Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Tuan putri yg gila tahta


__ADS_3


Dayang Utari tersenyum mendengar perkataan pangeran Candra. Dia sangat bahagia. Akhirnya dia bisa membalas kebaikan sang putri sekarang.


"Syukurlah.. Putri baik-baik saja.." ucap dayang Utari yg juga lega akan hal itu.


"Terima kasih dayang.. Tanpa adanya kamu mungkin hidupku akan hancur.." Kata putri Hanindya sangat terharu.


"Ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan pertolongan dari putri.. Hamba sangat senang dapat membantu putri.." kata dayang Utari dengan senyum tulusnya.


Flash back on.


Setelah keluar dari ruangan putri Hanindya,putri Yana menemui seseorang. Dia memerintahkan seseorang itu untuk melakukan sesuatu hal licik pada putri Hanindya.


"Apa yg harus saya lakukan putri..?" tanya seorang pemuda pada putri Yana.


"Hmmm...! Buat dia hancur dan tidak punya muka lagi di mata semua orang,hingga dia akan di tinggalkan oleh pangeran Candra...!!!" kata putri Yana dengan seringai liciknya.


"T-tapi dia adalah calon istri dari pangeran Candra, putri.. Sangat beresiko sekali.. Bagaimana jika hamba terkena masalah..???" Kata bawahan putri Yana takut-takut.


"Bodoh...!! Maka dari itu kau harus bermain dengan cantik.. jangan sampai ada orang yg mengetahuinya..!!" teriak putri Yana.


"B-baik putri..!! Tapi... jika saya terkena masalah apa putri akan bersedia membantu saya..?" tanya sang bawahan yg masih ragu.


"Tentu saja...! Dan aku juga akan menghadiahimu dengan mustikaku yg sangat berharga ini jika kau berhasil..! Bagaimana..?" sambil memperlihatkan mustika miliknya.


"Benar-benar mustika yg berharga.. Tidak sia-sia aku selalu bekerja untuknya. Pekerjaannya juga sesuatu yg mudah dan menyenangkan.. Aku juga tidak akan rugi jika melakukan tugas ini. Dan aku akan mendapatkan mustika yg sangat langka itu. Dasar putri bodoh..hanya demi ambisi bodohnya itu,dia sampai rela menukar mustika berharga miliknya hanya demi hal yg tidak mungkin ia dapatkan..!" Batin sang bawahan.


Sedangkan ini yg ada di benak putri Yana.


"Heh.. siapa juga yg sudi melindungi bawahan bodoh sepertimu..?? Aku juga tidak butuh mustika rendahan itu lagi. Dan.. lagi pula jika aku menjadi ratu,,nantinya semua mustika dan kekuatan yg ada di kerajaan ini akan menjadi milikku..!!! Dan aku sudah tidak membutuhkan mustika-mustika milikku lagi yg tidak seberapa itu. Meskipun aku telah mendapatkannya dulu dengan susah payah sekalipun...Semuanya akan terbayar jika aku berhasil mendapatkan tahta ini... hahaha...!!!"


"Hmmm.. itu juga bagus putri.. Aku lihat mustika itu memang benar-benar sulit di dapatkan... Oke..!! Kita sepakat sekarang.. Jangan lupakan janjimu putri..!!!"

__ADS_1


Pemuda itu kegirangan saat tau akan mendapat bayaran yg sangat menggiurkan jika dapat mempermalukan dan menghancurkan reputasi kekasih pangeran Candra. Seketika keraguannya hilang dan dia tidak memikirkan lagi tentang resiko yg akan ia tanggung nantinya.


"Kau tenang saja..! Aku tidak akan tidak menepati janjiku..! Aku telah membantu aksimu dengan cara memberinya obat penenang dan perangsang di dekatnya.. mungkin sekarang obat itu sudah bekerja.. segeralah lakukan tugasmu sekarang..!!! " perintah putri Yana tegas.


"Baiklah putri..! Saya akan melakukannya dengan rapi..dan sempurna.." ucap pemuda iyu penuh semangat.


"Mohon undur diri.. " Pamit sang bawahan.


"Eits tunggu..!!"


"Ada apa putri..??"


"Ingat..!!! Jangan sampai ada yg tau tentang rencanaku ini,, kau bisa saja mengubah wajahmu dengan jurus penyamaranmu itu kan..?? Yg terpenting jangan sampai ada yg tau jika ini adalah rencanaku.. kau harus merahasiakan ini semua dari siapapun..!! Mengertii?? Jika tidak..!! Kau akan tahu akibatnya.."


"Ya putri.." sambil berlalu pergi.


"Dasar wanita ular licik..!!!"


Sementara di tempat tersembunyi di ruangan itu. Ada seseorang yg mendengar pembicaraan mereka.


"Tidak boleh terjadi.. Aku harus menolong putri Hanindya apapun caranya meski harus mengorbankan nyawaku.. Aku tidak peduli.. Aku tidak mungkin akan berpangku tangan melihat seseorang yg menolongku akan jatuh dan menanggung malu karna ulah Putri gila ini.." Batin seseorang yg bersembunyi di ruangan itu.


"Aduh.. Tapi aku harus bagaimana menolong putri..? Aku saja tidak bisa keluar dari tempat ini..!! Tidak.. ini sangat gawat.. Tidak ada banyak waktu lagi.."


Ternyata dayang Utari telah bersembunyi sejak tadi sebelum putri Yana dan bawahannya masuk ke tempat itu dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua,hingga mengetahui rencana jahat putri Yana.


Sebenarnya dia hanya kebetulan lewat di sekitar tempat itu. Namun tiba-tiba tanpa ia duga, dia melihat putri Yana sangat mencurigakan dan bertemu orang yg biasa ia beri tugas dalam upaya kelicikannya. Dengan tergesa-gesa ia masuk ke ruangan putri Yana dan bersembunyi di sana.


.


.


.

__ADS_1


.


Dalam kebingungan dayang Utari putri Yana bergumam sendiri dan tertawa puas karna rencana liciknya itu.


"Hahaha... kali ini kau akan hancur di tanganku,, Hanindya...!!" tawa putri Yana yg menggelegar memenuhi ruangannya.


"Coba saja tuan putri gila..!! Aku tidak akan membiarkan rencanamu menang melawan putri dan pangeran..!!" Batin dayang Utari yg tidak terima dengan perkataan putri Yana.


"Jangan harap kau bisa keluar dari jebakanku kali ini.. setelah kau masuk perangkap.. kau tidak akan memiliki muka lagi untuk bersama pangeran Candra. Dan pangeran Candra juga pasti akan membencimu meskipun ini bukan benar-benar kesalahanmu. Jangankan pangeran Candra.. pasti bibi dan paman raja dan semua orang akan membencimu gadis tidak tahu diri...!! Salah siapa kau berani menantangku.. Siapapun tidak layak bersama pangeran Candra kecuali hanya aku seorang.. fufufufu.."


"Nikmati permainanku dasar gadis tidak tahu malu..!!"


Begitulah perkataan-perkataan yg keluar dari mulut putri Yana. Namun dia tidak tahu jika masalah telah menunggunya di belakang rencananya itu.


"Hmmm.. baiklah.. ayo kita lihat apa yg bisa di lakukan bawahan bodohku itu..?" gumam putri Yana.


Kemudian ia menyusul bawahannya itu dengan hati-hati dan menghindari pandangan curiga orang-orang sekitarnya.


"Akhirnya aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini dan menyelamatkan putri Hanindya.." Gumam dayang Utari lega,setelah putri Yana keluar.


Namun setelah itu dia bingung mondar-mandir tidak tahu harus bagaimana.


"Bagaimana ini...??? Apa yg harus aku lakukan..?? Tidak sempat lagi jika harus mencari pertolongan.. Tapi jika aku sendirian aku tidak akan mampu menolong tuan putri.." gumam dayang Utari bingung.


"Kau sedang apa,dayang Utari...?" tanya seseorang yg melihat sang dayang kebingungan.


** Hai.. update lagi nih.. siapa yg dah nunggu-nunggu.. met baca ya..


** Jangan lupa kasih tanggapan kamu di kolom komentar ya friends..!


** Plis likenya juga ya..😘😘


** Semoga hari kalian menyenangkan..😁😁

__ADS_1


__ADS_2