Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Jebakan


__ADS_3


Nenek Galuh kemudian mengikuti dayang Aru yg menuntunnya ke suatu ruangan. Dia berkali-kali di buat kagum dengan keindahan istana itu. Ke unikannya sama sekali tidak bisa di bayangkan dengan nalar manusia sedikitpun.


Namun lagi-lagi nenek Galuh hanya bisa membungkam mulutnya saat ingin bertanya pada Aru, pasti dia akan di curigai penghuni istana lainnya yg memperhatikan dan melihatnya jika melakukan itu.


Padahal sang raja telah melindungi nyawa cucunya dengan cara menutupi identitas putri Hanindya yg sebenarnya adalah putri dari kerajaan ular hitam,menjadi seorang putri pengembara. Dan nenek Galuh berperan sebagai keluarga kerajaan dari putri Hanindya. Jadi dia harus menghayati peran itu sebaik mungkin.


.


.


.


.


Tak berapa lama dayang Aru yg menuntun nenek Galuh ke kamarnya pun segera sampai.


"Nek.. istirahatlah..! Pasti kau lelah.." kata dayang Aruni ramah dan sangat sopan.


Nenek Galuh yg mendengar dan melihat dayang Aru bersikap demikian jadi agak risih karna tidak terbiasa. Beliau sudah menganggap dayang Aru seperti anaknya sendiri.


"Hais.. Aru.. kenapa kau jadi kaku sekali hari ini..?" Tanya nenek Galuh yg melihat tingkah sopan dayang Aru itu sambil merebahkan tubuh tuanya di ranjang.


"Hehehe.. nenek.. ingatlah.. kita sedang akting hoho.." kata dayang Aru dengan cengengesannya itu.


"Nah itu terdengar lebih baik..!"


"Oh ya.. Aku hampir lupa Aru.." Sambil kembali duduk di ranjangnya dengan cepat.


"Pelan-pelan nek.. Bisa-bisa kau kena encok lagi.." kata dayang Aru meledek.


"Dasar kau dayang kurang ajar..!!


Sebentar..! apa kita bisa di dengar oleh orang di luar kamar ini..???" tanya nenek Galuh takut ada yg mendengar pembicaraannya dan identitasnya akan terbongkar.


"Tidak nek.. kita aman di ruangan ini.. tidak akan ada yg bisa mendengarkan pembicaraan kita dari luar.. jadi nenek bisa tenang sekarang.." Jawab Aru lagi.


"Hah.. syukurlah.. Hmm.. bailah.. akan ku tunjukkan bakat terpendamku huh..!"


Kata nenek Galuh yg tiba-tiba mengubah ekspresi dan tingkah lakunya menjadi seorang yg terhormat lagi.


"Hahaha nenek Galuh.. ternyata kau pandai sekali ber akting pwahahaha.." Tawa dayang Aru yg terpingkal karna tingkah konyol nenek Galuh itu.


"Dayang.. Apa yg kau tertawakan..? siapkan air hangat..! Aku ingin mandi..!" kata nenek Galuh yg sedang menghayati perannya.


"Baik yang mulai...! Bwahahaha.. " tanggap Aru geli.


"Haissh kau yg memintanya kan..?" protes nenek Galuh.


"Ahahaha.. baiklah.. baiklah nek.. Aku akan menyiapkannya untukmu.." Kata dayang Aru kemudian.

__ADS_1


"Hmmm.. dasar dayang gemblung.." ucap nenek Galuh kesal.


"hahaha.. biar.." jawab Aru yg masih belum bisa menghentikan tawanya.


*****


Sedangkan di ruangan raja Arya dan ratu Anjani,masih ada pangeran Candra dan putri Hanindya di sana.


"Putriku.. istirahatlah sekarang.. nanti malam adalah hari bahagia kalian berdua.. persiapkan diri kalian oke..!" ucap ratu Anjani dengan senyumnya yg penuh kasih sayang.


"Baiklah ibunda.." jawab putri Hanindya sambil membalas senyum bibinya.


"Candra.. antarkan putriku ke ruangannya..!" kata raja pada putranya Candra dengan tegas.


"Hmmm.. Ya..!" Jawab pangeran Candra kesal karna sikap ayahnya yg suka menggoda itu.


"Huh.. dasar anak tidak berbakti.." kata raja lagi.


"Baik ayahandaa.." ulang pangeran Candra sambil memasang senyum paksanya.


"Nah.. itu baru benar.." kata raja lagi dengan seriangai puas.


"Hmmm kanda mulai lagi.." guman ratu Anjani yg melihat ke konyolan suaminya itu.


Raja Arya yg mendengar gumaman istrinya segera mengedipkan sebelah matanya pada sang istri yg ternyata di ketahui oleh putri Hanindya dan juga pangeran Candra.


"Ayo dinda.. kita tinggalkan orang tua menyebalkan ini..!" ajak pangeran Candra kesal.


"Apa..? dasar anak kurang ajar kau Candra..!!" sahut raja yg pura-pura marah.


"Kabuur.." kata pangeran Candra sambil menarik putri Hanindya.


"Awas kalau kau macam-macam dengan putriku Candra..!" teriak raja Arya yg menjadi benar-benar kesal.


Pangeran Candra sudah tidak menggubris perkataan Ayahnya itu dan lari kecil sambil menggandeng kekasihnya.


"Ahahaha..." Tawa putri Hanindya terpingkal.


Mereka sudah tiba di ruangan putri Hanindya sekarang. Dan Putri Hanindya tertawa terbahak-bahak setelah sampai di kamarnya karna melihat tingkah ayah dan anak itu.


"Kenapa dinda..?" tanya pangeran Candra yg bingung saat melihat kekasihnya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


"Kanda ada-ada saja.. tidak sopan sekali dengan ayahanda.. hahaha" kata putri Hanindya yg masih tertawa.


"Ya.. habisnya ayahanda sangat menyebalkan.." jawab pangeran Candra.


"Huh.. sebenarnya putranya itu, kanda atau dinda Nindy sih..?? hmmm sepertinya kanda hanya putra pungutnya saja..!" kata pangeran Candra lagi sambil cemberut.


"Hmm.. Kanda... Sebenarnya beliau itu sangat menyayangimu kanda.. namun beliau menunjukkannya dengan cara yg berbeda.." kata putri Hanindya sambil mencubit hidung pangeran Candra yg sedang memasang ekspresi cemberut.


"Auh.. begitukah dinda..?? ku kira dia tidak menganggapku lagi.." Keluh pangeran Candra sambil bertanya lagi.

__ADS_1


"Ya kanda.. Jangan berprasangka buruk oke..!" jawab sang putri dengan memasang senyum indahnya.


"Sangat menggemaskan.." Gumam pangeran Candra lirih saat melihat senyuman kekasihnya itu.


"Ada apa kanda..?" tanya putri Hanindya yg tidak mendengarnya dengan jelas.


"emmm.. tidak kok.. istirahatlah dinda..!" elak pangeran Candra dari apa yg ia katakan tadi.


"Baiklah kanda.." Putri Hanindya pun membaringkan tubungnya di ranjang untuk beristirahat.


"Baiklah.. kanda akan keluar.." ujar pangeran Candra sambil mencium kening calon istrinya.


cup


Putri Hanindya hanya tersenyum menanggapi perlakuan pangeran Candra itu sambil menutupi rasa malu dan gugupnya dan memejamkan matanya.


Pangeran Candra perlahan mengusap pucuk kepala kekasihnya agar cepat tertidur.


Tidak berapa lama ternyata sang putri terlelap juga karna sapuan tangan pangeran Candra di pucuk kepalanya membuatnya sangat nyaman hingga terbuai ke alam mimpi.


"Hmmm.. benar-benar sangat menggemaskan.."


Pangeran Candra memandang kekasihnya yg sedang memejamkan matanya itu lama sekali. Rasanya dia tidak ingin beranjak dari tempatnya saat ini,namun dia tidak ingin membuat kekasihnya terganggu dengan keberadaanya saat tidur.


Setelah agak lama iapun segera beranjak dari tempatnya dan pergi keluar dari ruangan itu.


.


.


.


.


"Bagus.. pangeran Candra sudah pergi.. Kali ini harus berhasil.. ini adalah kesempatan terakhirku sebelum gadis tidak tahu diri itu bahagia bersama dengan pangeran Candra..!"


"Huh..! Lama sekali mereka bermesraan.. membuatku muak saja..." gumam putri Yana lirih.


Ternyata se dari tadi putri Yana memperhatikan pangeran Candra dan putri Hanindya.


Kebetulan pintu ruangan itu tidak sepenuhnya tertutup, Sehingga ia bisa mendengarkan apapun yg di katakan pangeran Candra dan kekasihnya itu.


Dia telah merencanakan suatu hal pada putri Hanindya untuk mendapatkan pangeran Candra kembali. Entah apa rencananya itu,dia telah mempersiapkan rencana ini jauh-jauh hari yg ia tujukan kepada putri Hanindya.


*** Hayoo.. apa ya rencana putri Yana yg sebenarnya..


*** Nantikan update author selanjutnya ya teman-teman..


*** Jangan lupa like and coment juga dukungannya..😉


*** Makasih yg sudah setia menunggu update dari Author..😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2