
"Tuan" Panggil Moana.
"...."
Hening, tidak ada jawaban dari Keandra sama sekali. Hingga membuat Moana dibuat ketakutan oleh keadaan saat ini, ditambah aura dingin yang mencekam didalam ruangan tersebut.
Moana tidak berani kembali memanggil Keandra, yang bisa ia lakukan hanya menundukkan wajahnya dan mencoba untuk tetap terlihat tenang saat ini.
"....."
5 menit, selama lima menit Moana dan Keandra hanya diam-diam an saja dan tak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya ada suara nafas saja dari keduanya saat ini, dan hak tersebut pun membuat Moana menjadi lebih takut. Bahkan kakinya saat ini seperti mati rasa karena terus menerus berdiri.
"Ingin pergi?" Tanya Keandra yang akhirnya mulai membuka suara dan mulai membalikkan tubuhnya menghadap Moana.
"....."
"KATAKAN!" Bentak Keandra secara tiba-tiba hingga membuat Moana terkejut setengah mati.
...Deggggg...
"Itu... Tuan, aku hanya--"
"Hanya apa? Ha!" Marah Keandra.
"A-ku hanya... Hanya..." Gugup Moana dengan memeras kuat bajunya saat ini karena benar-benar merasa takut akan Keandra.
"Kau ingin pergi dariku setelah berbuat kesepakatan denganku, apa kau pikir kesepakatan saat itu hanya sebuah hembusan angin yang lewat?" Tanya Keandra dengan nada dingin.
"....."
"Kau terlalu meremehkan aku Moana, jangan kau pikir aku tidak berani melukai dirimu. Jika aku mau, saat ini juga kau akan terluka! Ketahuilah bahwa aku membenci sebuah penghianatan. Moana" Geram Keandra dengan mendekat kearah Moana.
Moanapun seketika refleks memundurkan tubuhnya begitu cepat dan tak berani menatap wajah Keandra yang merah akan amarah yang ia tahan.
"Dengar Moana" Kata Keandra dengan menarik Moana dan mencekal kuat kedua bahu milik Moana.
"Aws, sa-sakit tuan" Rintih Moana yang kesakitan karena kedua sisi bahunya dicekal kuat oleh Keandra.
__ADS_1
"Jangan pernah berfikir untuk lari dariku setelah kau sudah berani masuk kedalam kehidupan ku! Ada dan tidak adanya sebuah bibit keluarga Galaxy di rahimmu, kau tetap tidak akan pernah bisa keluar dari genggaman ku. Karena hidupmu sudah menjadi milikku" Bisik Keandra dengan nada sedikit menusuk ditelinga Moana.
Moana yang mendapatkan bisikan tersebut pun merinding dan takut, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja di lontarkan dan didengarkan olehnya saat ini dari mulut Keandra. Yang dikatakan Kayla ternyata memang benar, itulah mengapa Kayla memberikan sebuah ide untuk dirinya pergi dari sisi Keandra secepat mungkin. Tapi sayangnya, mereka ketahuan dan tidak mampu pergi untuk menjauhi Keandra.
"Tuan kau melanggar kesepakatan, bukankah jika tidak ada calon penerus keluargamu. Maka saya dapat pergi?" Ujar Moana.
"Kau berbicara tentang kesepakatan? Ha! Apa aku tidak salah dengar, Moana?" Tanya Keandra dengan terkekeh.
"I-iya"
"LALU BAGAIMANA DENGANMU, MOANA XAVIERA!!" Bentak Keandra dengan berteriak kepada Moana.
"Tu-tuan... hikssss" Takut Moana dengan berusaha keras untuk tidak mengeluarkan Isak tangisnya.
"Kau duluan yang mengingkari kesepakatan tersebut Moana, jadi tidak ada salahnya jika perjanjian itu diubah. Bukan untuk sementara tapi untuk selamanya" Kata Keandra dengan melepaskan cengkraman tangannya dari tubuh Moana secara kasar.
Setelah melepaskan cengkraman tangannya dari Moana, Keandra pun langsung saja mengambil sebuah berkas dokumen dari atas meja kerjanya. Lalu kemudian memberikan dokumen tersebut beserta pena nya kepada Moana.
"Tanda tangani" Ujar Keandra datar.
"Ini... ini apa tuan?" Tanya Moana kebingungan.
Mendengar hal tersebut, Moanapun langsung saja membaca isi dari dokumen tersebut dan ketika membacanya. Moanapun dibuat semakin terkejut dengan isi yang ada di dalamnya.
"Saya tidak mau tuan" Tolak Moana.
"Kau tidak mau?" Tanya Keandra dengan mengepalkan kedua tangannya.
"I-iya, saya menolak tuan. Saya tidak ingin menanda tangani berkas pernikahan ini! Saya tidak ingin menikah dengan anda" Jawab Moana dengan berusaha untuk tetap kuat dan tegas di hadapan Keandra.
"Benarkah?"
"Rupanya kau masih tetap dengan pendirianmu untuk tetap menjalankan kesepakatan saat itu, iyakan? Walaupun kau telah melanggarnya" Tanya Keandra.
"....."
"JAWAB!" Teriak Keandra lagi-lagi membentak.
__ADS_1
"IYA TUAN" Jawab Moana dengan refleks berteriak ketika menjawab perkataan dari Keandra.
"Bagus"
"Maka aku akan mengabulkan keinginanmu" Ujar Keandra tersenyum sinis.
"Mak-maksud anda?" Tanya Moana dengan gugup karena takut ketika melihat senyuman sinis dari Keandra saat ini.
"Kau hanya akan menandatangani berkas ini ketika kau benar-benar berhasil menumbuhkan calon penerus keluarga Galaxy bukan? Maka aku akan membantumu" Terang Keandra dengan mendekatkan kembali dirinya pada Moana.
"A-apa... Apa yang ingin anda lakukan tuan?" Panik Moana dengan memundurkan tubuhnya.
"Aku akan membantumu mempercepat proses penumbuhan nya, Moana" Bisik Keandra yang berhasil memojokkan tubuh Moana.
"Tidak! Tidak tuan"
Melihat Moana yang memberontak dengan keras, Keandra pun langsung saja menggendong tubuh Moana bagaikan membawa sebuah karung beras. Dan pergi membawa Moana kedalam kamarnya yang terdapat tak jauh dari ruangan kerjanya, pemberontakan yang Moana lakukan saat ini benar-benar tidak ada hasilnya. Karena tenaga Moana kalah dengan tenaga Keandra yang jauh lebih besar dari miliknya.
"TUAN TURUNKAN SAYA!" Berontak Moana dengan berteriak.
"Hikssss, turunkan saya tuan! Saya mohon. Turunkan saya" Tangis Moana dengan memukul mukul keras punggung milik Keandra agar Keandra mau melepaskan dirinya.
"Turunkan saya tuan saya mohon, jangan lakukan hal itu lagi! Hikssss... hikssss" Pinta Moana dengan terisak.
Lagi-lagi Keandra pun tidak mendengarkan ataupun memperdulikan pemberontakan terhadap Moana, ia hanya diam dan pergi membawa Moana masuk kedalam kamarnya. Hingga setelah sampai, iapun langsung saja mengunci kamarnya dan langsung melemparkan tubuh Moana diatas kasurnya secara kasar.
...Buuuuggg...
"Aws"
"Tuan saya mohon" Lirih Moana.
Dengan cepat, Keandra pun mulai membuka pakaiannya dan membuangnya ke-sembarang arah, dan ia hanya menyisakan celananya saja. Setelah itu, Keandra pun mulai menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Moana dan mulai mengunci setiap pergerakan yang Moana berikan.
"Apapun yang aku miliki, tidak akan bisa pergi begitu saja. Lolos dari keinginan ku adalah hal yang luar biasa" Bisik Keandra dengan pelan ditelinga Moana dan sekaligus Keandra memberikan sebuah sentuhan lembut terhadap Moana.
Ketika membisikan perkataan tadi, Keandra pun mulai memberikan sentuhan yang mana membuat Moana merinding, dengan menjilat pelan telinga Moana serta memberikan sentuhan-sentuhan dititik pusat Moana. Moanapun seketika hanyut dalam sentuhan tersebut.
__ADS_1
"Ahhh"
Tanpa sadar, Moana mengeluarkan suara lembutnya ditelinga Keandra setelah Keandra terus menerus memberikan sentuhan lembut kepada tubuhnya. Moana tidak sadar kini tangan'nya telah melingkar indah di leher milik Keandra, hanya dengan sebuah ciuman lembut Moana sudah kehilangan kesadarannya.