
Di sebuah hutan terlihat gadis kecil sedang berjalan santai tengah mencari kayu bakar,sambil menikmati sejuknya semilir angin.
Dewi adalah nama gadis itu,ia seorang gadis yg manja,ceria, ramah dan baik hati. Dia tinggal bersama neneknya tak jauh dari hutan itu.
Dewi tidak memiliki orang tua,ia diberitahu oleh nenek Galuh yaitu neneknya Dewi, bahwa orang tuanya sudah tidak ada sejak Dewi masih sangat kecil.
Namun.. walaupun sedari kecil ia tak memiliki orang tua,Dewi tidak kekurangan kasih sayang. Nenek Galuh itulah yg memberikan kasih sayang tiada tara padanya. Sehingga Dewi tidak pernah iri pada teman sebayanya yg selalu bersama orang tua yg mengasihinya.
Menurutnya tidak penting siapa orangnya, yg terpenting adalah ketulusannya. Walaupun terkadang ia juga merindukan orang tuanya. Namun bagaimana lagi takdir berkata lain. Tidak semulus yg ia harapkan.
Kini umur Dewi sudah menginjak 16 tahun, gadis kecil yg ceria dan manja ini sedari kecil suka menyendiri,bukan karna ia dijauhi oleh teman sebayanya. Namun karna ia lebih suka suasana yg lebih tenang.
Sebenarnya ia adalah gadis yg ramah dan mudah bergaul. Namun Dia lebih suka menikmati kesendiriannya saat pergi ke hutan.
Hampir tiap hari dia pergi ke tempat favoritnya itu, entah apa yg dia lakukan. Karna hutan tersebut tak jauh dari rumah Dewi, Dewi sering ke hutan,,karna dia sangat suka berpetualang,seperti mencari obat yg di suruh sang nenek atau mencari kayu bakar seperti kali ini.
Dewi sebenarnya hanya sesekali mencari kayu bakar,hanya jika persediaan di rumah telah habis,karna di keluarganya tidak ada seorang laki-lakipun,karna ia hanya tinggal ber dua dengan neneknya itu. Neneknya sudah sangat tua namun ia masih tetap bugar dan enerjik walaupun rambutnya telah banyak yg memutih
Gadis kecil ini biasanya hanya mencari kayu di luar hutan saja karna dilarang untuk masuk dalam hutan oleh nenek Galuh.
Kata sang nenek ada banyak binatang buas dan banyak juga siluman disana, nenek gadis itu sangat khawatir padanya namun Dewi adalah gadis yg keras kepala,keinginannya tidak bisa terbantahkan oleh siapapun.
Seperti kali ini gadis itu tidak sadar telah masuk kedalam hutan,ia masuk ke hutan yg di penuhi dengan bunga liar yg indah dan harumnya sangat semerbak. Karna harum bunga inilah yg membuatnya tertarik untuk mencari asal bau tersebut dan terlenalah akan larangan sang nenek.
Ia berjalan mengikuti dimana bau itu berasal tidak ada rasa takut sama sekali dihatinya. Dan akhirnya Dewi menemukan bunga-bunga yg tercium baunya tadi.
"Udara di sini sejuk sekali..!"
__ADS_1
"hmmm..banyak bunga liar nan cantik dan baunya sangat harum menyebar ke segala penjuru,kenapa baru hari ini aku menemukannya? padahal aku sudah lama berpetualang di hutan ini.. jangan-jangan aku sudah sampai bagian dalam hutan...!?gawat...pasti nenek akan murka jika mengetahuinya". Gumamnya.
"Tapi aku sangat menyukai tempat ini.. hah.. ingin rasanya ku pindahkan tempat ini di sebelah rumahku.."
Lupakan itu... dan mari kita nikmati keindahan ini". kata Dewi berbicara sendiri sambil tersenyum gembira.
Ia berlari kesana kemari sambil memetik bunga yg ia lihat. Ia menikmati kesenangnya hingga lupa waktu. Tanpa sadar matanya melihat kearah seekor ular putih yg tengah terluka. Sejenak Ia berhenti dari kesenangannya itu.
"Ular putih itu sepertinya terluka dan sedah tak berdaya" kata Dewi sambil berjalan ke arah ular tersebut.
Sebenarnya ia sangat takut dengan apapun yg berbau ular entah apa sebabnya. Tapi dia juga kasihan melihat ular itu yg sudah tak berdaya ia menyapukan tangannya di kepala si ular putih. Ternyata ular itu tak menyerangnya.
"Kasihan sekali kamu,apa kamu baru saja berkelahi? Kenapa lukamu banyak sekali?" tanpa sadar Dewi mengajak ular itu berbicara. ia merasa ular itu akrap dengannya.
Sang ular yg tengah di usap kepalanya terlihat menyukainya. Dewi tidak tau kalau sebenarnya Ular itu adalah jelmaan dari seorang pangeran dari kerajaan ular putih.
Dewi merasa tidak takut lagi,malahan ia merasa nyaman di dekat ular itu. Biasanya Dewi menjerit-jerit saat melihat ular, namun berbeda saat Dewi melihat ular putih itu.
"Kemarilah ular yg cantik,aku akan mengobatimu" kata Dewi. Ular itu perlahan mendekat. Dalam hati pangeran "aku ini pria nona masa dibilang cantik..?".
Karna memang warna sisik ular itu sangat indah jadi Dewi memanggilnya ular yg cantik.
Sebelumnya pangeran ular putih tengah berkelahi dengan pangeran dari kerajaan ular hitam dan teman-temannya di kedalaman hutan itu, karna kalah jumlah ia terluka dan melarikan diri dan ia sudah kehabisan tenaga tepat dekat di mana Dewi sedang menikmati keindahan bunga liar di sekitarnya.
Untung saja para kawanan ular hitam tidak mengejar pangeran ular putih,jika tidak mungkin ia akan mati di tangan mereka.
Dan begitulah awal mula pertemuan mereka.
Kemudian Dewi mengoleskan obat yg ia bawa pemberian neneknya dari rumah.
__ADS_1
Nenek Galuh bukanlah seorang tabib,namun ia tau sedikit tentang obat tradisional,biasa lah.. orang jaman dulu.
Neneknya itu sering membuatkan Dewi obat luka mungkin jika sewaktu-waktu tidak sengaja terluka di hutan dapat menjadi pertolongan pertamanya.
Kemudian setelah ia selesai mengoleskan obat itu, Dewi merobek bawah bajunya untuk membalut luka si ular putih agar darahnya tidak keluar terus menerus pikirnya.
Karna kasian ia membawa ular itu pulang. ia takut ular itu dimangsa hewan lain karna kondisinya yg sudah tak berdaya dan terluka parah itu.
Sampai rumah Dewi mengendhap-endap masuk rumah dan membawa ular itu ke kamarnya dan meletakkannya di tempat tidur.
"Semoga nenek tidak melihatku membawa ular ini bisa-bisa dia akan murka dan membuangnya lagi ke hutan". Fikir Dewi.
"Kamu diam di sini dulu ya cantik,aku akan mandi dulu dan setelah itu aku akan menemui nenek,mungkin dia akan hawatir padaku" kata Dewi sambil mencium kepala ular putih itu. Dewi tidak tau kalu sebenarnya ularnya jantan bukan betina.
Mungkin jika dia tau ular yg di ciumnya adalah jelmaan seorang pria ia akan bersembunyi entah dimana saking malunya.
Kemudian Dewi beranjak ke tempat dia akan mandi karna seharian ia di hutan badannya sudah terasa sangat lengket mungkin juga sudah bau asam.
deg deg deg
Jantung Pangeran Candra seakan hendak loncat keluar saat di cium gadis itu. Baru kali ini ia di cium seorang gadis,bahkan dia belum mengenal gadis itu,namun entah mengapa dia menyukainya.
"Terimakasih nona cantik kau telah menyelmatkanku dari kematian.. suatu saat nanti aku akan membalas kebaikanmu". Pangeran Candra berkata dalam hatinya,Setelah tenaganya sedikit pulih,ia bergegas pergi meninggalkan kediaman Dewi tanpa sepengetahuan gadis itu.
** Bagaimana ceritanya..? menarik tidak..???
** Jangan lupa kasih komentar,like atau saran ya..
** Makasih yg udah mampir di ceritaku..😘
__ADS_1