
"Hahahaa carilah sampai ketemu prajurit bodoh jika kalian bisa.. bahkan kalian kehilangan jejak mereka.. kalian akan mencarinya dengan apa ha..??
fufufu.. tidak di sangka ternyata dua orang suruhanku itu memang benar-benar cerdik dan main dengan bersih.. benar-benar tidak mengecewakanku seperti yg ia janjikan. Tidak sia-sia aku memberinya mustika berhargaku.." Batin putri Yana senang.
Setelah itu semakin ramai area belakang dalam acara bisik-bisik mereka. Ada yg tidak habis fikir dan ada yg masih curiga dengan identitas Putri Hanindya.
Suara mereka bahkan hampir terdengar oleh sang raja yg ada di depan aula itu.
"Hahaha aku tidak mungkin kalah dengan gadis ingusan yg tak tahu diri itu.. lihat saja masih banyak yg tidak menyukaimu gadis bodoh..!! Tetaplah aku yg menjadi ratunya... kau tak berhak sama sekali" batin putri Yana sangat gembira.
Raja yg mendengar banyak yg berbisik mencoba mengalihkan perhatian mereka.
"Ehm.. ehmm..!!"
Sang raja pura-pura terbatuk dan membuat para umat yg berbisik ria memfokuskan pandangannya pada yang mulia raja serentak.
"Baiklah.. apa masih ada yg tidak setuju dengan pernikahan pangeran Candra sekarang??" tanya sang raja tegas.
"Ya aku sangat keberatan paman... seharusnya aku yg menjadi calon istri pangeran Candra.. tapi kenapa paman raja malah memilihnya..?? mengecewakan.. kita lihat saja apa yg akan aku lakukan lagi pada kalian..hmmmp.."
Putri Yana yg kesal dengan keputusan raja menjadi semakin geram saja.
"Tidak yang mulia.. kami yakin pilihan pangeran Candra adalah yg terbaik untuk kerajaan kita" kata beberapa orang mewakili.
"Hah.. dasar para ular sampah yg menjengkelkan..!!" geram putri Yana dalam benaknya.
Dia tak habis fikir jika rencananya tidak mempan lagi sekarang. Karna raja berpihak pada putri Hanindya dan tidak termakan hasutannya.
"Baiklah.. jika masih ada yg meragukan putriku tentang identitasnya aku akan mengatakannya pada kalian kebenarannya..!
Aku tidak asal memilih seseorang untuk menjadi calon ratu masa depan kerajaan ini,,maka dari itu aku juga sudah menyelidiki identitas calon menantuku Putri Hanindya. Dia adalah putri bungsu dari kerajaan luar hutan Kahiyasan.. Jadi dia masih seorang bangsawan. Tentang kerajaan mana ia berasal aku masih merahasiakannya. Karna ia salah satu Pewaris dari kerajaannya maka nyawanya sangat di incar beberapa orang yg tidak bertanggung jawab, sehingga ia menyelamatkan diri ke kerajaan ular putih untuk meminta pertolongan namun ia jatuh cinta dengan pangeran Candra begitu juga dengan pangeran Candra.. Mereka saling jatuh cinta satu sama lain sehingga kami berencana melindunginya dengan cara pernikahan.. Jadi apa sudah jelas sekarang..?" kata sang raja dengan mengarang sedikit cerita.
__ADS_1
"Apa-apaan paman raja ini.. putri dari mananya..? saat aku bertemu pertama kali saja sudah terlihat ia hanya manusia biasa yg tak berkedudukan.. cerita dari mana pula itu..?" Batin putri Yana kesal.
Sedangkan para hadirin hanya bisa tertegun dalam sejenak. Mereka sangat malu telah mengatai sang putri yg tidak-tidak. Dan ternyata sebelumnya sang raja telah menyelidiki identitas sang putri terlebih dahulu.
"Oh.. ternyata raja sudah menyelidikinya sebelumnya.. bodohnya aku..!! tidak mungkin juga raja yg bijaksana seperti yang mulia raja Arya akan masa bodoh dengan ini semua,,itu sangat mustahil juga. Sudah pasti yang mulia raja akan menyelidiki calon menantunya terlebih dahulu" Dalam batin beberapa orang yg sadar dengan kebodohannya yg telah meremehkan raja.
Sedangkan orang-orang yg mengetahui kebenarannya seperti ratu,pangeran Candra,putri Hanindya juga putri Andini melongo tak percaya dengan cerita karangan raja. Entahlah,, mereka tidak tau akan menangis atau tertawa dengan apa yg di sampaikan oleh sang raja itu sehingga mereka hanya terdiam dengan fikirannya masing-masing.
"Sudah sangat jelas yang mulia.. kami mengerti.. Semoga pangeran dan putri kelak hidup bahagia.." jawab mereka serentak.
"Baiklah.. karna sudah tidak ada yg keberatan,, maka aku akan menentukan hari pernikahannya.." kata sang raja penuh wibawa.
"Mungkin juga akan ada perwakilan dari kerajaan sang putri tapi tidak akan terlalu banyak orang yg datang,, mengingat sangat berbahaya jika ada pihak yg tak bertanggung jawab mengetahui keberadaan putri Hanindya" imbuh raja.
"Ya yg mulia kami mengerti..!" jawab mereka serentak.
"Baiklah.. bulan purnama yg akan datang adalah hari pernikahan pangeran Candra dan juga putri Hanindya.. aku harap kalian semua akan datang memberi restu untuk mereka" kata sang raja tegas dengan sedikit menampakkan senyum di bibirnya.
"Baik yang mulia.. Kami akan datang dengan gembira menyambut hari pernikahan pangeran dan putri kami.." jawab mereka serentak.
Yg di sambut hangat oleh para hadirin di aula itu. Kemudian raja dan juga rombongannya meninggalkan aula itu di ikuti para bangsawan dan semua yg hadir untuk pulang ke kediaman masing-masing.
.
.
.
.
Putri Yana yg tengah kesal mengurung diri di kamarnya. Ia sangat marah dengan apa yg terjadi hari ini di pertemuan itu. Dia memikirkan cara lain untuk menghancurkan pernikahan pangeran Candra dan Putri Hanindya yg akan berlangsung di malam purnama.
"Lihat saja nanti gadis jelata tak tahu malu.. aku akan membuatmu hancur tak tersisa.."
__ADS_1
"Hmmm.. apa perlu aku mencari orang-orang yg di katakan paman raja,,yg telah mengincar nyawa gadis jelata itu untuk bekerja sama..?"
"Sepertinya ide bagus.. sangat menguntungkan dan aku tidak harus turun tangan secara langsung.. tapi harus mencari mereka dimana.. Aku saja tidak tahu kerajaan gadis j*l*ng itu huh..."
Dengus kesal putri Yana,ia bergumam-gumam sendirian mengatur rencananya untuk menyingkirkan sang putri dari sisi pangeran Candra
******
Srdangkan di kediaman nenek Galuh datang tamu tak di undang. Ia adalah pemuda yg menemui putri Hanindya tempo hari.
Karna ia tak jumpa dengan sang putri setelah ia beberapa hari menguntit rumah itu,maka ia memutuskan untuk datang ke rumah gadis itu dengan membawa beberapa hadiah.
Tok tok tok tok "Permisi..!" sapa pemuda itu di balik pintu.
Nenek Galuh yg mendengarnya penasaran apa itu calon cucu menantunya yg datang dengan sang cucu. Dengan terburu-buru ia menghampiri tuas pintunya.
"Itu pasti cucu kesayanganku yg datang..!" kata nenek Galuh tergesa-gesa.
"Nenek.. pelan-pelan.. jika terjadi sesuatu padamu hamba bisa di hukum oleh pangeran Candra.." kata dayang yg di utus pangeran Candra.
"Hahaha.. tenanglah.. aku sangat sehat dan kuat lihatlah.." sambil memperlihatkan aksi konyolnya.
"Ayo temani aku menyambut mereka.." pinta nenek Galuh pada sang dayang.
Kreek..
"Siapa kamu..?"
** Kita skip dulu ya.. ππ
** Selamat membaca..
** Jangan lupa like and koment ya..
__ADS_1
** Makasih yg sudah berkunjung dan yg sudah mendukung author dengan suka rela.. sungguh kehormatan bagi Author.
** Sekali lagi makasih banyak temen-temen semua.. Apalah author tanpa kalianπππ