Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kebahagiaan


__ADS_3


"Hmmm.. masih saja menyebalkan.." kata putri Hanindya sambil membuang mukanya dari sang kakak kemudian dia pura-pura cemberut.


Pangeran Wiraka gelagapan mendengar adiknya menjadi kesal padanya lagi.


"Gawat..!! Dinda *sepertinya marah lagi karna melihatku bersikap kasar seperti ini.. baru saja berbaikan*.." batin pangeran Wiraka. Yg kemudian mencoba membujuk adiknya lagi agar tidak marah.


"Hmmm.. baiklah-baiklah dinda.. demi kamu aku akan bersikap baik mulai sekarang..!" kata pangeran Wiraka sambil menunduk lemas.


"Hmmm.. itu lebih baik...!" Kata sang adik yg puas dengan pernyataan kakaknya itu.


"Hah.. syukurlah.. ternyata tidak sesulit yg aku bayangkan untuk membujuknya.." batin pangeran Wiraka.


Pangeran Candra yg melihat kejahilan kekasihnya pada kakaknya sendiri jadi ingin tertawa saja.


"Apa kamu lihat-lihat..?? dasar adik ipar kurang ajar..!" bentak pangeran Wiraka yg melihat gelagat mengejek di muka pangeran Candra.


"Hmmm.. mulai lagi deh..!" batin putri Hanindya.


Pangeran Candra kaget saat mendengar perkataan pangeran Wiraka barusan,dia kira pangeran Wiraka sama sekali tidak akan mengizinkan dirinya bersama adik kesayangannya itu. Ternyata sepupunya itu sudah dapat menganggap dirinya adik ipar.


"Oh.. terima kasih kakak ipar.. karna sudah merestuiku untuk bersamanya..!" kata pangeran Candra semakin memancing kemarahan pangeran Wiraka. Dia ingin tahu seberapa besar pangeran Wiraka menyayangi adik perempuannya itu.


"Jangan merasa senang dulu.. kalau kau berani macam-macam,,aku sendiri yg akan membunuhmu Candra..!!" Ancam pangeran Wiraka lagi.


"Kanda berani membunuhnya jangan harap aku menganggapmu kandaku lagi huh..!!" kata sang adik balik mengancam.


"Astagaaa.. keceplosan lagi.." keluhnya dalam hati.


"Hahaha.. Kanda Wiraka sangat menggemaskan saat sedang memelas seperti itu.. rasanya ingin mengerjainya terus-terusan.." dalam benak putri.


Pangeran Wiraka lagi-lagi keceplosan dan itu di manfaatkan sang adik untuk pura-pura merajuk. Sepertinya putri Hanindya sangat senang mengerjai kakaknya itu.


"Ah.. dinda... kanda kan hanya mengingatkan si bodoh ini untuk tidak menyakitimu.. Kanda itu sangat menyayangimu kau tahu..?" protes pangeran Wiraka.


"Kanda.. dia tidak akan pernah menyakitiku.. tenanglah..!! aku tau dia sangat menyayangiku.." kata putri Hanindya dengan percaya dirinya.


"Astaga dinda.. aku baru tau kalau kamu itu sangat-sangat percaya diri sekali.." kata pangeran Candra meledek.


"Memangnya tidak ya..?? huh ya sudah lah.." kata sang putri yg cemberut.


"Yaa.. kanda memang sangat-sangat menyayangi dinda.. Jangan marah.. Lihat kemari.." Hibur pangeran Candra yg kemudian mencubit hidung calon istrinya dengan sangat gemas.

__ADS_1


"Arrgghh sakit tau.." protes sang putri.


"Kalian ini.. sangat menyebalkan.." dengus pangeran Wiraka saat melihat kemesraan adik perempuan dan sepupunya itu.


"Hahaha kanda sih terlalu galak jadinya gak ada yg mau.." celoteh sang adik.


"Apa kau bilang...?? dasar adik durhaka.. kemari kau..!!" kesal pangeran Wiraka kemudian ia menggelitiki adik kesayangannya itu.


Pangeran Candra dan juga para pengintip yg melihat putri Hanindya sudah bisa menerima kakaknya itu jadi lega dan ikut bahagia.


"Aaarggghhh.. kanda... hahahaa.. geli.. ampun ampunn.. kanda Candra tolong..!!" tawa renyah sang putri menggema di seluruh ruangan itu.


"Rasakan hukumanmu adik durhakaaa.." canda pangeran Wiraka.


Pangeran Candra hanya diam saja dan tersenyum melihat ke akrapan mereka ber dua.


"Hahaha..ampuunn" ronta sang putri kegelian.


"Sudah-sudah aku sudah capek kanda.. hentikan sekarang.." kata sang putri memohon.


"Baiklah.. Lain kali jika meledekku lagi aku akan menghukummu lebih lama lagi.." kata sang kakak.


"Hahaha baiklah.."


"Kanda.. apa ibunda akan datang di acara pernikahanku nanti..??" tanya sang putri tiba-tiba dengan wajah sendu.


"Dinda.. apa kau sangat merindukan ibunda..??" tanya pangeran Wiraka merasa ikut sedih melihat raut wajah sang adik.


"Ya aku sangat merindukannya.. Aku ingin selalu ada di pangkuannya mendapatkan kasih sayangnya.." kata sang putri dengan tatapan kosongnya.


"Ternyata adikku sangat manja.."


Pangeran Wiraka menjadi sangat sedih melihat adiknya yg sangat malang itu,ia lalu memeluk adiknya dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya.


Dengan suara agak parau dia menenangkan sang adik dengan penuh kelembutan.


"Ketahuilah dinda.. ibunda sangat merindukanmu,sangat-sangat merindukanmu. Kanda berjanji akan mencari cara agar ibunda bisa bertemu denganmu bersama kakak kembaranmu.." Kata pangeran Wiraka lagi.


"Jadi aku masih punya kakak lagi..?" Tanya putri Hanindya penasaran.


"Ya..dia bernama Mahendra dan sama manjanya seperti kamu,dinda..!" kata pangeran Wiraka sambil melepaskan pelukannya.


"Karna kanda sudah berjanji jadi mereka harus datang bersamamu apapun yg terjadi oke..!!" tegas putri Hanindya.

__ADS_1


"Ya.. kanda berjanji.." ujar pangeran Wiraka sambil menautkan jari kelingkingnya dengan sang adik.


"Rasanya aku seperti obat nyamuk saja di sini.." gumam pangeran Candra lirih.


"Dinda.. apa kau melupakanku..???" tanya pangeran Candra memelas.


Putri Hanindya pun menoleh ke arah pangeran Candra yg berbicara. Kemudian ia tertawa melihat pangeran Candra yg cemberut membuat putri Hanindya ingin mencubit pipinya saja karna gemas.


"Hahaha tidak kanda.. kenapa mukanya jadi di tekuk seperti itu..?? sangat menggemaskan.." kata putri Hanindya sambil mencubit kedua pipi kekasihnya itu.


"Aww sakit dinda.." kata pangeran Candra pura-pura kesakitan untuk mencari perhatian kekasihnya.


"Jangan pura-pura kanda.. aku tahu itu tidak sakit sama sekali.." protes putri Hanindya yg tahu pangeran Candra hanya pura-pura saja.


"Hahaha baiklah-baiklah.."


Sekarang Pangeran Wiraka yg merasa jadi obat nyamuk. Dan dia akhirnya memutuskan untuk kembali.


"Hmmmm baiklah.. aku tidak akan mengganggu kalian lagi..!!" kata pangeran Wiraka seraya bangun dari tempat ia duduk. Membuat pangeran Candra dan putri Hanindya menghentikan candaannya.


"Candra.. titip adikku.. ku harap kau tidak akan membuatnya terluka meskipun hanya se ujung kuku saja.." kata pangeran Wiraka dengan serius.


"Ya.. itu pasti.. jangan hawatir kakak ipar.." kata pangeran Candra dengan senyum hasnya. Membuat pangeran Wiraka merasa di ledeki dari senyum sepupunya itu.


"Sial.. kalau adikku tidak di sini sudah aku pukul muka bodohmu itu Candra.." kata pangeran Wiraka jengkel.


"Kanda.. jadi kalau aku tidak ada kanda tidak akan akur dengan kanda Candra?? Benar seperti itu..??" kata putri Hanindya merajuk.


"Eh.. tidak dinda.. kanda hanya bercanda.. jangan marah lagi oke.." sanggah pangeran Wiraka.


"...."


Putri Hanindya hanya cemberut mendengar penjelasan sang kakak,sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Baiklah kanda akan kembali. Jaga dirimu baik-baik dari ular berbisa di sampingmu oke..!!" kata pangeran Wiraka lagi sambil melirikan matanya dengan tajam ke arah pangeran Candra.


Pangeran Candra yg di lirik hanya tersenyum ramah saja. Tidak menanggapi lirikan sepupunya itu


"Ya Kanda hati-hati.." jawab putri Hanindya yg kemudian ramah.


** Skip dulu ya.. mf telat update.. semoga kalian tidak kecewa..


** Jangan lupa like and coment ya..

__ADS_1


** Author slalu menunggu kalian..😉😘


__ADS_2