
Pangeran Candra mencoba mengingatnya lagi. Namun...
"Entahlah,,, Kanda tidak ingat pastinya..!
Namun gagal ingat..
Dewi yg tadinya matanya ber binar-binar menjadi hilang semangat. Pangeran Candra tau gadisnya kecewa jadi ia mencoba untuk menenangkannya.
"Baiklah kanda akan membantumu mencari tau lebih lanjut nanti,sebaiknya dinda pulang dulu,, karna hari sudah senja. Kanda akan mengantarmu sekarang".
Karna matahari sudah hampir tenggelam pangeran Candra berencana akan mengantar Dewi pulang.
"Baiklah.. Terima kasih.. kau telah menolongku lagi.. jadi terima kasih banyak.." kata Dewi malu-malu.
"Jangan katakan itu,,,dinda pernah menyelamatkan nyawaku,ini semua tidak sebanding dengan pertolonganmu sebelumnya". kata pangeran Candra.
"Kemarikan tanganmu aku akan mengantarmu sekarang" pangeran Candra menggapai tangan gadis itu kemudian...
Cliing..
Tiba-tiba saja mereka telah sampai di dekat rumah Dewi.. melihat semua itu Dewi hanya bengong saja..
"Haah.. rumah nenek..Kapan kita jalannya? kenapa sudah sampai rumah saja di tinggal kedip sebentar pun?". Batinnya.
"Sudah sampai....
"Jangan lupa besok kita akan melatih bela diri mu,kau harus segera istirahat,,, sekarang aku akan pergi,, masuklah.. pasti nenekmu sudah menunggumu". kata pangeran candra seraya mengacak rambut Dewi.
"hah ya..." seketika Dewi tersadar dari lamunan saat di acak-acak rambutnya oleh pangeran Candra.
"Terima kasih" kata Dewi lagi-lagi.
Pangeran Candra hanya tersenyum dan mengangguk lalu hilang dalam sekejap mata.
"Aku juga ingin bisa seperti itu.. cuma diam aja tiba-tiba sampai ke tempat tujuannya.. apa memang itu kelebihan bangsa mereka..? au ah.. besok aku akan minta dia mengajariku...". pikir gadis kecil itu sambil berjalan masuk ke rumahnya.
.
.
.
"Nenek... Dewi sudah pulang... apa nenek merindukanku...?" Teriaknya.
__ADS_1
******
Sementara itu di istana ular hitam...
Pangeran Wiraka telah sampai di istananya lalu ia bergegas mencari Ibunya..
"Bunda.. bunda... kau dimana??" teriak pangeran Wiraka yg tengah memanggil ibunya.
Sedangkan ratu Pradita yg mendengar teriakan putranya menjadi heran. Tidak biasanya putranya itu bersikap seperti itu padanya.
Walaupun Putranya itu seorang yg kasar seperti suaminya dia tidak akan berbuat seperti itu terhadapnya,pasti ada sesuatu yg membuatnya kesal fikir ratu Pradita dan kemudian menghampiri putra sulungnya itu.
"Ada apa nak... pelankan suaramu.. jangan berteriak-teriak di dalam istana,itu namanya tidak sopan". kata ratu Pradita.
Setelah melihat ibunya Pangeran Wiraka segera menghampirinya,ia tidak sabar untuk bertanya tentang kalung itu dan mengetahui kebenarannya.
"Bunda dimana kalung permata hijau yg biasa kau kenakan? apakah kau memberikannya pada orang lain???" tanya pangeran Wiraka tidak sabaran.
Ratu heran di buatnya.. tidak biasanya putranya itu menanyakan sesuatu yg menurutnya tidak terlalu penting.
"Ada.. sedang bunda simpan.."
"Kenapa ananda menanyakan kalung itu?" tanyanya heran.
"Hmmmm baiklah..
Dayang...". Panggil ratu Pradita pada dayangnya.
Tak butuh lama dayang itu menghampiri junjungannya.
"Ada apa ratu memanggil hamba..? apa yg harus hamba lakukan yg mulia ratu?" tanya dayang itu.
"Ambilkan aku kotak kayu yg berada di kamarku sekarang". perintahnya.
"Baik yg mulia" kata dayang itu seraya memberi hormat dan pergi untuk melaksanakan perintah dari ratunya.
Selang beberapa menit dayang itu kembali lagi dan membawa barang yg di perintahkan.
"Ini yg mulia" kata sang dayang.
"ya kembalilah" seraya mengambil barang yg ia perintahkan.
Ratu Pradita membuka kotak itu dan memperlihatkannya pada putranya.
__ADS_1
"Apa ini yg kau cari putraku?" kata ratu.
Pangeran yg melihatnya terkejut,ia melihat dengan seksama pada kalung permata hijau itu.
"Sangat mirip.. bahkan sama persis dengan milik gadis itu". Kata pangeran Wiraka dalam hati.
"Berarti aku sudah salah menuduhnya yg tidak-tidak,,,
tapi tidak,, tidak mungkin, seharusnya itu tidak dimiliki oleh orang lain karna kalung ini sangat spesial dan cuma ibunda seharusnya yg memilikinya," pikirnya lagi dan ia memutuskan untuk menanyakannya pada ibunya.
"Bunda.. apa ada kemungkinan orang lain memiliki kalung yg sama dengan milik bunda ini? Setahuku benda ini sangat langka dan spesial" tanya pangeran Wiraka.
deg..
Seketika ratu Pradita ingat dengan putri bungsunya.
Mengingat kejadian lampau ratu Pradita.
Kala itu ratu Pradita sedang mengandung yg ke dua kalinya atau putra ke 2,usia kandungannya sudah menginjak usia 7 bulan.
Sang raja sangat senang akan memiliki putra lagi,ia mendatangkan seorang ahli ramal di kerajaannya,ingin mengetahui keberuntungannya pada anak keduanya yg masih dalam kandungan.
Namun peramal itu mengatakan jika raja dan ratu memiliki anak perempuan yg mewarisi gen ibunya yaitu ular putih,bayi perempuan itu akan menyebabkan kerajaan ular hitam terancam.
Seketika raja murka hingga menghukum sang peramal itu,namun dalam hatinya mempercayai ramalan itu dan mengancam ratu Pradita untuk membunuh anaknya jika lahir perempuan apalagi memiliki gen ular putih.
Ratu sangat takut dengan ancaman itu,saat itu pangeran Wiraka masih berumur sekitar 5 tahunan,belum cukup mengerti tentang permasalahan itu.
Hingga tibalah waktunya ratu melahirkan. sang raja sedang pergi mengurus sesuatu hal pada saat itu. sehingga tidak mengetahui jika istrinya melahirkan anak kembar.
"Selamat yang mulia ratu.. anda mendapat putra putri kembar,sangat tampan dan juga cantik,apalagi sang putri sangat mirip dengan anda yang mulia". kata dayang yg di iyakan oleh bibi yg membantunya bersalin.
Ratu Pradita sangat senang sekaligus sedih karna putrinya mewarisi gen dirinya si ular putih dan aura itu terlihat sangat kuat pada putrinya. Bagaimana bisa ia rela melihat putri kecilnya itu di bunuh oleh suaminya sendiri.
Dia menjadi sangat kebingungan di buatnya hingga meminta saran pada mereka ber dua si dayang dan bibi yg membantunya bersalin. Untung saja mereka adalah orang yg baik,yg satunya adalah dayang kepercayaan ratu dan yg satunya lagi masih memiliki hubungan kekerabatan yg agak jauh dengan sang ratu.
"Bagaimana ini bibi..aku tidak sanggup melihat putriku ini di bunuh oleh suamiku.. apa yg harus aku lakukan sekarang .?" tanya ratu Pradita sambil berlinang air mata pada bibi yg membantunya untuk bersalin.
Seketika mereka berdua berfikir sangatlah keras hingga munculah ide pada bibi bersalin yg mengusulkannya sesuatu.
"Tenanglah ratu..! yang mulia raja sekarang tidak ada di tempat. Bagaimana jika kita selamatkan putri dengan membawanya ke pinggir hutan agar ada manusia yg menolongnya,lagipula masih ada pangeran kakak tuan putri ini,jika ia sudah melihat pangeran,kecil kemungkinan yang mulia raja tau jika putranya memiliki kembaran atau masih memiliki seorang putri,". usul sang bibi bersalin itu.
"Baiklah bibi lagipula tidak ada cara lain lagi yg bisa kita lakukan untuk menyelamatkan putriku ini". kata sang ratu yg menyetujui usul si bibi bersalin.
__ADS_1