Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Putri yg terbuang 2


__ADS_3

Ratu Pradita masih berunding dengan kedua rekannya..


"Namun jika kita ingin memberikannya pada manusia kita harus menyegel aura silumannya. Hingga saat dia berusia 17 tahun kekuatannya akan bangkit kembali. Aku juga akan membuatnya takut dengan ular apapun, agar dia tidak dekat-dekat dengan bangsa siluman ular untuk menghindarinya dari ancaman suamiku dan mara bahaya lainnya yg bersangkutan dengan bangsa ular". kata sang ratu.


"Baiklah ratu sudah di putuskan yg terbaik untuk tuan putri mari kita bersiap selagi yang mulia raja belum datang". kata dayang kepercayaannya.


Kemudian Ratu Pradita bersiap akan ke pinggir hutan yg dekat dengan pemukiman penduduk untuk memberikan kehidupan(kalo di katakan membuang sangat kejam ya..? jadi author sebut saja memberi kehidupan) pada putrinya di sana,mungkin akan ada penduduk yg melihat dan mengambil putri malangnya tersebut.


Ratu sudah sampai di perbatasan hutan dan pemukiman penduduk ia meletakkan putrinya di bawah pohon yg lebat sesekali ia masih menciumi putri kecilnya itu sambil berlinangan air matanya,karna masih tidak rela meninggalkannya.


"Putriku...maafkan ibunda sayang.. ibunda hanya bisa melakukan ini untukmu.. semoga ada seseorang yg berhati baik yg menemukanmu dan merawatmu, Ibunda akan memberikan ini padamu semoga bisa melindungimu dari mara bahaya nantinya". kata ratu Pradita sambil meletakkan kalung permata hijau itu di leher putrinya dan kemudian mencium kening putrinya lagi.


"Mari yang mulia ratu.. kita tidak punya banyak waktu. Takutnya yang mulia raja sudah kembali dia pasti akan murka jika anda tidak ada di istana". Kata dayang kepercayaannya.


"Baiklah bantu aku dayang...! kita akan kembali sekarang juga". jawab ratu pradita.


Begitulah awal kejadia Dewi terpisah dari keluarganya dan alasan kenapa Dewi takut dengan ular.


*******


Pangeran Wiraka yg melihat ibunya melamun pun segera menyadarkan lamunannya.


"Ibunda???" panggilnya.


Ratu Pradita pun tersadar dan seketika ingat dengan pertanyaan putranya tadi,ia tau putranya itu tidak bisa di bohongi tapi ia juga ragu ingin menceritakan rahasianya pada putranya itu, ratu Pradita takut jika putri kecilnya akan dalam bahaya karna kakaknya.


"Putraku,jika ibunda menceritakan ini padamu apa kamu bersedia menjaga rahasia dan melindungi orang yg bersangkutan dengan rahasia ini?" kata sang ratu menyelidiki putranya.


Pangeran Wiraka diam sejenak untuk berfikir atas pertanyaan ibunya itu.

__ADS_1


"Kenapa Ibunda harus menanyakan itu padaku?? apakah ada rahasia di balik kalung itu?"


"Apa aku harus menyetujui syarat ibunda untuk mengetahui itu semua.? Tapi aku sangat penasaran dengan identitas gadis itu kenapa dia bisa memiliki kalung yg serupa seperti milik bunda?"


"Tidak. aku harus mengetahuinya.. sepertinya memang hanya ibunda lah yg mengetahui ini semua. Baiklah aku akan menyetujui syarat ibunda itu.." batin pangeran Wiraka.


Pangeran Wiraka memikirkannya lama sekali,mungkin ia menimbang-nimbang resiko apa yg akan iya terima jika ingin mengetahui rahasia sang ibu.


Kemudian setelah ia memikirkannya dengan sangat matang ia kemudian berbicara pada sang ibu.


"Bunda jika aku melanggarnya apa yg akan terjadi padaku?" kata pangeran Wiraka yg penasaran di buatnya.


"Mungkin kau akan menyesal..". Kata Ratu Pradita sangat datar dan dingin sehingga membuat putranya terheran-heran dan menebak-nebak apa yg di sembunyikan ibunya itu.


"Tidak biasanya Ibunda se serius ini.. sepertinya rahasia ini sangatlah penting baginya.. Jangan-jangan ibunda berselingkuh dari ayahanda..." pikirannya jadi ke arah yg tidak-tidak hingga tiba-tiba ia membelalakkan matanya.


"Jangan berfikir macam-macam..!" kata sang ratu lagi.


"ibunda tau aja...". batin pangeran lagi yg ketahuan berfikir buruk tentang ibunya.


"Benarkah..?" imbuh ratu penuh selidik.


"Iya ibunda...!!" jawabnya.


"Sudah aku putuskan.. aku akan menjaga rahasia bunda dengan aman dari siapapun yg bunda tidak perbolehkan tau jadi bolehkah ananda tau tentang kalung ini??" jawab pangeran seraya memohon pada sang ibu.


"Hufffftt... Baiklah jika kau serius dengan janjimu dan bersedia menepatinya maka ibunda akan ceritakan sekarang...". Katanya.


"Ikuti ibunda,mari kita cari tempat untuk bercerita karna di sini sepertinya tidak aman". Ajak ratu Pradita pada putranya itu.

__ADS_1


"Baiklah Ibunda..."


Meskipun Ratu Pradita agak ragu untuk bercerita tentang rahasianya,ia juga tau walaupun putranya itu keras dan memiliki sifat kejam yg turun dari ayahnya namun dia dapat menepati janjinya,dia sendiri juga tidak mungkin bisa membohongi putranya itu.


Setelah mendapat tempat yg aman ratu kemudian menceritakan semuanya.


"Putraku Kalung ini sebenarnya adalah benda pusaka turun temurun dari keluarga ibunda yg akan diberikan pada anak perempuan anggota kerajaan secara turun temurun juga dan kalung ini ada dua buah.


Karna hanya ada satu putri,dua kalung itu diberikan oleh kakek ibunda pada nenekmu putri tunggal dari kerajaan ular putih. Kalung ini memiliki sebuah kekuatan yg dapat menjaga sang pemiliknya dari suatu kekuatan yg akan menyerangnya atau mengancam nyawa sang pemilik".


Dari cerita ibundanya pangeran Wiraka manggut-manggut dan dia mengingat sesuatu hal.


"Pantas saja kekuatanku tak berpengaruh pada gadis itu.. ternyata ini alasannya". pikirnya sambil mendengar cerita ibunya.


Nenekmu Sukma hanya punya satu putri saja yaitu ibundamu ini,maka satu kalung permata diberikan pada ibunda dan satunya lagi dibawa oleh nenekmu. Namun nenekmu tidak membutuhkan perlindungan di kerajaan ular putih karna sudah merasa aman disana. dan memberikan miliknya pada ibunda dan ia ingin kalung miliknya di pakai oleh cucu perempuannya kelak". kata ratu Pradita ug menjelaskan alur ceritanya.


"Lalu dimana kalung permata milik nenek? kenapa hanya tinggal milik ibunda saja? apa kalung itu di curi seseorang? tidak bisa dibiarkan" sela Pangeran Wiraka yg tiba-tiba mengepalkan tangannya yg kelihatannya marah.


"Diam..! dan dengarkan..! jangan memotong pembicaraan ibunda dulu". tegasnya.


"B-baiklah ibunda...". jawab Pangeran Wiraka.


"Saat itu ibunda mengandung anak kedua yaitu saat ibunda mengandung adikmu Mahendra,ada suatu ramalan jika ibunda melahirkan seorang putri yg memiliki kesamaan dengan ibunda maka akan mengancam kerajaan ini,maka dari itu ayahandamu murka dan akan membunuh putrinya jika benar yg dalam kandungan ibunda itu seorang anak perempuan". lanjutnya lagi.


"Jadi Mahendra apakah dia bukan adik kandungku?" tanya Pangeran Wiraka lagi.


"Siapa bilang dia bukan adikmu?? apanya yg tidak mirip denganmu coba perhatikan dan ingat dia??" Jawab sang ibu dan di iyakan oleh putranya itu.


"Benar juga dia memiliki kemiripan denganku dan ayahanda juga,mana mungkin bukan adikku". fikirnya sambil menganggukkan kepalanya pada sang bunda.

__ADS_1


"Lalu apa yg sebenarnya terjadi ibunda?" tanya pangeran Wiraka lagi-lagi di buat penasaran oleh sang ibu.


__ADS_2