
"Jadi gadis kecilku ini adalah adik dari Wiraka..?
Sungguh dunia ini sempit sekali.. aku tak menyangka jika aku jatuh cinta dengan adik dari seseorang yg membenciku.."
"Malang sekali nasipmu dinda.. kenapa ayahmu harus paman Darma yg bengis itu..? sehingga kau harus terpisah dengan keluargamu dan menjalani hidup tanpa kekuatan dan kasih sayang orang tuamu.."
Pangeran Candra masih tercengang dengan perkataan pangeran Wiraka tadi, ia memandang gadisnya lekat sekali sambil membawanya kembali ke rumah nenek Galuh.
Tak berapa lama ia telah sampai di rumah nenek Galuh,Pangeran Candra meletakkan gadis kecil di dekapannya itu lalu ia baringkan di tempat tidurnya.
"Baiklah Wiraka.. aku akan menjaganya dengan nyawaku,kau jangan khawatir jika aku akan menyakitinya.. dia bagaikan separuh nyawaku..".
Ia mengecup kening putri Hanindya sekilas dan kemudian duduk di samping gadis kecilnya itu.
"Maaf jika aku tadi menyakitimu dinda.. Aku tidak memiliki cara lain untuk menghentikanmu. Auramu sangat menakutkan tadi. Aku hanya tidak ingin kau lepas kendali dan kehilangan dirimu" kata pangeran Candra lirih.
"Bangun dinda.." kata pangeran Candra lagi sambil menepuk-nepuk pipi putri Hanindya lembut.
"Uhuk uhuk.."
Setelah beberapa lama akhirnya putri Hanindya bangun ia terbatuk dan mengeluarkan darah yg mengental, sisa saat ia terluka karna pukulan putri Yana tadi.
"ahk.. Dadaku sesak.."
"Dinda.. apa kau baik-baik saja..? apa Yana melukaimu tadi..?" Tanya pangeran Candra khawatir.
"Aku terkena pukulannya saat aku lengah.. Sepertinya dia sangat membenciku karna tahu aku dekat denganmu.. Jangan-jangan dia kekasih gelap kanda ya..?
ups.. mungkin malah aku yg ternyata kekasih gelapmu.."
Kata putri Hanindya sambil memanyunkan bibirnya.
"Dinda.. ngomong apa sih..? aku hanya mencintaimu.. kau tau itu..?" jelas pangeran Candra tidak terima.
"Jadi kau tadi sempat bertarung dengannya..?" sambungnya lagi.
"Ya kami bertarung tadi.. apa kanda menghawatirkan dia??" tanya putri Hanindya sebal.
"Tidak,tidak dinda.. aku hanya menghawatirkanmu saja.." jawab pangeran Candra menjelaskan.
"Baiklah.. aku ingin istirahat.. kanda pergilah.." kata putri Hanindya cuek.
"Dinda.. apa kamu marah..?" tanya pangeran Candra yg melihat raut wajah gadis itu yg masih cemberut dan juga malah mengusirnya.
"Tidak kanda.. aku sangat lelah sekarang.. jadi pergilah.." dengan nada rendah dan ekspresi datar.
"Baiklah.. Jangan marah lagi.. aku tidak memiliki kekasih gelap lainnya selain kamu.. jadi tenanglah.. jangan cemburu lagi oke.."
"Hiiih siapa juga yg cemburu.. Berarti aku benar-benar kekasih gelapnya dong..!" kata putri Hanindya lirih sambil memalingkan wajahnya karna sebal bercampur malu ketahuan cemburu.
__ADS_1
"Aih.. sangat menggemaskan.." kata pangeran Candra menggoda.
"Huh menyebalkan.." jawab gadis itu lagi.
"Istirahatlah.." tanpa aba-aba pangeran Candra mencium kening gadis kecil itu lagi.
Cup
"Aku akan menjemputmu besok.. Dan ingat ini dinda.. kau bukanlah kekasih gelapku melainkan CALON ISTRIKU". Kata pangeran Candra dengan mantap dan sambil berlalu pergi menghilang tanpa jejak.
"Apaan sih kanda bikin aku malu terus dari tadi. Dan apaan itu mengatakan aku calon istrinya tapi masih ada orang lain yg mengaku telah di jodohkan dengan dirinya.. cih..membuatku sebal sekali..".
Gumam putri Hanindya agak kesal. namun karna mengingat pangeran Candra menciumnya,, Ia jadi sangat bahagia hingga terbawa ke alam mimpinya saking lelah tubuhnya tanpa sadar ia telah tertidur lelap tanpa ingat kalau harus menemui neneknya dulu.
.
.
.
.
Sedang di hutan pangeran Wiraka bertemu dengan putri Yana yg hendak kembali ke istana dengan langkah gontai tanpa semangat,mungkin ia sedang memikirkan cara licik selanjutnya.
"Huh... apa-apaan si Candra itu..? mengataiku gadis licik lah,pembohong lah.. dia kan tidak tau perasaanku..
Gadis ingusan itu juga sangat menyebalkan.. berani-beraninya dia membalas ejekanku..!!
Begitulah sepanjang jalan ia bergumam kesal. Dari arah lain pangeran Wiraka menegurnya.
"Oh.. bukankah ini tuan putri Yana salah satu putri kebanggaan kerajaan ular putih yg terkenal dengan kelembutan dan kecantikan dan ilmu tingginya itu??
Ternyata dia juga bisa memfitnah dan menghasut orang rupanya.. Hmmm.. Sungguh penyamaran yg sempurna" Kata pangeran Wiraka mengejek.
Putri Yana menoleh dengan terkejut sekaligus geram dengan perkataan pangeran Wiraka.
"Jangan ikut campur pangeran Wiraka.. ini urusanku sendiri.. Anda tak perlu ikut campur urusanku..!!" jawab putri Yana dengan kasar.
"Wah wah.. menakjubkan.. ternyata seperti ini ya penampilan putri Yana yg asli? sungguh menarik.."
"Diam,pangeran Wiraka.. jangan mengolok-olokku..! urusi saja urusanmu sendiri itu..! bukankah kau juga kekasih si *a*ang itu?? hahaha kasian sekali hanya jadi selingkuhan gadis ingusan itu.." kata putri Yana kembali mengejek.
Pangeran Wiraka yg mendengar adiknya di hina habis-habisan ia tak bisa menahan amarahnya lagi.
plakk..
"Aw.." "Wiraka sialan.. berani-beraninya dia menamparku..!!"
"Diam kau Yana..!!"
__ADS_1
"Kenapa..? apa kau tidak terima..? ternyata rumor itu bukan sekedar rumor.. Pangeran Wiraka yg terhormat berani berbuat kasar pada seorang wanita.. cih.. tidak tahu malu"
"hahaha omong kosong...!!
Kau tidak tau apa-apa tentang hubungan kami.. jangan asal menghinanya..! memangnya kenapa jika aku kekasihnya..? dia gadis yg cantik juga baik bukan seperti kamu gadis ular busuk.. hahaha..
Biarkan saja aku menghajarmu karna mulutmu sangat berisik dan bau"
"Apa kau bilang..?? kau yg ular busuk seluruh keluargamu ular busuk dan bau..!!"
"Diam...! pergi kau.. kalau tidak jangan harap kau bisa pulang dengan selamat.. aku belum memberi perhitungan padamu karna kau telah melukai gadis kecilku bukan..!"
"Kemari kau gadis ular busuk..! hyaak.."
"Siapa takut..?" jawab putri Yana.
Akhirnya karna mereka beradu argumen dan sama-sama tidak mau mengalah terjadilah adu senjata dan kekuatan masing-masing.
Putri Yana sudah kehabisan tenaga saat bertarung melawan putri Hanindya tadi sehingga tak butuh waktu lama ia terkena pukulan dan jatuh tersungkur.
"Akh...!!" "Sial.. gara-gara gadis ingusan tadi kekuatanku terkuras habis.. kekuatanku tidak cukup untuk melawan pria hina ini.."
"Bagaimana??? apa masih ingin lanjut??
Bangun...!!"
Kata pangeran Wiraka sambil mencengkeram kedua pipi putri Yana.
"Lepaskan..!!"
"Ya aku akan melepaskannya asal kau tidak macam-macam lagi dengan gadis kecilku.. Bagaimana..??" Ancang pangeran Wiraka dengan sinisnya.
"Lepaskan...!!" sambil meraih tangan pangeran Wiraka dengan kedua tangannya dan kakinya menendang betis pangeran Wiraka dengan sekuat tenaga..
des..
"Akh.. berani-beraninya kamu Yana...!!! Awas kalau aku bertemu lagi denganmu jangan harap aku akan mengampunimu...!!"
Saat pangeran Wiraka memekik kesakitan dan tidak fokus dengan musuhnya,tidak disia-siakan oleh putri Yana untuk kabur,ia menghilang dengan cepat.
Cling..
"Dasar pecundang.. Bisanya cuma kabur saja.." kata pangeran Wiraka kesal.
Setelah pertarungan itu pangeran Wiraka kembali ke istananya dengan raut wajah penuh dengan kekesalan.
* Halo temen-temen... sekian up hari ini,lanjut besok lagi ya..😉😉 moga terhibur..
* Jangan lupa like dan komennya.. kasih saran juga boleh kok..
__ADS_1
* Makasih atas kunjungan kalian semua😘😘