One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Kekesalan Mano


__ADS_3

"SAYANGGGG!" Teriak Keandra pagi-pagi buta sudah mencari keberadaan Moana, dimana dirinya saja baru membuka kedua matanya dan penampilan masih terbilang berantakan.


Ingat rencana Moana kemarin? Iyaps harusnya pagi-pagi buta Moana, Mora dan Mano sudah berangkat pergi tapi ternyata rencana mereka diketahui oleh Keandra. Itu karena Mora yang pagi-pagi malah membangunkan sang daddy dan berkata bahwa ia telah dibohongi semalam oleh sang daddy dan ia jadi melupakan untuk pergi mengunjungi Kayla dan Kaylash.


Tentu saja hal itu Keandra pertanyakan pada Moana, dan Moana menjawab dengan jujur. Sedangkan Mano ia sudah yakin pasti adiknya ini memang benar-benar tidak bisa diajak kerja sama yang berakibat gagal rencana mereka. Tapi gagal dalam pergi ber3 karena ternyata Keandra akan ikut, terus berkata akan ikut tapi Keandra senantiasa tidak mau bergerak dari tempat tidur tadi. Justru malah asik berguling-guling sambil mengumpulkan setengah nyawanya lagi.


"Ada apa?" Tanya Moana yang datang menghampiri sang suami yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Mana si kembar?" Tanya balik Keandra.


"Sedang bersiap-siap, kau masih seperti ini suamiku? Kau ingin ikut pergi atau tidak!" Gemas Moana.


"Aku akan ikut, tapi... Bantu aku bersiap-siap" Ujar Keandra dengan tersenyum manis.


"Aku sudah menyiapkan semua keperluan untukmu mandi suamiku! Apa lagi yang kurang?" Ucap Moana bertanya kembali.


"Dirimu"


"Aku membutuhkanmu untuk membantuku mandi, ayo bantu aku" Balas Keandra dengan tersenyum manis lalu kemudian menarik pergelangan tangan Moana dan membawa Moana untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi bersamanya.


"HEY LEPASKAN AKUUUU"


*****


"Mommy mengapa kau sangat lama! sudah setengah jam kami menunggumu disini" Gerutu Mano pada kedua orang tuanya itu yang mana bisa-bisanya membuat mereka berdua menunggu di ruang tamu selama setengah jam.


"Maaf sayang mommy dan daddy lama, salahkan saja daddy kalian. Ini semua salah daddy" Balas Moana dengan menatap tajam wajah Keandra yang terus saja tersenyum kearahnya itu tanpa rasa bersalah.


Bagaimana tidak? Ia sudah mandi harus mandi kembali karena Keandra menarik tangannya dan menceburkannya ke dalam bathtub, mau tidak mau ia sudah terlanjur basah dan harus mengganti pakaiannya tapi lagi-lagi dengan jahil nya Keandra justru malah menuangkan sampo pada rambutnya dan juga sabun cair pada tubuhnya. Jadi Moana harus mandi jika sudah seperti tadi.


"Mommy mali kita belangkat sekalang. Ini sudah jam 8, sudah memakan waktu lama mommy" Ujar Mora pada sang mommy dengan menunjukan jam tangan miliknya itu.


"Iya sayang, ayo kita pergi sekarang menuju bandara. Sebelum hari menjadi siang" Jawab Moana dengan mengiringi kedua anaknya untuk berjalan keluar dari mansion Galaxy terlebih dahulu, dan saat sudah keluar mereka sudah melihat mobil yang akan mereka kenakan sudah siap untuk berangkat.

__ADS_1


Tapi sialnya saat hendak memasukkan Mora ke dalam mobil, tiba-tiba entah dari mana dan mengapa bisa masuk Silviya datang dan langsung menghentikan pergerakan Moana.


Keandra, Mano, Mora menatap tak suka kedatangan Silviya yang begitu mendadak itu. Tertunda lagi, perjalanan mereka akan tertunda lagi karena kehadiran Silviya. Karena Mano sudah setengah kesal sedari tadi ia pun mendekatkan dirinya pada Silviya dan memberikan tatapan tajam pada Silviya.


"Mau apa tante lampir kesini?" Tanya Mano dengan tajam yang menjuluki Silviya dengan sebutan tante lampir sedangkan Mora tante genit.


"Sayang tidak baik bertanya dengan tidak sopan seperti itu, bunda datang hanya untuk melihat kalian. Bunda juga membawakan begitu banyak mainan untuk kalian" Ucap Silviya dengan menahan kekesalannya itu.


"Siapa anakmu? Kau memanggil dirimu bunda, lalu dimana anakmu?" Ketus Mano pada Silviya.


"Kalian, tentu saja kalian. Kalian kan akan menjadi anak-anak ku nanti jadi aku memanggil diriku dengan sebutan bunda agar kalian mau memanggilku dengan sebutan itu juga" Balas Silviya dengan pd nya itu.


"Tidak sudi!"


"Aku dan Mora tidak akan menjadi anakmu! Sampai kapanpun itu, karena kami hanya memiliki satu ibu. Yaitu mommy kami, lebih baik kau pergi dari mansion ku dari pada harus mengacaukan keluarga kami" Usir Mano dengan terang-terangan.


Moana, Keandra dan Mora tentu melihat dan menyaksikan perdebatan putranya itu, bukan tidak berniat ingin membantu. Tapi Mano jika sudah kesal tidak bisa mengontrol emosinya terkadang, ketika Mano ingin mengeluarkan emosinya maka tidak ada yang boleh mengganggu nya. Biarkan itu selagi Mano tidak menyakiti seseorang selama masih berada di dalam pantauan keduanya yaitu Moana dan Keandra.


"PAMAN!" Teriak Mano memanggil anak buah sang daddy yang ia panggil paman. Itu termasuk untuk semua anak buah Keandra bukan hanya untuk satu orang saja.


Mendengar teriakan tuan muda mereka, beberapa anak buah Keandra pun datang dengan berlarian, dan langsung menghadap pada Mano. Tuan muda kecilnya itu.


"Iya, tuan muda"


"Bagaimana cara kalian menjaga pintu gerbang dan menjaga wilayah mansionku?! Sampai-sampai wanita ini bisa masuk tanpa kalian sadari dan ketahui. Sekarang usir wanita ini dan jangan sampai menginjakkan kaki buduk nya itu di halaman mansionku! Jika sampai ia bisa lolos lagi maka kalian akan aku pecat" Ancam Mano tak main-main.


"Baik, tuan muda" Balas beberapa anak buah Keandra tersebut dengan hormat.


Keandra yang melihat itu tersenyum bahagia karena berhasil mendidik putranya dengan sangat baik, menurut nya. Sedangkan Moana ia hanya diam tanpa ekspresi apapun dan Mora? tentu saja ia memandang kesal wajah genit milik Silviya itu.


"Kakak bila pellu, selet saja tante genit itu untuk segela kelual dali mansion kita. Kakak jangan mempellambat waktu lagi! Kita sudah halus pelgi" Celetuk Mora dengan memandang tajam wajah Silviya.


"Tidak! Sayang. Mora tidak boleh berkata seperti itu, nanti bund--"

__ADS_1


"Seret wanita itu sesuai permintaan adikku! Sekarang" Tekan Mora dengan datar.


"Baik tuan muda, nona muda" Hormat anak buah Keandra lalu kemudian mulai menarik paksa Silviya untuk segera keluar mansion Galaxy.


Silviya tentu saja memberontak keras karena tidak ingin di usir secara tidak manusiawinya itu, dimana dirinya di seret dengan begitu kuat oleh anak buah Keandra atas perintah seorang anak kecil. Terlebih lagi itu Mano dan Mora! Sungguh Silviya dibuat malu karena seluruh penjaga, pelayan dan pengurus kebun serta yang lainnya menatapnya dengan tatapan remeh. Ini membuat dirinya mati harga dan tidak lagi terlihat bagus dimata semua orang dan itu karena Mano dan Mora.


Silviya dalam hati merutuki Mora dan Mano, ia tidak terima dan ia mulai sekarang tidak akan lagi berpura-pura baik pada si kembar itu. Ia akan membalaskan rasa malu dan sakit hatinya ini nanti pada di kembar dan juga kedua orang tuanya yang tak lain adalah Moana dan Keandra, yang justru ikut tersenyum melihat kedua anaknya itu mempermalukannya dan tidak melarang ataupun menasehatinya.


"MOANA, KEANDRA AKU AKAN MEMBALASKAN DENDAM KU PADA KALIAN NANTI! AKU AKAN MEMPERMALUKAN KALIAN JUGA SEPERTI KALIAN MEMPERMALUKAN AKU SAAT INI. DENGAR KAN ITU BAIK-BAIK MOANA, KEANDRA!!" Teriak Silviya dengan keras.


"Keluar! Cih, merepotkan saja kau" Kata anak buah Keandra dengan mendorong keras tubuh Silviya keluar dari area mansion Galaxy.


"Jangan kembali lagi! Pergilah ******" Usir anak buah Keandra dengan sinis pada Silviya.


"Anjing! Kalian hanya anak buah rendahan, beraninya kalian lancang dan bersikap kurang ajar padaku" Marah Silviya.


"Memang jalan tak tau malu dan tak tau diri, kau dan kami bahkan lebih rendahan kau. Lihat saja pakaian kau yang terlihat benar-benar ****** itu, membuat sakit mata saja" Balas anak buah Keandra yang lainnya dengan nada pedas.


"Aku akan menuntut kalian semua nanti! Ingatlah bahwa aku akan membalasnya nanti" Geram Silviya dengan bangkit dari keteraturannya itu dan kemudian pergi.


"Ya-ya, bay ******. Hati-hati siapa tau kau akan tertabrak truk nanti, berjalan lah dengan baik dan gunakan mata penggodamu dengan benar" Teriak anak buah Keandra sambil melambaikan tangannya pada Silviya.


Sial! Itu benar-benar membuat darahnya mendidih dalam tubuh. Tidak terima! Silviya akan membalaskan semua perlakuan Keandra, Moana dan si kembar nanti bahkan para anak buahnya Keandra juga. Ia pastikan itu nanti.


*****


Setelah drama penghalang tadi, kini keluarga kecil Keandra sudah berada di dalam jet pribadi milik keluarga Galaxy. Dimana mereka akan segera lepas landasan, tapi suasana mereka tidak ada yang bahagian dan senang terutama Mano. Karena kejadian tadi ia sampai sekarang masih kesal dan tidak aku berbicara dengan siapapun, ia bahkan menyendiri dan terus menampilkan wajah datar dan dingin nya itu.


Sampai pada akhirnya Moana mulai mendekatkan dirinya pada sang putra dan memberikan sentuhan lembut pada puncak kepala sang putra, wangi tubuh Moana pun seketika menenangkan dan merileks kan tubuh Mano. Dan tanpa sadar Mano memeluk tubuh sang mommy tanpa berkata-kata lagi.


"Tidurlah, kau lelah. Mommy akan membawamu ke tempat tidur nanti, sekarang tidurlah lebih dulu disini" Ujar Moana pada sang putra.


"Ya, mommy"

__ADS_1


__ADS_2