Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Pemuda yg sombong


__ADS_3


Nenek Galuh terburu-buru menghampiri pintu rumahnya dengan di temani dayang Aruni. Dengan sangat gembira ia membuka pintu itu karna ia sangat rindu dengan cucu kesayangannya,senyumnya menghiasa wajah tuanya.


Kreeek..


"Siapa pemuda ini..? sia-sia aku bergembira.. ternyata bukan cucuku dan cucu menantuku.. huh.. kesalnya...!!"


Seketika senyumnya hilang dari wajah nenek Galuh dan wajahnya berubah masam. Dengan acuh tak acuh ia bertanya dengan pemuda di hadapanny.


"Siapa kamu..?" tanya Nenek Galuh dengan muka kesal.


Dayang Aruni yg melihat tingkah nenek Galuh menjadi ingin tertawa saja.


"Nenek.. aku Brata.. aku datang ke sini ingin bertemu dengan Dewi.." kata pemuda itu canggung karna sedikit risih dengan muka kesal nenek Galuh.


"Aih.. aku bukan nenekmu.." dengan suara pelan.


"Dia sedang tidak ada di rumah.. ada apa kamu mencarinya..??" tanya nenek Galuh dengan nada sial.


"Ada apa dengan muka nenek-nenek tua ini..?? apa dia tidak menyukaiku..?" Batin Brata.


Nenek Galuh bahkan tidak mempersilahkan Brata masuk karna masih sangat kesal.


"Aku menyukainya nek dan aku ingin melamarnya.. ini hadiah dariku untuk nenek.. semoga nenek menyukainya.." kata Brata sambil menyodorkan sebuah bingkisan yg terlihat sangat mewah.


"Siapa tadi namamu..?" tanya sang nenek yg melupakan nama Brata.


"Namaku Brata nek.." kata Brata canggung.


"Dasar nenek pikun..!!" umpat Brata.


"Oh ya Brata..


Tapi maaf.. cucuku sudah memiliki calon suami.. mungkin sekarang dia sudah menikah dengan pemuda pilihannya,,jadi ku mohon kau carilah gadis lain yg belum memiliki pasangan..!!" kata nenek Galuh dingin tanpa memperdulikan Brata yg menyodorkan bingkisan hadiahnya sedari tadi.

__ADS_1


"Tapi nek.. aku menyukai cucu nenek.. apakah tidak bisa nenek mempertimbangkan aku untuk menjadi cucu menantu nenek..?" kata Brata memohon.


"Brata.. rumah tangga itu tidak hanya di dasari dengan rasa suka saja.. Ta.." Belum sempat nenek Galuh meneruskan perkataannya pemuda itu sudah memotong pembicaraannya.


"Aku memiliki segalanya untuk menghidupi Dewi nek.. Keluargaku sangat kaya raya dan terhormat di desa sebelah.. Apakah itu tidak cukup untuk membuatnya bahagia..??" kata pemuda itu dengan nada agak tinggi. Yg membuat nenek Galuh tambah kesal di buatnya.


"Dasar pemuda tidak sopan..!! sudah memotong pembicaraan orang yg lebih tua masih menyombongkan dirinya lagi.


Apa dia fikir cucuku tidak pernah memiliki kekayaan dan kemewahan,sehingga dia dengan sombongnya memamerkan harta dan statusnya..?? dia tidak tahu saja jika aku memiliki usaha yg sangat maju pesat di kota Sabat,mungkin dia akan heran jika tahu betapa aku memanjakan cucuku itu.. Dasar pemuda jaman sekarang.." Batin nenek galuh yg tidak terima dirinya dan cucu kesayangannya di rendahkan dengan iming-iming harta dan kekuasaan.


"Brata.. apa kau tahu jika cinta itu tidak bisa di beli dengan harta dan kekuasaan..??" tanya sang nenek sedikit kesal.


"Bisa kok.. banyak wanita yg sangat menggilai harta dan status yg terhormat yg aku tahu". kata Brata bangga.


"Hahaha apa kau fikir cucuku kekurangan uang..? Dan apa kau fikir cucuku itu sama dengan wanita-wanita yg kau lihat itu..?Dengar Brata.. Cucuku sedari kecil selalu hidup berkecukupan penuh dengan kemewahan.. Walaupun ia tidak memiliki orang tua,,aku sebagai neneknya telah menyayanginya dan mencukupi kebutuhannya dengan baik.. tidak perlu kamu menyombongkan dirimu Brata. Kau bukan satu-satunya orang kaya di dunia ini..!!" kata nenek Galuh sangat kesal.


"Cih.. melihat dari gubuk reotmu ini dari mana kau dapatkan harta untuk mencukupi kebutuhan Dewi dengan kemewahan itu..? dan sekarang kau akan merelakan cucumu untuk hidup dengan orang rimba itu..? yg tidak memiliki status dan kekayaan atau harta apapun sampai-sampai hidup di hutan di temani para binatang-binatang rendahan.." Kata Brata mengolok-olok pemuda yg ia lihat beberapa hari lalu yg membawa putri Hanindya masuk ke hutan.


Nenek Galuh sangat geram dengan kesombongan Brata,,apalagi Dayang Aruni. Saat mendengar perkataan Brata mengolok-olok junjungannya ia menjadi sangat marah dan ber api-api.


Karna ia ditugaskan untuk merawat nenek Galuh otomatis putri Hanindya adalah junjungannya sekarang.


"Cih.. wanita rendahan dari mana lagi ini.. apa tadi dia bilang?? junjungannya?? seperti drama kerajaan saja..!!" kata Brata meremehkan.


Sebelumnya ia tidak mengetahui keberadaan dayang Aruni.


"Kau tidak perlu ikut campur babu rendahan..!!" kata pemuda itu pada dayang Aru.


"Apa kau bilang..??" kata sang dayang semakin geram.


"Cih.. wanita tidak penting..!!" kata Brata sambil membuang muka dari dayang Aruni.


Sang dayang tidak tahan lagi,,ia ingin memukul Brata tapi masih di halangi oleh nenek Galuh.


"Dengar nenek tua.. Apapun Caranya aku akan meminang cucumu itu,kalau perlu aku akan membelinya dan sekalian kamu dan babumu ini untuk menjadi budak'ku..hahahaha.."

__ADS_1


Kata pedas dan Seringai keji Brata membuat nenek Galuh dan Dayang Aruni semakin geram.


"Kotor sekali mulutmu pemuda sombong..!!!Aruni..!! depak ia keluar dari rumah indahku.." perintah nenek Galuh.


Ia tahu bahwa dayang Aruni memiliki kekuatan lebih sehingga ia berani menentang kata-kata Brata yg congkak itu.


"Baik nek.. sesuai perintahmu.." kata dayang Aruni menyeringai. Memang dari tadi ia sudah tidak tahan ingin menendang mulutnya yg bau itu, sekarang ia memiliki kesempatan itu.


"Cih.. wanita lemah seperti dia akan mendepakku?? mimpi sa..." Belum selesai Brata berbicara tubuhnya melayang entah kemana.


"..ja..! aaakh sial.. dasar siluman.. tenaga dari mana itu..???" kata Brata kesal yg tubuhnya terjatuh entah dimana.


Dia kemudian beranjak untuk berdiri. Sambil mengomel kesal.


"Lihat saja nanti.. akan aku beli kalian semua untuk menjadi budakku se umur hidup.. huffft.."


"Akh.. pinggang dan pantatku sangat sakit.. sial.. wanita macam apa itu..tenaganya besar sekali. Aduhh.. dimana ini..??" kata Brata dengan kesalnya.


Ia berjalan terpincang-pincang sambil menahan sakit.


Sedangkan di kediaman nenek Galuh, mereka tertawa puas dengan aksi dayang Aruni yg heroik itu.


"Hahaha.. kira-kira dia jatuh kemana Aru..?" tanya nenek Galuh dalam tawanya yg terpingkal.


"Hahaha entahlah nek.. mungkin ke negri antah brantah atau di hutan berkabut dan menjadi manusia rimba hahaha.." Mereka tertawa sampai perutnya sakit dan air mata mengalir.


"Hahaha salah siapa dia macam-macam dengan kita.. kalau dia berani kembali dan berbuat macam-macam lagi,,mari langsung kita depak saja Aru.." kata nenek Galuh sangat puas.


"Siap nek.. Aku juga sangat suka menindas pria congkak itu. Berani-beraninya melamar tuan putri Hanindya dengan sombong.."


** Sekian dulu update hari ini.. semoga berkesan di hati para pembaca..


** Maaf ya kalau visualnya tidak sesuai dengan tema.


** Jangan lupa kasih saran,like and koment ya teman..😉😉

__ADS_1


** Makasih atas dukungan dan kunjungannya..😘😘😘


__ADS_2