Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kejahilan Putri Andini dan Pangeran Candra


__ADS_3

"Kakak kau sudah pulang???" dari luar Putri Andini menghampiri kakaknya.


Pangeran yg terlelap masih dalam mimpi indahnya pun tidak mendengar teriakan adiknya dari luar, karna lelahnya dan kurang tidur.


Karna tidak ada respon Putri Andini langsung masuk saja,ia sudah terbiasa keluar masuk kamar kakaknya tanpa permisi.


Dia melihat Pangeran Candra sedang berbaring di ranjangnya. Entah dirasuki apa terfikirlah kejahilan oleh sang adik.


"Kerjain ahhh". fikirnya.


"Kandaaaa"


Putri Andini berteriak di telinga pangeran Candra yg baru saja terlelap saat memikirkan pujaan hatinya,seketika ia kaget mendengar suara cempreng adiknya tepat di telinganya dan bangun dari tempatnya berbaring.


"Andiniiiii...."


Putri Andini yg tau kakaknya akan marah langsung lari keluar dari kamar kakaknya.


"Kemari kamu". teriak pangeran Candra yg kesal.


"Bundaaa bundaa tolong.. ada ular ganas ngamuk" dia masih berlari dari kejaran kakaknya hingga menabrak pundak dayang karna matanya fokus melihat kakaknya di belakang takut tertangkap.


gubraak..


"akh hati-hati putri" kata dayang itu.


Ia terjatuh di lantai. Namun putri Andini tidak menghiraukannya karna perhatiannya fokus kekakaknya.


"Andini berhenti"


"kau bisa membuat kekacauan lebih lagi"

__ADS_1


Teriakan pangeran Candra pada adiknya lagi,namun tak di hiraukan oleh adiknya. Yg malah memanggil-manggil nama bundanya meminta pertolongan.


Pangeran semakin geram,dan terjadilah kejar-kejaran di dalam istana. hingga terlihatlah ratu Anjani yg sedang berjalan santai di taman istana.


"Bunda..." putri Andini berlari kebelakang ibundanya. "Bunda tolong kanda Candra galak sekali seperti hendak memakanku dengan satu suapan saja". Ratu Anjani hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan putra-putrinya.


"Apa-apaan kalian ini kenapa tidak pernah bisa akur,sekali ketemu selalu buat keributan. Lihat umur berapa kalian? jika sampai ibumu tertabrak bagaimana?" teriak raja pada kedua putra putrinya.


Ternyata sang raja tidak jauh dari tempat kejadian dan menghampiri mereka dengan amarahnya.


"Dan kamu.." raja menatap pada putranya. "Kamu ini calon raja,jaga sikapmu..! Lihatlah banyak pelayan yg melihat kalian bertingkah konyol,ada juga yg terluka karnanya". Raja berbicara seraya menunjuk para pelayan yg melihat mereka.


"Sudah-sudah kanda biarkanlah anak kita menikmati masa remajanya". Ratu Anjani dengan lembutnya menghentikan amarah suaminya.


"Tidak dinda,mereka sudah waktunya untuk bersikap dewasa,mereka sudah waktunya mengemban tugas kerajaan, jika selalu bertingkah konyol seperti ini kapan kita bisa beristirahat dari tugas kerajaan..? Kita sudah semakin tua dinda". sahut raja yg sudah terlanjur marah.


"Baiklah kanda terserahmu saja apapun yg terbaik untuk putra-putri kita" Ratu anjani kemudian pasrah pada perkatakan suaminya karna tidak ingin beliau semakin marah.


Pangeran Candra dengan kesalnya angkat bicara pada sang raja. sedangkan putri Andini masih bersembunyi di belakang Ibunda ratu Anjani.


"Sudah-sudah ayah tak mau tau, kalian berdua harus dihukum". sela raja.


"Untuk kamu Canda kau harus pelajari buku ini hingga selesai dan jangan sampai buku ini hilang" perintah raja sambil memberikan sebuah buku. Buku itu berisi tentang cara-cara rahasia kerajaan ular putih membuat segel dan ilusi dan masih banyak lagi di dalamnya.


Putri Andini yg mendengar itu menjulurkan lidahnya sambil tersenyum mengejek pada sang kakak merasa senang karna tidak diberi hukuman dan kakaknya di beri buku yg sangat tebal untuk dia pelajari,dia tidak tau jika buku itu sangat penting di pelajari dan diberikan bukan semata-mata karna hukuman. Namun baru saja ia gembira tiba-tiba..


"Andini.. siapa bilang kamu tidak akan di hukum??


kemari.. kau harus salin buku tentang tatakrama hingga selesai dan pahami apa tata krama itu..! kau seorang putri tapi tidak mengerti tata krama". Tegas sang raja pada putri bungsunya.


"Baik ayah".

__ADS_1


Putri Andini menjawabnya dengan wajah masam dan kesal juga lesu menjadi satu.


"Kerjakan hukuman kalian masing-masing dan tidak ada bantahan". perintah sang raja.


"Baik ayah". Sahut Pangeran Candra dan Putri Anjani bersamaan.


"Ayo dinda kita tinggalkan anak-anak nakal ini" . Sang raja berlalu pergi sambil menggendong permaisurinya.


"aaahh kanda turunkan aku.. lihatlah banyak yg melihat kita. aaahhh kanda genit". Ratu Anjani berteriak sambil meronta-ronta.


Yg melihat hanya melongo dengan tingkah laku raja dan ratu mereka yg sangat terbuka di tempat umum.


"Kakanda,, kapan kau akan mengenalkanku dengan seorang kakak ipar? pasti kau akan melupakanku nanti seperti ayahanda dan ibunda itu". Putri anjani berbicara sambil terbengong ke arah ayah dan ibunya yg berlalu pergi.


deg


Pangeran Candra yg mendengar kata kakak ipar tiba-tiba kaget dan teringat gadis kecilnya,wajahnya bersemu merah sampai ke telinganya dengan cepat ia lalu mengalihkan pembicaraannya.


"Ooh.. jangan bilang kau mengalihkan perhatianku ya? pakai acara ingin kukenalkan dengan kakak ipar segala".


(kata author:Padahal dirinya sendiri yg mengalihkan perhatian.. mana tidak mau ngaku lagi..)


Pangeran Candra tidak menyia-nyiakan kelengahan adiknya dan menggelitiki sang adik hingga tertawa terbahak-bahak hingga minta ampun padanya.


"Kena kamu ya.." kata pangeran Candra.


"Aaahahaha kanda ampun aaa" teriakan putri Andini yg tidak mampu menahan rasa geli karna ulah kakaknya itu.


"Rasakan pembalasanku gadis nakal" kata pangeran Candra tanpa ampun seraya menggelitiki adiknya itu sampai sampai putri Andini tertawa hingga lemas hingga air matanya keluar.


Begitulah Kehidupan mereka yg damai meskipun Pangeran Candra dan Putri Andini sering tidak akur dan sering jahil menjahili mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.

__ADS_1


Mereka adalah adik kakak yg sangat menggemaskan tingkah lakunya ketika mereka bersama.


__ADS_2