One Night Love Moana

One Night Love Moana
Moana: Pembicaraan empat mata


__ADS_3

"Ah baiklah, aku tidak akan menggangu kalian hihihi" Gumam Elzeyna dengan tertawa kecil sambil menutup pintu ruangan Adam secara perlahan.


Ketika hendak berbalik dan berniat untuk pergi kembali ke ruangan tempat dimana baby twins berada, tiba-tiba dirinya membentur sebuah dada bidang seseorang dengan keras. Saking kencangnya ia membentur dada bidang milik Nathaniel pun membuat Elzeyna merintih kesakitan.


"Aduhhh"


"Kau tidak papa?" Tanya Nathaniel dengan nada cemas.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Permisi aku ingin kembali ke ruangan baby twins" Jawab Elzeyna dengan segera mungkin untuk pergi.


"Setttt" dan "Bruk" tubuh mungilnya mendadak membenturkan dinding rumah sakit dengan keras, ingin lari tidak bisa. Karena kedua tangan Nathaniel mengunci tubuhnya, bahkan saat dirinya ingin mencari celah tidak bisa. Mau tidak mau ia berjongkok untuk lari dari kungkungan Nathaniel tapi sialnya pergerakan nya itu dibaca jelas oleh Nathaniel hingga ketika dirinya tiba-tiba berjongkok dan hendak lari ia ia tidak bisa. Karena Nathaniel mengikuti pergerakan Elzeyna.


"Apa maumu!" Ketus Elzeyna dengan bertanya sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


"Ikut aku, aku benci ini. Aku ingin semuanya jelas permasalahan yang pernah ada! Aku menginginkan mu kembali Zey" Tegas Nathaniel secara tiba-tiba.


"Tidak bisa aku sibuk! Nanti saja jika aku mempunyai waktu senggang, aku ing--"


"Kalau begitu aku tidak akan melepaskan mu Zey"


"Baby twins membutuhkan ku, jangan egois. Menyingkir lah dan lepaskan aku, ini rumah sakit kau tidak boleh bertindak sesukamu" Geram Elzeyna.


"Mereka ada yang menjaga dari utusan daddy mereka!"


"Jangan egois, mereka membutuhkan ku juga"


"Dan aku juga membutuhkan mu Zey! Dan kau juga egois. Kita berdua sama-sama egois, puas"

__ADS_1


"Tidak"


"Ikutlah aku ke suatu tempat, kali ini saja. Sungguh aku hanya ingin tau cerita darimu yang bisa sampai meninggalkan aku. Hanya itu, tidak lebih aku berjanji" Lirihnya Nathaniel dengan menatap lekat wajah cantik yang selama ini sangat ingin ia pandang sedalam lautan.


"Baik,"


"Terimakasih, Zey"


Tidak menjawab balasan dari Nathaniel lagi, ketika Nathaniel sudah melepaskan kungkungan nya bukan berarti ia akan melepaskan Elzeyna begitu saja, tapi dengan cepat tangannya itu menggandeng tangan mungil Elzeyna dan pergi membawa Elzeyna ke tempat yang mana hanya akan mereka bicarakan secara empat mata saja.


Kamar vvip, Galaxy's hotel, tepat disamping rumah sakit dimana Adam dilarikan yaitu Galaxy's hospital. Di lantai 29 adalah tempat dimana kamar vvip itu berada, dengan di dalamnya terdapat dua pasang instan yang masing-masing sedang terdiam dalam pikirannya sendiri. Hingga kemudian salah satu diantaranya mulai membuka pembicaraan.


"Aku ingin pergi, aku tidak ingin disini" Pinta Elzeyna dengan hendak pergi.


"Kau ingat hotel ini milik Keandra bukan? Bukankah kau tau jika kau ingin keluar dari sini kau harus menggunakan apa? Sensor mata, bukankah kau tadi menolak untuk disensor dan bukankah itu berarti hanya aku yang bisa membuka pintunya" Jelas Nathaniel.


"Deggggg" jantung nya mulai berdetak kencang, ia takut akan situasi ini? Jelas. Elzeyna tidak ingin sama sekali berada di dalam satu kamar hotel bersama orang yang ia paling benci di dunia ini. Tapi hari ini sepertinya nasib nya sedang sial! Mengapa juga tadi ia harus mengikuti keinginan Nathaniel ya? Seharusnya ia biarkan saja walaupun nanti Nathaniel akan mengamuk seperti beberapa tahun yang lalu karena setiap tindakannya tidak ia respon sama sekali.


"Kau bisa berjanji?"


"Untuk?"


"Tidak menyakitiku"


"Aku berjanji"


Setelah mendengar bahwa Nathaniel berjanji untuk tidak menyakitinya, Elzeyna pun lega dan mulai perlahan berjalan ke arah Nathaniel dan setelahnya duduk di samping Nathaniel dengan pandangan yang masih tidak ingin melihat wajah tampan Nathaniel.

__ADS_1


"Apa yang kau ingin tau dari 3 tahun yang lalu? Bukankah semuanya sudah jelas dan sudah kau ketahui, untuk apa kau mempertahankan hal konyol itu lagi" Tanya Elzeyna.


"Jelas? Itu bagimu apa bagiku" Tanya balik Nathaniel dengan menatap lekat wajah Elzeyna yang sedang berpaling itu.


"....."


"Kau tidak bisa menjawabnya bukan? Aku akan bertanya padamu, mengapa hari itu kau datang-datang meminta untuk berpisah?! Tanpa dengan alasan yang jelas. Kau tau aku membenci perlakuan mu saat itu karena--"


"Karena aku tidak meminta persetujuan mu dan hanya sepihak yang setuju untuk kita berpisah yaitu aku"


"Benar!"


"Apa alasanmu?"


"Bukankah sudah jelas? Foto yang aku berikan, sebuah suara yang aku berikan juga serta bukti-bukti yang lainnya. Apakah itu tidak cukup untuk kau menjelaskan semuanya yang pernah telah terjadi Aniel!!" Marah Elzeyna dengan mata berkaca-kaca menatap wajah Nathaniel.


"Inilah mengapa aku membenci sifat mu ini Zey, kau terlalu percaya dengan hasutan dan bukti yang tidak nyata itu. Kau terlalu bodoh dalam menyelidiki sebuah kasus yang begitu penting itu" Lirih Nathaniel dengan mata berkaca-kaca pula.


Kedua tangannya mengepal sebagai tanda bahwa ia marah atas perlakuan Elzeyna tempo lalu, matanya sudah mengeluarkan bulir-bulir kristal cantik. Tapi itu bukan hanya Nathaniel melainkan juga Elzeyna, keduanya sama-sama menangis dalam amarah tersendiri.


"Itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa kau memang brengsek Aniel! dengan bukti itu semua kau telah menunjukkan bahwa kau tidak pantas denganku, kau bajingan yang paling aku cintai! Aku membencimu. Sangat! Tapi aku lebih membenci perasaan ku padamu yang tidak pernah hilang hingga detik ini" Tangis Elzeyna dalam amarahnya itu.


"Ha.. Hahahaha"


"Zey kau harus tau, aku sungguh membencimu juga. Karena kau menuduhku menjadi pria brengsek hingga bahkan aku sendiri sampai mengabulkan itu, aku sungguh menjadi pria yang brengsek dengan setiap saatnya bergunta-ganti wanita. Dan itu karena kau, aku membenci perasaanku padamu juga! yang tidak pernah bisa aku lupakan seumur hidup ku ini. Aku menjadi pribadi brengsek hanya karena ingin melupakan mu dari hidupku, selamanya! Tapi nyatanya sekeras apapun aku ingin melupakan mu. Aku justru semakin mencintai mu, mencintaimu tanpa adanya sebuah komunikasi, tanpa adanya pertemuan, tanpa adanya balasan cinta yang indah. Itu semua karenamu Zey! Karenamu dan sekarang aku lelah dengan semua ini, aku ingin mengakhiri ini semua maka aku membutuhkan mu untuk kita berdua saling mengakhiri keasingan ini" Kata Nathaniel dengan sejelas mungkin.


"Jika selama ini kau salah paham padaku dan menuduhku dengan tuduhan palsu itu, maka sekarang sudah saatnya aku membuktikan padamu bahwa apa yang kau tuduhkan padaku itu semua tidak benar adanya. Foto, suara, dan bukti lainnya itu semua bukan aku. Seseorang telah mengubah penampilannya serupa mungkin denganku, suara? Itu adalah suara yang telah berhasil ia edit semulus mungkin hingga sampai menyerupai suaraku, orang itu hebat karena berhasil memberikan kumpulan bukti palsu padamu dan aku mengakui kehebatannya itu. Bahkan ia sangat hebat karena berhasil mencapai tujuan nya untuk memisahkan kita" Jelas Nathaniel.

__ADS_1


"Kau berbohong"


"Ya aku mungkin berbohong tapi tidak dengan rekaman ini bukan?! Aku sudah menyimpan ini selama bertahun-tahun hanya untuk menunjukkan padamu, tapi karena kau terus melarikan diri dariku maka aku sampai detik itu belum bisa menunjukkan nya padamu. Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi! Tidak akan! Kau harus melihat semua ini sekarang agar kau tau bahwa aku sungguh tidak pernah melakukan apapun yang telah kau tuduh kan padaku" Tekan Nathaniel.


__ADS_2