Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Keputusan Raja


__ADS_3


Melihat sang istri yg ragu-ragu saat menanyakannya, Raja Arya sangat penasaran dengan apa yg akandikatakan sang istri.


"Siapa dia dinda..??" tanya raja.


"Kanda tidak akan terkejut..??" tanya sang Ratu lagi memastikan.


"Ya.. siapapun itu harus di hukum dengan berat.." kata sang raja mantap.


"Benarkah ayahanda..??" tanya putri Andini dengan seringainya,karna dia juga sudah tau siapa pelakunya.


Karna perkataan raja, Ratu terdiam dalam benaknya banyak sekali yg ia fikirkan.


"Kanda.. apa kau akan setenang ini setelah aku mengatakannya..?? Apa kau tidak akan kecewa atau menyesali kata-katamu tadi jika aku katakan orang itu adalah anak sahabatmu dan gadis yg hampir kau jodohkan dengan putramu.. Apa kau akan tega menghukum seseorang yg telah kau anggap seperti putrimu itu ?? Atau kau kecewa padanya dan menghukumnya tanpa ampun seperti yg kanda katakan?" Batin sang ratu saat mendengar kemantapan perkataan suaminya itu.


Ratu Anjani sangat ragu. Apakah suaminya benar-benar akan menghukum anak sahabatnya yg paling ia percayai dan ia hormati itu. Apakah dia akan menghukumnya demi keadilan atau memaafkannya karna ketidak tegaannya.


Atau justru akan tetap percaya pada putri Yana yg licik itu dan tidak mau tahu akan kebenarannya dan tetap menyayanginya seperti sebelumnya.


Ratu Anjani takut suaminya akan terus di bodohi oleh putri angkatnya itu.


"Dia adalah.." kata Ratu Anjani terputus karena masih bingung dan ragu untuk mengatakannya.


Raja jadi tambah penasaran dibuatnya dan sangat gemas melihat ratu Anjani yg tidak cepat mengatakan dengan jelas.


"Dindaa..??" tegur Raja kesal.


"Emm.. dia.. dia adalah putri dari sahabatmu.. Putri Yana..!!" kata ratu Anjani akhirnya sambil menunduk takut suaminya akan murka.


Duaarr

__ADS_1


Raja seperti tersambar petir di sore hari. Apa yg di katakan istrinya tidak ia sangka-sangka sebelumnya.


Raja Arya tidak habis pikir jika putri yg ia sanjung-sanjung dan yg ia banggakan selama ini ternyata memiliki sifat yg begitu licik dan menyembunyikan wajah yg sebenarnya di dalam sebuah topeng.


"Apa..???" tanya sang Raja setelah mendengar perkataan istrinya.


"Apa kau yakin dengan apa yg kau katakan dinda.." Tanya Raja Arya masih belum percaya dengan apa yg di katakan istrinya barusan.


"Hmmmm.. sudah ku duga.. pasti kanda akan sekaget ini mendengar apa yg aku katakan.."


"Ya kanda... dan aku sangat yakin..!"


"Hmmm aku sudah mengira,,kanda pasti tidak akan percaya dengan ucapanku.." Jawab sang ratu sambil memasang muka cemberut.


"Kenapa dinda bisa tahu soal ini..??? Kita dari tadi kan selalu bersama dan prajurit yg melapor juga tidak ada yg mengatakan jika pelakunya adalah putri Yana kan..? Apa yg membuat dinda yakin..?" tanya sang raja tidak percaya.


"Kanda.. Kau hanya tidak pernah tahu sifat aslinya.. Tapi aku sudah lama mengetahuinya. Maka dari itu aku tidak mau kau menjodohkan putra kita pada dirinya waktu itu. Dan.. Aku pastinya tahu dengan apa yg ada di istana ini. Karna istrimu ini sangat cerdas.." jelas sang ratu dengan senyum percaya diri.


"Yaaa.. karna aku hawatir dengan Utari maka aku memasang mantra pada dirinya. Aku tahu Yana tidak akan segan-segan melukainya lagi karna Utari sangat banyak memiliki rahasia Yana.. sehingga apa yg dayang Utari fikirkan aku akan tahu.. Aku tidak mau putriku Hanindya kecewa padaku karna dia telah menitipkannya padaku sebelumnya. Maka aku memantaunya dari kejauhan. Hah.. untung saja belum sempat terjadi apa-apa pada ananda Nindy tadi sangat menegangkan.. Fyuuh"


Ternyata setelah dayang Utari di tolong putri Hanindya,dia mengikuti perkataan putri Hanindya dan memilih untuk ikut Ratu Anjani. Dia ingin membalas kebaikan sang putri kala itu. Karna dia tahu putri Yana yg licik itu pasti akan mencari berbagai macam cara untuk mencelakai dan menyingkirkan orang yg menjadi penghalangnya untuk menjadi ratu.


Dia juga telah menceritakan semuanya pada sang Ratu,dan Ratu Anjani faham sekarang tentang apa yg akan dilakukan putri Yana selanjutnya yg penuh tipu daya itu.


"Candra..? Apa benar seperti itu..?" tanya raja Arya kemudian.


"Ya ayahanda.. Memang dari awal dia tidak menyukai dinda Hanindya.. Untung saja ananda segera datang,karna di beri tahu dayang Utari.. Kalau tidak,, ananda pasti akan menyesal seumur hidup karna tidak bisa menjaga dinda Hanindya dengan benar" Kata pangeran Candra bersyukur tidak terjadi apa-apa pada kekasihnya tadi.


"Hmmm.. biarkan saja kanda,ibunda.. Ayahanda itu tidak akan percaya apa yg kita katakan.. dia sudah di butakan oleh kasih sayangnya pada Yana itu yg berpura-pura baik.. Ingat-ingat saja.. ayahanda mana pernah membelaku saat aku bertengkar dengannya. Beliau selalu saja membanding-bandingkan aku dengan ular licik itu kan..?? Huh..!!"


Putri Andini tersungut-sungut kesal karna mengingat sang ayah slalu mengatakan bahwa dia harus seperti putri Yana yg lemah lembut dan baik hati. Tidak kasar dan menjengkelkan seperti dirinya.

__ADS_1


Padahal ayahnya itu tidak tahu saja bagaimana kelakuan asli putri Yana yg sebenarnya. Sekarang putri Andini jadi sangat senang akhirnya ada kesempatan membongkar keburukan Ular betina yg licik itu.


Raja Arya kesal mendengar sindiran putri bungsunya. Sehingga beliau melotot ke arah putrinya itu. Ratu Anjani yg melihat suaminya marah segera menegur putri Andini.


"Andinii..!!"


"Apaan sih ibunda..?? Ayahanda kan memang menyebalkan.." jawab putri Andini masa bodoh pada teguran sang ibu.


Namun ternyata tegurannya tak berarti apa-apa pada putri bungsunya itu, yg tidak menggubris perkataannya dan masih saja menyindir sang Raja yg sudah keluar tanduknya alias marah besar pada dirinya.


"Dasar anak kurang ajar..!" Bentak yang mulia Raja.


Putri Andini yg di bentak sang ayah menjadi meringkuk takut dan bersembunyi di belakang ibundanya.


"Hmmm.. rasakan.. tadi saja tidak mau mendengar perkataan ibunda..!" bisik sang Ratu pada putri bungsunya yg bersembunyi di balik tubuhnya itu.


"Hehe.. habisnya ayahanda selalu tidak adil padaku ibunda.." jawab putri Andini memelas dan ikut berbisik.


Melihat putrinya ketakutan, sang ratu jadi tidak tega dan mengingatkan sang raja pada pokok permasalahannya untuk mengalihkan perhatiannya.


"Sudah-sudah kanda.. Bagaimana sekarang keputusan kanda..? Apa kanda akan benar-benar menghukumnya..?" Tanya ratu kemudian.


"Meskipun dia putri sahabatku.. dia tetap salah. Aku tidak boleh membuat keputusan yg salah dan membuat rakyat sangat terganggu dengan keputusanku. Baiklah.. ini yg terbaik"


"Hmmm baiklah..!!"


** Skip dulu yaaa.. Semoga suka dengan cerita dari author.


** Selamat menjalani harimu readers..


** Makasih yg selalu hadir di karyaku membawa like and coment..😘😘

__ADS_1


__ADS_2