mora.


"Oke, siap mommy!!" Seru Mora dengan bahagianya.


"Keandra putrimu sangat gembul" Gumam Moana dengan terkekeh sambil melihat sang putri yang tengah berusaha untuk naik dan duduk di atas kursi.

__ADS_1


__ADS_2