
Setelah di rasa aman,Putri Yana masuk ke dalam ruangan putri Hanindya dengan menjinjitkan kedua kakinya.
Dia berjalan dengan hati-hati ke dalam kamar putri Hanindya dan menghampiri sang putri. Entah apa yg ia lakukannya di sana. Kemudian dengan pelan dan hati-hati pula ia keluar kamar itu.
"Kali ini kau tidak akan bisa menghindar dari jebakanku gadis sialan...!" batinnya sambil berlalu pergi.
Setelah beberapa waktu agak lama tenyata pangeran Candra kembali lagi ke ruangan putri Hanindya. Pangeran Candra menghampiri kekasihnya itu..
"Dinda.." Panggil lirih pangeran Candra yg kemudian duduk di samping sang putri sambil menyentuh pipi putri Hanindya.
Perlahan putri Hanindya terbangun karna merasakan ada yg menyentuh pipinya.
"Kanda...!" Sebut sang putri setelah melihat pemuda di hadapannya.
Mendengar itu Pangeran Candra hanya tersenyum saja.
"Uh..kenapa kepalaku sakit sekali..!" kata sang putri sambil berusaha bangun dari tidurnya dan di bantu oleh pangeran Candra..
"Kenapa dinda..? Apa kau tidak enak badan..?" tanya pangeran Candra hawatir.
"Tidak tau kanda.. Kepalaku sangat sakit dan badanku sangat lemas sekali seperti tidak bertenaga sama sekali". Jawab sang putri lemah.
"Baiklah.. tidurlah kembali.. aku akan menjagamu di sini. Mungkin kau kelelahan..!" Kata pangeran Candra sambil menidurkan putri Hanindya lagi.
"Baiklah kanda.."
Putri Hanindya pun menurut saja karna memang kepalanya sangatlah berat dan tubuhnya sangat lemas.
Pangeran Candra lalu memijat kaki putri Hanindya dengan lembut. Putri Hanindya diam saja mendapat perlakuan itu. Namun entah mengapa dia menjadi sangat tidak nyaman dengan pijatan itu.
"Ada yg aneh.. kenapa tubuhku menjadi tidak karuan karna pijatan kanda..?" batin sang putri.
Tanpa dia duga pangeran Candra semakin liar saat memijitnya. Dan putri Hanindya menjadi curiga akan hal itu.
"Kenapa kanda tidak seperti biasanya. Dia tidak akan melakukan hal tidak sopan kepadaku walaupun kadang dia suka bercanda yg tidak-tidak..! Jangan-jangan dia bukan kanda Candra..!"
"Lepaskan...!!!" Teriak putri Hanindya tiba-tiba.
"Kenapa dinda..? bukankah kau menikmatinya..??" kata pemuda di hadapan putri Hanindya dengan sedikit seringaian di bibirnya.
"Tidak...! Kau bukan kanda Candra..!! Enyah kau dari Hadapanku..!!!"
"Hahaha.. Hebat..!! Penyamaranku terbongkar begitu saja olehmu. Ternyata kau tak sebodoh yg aku bayangkan putri..!"
"...Tapi,kau tidak akan bisa kabur dariku sekarang,, putri bodoh..!! hahahaha"
"Tolooong..!!" teriak putri Hanindya ketakutan karna tubuhnya benar-benar tidak bisa dia kendalikan untuk melawan orang itu.
__ADS_1
"Teriaklah sekencang-kencangnya.. Dasar bodoh..!! Tidak akan ada yg mendengarkanmu karna semua ruangan di istana ini kedap suara.."
"Tidak.. jangan mendekat..!!" teriak putri Hanindya lagi dengan gemetaran dan berusaha menjauh.
"Sial..!! Pasti ini ulah orang yg sama seperti kejadian di aula itu.. Kenapa kekuatanku melemah..?? Pasti orang itu telah memberiku sesuatu tadi..!!"
"Hahaha.. menyerahlah putri.. Kau tidak akan bisa menghindariku. Diamlah dan nikmati saja..!!" seringai orang itu dengan seramnya.
"Tidak... jangan melakukan ini dengan makai topeng dengan rupa kanda Candra..! Kau tidak pantas menirukan wajahnya...!!" teriak kesal sang putri.
"Hahaha apa kau ingin melihat wajahku sebelum melakukannya fufufu sangat menggemaskan..??"
"Tidak...!!!
..kanda tolong..!! hiks hiks hiks"
"Tenanglah.. aku akan melakukannya dengan lembut.." kata pemuda itu sambil membelai pipi sang putri yg ketakutan.
Putri Hanindya pun bergidik ngeri dengan seringaian pemuda itu yg masih menggunakan wajah pangeran Candra.
"Kanda.. Aku mohon.. datanglah.. Atau kau akan menyesal.." Batin putri Hanindya dengan berderai air mata.
"Tidaak.. tolong..!! lepaskan aku.. hiks hiks"
"Diamlah...!! atau aku akan berbuat kasar padamu..!!" teriak orang itu dengan kerasnya.
"Aaarrrhhhggg jangan...!!" Teriak putri Hanindya ketakutan.
Braak buuummmp.. Suara pintu di dobrak dengan paksa hingga hancur lebur tak berbentuk.
"Beraninya kau menyentuh calon istriku..!! Jangan harap kau masih bisa memiliki tangan dan juga kepalamu yg menjijikkan itu..!!"
Teriak pangeran Candra sambil menghampiri kekasihnya yg tidak berdaya.
Di belakang pangeran Candra ada dayang Utari yg mengikutinya. Dengan beberapa prajurit.
"Kanda..!! Tolong.." teriak putri Hanindya tanpa daya saat mendengar suara kekasihnya yg sangat ia tunggu-tunggu.
"Pa-pangeran...!!"
"Sial.. aku masuk ke dalam jebakan putri Yana sekarang.. Jika sampai pangeran Candra tidak mengampuniku maka putri Yana juga harus mendapatkan hukumannya..!!" Batin pemuda itu dengan gemetaran.
Saking takutnya pemuda itu kehilangan mantra penyamarannya dan kembali ke wajah aslinya.
Kekuatannya sangat jauh di bawah pangeran Candra,sehingga dia tidak mungkin bisa melawannya meski dengan dua kali lipat kekuatannya sekalipun.
"Tenanglah dinda.. kanda ada di sini tidak akan ada hal buruk yg akan menimpamu lagi..!" kata pangeran Candra yg dengan cepat memeluk kekasihnya untuk menenangkannya.
Penampilan putri Hanindya sudah tidak beraturan lagi. Dengan rambut acak-acakan dan pakaian yg telah terobek. Juga dengan deraian air mata pilunya itu.
__ADS_1
Mulutnya sangat susah untuk mengatakan sesuatu. Karena rasa takut bercampur lega akan kedatangan pangeran Candra. Dia sangat terharu karna tidak terjadi sesuatu hal yg lebih buruk lagi.
"Prajurit..!!" teriak pangeran Candra yg masih memeluk erat putri Hanindya.
"Ya yang mulia..!" jawab serempak beberapa prajurit yg datang dengan cepat karna perintah dari junjungannya itu.
"Seret dia dan beri dia hukuman seberat-beratnya jangan beri dia ampun..!! Atau penggal saja kepalanya.. dia tidak pantas hidup lagi..!!" teriak pangeran Candra penuh amarah.
deg..
"Baik yang mulia..!" jawab serempak para prajurit yg segera meringkus pemuda itu.
"Tidak yang mulia pangeran.. Aku melakukannya karna suruhan seseorang.. Anda harus mengadilinya juga bersamaku..!" Bela pemuda itu dengan ketakutan.
"Itu urusanku.. Kau tidak usah ikut campur karna aku sudah mengetahuinya..!" jawab tegas pangeran Candra.
"Tunggu apa lagi..?? seret dia keluar dari ruangan ini..!!" Teriak pangeran Candra yg sudah tidak punya kesabaran.
"Baik yang mulia.."
"...."
Pemuda itu tidak dapat berkata-kata lagi. Dia pasrah karna telah melakukan kebodohan itu. Para prajuritpun membawa pemuda itu ke penjara bawah istana.
"Hiks hiks hiks.." tangis putri Hanindya tidak henti-hentinya di pelukan pangeran Candra.
"Tenanglah dinda.. semuanya sudah berlalu.. Lagi pula dia belum sempat melakukan sesuatu padamu kan..?!"
"Tidak apa-apa sekarang okee..!" ujar pangeran Candra menenangkan kekasihnya.
Akhirnya putri Hanindya dapat membuka mulutnya. Karna sudah sedikit tenang.
"Hiks.. Kenapa kanda lama sekali.. hiks hampir saja aku tidak bisa mempertahankannya. Hiks hiks.." jawab putri Hanindya di tengah isak tangisnya.
"Maafkan kanda dinda,, untung saja ada dayang Utari yang mengatakannya. Mungkin jika tidak,hufft aku tidak tahu apa yg akan terjadi padamu.." hela nafas lega pangeran Candra.
** Skip lagi.. dan selamat membaca...😉
** Tunggu update author selanjutnya ya..
** Jangan lupa like and comentnya.
** Kasih tahu author kesan kalian gimana saat membaca ceritaku..😘😘
** Dan juga jangan lupa mampir di karya baruku. Judulnya..
CINTA BEDA ALAM
** Author tunggu loh..😉😉
__ADS_1